Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Bolos Mengajar


__ADS_3

Pagi itu, di sekolah tempat Kenny mengajar sedang berlangsung ujian akhir semester.


Namun Kenny tidak kunjung datang hingga akhirnya Pak Chandra datang ke ruang guru dan mencari Kenny, karena di kelasnya kosong.


"Selamat Pagi Pak Chandra..." Ucap Beberapa guru.


"Pagi semua, apakah ada yang tau di mana keberadaan Mister Kenny?" tanya Pak Chandra.


Beberapa guru menggelengkan kepalanya, termasuk Dini.


Dini tau di mana Kenny saat ini, pastinya ada di tempat Leo, tapi Dini tidak mungkin mengatakan pada pak Chandra apa yang terjadi dengan Kenny semalam, demi reputasi Kenny dan sekolah.


"Miss Dini, apa kau tau di mana Mister Kenny saat ini? Kenapa sudah jam segini dia belum muncul juga??" tanya Pak Chandra sambil berpaling ke arah Dini yang diam menunduk.


"Sa...saya tidak tau Pak ... " Jawab Dini gugup.


Tiba-tiba ponsel Pak Chandra berbunyi, buru-buru dia keluar dari ruangan untuk mengangkat teleponnya.


Sementara beberapa guru sudah masuk ke kelasnya masing-masing.


"Halo..."


"Halo Pak Chandra, apakah anakku ada di sekolah?" tanya Pak Banu, yang menelepon Pak Chandra.


"Mister Kenny belum ada di sekolah Pak Banu, ini saya juga sedang menanyakan ke guru yang lain." jawab Pak Chandra.


"Oh, dari semalam dia tidak pulang Pak, kupikir dia menginap di rumah temannya dan langsung berangkat ke sekolah ... " ujar Pak Banu dengan nada kecewa.


"Nanti kalau Mister Kenny ada di sekolah saya akan kabari Pak ..." Kata Pak Chandra.


"Baik, trima kasih informasinya Pak, selamat pagi." Ucap Pak Banu sambil menutup teleponnya.


Dini sudah masuk ke dalam kelasnya, diam-diam dia mencoba untuk menelepon Leo.


"Halo Leo, Kenny masih di tempatmu?" tanya Dini bisik-bisik karena dia menelepon di kelasnya.


"Masih molor orangnya!" cetus Leo.


"Ini Pak Chandra mencarinya, tolong suruh dia datang ke sekolah, karena sekarang anak-anak ujian." kata Dini.


"Kau peduli amat sih sama si Kenny, biar saja dia yang tanggung akibatnya!"


"Leo, kalau dia bolos tanpa ijin, dia akan dapat surat peringatan dari sekolah, jadi tolong bangunkan dia!" ujar Dini serius.


"Ya ... ya ... Nanti akan ku bangunkan dia!" Ucap Leo. Setelah itu telepon di matikan.

__ADS_1


Di tempat kediaman Leo, pria itu memandang kesal ke arah Kenny yang masih terbaring di tempat tidurnya.


Leo sudah rapi dan bersiap akan berangkat ke kantor tempatnya bekerja.


"Ken! Bangun! Kau di cariin tuh sama kepsek! Mau sampai kapan lu begini Ken??!" Panggil Leo sambil mengguncang tubuh Kenny.


Kenny nampak menggeliat, lalu mulai membuka matanya.


"Kau mau berangkat Le?" tanya Kenny.


"Ya iya lah! Ini hari kerja Bro!" Sahut Leo.


"Boleh di sini dulu tidak? Aku malas pulang!" Cetus Kenny.


"Eh, nanti gue yang di salahin sama bokap lu, sama kepsek lu, sama si Dini ... mending lu balik aja deh Ken...!" Tolak Leo.


"Oke lah ... habis ini aku balik, thanks ya tumpangannya semalam!" Ujar Kenny yang langsung beranjak dari tempatnya.


Setelah Kenny keluar dari tempat kos Leo, Kenny segera melajukan motornya tanpa tujuan.


Dia bahkan sudah tidak berniat lagi untuk datang mengajar di sekolah, pikirannya benar-benar kacau.


Entah mengapa Kenny terus melajukan motornya menuju kerumah Icha, dan ketika dia sampai di depan rumah Icha, dia masih duduk di atas motornya, menunggu.


Rumah itu kelihatan sepi, Icha pastilah sudah berangkat ke sekolah. Toko roti yang ada di samping rumah Icha sudah buka dan ada beberapa orang yang lalu lalang membeli roti.


Dia begitu terkejut dan tertegun saat melihat Kenny yang duduk di atas motor sambil menunggunya.


"Kenny? Sejak kapan kau disitu?" tanya Felly.


"Sejak tadi, aku menunggumu Felly..." Jawab Kenny.


"Ken ... kau tidak mengajar hari ini? Bukankah sekarang sudah akhir semester Ken?"


"Aku malas! Untuk apa aku datang kesekolah kalau hatiku ada di sini... " Kenny mulai turun dari motornya dan mendekati Felly.


"Ken ... "


"Maaf Felly, aku tau kau seperti ini karena ayahku yang datang memintamu untuk menjauhi aku ... maafkan aku Fell ... " Ucap Kenny.


"Ken, seharusnya kau tidak datang menemuiku ... "


"Felly, aku merindukanmu, sangat!" Kenny mulai maju kearah Felly yang sudah mentok di pagar rumahnya.


"Ken, jangan seperti ini, aku mohon ... masuklah, kita bicara baik-baik di dalam, tidak enak di lihat orang!" Ujar Felly.

__ADS_1


Felly segera menuntun tangan Kenny masuk kedalam rumahnya. Kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Ken, semalam kamu tidak pulang?" tanya Felly. Kenny Menganggukan kepalanya.


"Aku marah pada ayahku, karena dia, aku jauh darimu juga Icha!" Sahut Kenny.


"Dengar Ken, walau bagaimana dia tetap ayahmu, setidaknya kamu masih beruntung memiliki ayah, tidak sepertiku yang yatim piatu ... "


"Felly, tapi aku tidak mau kehilanganmu dan Icha, aku sangat sayang pada kalian ... aku mau ayah mengerti itu!" cetus Kenny.


Felly maju mendekat dan duduk di samping Kenny, dia membelai rambut Kenny yang jatuh menjuntai di keningnya. Ada perasaan yang bergejolak di dalam dadanya.


"Kamu pasti belum mandi, wajahmu kusut ... " Ucap Felly.


Kenny menangkap tangan Felly, kemudian mengecupnya.


"Berjanjilah kamu tak akan meninggalkan aku, supaya aku tetap semangat menjalani hidupku..." Kata Kenny.


"Tapi ... "


"Jangan pikirkan apapun sayang ... aku akan memperjuangkan kalian, asal kau berikan sepenuhnya hatimu untukku ... " Mata Kenny menatap dalam dan penuh arti.


"Trima kasih Ken..." Ucap Felly sambil tertunduk.


"Aku janji, akan membujuk ayahku, untuk meyakinkannya bahwa kau adalah satu-satunya pilihanku, bukan yang lain!" Ujar Kenny.


"Iya Ken, aku percaya padamu."


Kenny mendekati wajah Felly, kemudian mengecup bibirnya sekilas, ada perasaan menghangat dalam hatinya.


"Ken, jangan membuatku semakin dalam ... " Felly menghentikan ucapannya.


"Semakin dalam apa? Bilang saja kalau kau mencintaiku, itu akan membuat hatiku sangat bahagia!" Seru Kenny berbinar. Wajah Felly bersemu merah.


"Ah Kenny, kenapa kamu membuatku malu?" Felly memalingkan wajahnya.


"Katakan pada Icha, aku memang tidak lagi mengajarinya les privat, tapi aku akan datang padanya setiap saat, mengajaknya bermain dan jalan-jalan ... karena aku adalah calon Papinya, bukan gurunya ... " Ucap Kenny.


"Kenny, aku tidak tau lagi harus berkata apa padamu ... "


"Katakan saja I Love You ... itu sudah cukup buatku ... "


"Kenny, kamu sangat menyebalkan, lebih baik kamu mandi sana, setelah itu pergilah kesekolah, aku akan ke toko baju sebentar supaya kamu ada baju ganti ... !" Ujar Felly.


"Trima kasih sayang, kau memang calon istri yang baik, I Love You!" Ucap Kenny sambil mencium lembut bibir Felly.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2