
Setelah Icha pulang bersama Mbak Nur, akhirnya Felly memutuskan untuk menemani Kenny di rumah sakit. Wajah Kenny menjadi tenang dan tidak panik lagi.
Kondisi Kenny juga sudah mulai membaik, dia sudah tidak demam lagi, dan nafsu makannya juga bagus.
Mungkin karena teratur minum obat dan makan banyak, sehingga kondisinya semakin pulih, padahal baru satu harian Kenny di rawat.
"Nih Ken, minum jus jambu nya, tadi aku pesan lewat online ...!" Kata Felly sambil menyodorkan jus jambu itu ke mulut Kenny. Kenny langsung meminumnya habis.
"Trimakasih Fell, kamu memang calon istri yang baik!" Ucap Kenny. Felly tertunduk malu.
"Sudahlah Ken, lebih baik kamu istirahat saja, di luar sudah gelap ...!" Sahut Felly mengalihkan pembicaraan.
"Asal kamu selalu di dekatku dan tidak pergi dariku, aku pasti akan tidur dengan tenang!" Ucap Kenny.
"Kenapa sih Ken, kamu terlihat takut dengan suster yang namanya Lela itu? Kamu pernah punya masalah dengannya?" Tanya Felly. Kenny terdiam beberapa saat lamanya, membayangkan pengalaman memalukan yang pernah dialaminya.
"Dulu waktu Ayahku baru pulang dari rumah sakit, aku membayar suster untuk merawat Ayahku di rumah ... "
"Lalu?"
"Lalu datanglah suster Lela, mulanya dia bersikap baik, tapi ternyata dia ada modus untuk mendekatiku, dia menjebak ku, dia pura-pura jatuh dari kamar mandi tanpa memakai sehelai pakaian pun, dia menjebak ku! Untung aku lolos dari perangkapnya, setelah itu aku dan Ayahku mengusirnya ...!" Jelas Kenny.
"Ya Tuhan ... jahat sekali dia!" Ujar Felly.
"Makanya aku sangat takut jika melihatnya, aku takut dia memakai akal bulusnya untuk kembali menjebak ku!" tambah Kenny.
"Kenapa kamu tidak melaporkan ke pihak rumah sakit?" tanya Felly.
"Aku takut jika aku melaporkan, dia akan dendam padaku, dan melakukan sesuatu yang lebih gila lagi, lebih baik aku menghindarinya saja! Tapi kalau dia kembali berulah, dengan terpaksa aku akan melaporkannya!!" Jawab Kenny.
"Baiklah Ken, aku akan menunggumu di sini, kamu tidurlah ...!" Ucap Felly sambil berdiri dan menyelimuti Kenny.
"Sebelum mataku terpejam berikan padaku kecupan selamat malam!" Pinta Kenny.
"Kau ini sakit-sakit masih genit saja!" Sungut Felly.
"Ayolah, supaya aku bisa tidur nyenyak dan mimpi indah!" Rajuk Kenny.
__ADS_1
Kemudian Felly maju mendekati Kenny, kemudian mengecup lembut pipi dan bibir Kenny.
"Good night, Ken!" Ucap Felly.
Tak lama kemudian Kenny sudah memejamkan matanya.
****
Menjelang subuh Felly baru bisa tertidur di samping Kenny. Dia dengan posisi duduk dengan kepala menelungkup di kasur di samping Kenny. Semalaman dia tidak bisa tidur, entah mengapa.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, Pak Banu sudah masuk ke dalam dan berdiri di hadapan Kenny dan Felly.
"Kenny!!!" Panggil Pak Banu dengan suara keras.
Felly yang mendengar teriakan Pak Banu segara mengangkat kepalanya dan langsung berdiri. Sementara Kenny juga langsung terbangun dan membuka matanya.
"Ayah? Pagi sekali kau sudah datang!" Seru Kenny.
"Bagus sekali kelakuan wanita ini yang menunggumu di saat kamu sakit Ken, apa pantas seorang janda menunggu seorang laki-laki di satu ruangan??!" Sentak Pak Banu.
Mata Felly langsung panas mendengar perkataan Pak Banu, air matanya tanpa di komando langsung mengalir di pipinya.
"Ayah! Kenapa Ayah bicara begitu dengan Felly? Aku yang memintanya untuk menemaniku di sini Ayah!!" Bela Kenny.
"Diam kau Ken! Sudah berkali-kali Ayah bilang Ayah tidak pernah setuju kau dekat dengan janda ini, tapi kau tidak pernah mendengarkan Ayah!" Bentak Pak Banu.
Kenny terdiam, teringat penyakit darah tinggi Ayahnya yang sewaktu-waktu kumat kalau dia menjawab Ayahnya.
"Dan kau ibunya Icha, aku juga sudah bilang kalau Icha sudah tidak perlu les lagi, kenapa kau masih mendekati putraku? Apa yang kau harapkan dari dia? Mengapa kau tidak mencari pria lain di luar sana yang lebih pantas untukmu?? Kenapa harus putraku??!" Tanya Pak Banu ke arah Felly dengan tatapan yang sangat tajam.
Felly terus menangis, karena tidak tahan lagi dia langsung mengambil tasnya dan berlari keluar dari ruangan itu.
"Felly tunggu!!!" Panggil Kenny. Namun Felly tidak mendengarkan, dia terus berlari menyusuri koridor panjang rumah sakit itu.
"Ayah keterlaluan! Begini cara Ayah membahagiakan anakmu? Ayah benar-benar menghancurkan perasaan ku dan Felly, Ayah kejam!!" Jerit Kenny.
"Kalau Ayah tidak tegas dari sekarang, mau sampai kapan kau akan terus bersama dengan wanita itu??" Tanya Pak Banu.
__ADS_1
"Tapi aku mencintai Felly Ayah!!" Tegas Kenny.
"Jangan hanya karena cinta kau menghancurkan reputasimu sendiri, bahkan reputasi Ayah juga! Apa susahnya mencari gadis yang sepadan denganmu? Bukankah banyak gadis di luar sana yang mengejar mu Ken?!" Seru Pak Banu, nafasnya sudah mulai tersengal-sengal karena emosinya yang meluap itu.
Tidak mau terjadi apa-apa dengan Ayahnya, Kenny diam dan tidak menjawab perkataan Ayahnya lagi.
Tiba-tiba Leo sudah masuk ke ruangan Kenny dengan membawa sebuah tas.
"Ken, tadi Ayahmu menelepon, aku di suruh menemanimu selama di rumah sakit!" Ujar Leo. Kenny diam tanpa menjawab apapun, wajah Leo nampak bingung.
"Leo, aku titip Kenny padamu, tolong kau jaga dia selama di rawat, aku tidak mau Kenny di manfaatkan lagi oleh wanita!" Ujar Pak Banu. Leo mengernyit heran.
"Dimanfaatkan wanita?" Gumamnya heran.
"Ya, sekarang aku mau pulang dulu, kepalaku pusing!" Kemudian Pak Banu membalikan tubuhnya dan bergegas meninggalkan ruangan Kenny untuk kembali pulang ke rumahnya.
Leo beringsut mendekati Kenny.
"Ken, sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Leo penasaran.
"Felly ... tadi ayah memarahi Felly, hanya karena dia menungguku di sini!" Sahut Kenny.
"Hah? Memangnya kalian tadi sedang apa? Sampai membuat Om Banu begitu marah?" Tanya Leo lagi.
"Aku sedang tidur, Felly juga tidur di sampingku, dengan posisi duduk, tapi Ayah malah salah paham!" Sungut Kenny.
"Sabar Bro! Om Banu itu memang keras orangnya, tegas dan berwibawa, gue aja takut kalau ketemu di ceramahin terus!" Timpal Leo.
"Sekarang Felly pasti hancur hatinya, aku harus bagaimana Le? Aku bingung!" Ujar Kenny frustasi.
"Udah, you tenang aja ... Sekarang kau sembuh dulu dari sakit, setelah itu baru deh tuh cari si janda itu!" Sahut Leo.
"Tutup mulutmu! Sekali lagi kau bilang seperti itu akan ku robek mulutmu!!" Sengit Kenny.
"Ampun bro! Kenapa sekarang kau jadi sensitif begini?" Tanya Leo bingung.
"Leo, aku cinta sama Felly Leo! Aku cinta banget! Tidak perduli dia janda atau bukan! Mengapa Ayah tidak pernah menerima itu? Apa ada yang salah dengan status janda?? Jawab Leo!!" Kenny menangis di hadapan Leo. Leo terkesiap menyaksikan sisi lain dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Bersambung....
****