
Satria, Pemuda berusia 18 tahun, pemilik warung kopi tempat Icha menumpang dan bersembunyi, mulai menyalakan motornya.
Hari ini dia sengaja tutup warungnya untuk mengantar Icha ke sekolah yang di maksud Icha.
"Kamu sudah siap Dek?" tanya Satria.
"Sudah bang! Hari ini Bang Sat jadi tidak jualan dong!" Kata Icha.
"Kalau Abang jualan tidak bisa antar kamu dong! Ayo cepat naik! Nanti keburu siang, panas!" Ujar Satria.
Icha langsung naik keatas motor Satria, kemudian mereka segera berangkat mencari sekolah tempat Kenny mengajar.
Satria memakai map di aplikasi ponselnya, dia mencari alamat sekolah yang di maksud. Kurang lebih 40 menit, mereka sudah tiba di lokasi tujuan.
"Apa sekolah ini yang di maksud Dek?" Tanya Satria sambil menengadah ke gedung yang terbentang megah di hadapannya.
"Iya Bang, ini sekolahnya, namanya sama seperti tempat Mister mengajar! Tempatnya memang luas, karena Mister aku ngajar di sekolah internasional, dia itu hebat deh Bang!" Cerita Icha bersemangat.
"Tapi itu kok sekolah nya sepi? Libur kali Dek! Kita mau ketemu siapa di sana?" tanya Satria lagi.
Mereka duduk di atas motor di bawah sebuah pohon yang ada di depan gedung sekolah itu.
"Kalau aku tunggu di sini sampai besok kira-kira Mister bakalan datang tidak ya?" Gumam Icha.
"Masa kamu mau menginap di sini sih Dek? Memangnya di Jakarta tidak ada alamat yang lain?" tanya Satria. Icha menggelengkan kepalanya.
"Rumahku yang lama sudah di jual Bang, sekolahku yang lama juga tidak ada Mister, dan aku sudah di pindahin sekolahnya sama Mami!" Ungkap Icha, wajahnya terlihat sedih.
"Jangan takut Dek, nanti Abang temenin kamu sampai kamu ketemu sama Mister kamu itu, memangnya Mister kamu itu siapa sih?" tanya Satria.
"Dia itu dulu guru aku, orangnya ganteng banget, tinggi, putih, mancung, rambutnya lurus, orangnya asyik dan baik!" Jelas Icha. Satria tertawa mendengar penjelasan Icha.
__ADS_1
"Kamu kayak orang yang lagi jatuh cinta saja Dek! Kamu kan masih kecil!" Sahut Satria.
"Aku anggap Mister kayak Papi aku kok, aku sayang sama Mister, Mami juga sayang sama Mister, tapi karena Ayahnya Mister tidak setuju Mister jadi Papi aku, makanya Mami pindah ke Bandung!" Kata Icha. Satria Menganggukan kepalanya tanda paham.
"Ooo, jadi begitu toh ceritanya, jadi Mister itu pacarnya Mami kamu gitu?" Ujar Satria.
"Iyes! Makanya aku datang ke Jakarta mau cari Mister, karena aku kangen banget sama dia!" Ucap Icha sendu. Satria merangkul bahu Icha.
"Kamu beruntung Dek, masih punya Mami, masih punya Mister, Abang malah tidak punya orang tua, habis lulus sekolah langsung buka warung kecil-kecilan, buat bertahan hidup, Abang ini anak panti asuhan yang mulai belajar mandiri, untung warung kopi Abang ramai tiap hari, jadi Abang bisa nabung buat kuliah Abang nanti!" Cerita Satria.
"Tapi Bang Sat hebat, baru lulus sekolah udah punya usaha! Aku saja bisa numpang makan mie instan gratis!" Cetus Icha sambil mengacungkan jempolnya. Satria tertawa.
"Kamu lapar tidak Dek, kita kan belum makan siang, ini sudah hampir siang, kita cari makan dulu yuk dek?!" Ajak Satria yang kembali menyalakan motornya.
"Tapi gimana dong bang, aku akan belum ketemu Mister!" Tukas Icha.
"Nanti habis makan, Abang temenin kamu cari lagi, pokoknya sampai ketemu deh! Sekarang kita makan dulu, biar ada tenaga buat cari Mister kamu!" Kata Satria sambil mulai melajukan motornya di keramaian jalan raya.
****
"Kita akan cari Icha kemana Ken?" Tanya Felly.
"Kita cari ke tempat-tempat yang mungkin saja Icha tau, misalnya rumah lamamu, sekolahnya yang dulu ...!" Sahut Kenny.
"Kau betul Ken, kalau begitu ayo cepat kita cari Icha, di mana Ayahmu? Aku mau pamit padanya!" Kata Felly.
"Ayahku sedang istirahat di kamarnya, tadi aku sudah pamit kan padanya kok!" Ujar Kenny.
"Baiklah, ayo kita cari Icha Ken, aku khawatir sekali, kita naik motor saja ya, supaya tidak macet dan hemat waktu!" Pinta Felly, Kenny menganggukan kepalanya.
Kenny mengeluarkan motornya dari garasi rumahnya, kemudian dia mulai menyalakannya. Tak lama kemudian mereka segera berangkat keluar meninggalkan rumah Kenny.
__ADS_1
Cuaca siang itu begitu panas, Kenny melajukan motornya menuju rumah Felly yang lama, tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah lama Felly, rumah itu masih nampak sepi seperti biasanya, mereka langsung memarkirkan motornya di depan rumah pak RT.
Pak RT terkejut heran saat melihat kedatangan Kenny dan Felly.
"Lho, Bu Felly? Ini kan orang yang mau beli rumah ibu!" Kata Pak RT.
"Masa sih? Memangnya iya Ken, kau yang mau beli rumahku?" Tanya Felly sambil melirik ke arah Kenny.
"Itu adalah cara supaya pak RT ini memberikan nomor ponselmu padaku Fell!" Jawab Kenny.
"Huh! Dasar Kenny! Jadi begini Pak, saya kemari adalah untuk mencari anak saya Icha, apakah Pak RT pernah melihat anak saya datang kemari?" Tanya Felly. Pak Rt nampak sedang berpikir.
"Memangnya si Icha kabur ya bu? Setahu saya selama Ibu pindah dari sini, saya belum pernah melihat Icha lagi, dan sepertinya Icha belum pernah kesini Bu!" kata Pak RT. Wajah Felly nampak murung.
"Jangan sedih Fell, kita cari ke tempat lain saja, siapa tau Icha pergi ke tempat sekolahnya yang lama, kan Icha pasti hafal dong lokasi sekolahnya dulu!" Ujar Kenny sambil merangkul bahu Felly.
"Icha masih kecil ken, kau bayangkan saja anak kelas satu SD pergi ke jakarta yang seluas ini! Aku takut Icha di culik, atau di bawa orang, atau nyasar!" Ucap Felly.
"Ssst, jangan berpikir negatif sayang, Icha pasti akan baik-baik saja!" Ujar Kenny sambil menempelkan telunjuknya di bibir Felly.
"Aduh, rumit nih, ternyata Mas ini datang kerumah saya waktu itu hanya modus mendekati Bu Felly, bukan pembeli rumah yang sebenarnya, saya gagal deh dapat komisi!" Sungut Pak RT.
"Tenang saja Pak RT, saya jadi kok membeli rumah itu, sekalian sama penghuninya!" Sahut Kenny sambil melirik ke arah Felly.
"Ken!" Felly mencubit gemas pinggang Kenny, sehingga pria itu meringis kegelian.
"Sudah Bu Felly, terima saja Mas nya ini, kasihan lho Icha, dia pasti sangat merindukan sosok Ayah, lagian Mas nya ini ganteng, baik dan kaya lho! Udah sikat aja Bu!" Seru Pak Rt yang tiba-tiba bersemangat karena Kenny jadi membeli rumah itu.
"Tuh denger Fell, semua orang bilang aku ganteng dan baik kan? Masa kamu mau nolak aku sih?" Ujar Kenny sambil mencolek dagu Felly yang kini menunduk karena malu.
Bersambung ...
__ADS_1
****