
Sebuah mobil tua terparkir di depan rumah Felly pagi itu, tak lama kemudian keluarlah seorang laki-laki separuh baya dan kemudian langsung masuk dan memencet bel yang ada di depan gerbang.
Mbak Nur datang tergopoh-gopoh membukakan pintu gerbang.
"Selamat Pagi, apakah Ibu Felly ada di rumah?" tanya Laki-laki yang nampak berwibawa itu.
"Oh, ada, ayo masuk Pak, sebentar saya panggilkan ..." sahut Mbak Nur sopan.
Lalu laki-laki itu segera mengikuti Mbak Nur masuk kedalam dan duduk di ruang tamu.
Tak lama kemudian Felly sudah muncul dari arah dalam.
"Oh, Pak Banu, ada apa ya bapak mencari saya?" tanya Felly yang langsung duduk di hadapan Pak Banu.
"Bu Felly, maaf, sebenarnya saya ini adalah Ayahnya Kenny ..." Jawab Pak Banu.
"Ya Pak, Mister Kenny pernah menceritakan tentang Bapak ..."
"Bagaimana perkembangan Icha di sekolah Bu?" tanya Pak Banu.
"Icha, mengalami perkembangan yang sangat bagus setelah belajar dengan Mister Kenny, sekarang dia tidak lagi berulah di sekolah dan nilainya pun meningkat ..." jawab Felly.
"Bagus, saya senang mendengarnya, sebenarnya awalnya saya yang sudah merekomendasi dia untuk mengajar privat Icha ..."
"Iya Pak, saya sangat berterima kasih, kalau bukan karena Mister Kenny, mungkin Icha masih bermasalah sampai hari ini ..." Ungkap Felly.
"Nah, karena Icha sudah berubah menjadi lebih baik, saya meminta Bu Felly untuk menyetop les Icha, karena sebenarnya Kenny itu adalah guru profesional untuk sekolah menengah ke atas, bukan untuk anak SD, waktu itu saya menyuruhnya adalah supaya dia bisa belajar rendah diri dan mengurangi kegiatan malamnya saja ..." Jelas Pak Banu. Felly terkesiap mendengar penjelasan Pak Banu.
"Oh, begitu Pak, kalau memang seperti itu keadaannya, saya akan memberhentikan Icha untuk les dengan Mister Kenny, maaf kan saya ..." ucap Felly.
"Lagi pula, saya akan menjodohkan Kenny dengan anak teman saya, rencana ini sudah lama di buat, saya tidak ingin perjodohan ini gagal, karena ini menyangkut reputasi saya juga, saya harap Bu Felly mengerti akan hal ini ..."
"Iya Pak, saya paham, Pak Banu jangan khawatir, saya akan meminta Mister Kenny untuk tidak datang lagi kerumah saya untuk mengajari Icha ..." Ucap Felly.
"Baik Bu, trimakasih atas pengertiannya, dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saya permisi ..." Pak Banu segera berdiri dari tempat duduknya. Lalu segera keluar dari rumah Felly.
Mbak Nur baru datang sambil membawakan air minum.
"Lho, tamunya sudah pulang to Bu?" tanya Mbak Nur saat melihat Pak Banu sudah tidak ada lagi di situ. Felly Menganggukan kepalanya.
"Sudah Mbak, dia itu Pak Banu, Ayahnya Mister Kenny ..."
"Oalaa, jadi dia itu Ayahnya Mister ..."
"Iya Mbak, dia memintaku untuk menyetop les Icha, karena Icha sudah berubah jadi lebih baik dan tugasnya kini sudah selesai ..." Ucap Felly sendu.
__ADS_1
"Tapi Icha bagaimana Bu? Apa dia bisa menerima ini? Dia kan sudah terbiasa dengan Mister ..." tanya Mbak Nur.
"Entahlah Mbak, aku juga bingung, aku yang salah, terlalu percaya diri dan berharap lebih, seharusnya aku tidak usah memikirkan hal lain selain Icha ..." jawab Felly sendu, ada yang menetes di sudut matanya.
"Yang sabar Bu, semua pasti ada jalannya ..." Ucap Mbak Nur sambil mengusap bahu Felly.
****
Siang itu saat jam istirahat, Kenny menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, di hadapannya banyak tugas para murid yang belum selesai diperiksanya, apalagi sekarang akhir semester dan musim ujian.
Seorang pelayan kantin masuk ke ruangan itu dan memberikan sepiring makan siang untuk Kenny.
Kenny langsung menyantap lahap makan siangnya.
"Kau tidak makan di kantin Ken?" tanya Mam Indah yang sedari tadi duduk menghadap layar laptopnya.
"Malas Mam, risih makan diliatin banyak orang dan di ajak ngobrol sana sini, lebih baik di sini saja aman ..." Sahut Kenny.
"Kamu putus sama Dini sudah kayak orang musuhan saja Ken, padahal kalian kan bisa berteman biasa seperti dulu ..." Ujar Mam Indah.
"Aku juga maunya begitu Mam, Dini saja yang terlalu baper, jadi susah deh ..." Kenny melanjutkan makannya.
"Makanya, punya muka jangan terlalu ganteng, apalagi jomblo, tanggung akibatnya!"
"Bisa saja kau Mam, ganteng itu kan anugrah, ya kali aku harus pake masker untuk menutupi wajahku ...!" Mam Indah tertawa mendengar perkataan Kenny.
Drrrt ... drrrrt ... drrrt ...
Ponsel Kenny bergetar di atas mejanya. Kenny langsung menenggak botol air mineralnya kemudian mengusap layar ponselnya.
Senyum cerah menghiasi wajah Kenny saat dia tau siapa orang yang meneleponnya.
"Halo sayang, tumben meneleponku ..."
"Ken, aku mau bicara padamu ..."
"Bicara Saja Felly, apa siang ini kau kangen padaku?" goda Kenny.
Mam Indah yang mendengar perkataan Kenny terlihat senyum-senyum sendiri.
"Bukan Ken, mulai saat ini, aku minta padamu, jangan datang lagi ke rumahku, Icha sudah tidak les privat lagi denganmu ..." Ucap Felly. Kenny terkesiap mendengarnya.
"Hah??! Tapi kenapa??" tanya Kenny.
"Pokoknya kamu jangan datang lagi!"
__ADS_1
"Tapi jawab dulu pertanyaanku, ada apa denganmu Felly?"
"Kamu mau tau alasannya apa? Karena Icha sudah tidak membutuhkanmu!"
"Kau bohong!"
"Terserah, tapi Icha dan aku sudah tidak membutuhkanmu lagi, lagi pula, aku sudah menjalin hubungan dengan seseorang, calon Papinya Icha, jadi kau jangan menggangguku lagi, atau dia akan marah!"
"Felly, kau berubah, pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku, katakan padaku Fell, kau jangan membohongiku!" Ucap Kenny. Dadanya mulai sesak.
"Tidak Ken, aku serius, aku mohon kau jangan datang lagi kerumahku, lupakan aku dan Icha, oke?!"
"Tapi Fell ..." Kemudian sambungan telepon terputus.
Kenny menjambak rambutnya frustasi. Mam Indah langsung beringsut mendekati Kenny.
"Apa yang terjadi denganmu Ken?" tanya Mam Indah.
"Felly, melarang ku untuk datang kerumahnya lagi untuk ngelesin Icha, aku tidak mengerti Mam, dia berubah tiba-tiba ..." Ungkap Kenny.
"Kau tenang dulu, hargai saja permintaannya saat ini, mungkin dia mau break dulu ..."
"Tapi kenapa? Baru kemarin aku bicara dengannya mengungkapkan isi hatiku padanya, dan dia kelihatannya tidak ada masalah, kenapa hari ini dia berubah?" tanya Kenny tidak mengerti.
"Sudahlah, aku tidak paham urusan anak muda, nanti kau cari waktu saja untuk menghubunginya, ayo siap-siap, sebentar lagi bel masuk bunyi lho ..." Mam Indah segera kembali ke tempatnya.
Beberapa guru sudah kembali masuk keruang guru, mereka bersiap akan masuk ke kelasnya masing-masing.
Kenny masih duduk termenung di meja kerjanya, wajahnya sedih, mengingat perkataan Felly yang baru saja didengarnya.
Apakah benar Felly sudah punya calon Papi untuk Icha? Apa benar mereka sudah tidak membutuhkan Kenny lagi? Tiba-tiba ada yang sakit di sudut hati Kenny yang terdalam. Pria itu menggigit bibirnya.
Kemudian Kenny segera meraih ponselnya dan langsung menghubungi Leo, sahabatnya yang rada bejat.
"Halo Ken, you kenapa? Aku lagi sibuk di kantor tau, nanti ajalah you telepon ..."
"Leo, aku lagi butuh lu tau gak, tar pulang sekolah aku kekantor mu ya, bentar doang!"
"Yah, gue udah ada janji sama si Lisa ..."
"Bentaran doang sih, gitu amat sama temen!!" Sungut Kenny.
"Ya ... ya ...you boleh Dateng lah, tapi jangan lama-lama!"
"Bodo amat!!" Kenny langsung mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
bersambung....
****