
Kenny berjalan dengan cepat menyusuri koridor rumah sakit yang nampak ramai pengunjung.
Kemudian di berhenti di sebuah ruangan, ruang UGD yang terletak di ujung koridor depan lobby. Kenny perlahan membuka pintu ruangan itu.
Pak Banu nampak terbaring di ranjang pasien, selang oksigen dan infus sudah terpasang di tubuh Pak Banu.
Pak Budi, kepala sekolah SD Rajawali duduk disebelah Pak Banu.
Melihat kedatangan Kenny, Pak Budi segera berdiri.
"Kau sudah datang Mr. Kenny?"
"Iya Pak, apa yang terjadi dengan ayah?" Tanya Kenny cemas.
"Tadi pada saat rapat Yayasan, tiba-tiba Pak Banu mengeluh pusing dan tak lama kemudian dia sudah jatuh pingsan ... " Jelas Pak Budi.
"Ayah ... apa yang kau rasakan selama ini? Bukankah kau selalu sehat Ayah ... " Kenny menggenggam tangan Pak Banu. Kemudian duduk disisi ranjangnya.
"Menurut Dokter, Pak Banu terkena serangan struk ringan, tekanan darahnya juga tinggi!" Tambah Pak Budi.
"Padahal Ayah selalu menjaga pola makan dan olah raga dengan teratur ... " Wajah Kenny nampak sedih.
"Sudahlah Mr. Kenny, semuanya akan baik-baik saja, mungkin Pak Banu agak stress, entah apa yang menjadi beban pikirannya ... " Ucap Pak Budi.
Kenny terdiam sambil menatap wajah Ayahnya yang terbaring lemah, selama beberapa hari terakhir ini mereka memang sering bersitegang pendapat, terutama masalah jodoh Kenny.
Sejak Kenny di tinggal mati ibunya waktu kecil, hanya Ayahnya yang merawat dia, Ayahnya tidak menikah lagi, karena cintanya yang besar terhadap Ibu Kenny. Dan sampai sekarang mereka hanya hidup berdua saja.
"Maafkan aku Ayah!" Ucap Kenny.
Tanpa terasa, ada yang menetes dari mata Kenny saat menatap Ayahnya yang kini terbaring lemah dihadapannya.
"Baiklah Mr. Kenny, sepertinya aku sudah harus kembali ke sekolah .... !" Ujar Pak Budi tiba-tiba sambil menepuk bahu Kenny.
"Oh, iya Pak Budi ... Trimakasih sudah menolong Ayah saya!" Ucap Kenny sambil menjabat tangan Pak Budi.
"Semoga Pak Banu cepat pulih dan sehat ... " Sahut Pak Budi. Kemudian pria paruh baya itu segera meninggalkan ruangan itu.
Kenny terpekur di sisi pembaringan Ayahnya, ada rasa penyesalan yang menyelinap di dalam sudut hatinya.
"Maafkan aku Ayah, seharusnya aku tidak terburu-buru menentang Ayah, seharusnya aku tidak membuat Ayah kecewa dan sakit hati, bahkan aku telah pergi meninggalkan Ayah ... Maafkan aku!"
Kenny menelungkupkan wajahnya di kasur Ayahnya. Seandainya waktu itu dia tidak menyakiti hati Ayahnya dan pergi dari rumah, Ayahnya pasti tidak terlalu banyak pikiran seperti saat ini.
Ceklek...!
Seorang Dokter masuk keruangan itu dengan dua orang perawat.
"Selamat sore Pak, maaf kami akan memindahkan Pak Banu keruang perawatan ... !" Ucap Dokter itu. Kenny mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Dokter, saya Kenny putranya pak Banu, bagaimana kondisi Ayah saya dokter?" Tanya Kenny.
"Pak Banu mengalami struk ringan, karena dia ada riwayat hipertensi, gula darahnya juga agak tinggi, dia perlu di rawat untuk beberapa hari ini ... " Jelas Dokter.
"Kapan Ayah saya sadar dan bisa bicara dengan saya Dokter?"
"Sabar Pak Kenny, sebentar lagi juga Pak Banu akan sadar, bicaralah pelan-pelan terhadapnya, takut darah tingginya naik lagi ... " Jawab Dokter.
Dua orang Perawat itu langsung mendorong ranjang pasien menuju keruang perawatan. Kenny mengikutinya dari belakang.
"Berikan Ayahku ruang perawatan kelas VIP! Aku ingin Ayahku nyaman! Aku akan membayarnya ... !" Seru Kenny.
"Baik Pak, kami akan memberikan fasilitas yang terbaik untuk Pak Banu...!" Jawab salah satu Suster.
Pak Banu di pindahkan ke ruang rawat yang agak lebih luas, ada satu ranjang pasien dan satu lagi untuk penunggu pasien. Seorang perawat membuka tirai jendela kamar itu.
"Ini ruangan terbaik, paling nyaman di rumah sakit ini ... " Ujar Suster.
Pak Banu mengerjapkan matanya, sepertinya dia sudah sadar. Kenny langsung mendekatinya dan duduk di samping Ayahnya.
"Ayah, kau sudah sadar ... !" Ucap Kenny.
"Kenny? Kau sudah disini?"
"Iya Ayah, aku sangat mengkhawatirkan Ayah! Cepatlah sembuh, aku akan menjagamu!" Kata Kenny.
"Ken! Kau sudah dewasa, jangan terlalu menghawatirkan Ayah seperti ini, Ayah tidak apa-apa Ken!" Tukas Pak Banu.
"Ken, Tangan Ayah sulit untuk di gerakkan, rasanya begitu lemas ... " Ucap Pak Banu saat tangannya tidak terangkat saat akan memegang Kenny.
"Sabar Ayah, jangan terlalu banyak bergerak, Ayah sedang menjalani perawatan, sebaiknya ayah istirahat, pulihkan kondisi Ayah!" Ucap Kenny sambil membetulkan selimut Pak Banu.
Tak lama kemudian, Pak Banu kembali tertidur, mungkin karena pengaruh obat.
Ceklek!
Pintu ruangan terbuka, Kemudian Dini masuk ke dalam ruangan itu.
"Ken ... Kata Pak Chandra Ayahmu sakit, tidak apa-apa kan kalau aku menjenguknya?" Tanya Dini.
"Tidak apa-apa Din, trima kasih!" Ucap Kenny.
"Ini ada makanan untukmu dan juga Ayahmu ... Sebentar lagi Leo akan datang kesini juga!" Dini meletakan sebuah bungkusan makanan di atas meja.
"Trima kasih...!"
"Ayahmu adalah teman Ayahku Ken, sudah sewajarnya kalau aku menengok Ayahmu, tadi aku begitu kaget saat Pak Chandra bilang Ayahmu pingsan di SD!" Jelas Dini.
"Iya, Ayah terkena serangan struk ringan!"
__ADS_1
"Mungkin nanti malam Ayah dan Ibuku akan datang kesini untuk menjenguk Ayahmu ... "
"Maafkan aku Din, aku banyak merepotkan mu!" Ucap Kenny.
"Ah kamu ini, seperti orang yang baru kenal saja! Bahkan kita sudah berteman sejak masih kecil dulu, kata ibuku saat kecil dulu, kau sering dititipkan kerumah saat Ayahmu mengajar!"
"Iya Din, kita sudah seperti saudara!"
"Ya ... hanya saudara!" Wajah Dini berubah mendung.
"Maaf aku pernah mengecewakanmu!" Ucap Kenny merasa bersalah.
Kenny sadar, sejak kecil memang ibunya Dini yang ikut andil dalam merawat Kenny, karena Kenny tidak mempunyai ibu, hubungan mereka bahkan lebih dari sekedar sahabat atau saudara.
Bahkan diantara orang tua Dini dan orang tua Kenny, terbersit niat untuk menjodohkan Dini dan Kenny. Tapi sayang, hati Kenny bukan untuk Dini, walaupun Dini begitu mencintai Kenny sejak dulu.
Drrt...Drrrt....Drrrt....
Suara getaran ponsel Kenny, Kenny segera merogoh ponselnya, menatap layarnya yang ternyata Icha yang meneleponnya.
"Din, maaf aku keluar sebentar, ada yang meneleponku!" Ujar Kenny. Dini Menganggukan kepalanya, kemudian Kenny segera keluar dari ruangan itu.
"Halo...!"
"Halo Mister! Kata Mami Ayah Mister sakit ya ... aku boleh jenguk tidak??" Tanya Icha di sebrang.
"Bo...boleh Cha, tapi Jangan sekarang ya?!"
"Kenapa Mister? Kok tidak boleh sekarang?"
"Hm, lagi banyak orang Cha, Mami mana?" Tanya Kenny.
"Halo Ken, ini aku, maafkan Icha Ken, tadi aku bilang Ayahmu sakit, Icha malah minta untuk menjenguknya...!" Kata Felly.
"Fell, Ayah kena serangan struk ringan, saat ini sedang di ruang rawat, nanti aku akan kabari lagi, kapan kalian bisa datang kesini ... " Sahut Kenny.
"Iya Ken, aku doakan Ayahmu cepat sembuh!"
"Trimakasih Fell, aku harap kau mengerti untuk tidak buru-buru datang sekarang...!"
"Iya Ken, Aku mengerti!"
"Maafkan aku Felly, I Love You..."
"I Love You too Ken...jaga dirimu!"
Kemudian telepon mereka segera ditutup.
Bersambung....
__ADS_1
*******