Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Di sebuah ballroom di sebuah hotel yang besar di kota itu, akhirnya Kenny dan Felly melangsungkan pernikahannya.


Mereka duduk di pelaminan dengan wajah yang nampak bahagia.


Banyak sekali para tamu yang berdatangan memberikan doa restu, di tambah murid-murid Kenny satu sekolah. Sehingga membuat suasana pesta malam itu begitu meriah.


Wajah Pak Banu nampak cerah, dia menyalami semua kerabat dan koleganya dengan wajah yang berseri-seri.


Felly amat bahagia, akhirnya Pak Banu merestui hubungannya dengan Kenny, bahkan sampai ke jenjang pernikahan.


Tanpa terasa air matanya meleleh membasahi pipinya.


"Kau kenapa sayang?" bisik Kenny saat melihat butiran bening jatuh membasahi pipi wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya.


"Aku, aku sangat terharu, akhirnya aku bisa bersanding denganmu di pelaminan, aku sangat terharu Ken!" ucap Felly.


Kenny mengambil tissue dan mengusap air mata yang membasahi pipi istrinya itu.


"Aku juga sayang, rasa bahagia ini baru sekali terjadi seumur hidupku, sekarang aku adalah suamimu, suami yang akan melindungimu, menjagamu, menyayangimu seumur hidupku, aku janji sayang, sekarang kau seutuhnya menjadi milikku!" ucap Kenny sambil mengecup jemari Felly.


Para guru naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.


"Waduh, pengantinnya sedang saling menangis nih, so sweet sekali!" ujar Rio sambil menyalami mereka. Di susul oleh Pak Chandra, Mam Indah dan para guru yang lain.


"Ah, kau bisa saja Bro! Ayo segera menyusul!" kata Kenny sambil saling menepuk bahu.


"Makanannya enak-enak Ken! Nanti kasih tau ya catering di mana? Siapa tau aku akan cepat menyusulmu menikah!" ujar Rio.


"Gampang bro! Sudah sana, kau nikmati saja sampai kenyang, tuh di belakang banyak barisan yang masih mengantri!" kata Kenny sambil menunjuk ke belakang Rio, semua guru dan bahkan murid sudah mengantri untuk bersalaman dengan Kenny dan Felly.


"Aih Kenny ... Kau makin tampan saja! Kalau aku masih muda aku pasti sudah menculikmu!" Ledek Mam Indah.


"Hahaha, untung kau sudah tua Mam! Jadi modus mu sudah gagal duluan! Inget cucu Mam!" balas Kenny sambil tertawa.


Kemudian Pak Chandra dan keluarganya juga menyalami Kenny dan Felly.


"Selamat ya Ken! Akhirnya kau jadi suami juga, sebentar lagi jadi Ayah!" bisik Pak Chandra.


"Hehehe, trima kasih Pak Chandra, doakan saja supaya aku cepat dapat adik untuk Icha!" jawab Kenny sambil berbisik.


"Kalian sedang membicarakan apa sih?" tanya Felly penasaran karena di lihatnya Kenny dan Pak Chandra saling berbisik dan cekikikan.


"Ah, rahasia lelaki!" sahut Kenny. Membuat wajah Felly cemberut seketika.

__ADS_1


Setelah mereka bersalaman dengan keluarga Pak Chandra, para murid Kenny juga mengantri panjang untuk memberikan ucapan selamat.


Wajah para murid banyak yang terlihat murung ketika memberikan ucapan selamat untuk Kenny.


"Selamat ya Mister! Tapi siap-siap semester depan nilai kami anjlok semua!" kata salah satu murid Kenny.


"Lho, kenapa kok bisa anjlok?" tanya Kenny.


"Karena kami para cewek pecinta Mister Kenny akan kehilangan semangat belajar Mister, karena Mister sudah jadi suami orang!" jawab murid tersebut.


Kenny hanya melongo sambil menelan ludahnya, muridnya ini benar-benar tak tau etika.


"Mister, boleh tidak untuk yang terakhir, kami minta sesuatu dari Mister?" tanya murid di belakang murid yang tadi.


"Minta apaan? Minta duit?" tanya Kenny cepat.


"Bukan Mister! Tapi ..." sang murid menghentikan perkataannya, lalu dia menyenggol teman di belakangnya.


"Itu Mister, boleh tidak kami minta cium, buat kenang-kenangan Mister, toh kami juga tidak mungkin kan mendapatkan Mister?" tanya murid yang lain memberanikan diri.


Sontak mata Kenny terbelalak, wajah Felly juga mendadak pias, tidak menyangka murid Kenny akan meminta hal sekonyol itu.


"Tidak! Kalian apa-apaan sih?! Sudah lebih baik kalian makan sepuasnya sana!" hardik Kenny.


"Boleh ya Mbak? Yang penting Mister kan sudah sah jadi suami Mbak, semuanya punya Mbak, kami cuma minta pipi doang, masa pelit sih!" kata sang murid yang bicara kearah Felly.


"Eh, itu sih terserah Mister saja!" jawab Felly salah tingkah.


Kenny langsung menyenggol pinggang Felly.


"Kok malah bilang terserah sih? Bilang saja tidak boleh!" bisik Kenny.


"Jadi gimana Mister? Boleh ya? Sedikiiit aja!" kata para murid itu memohon.


"Tidak!! Kalian ini apa sih?! Bukan begini pelajar yang baik, harusnya kalian pikir masa depan kalian, belajar yang baik, dapat nilai yang tinggi, bukan hanya menggoda guru kerjaannya, nanti Mister akan adukan perbuatan kalian pada orang tua kalian! Mengerti??!" Sentak Kenny.


Para murid terdiam, semua orang yang ada di area itu pun terkejut mendengar suara Kenny yang lantang, kemudian mereka turun satu persatu dari pelaminan dengan wajah kecewa.


Pak Banu naik ke atas pelaminan, kemudian menepuk bahu putranya itu.


"Sabar Ken! Kau harus banyak sabar menghadapi kelakuan murid mu, sebentar lagi mereka tidak akan mengejarmu, karena kau sudah menikah!" kata Pak Banu.


"Iya Ayah, kalau bukan karena jiwaku sebagai guru, sudah lama aku berhenti mengajar!" sahut Kenny dengan nafas tersengal-sengal menahan gejolak emosi.

__ADS_1


"Ken, aku baru tau kalau murid-murid mu se fanatik itu padamu!" kata Felly.


"Itulah sebabnya Felly, dulu aku pernah meminta Dini menjadi pacarku, tujuannya adalah supaya mereka tidak mengejar dan menggangguku lagi!" ujar Kenny.


"Dini, kasihan dia Ken, karena kau memilihku, dia harus kehilangan cintanya!" gumam Felly.


"Taraa!!"


Tiba-tiba Icha muncul dari belakang pelaminan, mulutnya belepotan es krim coklat.


"Icha, kau kemana saja dari tadi?" tanya Felly sambil mengelus rambut Icha.


"Aku keliling cari makanan kesukaanku Mami, makanannya enak-enak!" sahut Icha semangat.


"Icha sama kakek saja!" ujar Pak Banu menimpali.


"Tenang Kek! Hari ini kan aku bahagia, jadi aku akan bermain dengan siapapun, dan sekarang Mister sudah jadi Papi aku! Aku punya Papi sekarang! Horree!!" Seru Icha sambil bertepuk tangan.


"Dan sekarang, Icha jangan panggil Mister lagi ya, kan Icha sudah jadi anak Mister, jadi panggil Papi saja!" ucap Kenny.


"Oke Papi! I Love You Papi!!" Icha langsung melompat dalam pelukan Kenny, dan Kenny langsung mengangkat Icha dalam gendongannya.


"Turunkan Icha Ken, berat dia!" ujar Felly.


"Tidak sayang, ini adalah pelukan antara Papi dan anaknya! Biarkan Icha menikmati kebahagiannya!" kata Kenny.


Hari sudah semakin malam, para undangan juga sudah pulang satu persatu, Kenny dan Felly mulai turun dari pelaminan.


"Kalian kalau lelah langsung beristirahat saja!" ucap Tante Bella yang nampak menjadi seksi repot acara pernikahan Kenny.


"Iya Tante, masih mau di sini dulu, menikmati menu yang katanya enak-enak ini!" ujar Kenny.


"Ah, kau bisa saja, bilang saja kalau lapar!" cetus Tante Bella.


Lalu Pak Banu mendekati mereka sambil menuntun Icha.


"Ken, keluarga Pak Brata meminta maaf karena mereka tidak sempat menghadiri acara pernikahanmu, karena mereka saat ini sedang di Malaysia menemani Dini, ini ada surat dari Dini untukmu Ken!" ucap Pak Banu sambil menyodorkan sepucuk surat untuk Kenny, dengan tangan sedikit gemetar Kenny menerimanya.


****


Hai guys ...


Besok adalah bagian malam pertama Kenny, di jamin seru dan banyak kejutan nih, jangan lupa dukungannya ya guys ...

__ADS_1


Trima kasih!


__ADS_2