
Setelah selesai mengajar dari tempat Icha, Kenny segera melajukan motornya langsung menuju kerumah Dini.
Dini nampak sudah menunggu dan duduk di depan teras rumahnya. Dia berdiri saat melihat kedatangan Kenny.
"Hai, kamu cepat juga ..." Kata Dini sambil berjalan keluar menghampiri Kenny yang masih duduk di atas motonya yang menyala.
"Kita langsung ya!" Ujar Kenny.
"Ya, aku juga sudah pamit dengan orang rumah." Dini segera naik ke atas motor Kenny.
Mereka pun bergegas meninggalkan tempat itu menuju ke sebuah Mall yang tidak jauh dari daerah situ.
Setelah sampai di Mall, mereka segera menuju toko boneka.
"Din, bantu aku mencarikan boneka Hello Kitty, aku tidak pernah beli boneka!" Ucap Kenny.
Dini segera mencari-cari dan mengambil sebuah boneka Hello Kitty berukuran sedang. Kemudian dia menyodorkannya ke arah Kenny.
"Yang ini saja, tidak terlalu besar, kamu baik sekali menghadiahi murid mu boneka!"
"Karena boneka lamanya rusak ..."
"Oya, kamu perhatian sekali ..."
"Bukan seperti itu, aku memang janji akan membelikannya boneka." Sahut Kenny.
"Kenny, Kenny, sepertinya sekarang kau mulai berubah, seperti bukan Kenny yang ku kenal dulu ..." Ucap Dini sambil menggelengkan kepalanya.
"Terserah apa pendapatmu, katanya kamu mau ke toko buku ..."
"Ya, sekarang kamu antarkan aku ke toko buku."
Mereka berjalan naik keatas, ke sebuah Toko buku yang cukup ramai pengunjung. Waktu sudah mulai beranjak malam.
"Ken, nanti setelah dari sini, kita makan malam bareng ya!"
"Ya, kamu mau makan di mana?" tanya Kenny.
"Terserah di mana saja, yang penting makan malam bareng ..."
"Baiklah, setelah kamu dapat bukunya kita makan malam bareng!"
"Trima kasih Ken ..." Dini menggandeng tangan Kenny.
Dalam hati Dini bangga, bisa jalan dengan Kenny, biasanya pria ini tidak terlalu suka jalan-jalan berdua seperti ini.
Dini sangat cepat mengambil buku yang di carinya, gadis ini tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bersama Kenny.
Biasanya kalau sore menjelang malam, Kenny selalu jalan dan nongkrong dengan teman-teman geng nya, malah kadang sering balapan motor. Boro-boro jalan berdua dengan sang kekasih.
Mereka masuk kesebuah restoran cepat saji. Kemudian mulai memesan beberapa menu makanan.
"Ken, besok kita bisa pulang bareng kan?" tanya Dini.
"Maaf Din, aku janji sama Icha mau datang kerumahnya, dia pasti menungguku ..." jawab Kenny.
"Lho, bukankah besok bukan jadwal mu?" tanya Dini.
"Ya memang bukan, aku hanya mengantar boneka saja, bukan untuk belajar ..."
"Ooh, Anak itu benar-benar spesial!" gumam Dini.
__ADS_1
"Aku hanya tak ingin mengecewakan harapannya ..."
"Kenny, ibuku menanyakanmu ..."
"Apa maksudmu??"
"Tentang kejelasan hubungan kita, kapan kamu akan melamarku?" tanya Dini.
Kenny terkesiap mendengar pertanyaan Dini. Sungguh dia sangat tidak siap menghadapi pertanyaan seperti itu.
"Din, aku, aku belum siap untuk itu, entahlah ..." jawab Kenny bingung.
"Aku bersedia menunggumu kapanpun Ken, asal aku jelas kamu benar-benar mencintaiku, maaf, selama ini aku tidak pernah mendengar kalimat itu terucap di bibirmu ..." ucap Dini.
Kenny kembali tertegun, sesungguhnya dia memang menganggap Dini hanya sebagai status saja, dia tidak sungguh-sungguh untuk melabuhkan hatinya pada Dini.
"Dini, please ... beri aku waktu!" Mohon Kenny.
"Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu!"
Cup ..!
Tiba-tiba Dini bangkit dan mencium pipi Kenny.
Kenny terkejut tapi dia juga tidak bisa menolak, secara status mereka adalah sepasang kekasih.
"Din ..."
"Maaf Kenny, kalau aku adalah pacarmu, bukankah aku berhak mendapatkan itu?"
Kenny terdiam tanpa mampu memberikan jawaban.
Setelah mereka selesai makan malam, Kenny segera mengantar Dini pulang kembali kerumahnya.
****
Hari ini Kenny sengaja membawa mobil, karena dia akan membawa sebuah kejutan untuk Icha. Boneka Hello Kitty.
Kenny memarkirkan mobilnya di depan rumah Icha.
Gadis kecil itu sudah menunggunya dengan manis di bangku teras depan rumahnya.
"Missteeeerrrr!!!!" Seru Icha senang sambil melompat dalam gendongan Kenny.
"Hati-hati Cha, nanti kamu jatuh!" Ujar Kenny sambil menahan tubuh Icha yang menggelendot di pelukannya.
"Hari ini Mister bawa mobil? kita jalan-jalan yuk Mister, kan hari ini bukan jadwal aku les!" Kata Icha.
"Jangan sekarang ya Cha, Mister kan cuma mau kasih boneka yang Mister janjikan kemarin itu lho ..." jawab Kenny.
"Mana bonekanya Mister?" tanya Icha semangat.
Kenny perlahan menurunkan Icha dalam gendongannya, kemudian melangkah menuju mobilnya yang terparkir, lalu mengambil sebuah boneka yang dia belikan semalam bersama Dini.
"Ini Cha, boneka dari Mister, Icha senang tidak?"
"Waah bonekanya bagus banget Mister, beli di mana?"
"Di Mall ..."
"Kenapa tidak mengajakku?"
__ADS_1
"Kan Mister mau kasih kejutan buat Icha!"
Tiba-tiba Felly keluar dari dalam rumah nya, dia nampak terkejut saat melihat Kenny.
"Eh, Mr. Kenny, bukannya hari ini bukan jadwal les ya?" tanya Felly.
"Iya Bu, tapi janji sama Icha mau kasih boneka ..." jawab Kenny.
"Ya ampun Icha, maaf ya Mister, kalau Icha begitu merepotkan ..." Kata Felly sungkan.
"Tidak Bu, memang aku yang berniat untuk memberi Icha boneka ..." Jawab Kenny.
"Mami, yuk kita jalan-jalan sama Mister, kita ke Mall yuk Mami!!" ajak Icha sambil menarik tangan Felly.
"Icha! Jangan begitu, Mami tidak mau!" Felly menepiskan tangannya.
"Mami, kita kan sudah lama tidak jalan-jalan, aku mau jalan-jalan sama Mister Mamiiii!" Rajuk Icha.
"Maaf Mister, Icha selalu begini, lebih baik Mister pulang saja, biar saya yang mengurus Icha ..." Kata Felly sambil menarik tangan Icha masuk kedalam rumahnya.
Icha menangis dan meronta tidak mau masuk kedalam rumahnya sambil memeluk boneka pemberian Kenny.
"Mami jahat!! aku cuma mau jalan-jalan sama Mister, hari ini kan aku tidak belajar, Mami Jahaaat!!"
Entah mengapa tiba-tiba dada Kenny begitu sesak melihat pemandangan di hadapannya.
Melihat tangisan Icha yang begitu berharap hanya untuk jalan-jalan bersamanya.
Tiba-tiba Kenny maju menghampiri mereka dan menarik lembut tangan Icha. Icha langsung memeluk Kenny dengan erat.
"Bu, ijinkan aku mengajak Icha jalan-jalan sebentar ..." Ucap Kenny. Felly menghentikan langkahnya.
"Tapi ..."
"Dia tidak akan merepotkan, percayalah!" Kenny menatap lembut wanita yang ada di hadapannya.
Tiba-tiba dada Felly terasa ada yang berdesir, entah mengapa tatapan mata Kenny begitu meneduhkan jiwanya.
Laki-laki itu bukan hanya tampan, namun memiliki hati yang sangat lembut dan penyayang.
"Mami ikut sekalian yaa, kan Mister bawa mobil, ayo Mamiiii!" Seru Icha.
"Bu Felly ikut saja sekalian, untuk memastikan Icha tidak ada yang menculiknya!" Ucap Kenny sambil tersenyum.
"Ah, aku di rumah saja ..." Sahut Felly menunduk.
"Ayo dong Mami, Mami payah ah, bilang saja malu kan jalan sama Mister!" Cetus Icha.
"Icha!" Felly melotot ke arah Icha yang bersembunyi di belakang Kenny.
"Cha, ayo kita berangkat, Icha sudah siap belum?" tanya Kenny.
"Sudah Mister, Mami juga sudah siap ..."
Kenny segera menuju ke mobilnya dan masuk lalu langsung menyalakan mesin mobilnya.
Felly akhirnya ikut karena Icha menarik tangannya untuk masuk ke dalam mobil Kenny.
"Mami di depan ya, aku di belakang sama si Kitty, boneka baru aku yang dari Mister!" ucap Icha riang.
Bersambung ....
__ADS_1
****