Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kenny Frustasi


__ADS_3

Di klub malam itu, Kenny sudah menghabiskan banyak botol minuman, matanya mulai merah dan kepalanya mulai pusing.


Leo berusaha mencegah Kenny, namun Kenny tetap menenggak minumannya untuk sejenak melupakan beban yang ada di pundaknya.


"Ken, sadar Ken! Kau kenapa? Aku berubah jadi lebih baik tapi malah kau yang mengulangi kebiasaan lamamu!" tanya Leo sambil menepuk pipi Kenny.


"Felly ... Felly sakit Le ... Felly sakit parah!!" gumam Kenny dengan aroma khas minuman yang keluar dari mulutnya.


"Felly? Sakit apa dia Ken?" tanya Leo.


"Felly sakit tumor rahim ... aku tidak tega padanya, aku sangat tidak ingin membuatnya sedih Le, aku harus bagaimana Le ...!" Kenny terus meracau.


"Lebih baik kita pulang Ken, tidak baik kau berlama-lama ada di tempat ini, kita pulang sekarang!" Leo mencoba memapah Kenny.


Sepanjang jalan, Kenny terus meracau tak jelas.


Leo meninggalkan kendaraannya di klub, dia lalu mengambil kunci mobil Kenny dan mulai mengendarainya.


"Kau mau kemana Le?" tanya Kenny masih dalam keadaan setengah sadar.


"Aku akan mengantarmu pulanglah! Kasihan anak istrimu menunggumu!" sahut Leo.


"Jangan Le! Aku tidak mau Felly melihatku dalam keadaan seperti ini!" sergah Kenny. Dia berusaha menegakan kepalanya.


"Lalu kau mau kemana? Kalau kau tidak pulang, istrimu pasti akan lebih cemas!" ujar Leo.


"Aku di sini saja!" ujar Kenny.


Dia mulai mengucek matanya, tiba-tiba Kenny menangis sambil menelungkupkan wajahnya dengan tangannya.


"Aku bingung Le, aku sedih, aku putus asa! Aku sangat mencintai Felly, tapi kata dokter, dia terkena tumor ganas di rahimnya, aku tidak sanggup Le!! Apa yang harus aku perbuat??" tanya Kenny sambil menangis.


Leo manarik nafas sambil menepuk lembut punggung Kenny yang terguncang.


"Aku turut prihatin bro! Sebagai suami, kau harus kuat, bagaimana istrimu.bisa kuat kalau kau rapuh seperti ini?!" ujar Leo.


"Felly tidak tau kalau dia mengidap tumor rahim, dokter hanya memberitahuku, mengingat kondisinya yang sedang hamil!" sahut Kenny.


"Sabar Ken, kalau begitu kau lebih baik pulang saja, kasihan istrimu, dia sedang hamil anakmu Ken!" saran Leo.


Akhirnya Kenny menganggukan kepalanya.


Leo lalu mengemudi mobil Kenny menuju ke rumah Kenny, tak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah Kenny.


"Ken, ini kunci mobilmu, kau langsung masuk ya, aku mau balik naik taksi saja!" kata Leo.


"Trimakasih Le!" Dengan sempoyongan Kenny masuk ke dalam rumahnya yang tidak terkunci itu.


Pak Banu duduk di ruang tamu, matanya menyorot tajam ke arah Kenny yang baru masuk membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Aroma khas minuman keras mulai tercium di ruangan itu.


Pak Banu berjalan mendekati Kenny.


Plakkk!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kenny.


Kenny meringis sambil memegangi pipinya yang kini kemerahan.


"Begini kelakuan seorang pendidik??" berang Pak Banu.


"Maafkan aku Ayah!" ucap Kenny menunduk.


"Istrimu tengah hamil anakmu, dari tadi dia naik turun menunggumu, bahkan sudah jam segini dia belum juga tidur, ini kah perlakuanmu padanya??" sengit Pak Banu.


Felly turun dari arah tangga, waktu sudah menunjukan jam 2 dinihari.


Plakk!!


Lagi-lagi pak Banu menampar pipi Kenny.


"Cukup Ayah!!" jerit Felly, dia berjalan cepat menghampiri Kenny yang jatuh terhuyung akibat ketidakseimbangan tubuhnya.


"Kenny, kau kemana saja? Katanya kau cuma sebentar pergi dengan Leo, kenapa mulutmu bau minuman? Kau minum Ken?? Kenapa?? Apa kau ada masalah?? Ceritakan padaku Ken!!" ucap Felly sambil menangis.


Felly mencium wajah Kenny yang merah di tampar oleh Pak Banu. Lalu dia mulai mengusap dahi Kenny yang basah oleh keringat.


Sementara Felly berusaha membantu Kenny bangun dan berdiri.


Lalu memapah Kenny naik ke atas menuju ke kamarnya.


Di dalam kamarnya, Kenny segera menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, Felly membuka sepatu dan kaus kaki Kenny, kemudian membuka kemejanya.


Lalu menyeka seluruh tubuhnya dengan air hangat, setelah itu memakaikan pakaian tidur yang nyaman.


"Maafkan aku Fell!" lirih Kenny.


"Ken, apa yang terjadi padamu? Biasanya kau selalu jujur padaku, aku ini istrimu bukan?" tanya Felly.


Kenny memeluk pinggang istrinya, lalu membenamkan kepalanya di perut istrinya yang buncit itu.


Kemudian Kenny mulai menciumi perut Felly berkali-kali.


"Maafkan Papi Nak, maafkan Papi!" ucap Kenny berkali-kali.


Felly membelai rambut suaminya itu, kemudian di kecupnya rambut Kenny dengan penuh sayang.


"Sudahlah Ken, kau istirahatlah, aku tau kau tidak sengaja melakukan itu kan, pasti kau punya beban yang cukup besar, hingga kau sampai seperti ini, tidak apa-apa kalau kau belum mau menceritakannya padaku, tapi asal kau tau, aku sangat sayang padamu, sayang sekali! Kau laki-lakiku yang hebat dan kuat!" ucap Felly.

__ADS_1


Felly mulai membelai rambut dan wajah Kenny, sampai Kenny memejamkan matanya dan tertidur.


Kemudian Felly membaringkan Kenny dan menyelimutinya.


"Selamat malam Ken, selamat tidur!" ucap Felly sambil mencium bibir Kenny.


Kemudian Felly menyusul Kenny tidur di sampingnya sambil memeluk tubuh Kenny.


Pada saat Felly sudah mulai nyenyak tertidur, Kenny membuka matanya perlahan, dia memandang wajah istrinya yang tertidur itu.


Butiran bening jatuh dari bola matanya.


Sambil membelai rambut Felly, Kenny mencium keningnya.


"Maafkan aku sayang, aku tak sanggup kehilanganmu, aku tak sanggup, aku berharap apa yang ku dengar dari Dokter Lia adalah mimpi buruk, aku tak sanggup membayangkannya, aku tidak sanggup!" gumam Kenny.


Sampai menjelang subuh Kenny baru dapat memejamkan matanya.


****


Kenny mengerjapkan matanya saat tercium aroma nikmat makanan di Indra penciumannya.


Saat dia membuka matanya Felly sudah duduk di sisi pembaringannya sambil tersenyum.


Sebuah mangkok ada di tangan Felly, mangkok berisi bubur Ayam kesukaan Kenny.


"Good morning Ken!" ucap Felly sambil tersenyum.


"Morning sayang, pagi-pagi kau sudah menyiapkan Bubur untukku!" ujar Kenny.


"Aku sengaja membuatkannya untukmu Ken, ayo makanlah, mau aku suapi?" tanya Felly.


Kenny meraba perut Felly.


"Perutnya masih sakit?" tanya Kenny.


"Tidak, dia tidak sakit lagi, apalagi saat tidur di samping Papinya sambil memeluknya!" sahut Felly sambil membelai rambut Kenny.


Perlahan Felly mulai menyuapkan bubur ke mulut Kenny, sambil sesekali membersihkan bibir Kenny dari Bubur yang belepotan.


"Kau sudah makan sayang?" tanya Kenny.


"Sudah tadi, bareng Icha, sekarang Icha sudah berangkat sama Mbak Nur!" jawab Felly.


"Maafkan aku Fell, harusnya aku yang mengantar Icha!" ucap Kenny menyesal.


"Sudahlah Ken, aku tau perasaanmu, walaupun aku tidak tau apa yang kau simpan dalam hatimu!" kata Felly.


Kenny bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk Felly.

__ADS_1


"Felly, kau tak perlu tau yang lain, kau hanya perlu tau aku sangat mencintaimu, walaupun matahari tidak akan pernah terbit lagi besok!" ucap Kenny.


****


__ADS_2