Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Di Rawat


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Kenny segera di periksa oleh Dokter di UGD. Kondisinya saat itu sangat lemah.


"Anak saya kenapa Dokter?" tanya Pak Banu cemas.


"Dia sepertinya sakit tipes dan Demam berdarah, sepertinya sudah beberapa hari dia ada keluhan, namun dia mengabaikannya!" Jelas Dokter.


"Dia baru pulang dari acara sekolahannya lho Dok!" tambah Pak Banu.


"Mungkin karena dia terlalu kecapekan, tenaganya di porsir, makanya dia jadi drop, trombositnya turun Pak, jadi mau tidak mau dia harus di rawat!" tegas Dokter.


"Baiklah Dokter, lakukan yang terbaik buat anak saya!" mohon Pak Banu.


Akhirnya Kenny di pindahkan ke ruang perawatan, perawat mulai memasang selang infus di tangan Kenny.


Kenny terlihat sangat lemah dan dia terus menerus memejamkan matanya.


Pak Banu yang sedari tadi menunggui Kenny mulai merogoh ponselnya, dia mulai menelepon Dini.


"Halo Dini!"


"Halo Om, ada apa Om?" tanya Dini.


"Apa kamu sudah sehat?" Pak Banu balik bertanya.


"Aku sudah sehat Om, lagi pula aku hanya gejala tipes saja kemarin, tidak terlalu parah, ada apa Om?" tanya Dini penasaran.


"Kenny Din, hari ini dia di rawat di rumah sakit, dia kena sakit tipes dan DBD sekaligus!" kata Pak Banu.


"Hah??! Kenny sakit? Padahal dari kemarin dia membantuku berobat, kenapa sekarang dia yang sakit ... !"


"Om juga masih kurang terlalu fit, mungkin kalau kamu sudah sehat, bisakah menemani Kenny di rumah sakit? Kasihan Kenny sendirian!" Ujar Pak Banu.


"Baik Om, saya juga masih dirumah, nanti secepatnya saya akan kerumah sakit menemani Kenny!" Sahut Dini.


Tak berapa lama kemudian Kenny mulai membuka matanya. Di lihatnya ayahnya sedang duduk di sisi ranjangnya.


"Ayah? Kau menemaniku?" tanya Kenny.


"Iya Ken, kau harus dirawat di sini, nanti Dini akan datang menemanimu ..." Sahut Pak Banu.


"Dini? Kenapa harus Dini Ayah, aku juga bisa sendirian tanpa siapapun, atau aku bisa menelepon Leo untuk menemaniku ... " Kata Kenny.


"Memangnya kenapa kalau Dini yang menemanimu? Bukankah waktu Dini sakit katanya kau juga menemaninya?" tanya Pak Banu lagi.

__ADS_1


"Tapi kan beda kondisi Ayah, pokoknya aku tidak mau Dini yang menemaniku!" cetus Kenny.


"Lalu kau mau di temani siapa?? Janda beranak satu itu??" tanya Pak Banu Kesal.


Kenny tidak menjawab Pak Banu, dia melirik ke arah ponselnya yang ada di nakas. Dia berniat akan mengirim pesan singkat pada Felly.


"Lebih baik Ayah pulang saja, istirahat di rumah, nanti Ayah akan drop lagi kalau terlalu mengurusi aku, jangan cemas, aku sudah dewasa Ayah!" Kata Kenny.


"Baiklah, Ayah pulang dulu ya ... Kau baik-baik disini, hubungi Ayah kalau kau butuh sesuatu!" Ucap Pak Banu yang langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu.


Setelah Pak Banu pergi, Kenny mulai meraih ponselnya dan mengetik pesan singkat untuk Felly.


[Halo Sayang, kau sedang apa?]


[Kenny? Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?]


[Saat ini aku ada di rumah sakit di ruang 201 lantai 3, rumah sakit tempat Ayahku di rawat dulu, aku akan sangat senang kalau kau dan Icha datang menjengukku!]


[Baiklah Kenny, aku akan secepatnya datang menjenguk mu, kau makan yang banyak, minum obat yang teratur dan istirahat yang cukup!]


[Iya sayang, aku senang kau mengkhawatirkan aku, aku menunggumu.]


Kemudian Kenny menutup ponselnya. Dia memejamkan matanya karena kepalanya yang pusing.


Tiba-tiba seorang perawat masuk kedalam ruangan Kenny.


Kenny membuka matanya mendengar suara yang pernah dia kenal sebelumnya, matanya terbuka lebar saat melihat suster di depannya yang tersenyum kearahnya.


"Suster Lela??!" Pekik Kenny tertahan.


"Ya, kita ketemu lagi di sini, untung saja kau di rawat di sini Mas, jadi aku senang bisa merawatmu!" Ujar Lela.


"Tidak! Aku tidak mau kau yang merawat ku! Aku akan bilang pada Dokter!" Ucap Kenny.


"Mau tidak mau pun tetap aku yang merawat, karena aku kan perawat di rumah sakit ini ... Sudahlah, aku juga tidak ingin berniat buruk padamu, sekarang makanlah, setelah itu minum obatmu!"


Lela meletakan nampan berisi makanan dan obat di atas nakas. Setelah itu dia segera berbalik meninggalkan ruangan Kenny.


Kenny menarik nafas panjang, sekarang kepalanya benar-benar bertambah pusing. Wanita yang mengejarnya bukan hanya di kalangan sekolah, kini di rumah sakit pun ada suster yang mengejarnya.


Ceklek!


Pintu ruangan Kenny terbuka, Dini sudah masuk ke dalam dengan membawa sekeranjang buah-buahan.

__ADS_1


Kenny tetap memejamkan matanya, perlahan Dini mendekati Kenny dan duduk di sisi pembaringannya.


"Maafkan aku Ken, karena kau terlalu lelah mengurusku saat family gathering, sekarang malah kau yang drop, bahkan lebih parah dariku ... " Ucap Dini sambil menggenggam tangan Kenny.


Kenny membuka matanya dan menatap kearah Dini.


"Din? Cepat sekali kau sampai kesini! Memangnya kau sudah sembuh total?" Tanya Kenny.


"Iya Ken, saat Ayahmu telepon, aku langsung bergegas kesini, aku sangat mengkhawatirkanmu Ken!" Jawab Dini.


"Kau jangan terlalu berlebihan, aku tidak apa-apa ... " Ucap Kenny. Dia kembali memejamkan matanya, tidak ingin lagi bicara dengan Dini.


"Ken, di meja ada makananmu dan obat, kau makan dulu ya ... setelah itu minum obat, nanti baru aku akan mengupas kan buah untukmu!" Tawar Dini.


Kenny menggelengkan kepalanya, matanya masih nampak terpejam.


"Ken, Kalau kau tidak mau aku suapi, aku akan panggilkan suster untuk menyuapimu dan memberikanmu obat!" Ujar Dini.


Kenny langsung membuka matanya, dia ingat suster Lela yang bekerja di rumah sakit ini, Kenny sangat takut kalau Lela yang mengurusi Kenny.


"Ya ... ya ... aku makan sekarang, tapi aku bisa makan dan minum obat sendiri!" Kata Kenny. Dini kemudian menyodorkan nampan berisi makanan di hadapan Kenny.


*****


Sementara di rumah Icha, Felly nampak terburu-buru mengambil beberapa Roti dan kue di toko rotinya. Dia akan mengajak Icha menjenguk Kenny di rumah sakit.


Setelah membungkus Roti dan kue dengan rapi, Felly kembali lagi kerumah yang ada di sebelah toko rotinya. Icha nampak sedang menonton YouTube kesukaannya.


"Cha, mau ikut Mami tidak?" Tanya Felly sambil duduk di sebelah Icha.


"Mau kemana Mami? Aku di sini saja mau nungguin Mister!" Sahut Icha.


"Mister tidak akan datang Cha, sekarang Mister sedang sakit dan di rawat di rumah sakit!" Jelas Felly. Icha langsung mematikan Chanel YouTube nya.


"Mister di rumah sakit? Aku ikut Mami! Aku mau jenguk Mister! Aku mau bawain Mister coklat dan Es krim, Mister kan suka makan coklat dan eskrim, sama kayak aku!" Cetus Icha.


"Cha! Orang sakit tidak boleh makan coklat dan es krim, Mister harus makan yang sehat-sehat!" sanggah Felly.


"Oh iya ya, ya sudah kita jalan sekarang yuk Mami! Aku tidak sabar mau ketemu Mister!" Sahut Icha.


Felly langsung menggandeng tangan Icha keluar dari rumahnya, sebuah taksi sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.


Bersambung...

__ADS_1


*****


Hai Readers.....kalian lebih suka Kenny dengan Dini atau Kenny dengan Felly? Silahkan tulis jawaban kalian di komentar ya...jawaban kalian menentukan masa depan Kenny....Trimakasih...🙏🤗


__ADS_2