
Kenny baru saja keluar dari ruang kelas tempatnya mengajar, beberapa siswa mengikutinya keluar.
"Mr. Kenny! Tunggu!" seru Tia, salah satu siswa di sekolah itu. Kenny menoleh kebelakang.
"Ada apa lagi? apa kamu masih kurang jelas dengan pelajaran tadi?" tanya Kenny.
"Bolehkan kami ikut kelas musik Mister, kami pengen bisa main gitar."
"Kalian daftar saja sendiri dengan wali kelas!"
"Tapi kan Mister yang mengelola untuk ekskul musiknya!" rajuk Tia.
"Supaya Tia bisa pandangin Mister!" celetuk salah satu temannya. Tia langsung salah tingkah.
"Bohong Mister!"
Kenny tak lagi memperdulikan mereka, dia langsung berlalu dari tempat itu begitu saja menuju ke ruang guru.
"Ciyee, ciyee, yang habis di goda murid, hari ini apalagi permintaan mereka Ken?" ledek Dini yang dari tadi sudah memperhatikan Kenny.
"Lupakan, tidak penting juga!" Sahut Kenny cuek. Dia langsung menghempaskan tubuhnya di meja kerjanya.
"Ken, sore ini antar aku ke toko buku yuk, aku mau cari referensi buku Biologi." Pinta Dini.
"Sorry Din, aku ada jadwal ngajar Icha, mungkin besok bisa!" Jawab Kenny.
"Akhir-akhir ini kamu begitu peduli dengan anak itu Ken, apakah dia sudah tidak jadi zombi lagi?"
"Icha anak yang manis, kalau kita memperlakukannya dengan manis, walaupun terkadang dia masih sering berubah menjadi zombi!" Sahut Kenny.
"Wah, sejak kapan Kenny si urakan mulai menyukai anak kecil?"
Teeeeeetttt.....
Suara bell sekolah berbunyi, bersamaan dengan suara gemuruhnya murid-murid yang bersorak karena sekolah telah usai.
Biasanya guru pulang dua jam lebih lambat dari murid, Kenny membereskan mejanya yang penuh dengan kertas ujian murid-murid, perlahan Dini mendekati Kenny.
"Ken, kamu akan mengantarkan aku pulang kan?" Kenny menengok ke arah jam tangannya.
"Sorry Din, waktuku mepet, Icha pasti akan menungguku!" sahut Kenny.
"Icha lagi, Icha lagi, zombi yang berubah jadi putri salju!" Ujar Dini dengan senyum kecutnya.
"Sorry, aku harus belajar tepat waktu, karena beberapa kali aku telat, aku harap kamu mengerti!"
"Ken, sebenarnya hubungan kita ini apa sih, mau sampai kapan kamu bersikap dingin dan cuek padaku? Bukankah semua orang tau kalau kita, adalah sepasang kekasih?" Ucap Dini lirih.
"Maafkan aku Din, waktu itu, mungkin aku terlalu terburu-buru mengambil keputusan, aku hanya butuh status ..."
"Untuk menyelamatkanmu dari kejaran para murid dan para wanita di luar sana!" Potong Dini cepat. Kenny mengelus kepala Dini.
"Lupakan kata-kataku barusan, besok aku antar kamu pulang ya, sekalian ke toko buku ..." Ucap Kenny. Wajah Dini cerah seketika.
"Terima kasih Ken!" Ucap Dini.
****
Kenny memarkirkan motornya di garasi rumah Icha, tak seperti biasanya, rumah itu kelihatan sepi, biasanya Icha sudah langsung keluar saat mendengar suara motor Kenny.
Mbak Nur buru-buru membuka pintu ruang tamu itu.
__ADS_1
"Eh, Mister sudah datang ya, ayo masuk Mister ...!" kata Mbak Nur sambil membereskan sebentar meja ruang tamunya.
"Icha mana Mbak?" tanya Kenny.
"Icha lagi ngambek Mister, dia belum keluar kamar dari tadi, sebentar saya panggilkan dulu ..." jawab Mbak Nur.
"Ngambek kenapa lagi? Kirain dia anti ngambek!" sahut kenny.
Mbak Nur segera masuk kedalam untuk memanggil Icha.
Icha nampak keluar dari dalam kamarnya, wajahnya muram, matanya merah, dia tidak lagi memeluk boneka kesayangannya seperti biasanya.
"Icha, tumben cemberut ketemu sama Mister, biasanya selalu stand by menunggu di depan, Sudah bosen di ajar Mister nih?" tanya Kenny.
"Huuuaaaa ... huuuuu ... huuuu ..." Tiba-tiba Icha menangis sambil berlari memeluk Kenny.
Kenny terkejut, namun dia mencoba menenangkan Icha.
"Cha, Icha kenapa? Kok nangis? ayo sini cerita sama Mister!" Kenny segera mengangkat tubuh Icha ke pangkuannya.
"Mamii, mami rusak boneka aku, boneka aku rusak gara-gara Mami!" Isak Icha. Kenny membelai lembut kepala Icha.
"Mungkin Icha buat Mami marah atau kesal, mana mungkin Mami merusak boneka Icha tanpa sebab ..." Ujar Kenny. Icha terdiam beberapa saat lamanya.
"Tadi Mami di panggil ke sekolah sama Bu Ira ..."
"Terus?"
"Karena aku pukul kepala Josh pakai penggaris ..."
"Lalu?"
"Kenapa Icha memukul kepala Josh pakai penggaris? Itu kan bahaya!" tanya Kenny.
"Karena Josh katain aku anak yatim, gak punya Papi, makanya aku marah, aku gak suka ada yang katain aku ... huuu ... huuu ..." Icha kembali menangis di pelukan Kenny.
Kenny memeluk Icha dengan erat, sisi lain dari kenny, selalu tidak tahan melihat orang menangis.
"Kita senasib Cha, Mister juga pernah di posisi Icha, Mister pernah dikatain teman gara-gara gak punya ibu ..." ucap Kenny sambil membelai rambut Icha.
"Gara-gara itu, mami marah dan langsung merusak boneka aku pakai gunting, aku sedih banget Mister, Huuuu ... "
"Jangan sedih Cha, nanti Mister akan belikan lagi boneka yang baru buat Icha!"
"Beneran?" Icha langsung menegakkan kepalanya, tangannya menghapus kasar air matanya. Kenny mengangguk.
"Terima kasih ya Mister! Aku makin sayang sama Mister!" Ucap Icha senang sambil memeluk kenny kembali.
Di balik pintu kamarnya, Felly melihat mereka dari kejauhan sambil meneteskan air mata.
Kenny sedikit banyak telah merubah gadis kecilnya, dan Felly menyesal telah merusak boneka Icha hanya karena emosi.
Mbak Nur datang sambil membawa dua gelas jus dan dua bungkus roti, dengan antusias Icha mengambilkan segelas jus untuk Kenny.
"Ini Mister, minum dulu ..." Icha menyodorkan segelas jus itu ke arah Kenny.
Kemudian Icha mengambil roti dan membukakan bungkusnya lalu di sodorkannya kearah Kenny.
"Aduh Cha, minuman Mister belum habis kamu sudah kasih Roti ..."
"Biar Mister kenyang dan betah di sini lama-lama, aku sepi kalau gak ada Mister!"
__ADS_1
"Dulu sebelum Mr datang kan ada guru lain yang ngajar Icha?"
"Ah, mereka nggak asyiik ..."
"Tapi janji kalau sama Mister Icha rajin belajar ..." ucap Kenny.
"Iyaa Mister, aku janji deh ..." Sahut Icha.
"Terima kasih Cha, gitu dong jadi anak manis, Icha janji ya, lain kali jangan suka pukul teman lagi ..." Kata Kenny sambil meneguk minumannya.
"Tapi kalau temannya nakal gimana Mister?" tanya Icha.
"Kalau teman Icha nakal, Icha laporkan saja sama ibu guru, biar di hukum sama Ibu guru, tapi Icha jangan pukul, itu tidak baik!" jawab Kenny.
"Oke deh Mister ..."
"Sekarang kita lanjut lagi belajarnya, mana buku menulis Icha? Tulisan Icha belum rapi, harus banyak latihan menulis ..."
"Ah, capek! Kita nonton yutub ajalah Mister, aku kan mau jadi yutuber terkenal ..."
"Yutuber? Icha mau bikin video apa memangnya?" tanya Kenny.
"Aku mau nyanyi Mister ..."
"Nyanyi?"
"Iya, aku kan suka nyanyi ..."
"Mister juga suka nyanyi dan main musik, nanti kita duet ya ..." Ajak Kenny.
"Mau, mau, kapan Mister?"
"Besok lagi, tapi sekarang Icha harus belajar dulu ..."
"Hmm, oke deh ... Ashiaap!!"
Hari itu hampir dua jam Kenny berada di rumah Icha, setiap kali dia akan pamit, Icha pasti menahannya dengan berbagai macam alasan.
Kenny dan Icha sudah mulai terbiasa bersama.
****
Kenny memencet tombol nomor ponsel Dini.
"Halo Ken, ada apa meneleponku?" tanya Dini.
"Din, kita ke mall yuk!" ajak Kenny.
"Lah, tumben ngajakin ke mall, katanya besok?"
"Bantu aku carikan boneka Hello Kitty!"
"Hah? Boneka Hello Kitty? Aku tidak salah dengar kan?"
"Aku jemput sekarang ya Din!" Kenny langsung menutup ponselnya.
Dini terkesiap dengan ajakan Kenny yang tiba-tiba itu.
Bersambung ...
****
__ADS_1