Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Malam Yang Indah


__ADS_3

Seusai pesta, Kenny langsung memboyong Felly masuk ke kamar pengantin yang sudah di dekorasi sedemikian rupa, kamar dengan kelas VIP yang besar dan luas, dengan taburan bunga mawar di lantai dan ranjang yang terlihat indah bagai mahligai.


Mereka berdua terlihat lelah karena hampir seharian menjalani prosesi pernikahan, menjadi Raja dan Ratu sehari. Namun wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang amat sangat.


Kenny menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di sudut kamar itu, dia nampak gugup dan grogi, karena malam ini dia sudah berubah status, dan kini sudah ada seorang istri yang selalu di sisinya.


Felly pun duduk di samping Kenny, walau Felly sudah pernah mengalami hal ini, namun dia juga tetap gugup di depan Kenny yang terlihat begitu polos dan grogi. Mereka masih menggunakan pakaian pengantin.


"Ken, tolong bantu aku membuka resleting gaunku, aku mau mandi, tapi susah sekali membukanya!" kata Felly tiba-tiba.


"I ... Iya sayang!" Dengan tangan sedikit gemetar, Kenny mencoba membuka resleting gaun Felly, ada getaran-getaran aneh yang mereka rasakan, apalagi saat gaun itu sudah mulai terbuka resletingnya, menampakan punggung Felly yang putih dan mulus, membuat Kenny semakin keras menggigit bibirnya dan menelan ludahnya.


"Ehm, Icha di mana Fell?" tanya Kenny, berusaha mencairkan suasana.


"Tadi sama Mbak Nur, kelihatannya anak itu capek seharian beraktifitas, mungkin saja dia sudah tidur!" jawab Felly.


"Oh, sayang, kau mandilah duluan, aku masih mau istirahat sebentar!" ujar Kenny.


Felly Menganggukan kepalanya, kemudian dia berdiri dan mulai masuk ke dalam kamar mandi.


Kenny merogoh surat titipan dari Dini di saku jasnya, kemudian perlahan dia membukanya dan mulai membacanya.


'Kenny, maafkan aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu dengan Felly, tapi aku ikut berbahagia untukmu, aku doakan kalian selalu bahagia, maafkan hatiku yang tak pernah bisa berpaling darimu, dan trima kasih atas hadiah terindah malam itu, yang mungkin tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku ... ' Dini Wulandari.


Kenny melipat surat dari Dini, kemudian dia menyimpan di dalam dompetnya.


Kenny manarik nafas panjang, ada perasaan bersalah yang terbersit di hatinya, walau bagaimana, dia sudah menggoreskan luka di hati Dini. Wanita yang sejak kecil di kenalnya dan amat dalam mencintainya.


Lalu terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, menandakan Felly sudah selesai mandi.


Kenny terkesima melihat Felly keluar dengan menggunakan kimono handuk, terlihat dari luar, tubuh Felly yang polos tanpa mengenakan apa-apa. Dada Kenny mendadak berdebar kencang.


"Sekarang giliran mu Ken!" kata Felly sambil mengeringkan rambut dengan handuk kepalanya.


Kenny berdiri dan mengambil handuk dari lemari, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Felly terheran saat menunggu Kenny mandi, sudah hampir 20 menit Kenny belum keluar dari kamar mandi.


Perlahan Felly mengetuk pintu kamar mandi, memastikan kalau suaminya itu baik-baik saja.


"Ken, kau masih lama?" tanya Felly dari luar pintu.


"Sebentar lagi!" terdengar sahutan Kenny dari dalam.


Felly mulai berbaring di ranjang yang penuh taburan bunga itu, dengan posisi miring ke samping menghadap balkon.


Ceklek!


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Rupanya Kenny sudah selesai mandi, Felly tetap dalam posisinya tanpa menoleh ke arah Kenny.


Perlahan Kenny berjalan mendekat ke arah Felly, dengan memakai handuk yang hanya dililitkan di pinggangnya.


Kenny duduk di tepi ranjang, memandang ke arah Felly yang masih berbaring memunggunginya.


"Fell, kau sudah tidur?" tanya Kenny pelan.


"Belum!" jawab Felly.


"Silahkan Ken, aku sudah istrimu sekarang!" jawab Felly sambil mengulum senyum. Tak di sangka Kenny akan se polos ini.


Perlahan Kenny mendekati Felly, mulai berbaring di sampingnya, kemudian memeluk pinggangnya, ada gelenyar aneh yang mereka rasakan.


Kenny perlahan menarik tali kimono yang di kenakan Felly, dalam sekali tarikan tali itu sudah terlepas, kemudian tangan Kenny mulai menyentuh tubuh Felly, perlahan dan sangat lembut, hingga Felly mulai membalikan tubuhnya menghadap ke arah Kenny.


Merekapun saling bertatapan penuh cinta. Kenny membelai rambut Felly, kemudian Kenny mulai maju dan mengecup kening, mata, pipi dan bibir Felly, dengan sangat perlahan dan lembut, sehingga Felly seolah merasa terbang ke awang-awang.


"Kau sangat cantik Felly!" bisik Kenny.


"Kau juga sangat tampan Ken, aku beruntung memilikimu dan menjadi istrimu!" balas Felly, kemudian Felly membalas ciuman Kenny.


Felly terus mengecup dan mengulum bibir Kenny beberapa kali, bibir kemerahan alami Kenny yang sangat manis dan hangat di rasakan Felly.

__ADS_1


"Ken, pantas saja banyak orang yang mendambakan bibir ini, rasanya begitu manis dan lembut, membuat aku sangat bahagia!" bisik Felly yang kini posisinya berpindah ke atas Kenny.


"Ah, kau begitu membuatku mabuk kepayang malam ini, sentuhan mu sangat membuatku seperti mau mati tersengat listrik!" ujar Kenny sambil merem melek menikmati sensasi yang di berikan Felly, apalagi Felly sudah polos saat ini, pemandangan indah terpampang di depan Kenny.


Felly merasakan ada sesuatu yang sudah sangat keras di bawahnya. Sesuatu yang sudah keluar dari balik handuk yang berantakan di pakai Kenny, ciuman Felly turun ke bawah, ke dada Kenny yang di tumbuhi bulu-bulu halus, bahkan sampai di bawah perutnya, Kenny mengerang hebat saat Felly mulai mengulum miliknya yang sudah sangat keras.


"Ah, sayang, kau hebat sekali!" ucap Kenny dengan nafas yang tertahan.


"Aku sedikit mengajarimu Ken, kau terlalu polos, ternyata kau sangat luar biasa, kau pejantan tangguhku!" ucap Felly sambil terus menjalankan aktifitasnya.


Kenny yang sudah sangat bergairah tak bisa lagi menahan hasratnya, dia langsung membalikan posisi Felly yang kini berada di bawahnya, dengan penuh semangat dia mengecup setiap inci dari bagian tubuh Felly, hingga keduanya merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa.


"Ken, kalau aku tidak berdarah, kau jangan kecewa ya, aku kan sudah pernah melahirkan Icha!" bisik Felly sebelum Kenny menyatukan tubuh mereka.


"Ya sayang, itu tidak penting, yang penting kau sangat pintar memuaskan suami!" balas Kenny sambil mulai mengarahkan miliknya yang sedari tadi sudah berdenyut ke arah milik Felly yang terlihat sudah sangat siap.


Buk! Buk! Buk!


Ting nong ting nong


Tiba-tiba terdengar ada yang menggedor-gedor pintu kamar, dan memencet Bell.


Felly langsung spontan mendorong tubuh Kenny, Kenny buru-buru mengambil handuknya yang sudah jatuh ke lantai.


Sementara Felly kembali memasang handuk kimono nya. Kemudian langsung bergegas berjalan kearah pintu dan membukanya perlahan.


Icha sudah berdiri di depan pintu sambil mengucek matanya.


"Mami! Aku mau bobo sama Mami saja! Aku tidak bisa bobo karena Mbak Nur tidurnya ngorok! Jadi aku keberisikan!" kata Icha.


"Icha, baiklah kalau Icha mau bobo di sini sama Mami dan Papi!" ujar Felly akhirnya.


"Asyyikk!! Malam ini aku bobo sama Mami dan Papi!!" Seru Icha yang langsung melompat ke atas tempat tidur.


Sementara Kenny duduk di sisi ranjang dengan wajah cemberut, karena sampai besok dia masih perjaka.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2