Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Canggung


__ADS_3

Tin ...Tin ...Tin ...


Suara klakson motor Kenny sudah berbunyi di depan rumah Icha, tak sampai menunggu lama, seorang gadis kecil sudah berlari menyambutnya.


"Mister!!!!" Icha menggandeng tangan Kenny yang baru turun dari motor.


"Hei, ini murid Mister kok kelihatannya lagi senang, ada apa nih?" tanya Kenny yang mulai masuk kedalam rumah Icha.


"Mister, hari ini kita tidak usah belajar aja ya, kan aku sudah selesai ulangan ..." Kata Icha.


"Lho, kenapa Cha?"


"Karena nilai ulangan aku bagus semua Mister, mau lihat tidak?" Kenny menganggukkan kepalanya.


Dengan antusias Icha segera berlari masuk ke dalam dan mengambil beberapa lembar kertas ulangan.


"Tuh kan Mister, ulangan ku bagus-bagus kan, yang Mister ajarin itu keluar semua ..." Icha menyodorkan kertas itu kearah Kenny.


"Wah, kamu pintar Cha, sekarang nilaimu sudah diatas 70 semua, tidak ada yang remedial kan!" seru Kenny senang.


"Iya dong, aku kan memang anak pintar!" Ucap Icha bangga.


"Nah, sekarang Icha mau minta hadiah apa nih dari Mister?" tanya Kenny sambil membelai rambut Icha.


"Aku mau es krim yang ada di mall, yang waktu itu kita pernah makan Mister ..." Sahut Icha sambil mulai duduk di pangkuan Kenny.


"Tapi Icha harus bilang Mami dulu ya, boleh tidak? Kan Icha baru sembuh dari sakit ..."


"Oke! Mamiiiii!!!"


"Eh Cha, panggilnya jangan pake teriak juga kali, ini kan di rumah bukan di hutan!" sergah Kenny.


"Ups! Sorry ... Aku lupa Mister!"


Felly muncul dari arah dalam sambil membawa dua gelas jus buah.


"Ada apa sih Cha, kok teriak-teriak begitu?" tanya Felly.


"Ciyeee, sekarang Mami nih yang antar minuman Mister, biasanya Mbak Nur ... " ledek Icha. Felly jadi salah tingkah.


"Icha! Mbak Nur kan lagi sibuk di belakang!" kilah Felly.


"Bilang saja mau lihat Mister Kenny kan, Mami jangan bohong deh, ketauan!" Felly semakin keki dibuatnya.


"Memangnya kenapa kalau Mami mau lihat Mister Cha? Mister juga senang kok di lihat Mami Icha ..." Kata Kenny.


"Iiih, sekarang Mister jadi genit sama Mami, jadi kapan nih makan es krimnya?!" Icha bergelayut manja pada Kenny.


"Sekarang deh, Icha sudah bilang mami?" tanya Kenny.


"Ooo, jadi Icha mau makan es krim, jangan di kasih Mister, Icha baru sembuh dan tidak boleh makan es krim dulu, Icha makan yang lain saja ya ..." Ujar Felly. Ada kekecewaan di wajah Icha.


"Yaaah, Mami payah, harusnya Mister jangan bilang-bilang Mami!" cetus Icha.


"Ya sudah, sebagai gantinya, Mister akan ajak Icha jalan-jalan hari ini ... hari ini Icha free belajar ..."

__ADS_1


"Horeeee!!!" Seru Icha senang.


"Ya sudah, Icha ganti baju dulu sana, pakai baju yang cantik ya!" Kata Felly.


"Tapi Mami juga ikut kan?" tanya Icha.


"Mami tidak bisa ikut Cha, ada pesanan Roti banyak, Mami harus bantu di sebelah, tidak apa-apa ya Icha pergi berdua saja dengan Mister?" Jawab Felly sambil mengusap kepala Icha.


"Hmm, ya sudah deh!" Icha beranjak dan segera masuk kedalam kamarnya.


"Ken, ini bayaran Icha bulan ini, trima kasih ya, sudah banyak membantu Icha ..." Felly menyodorkan sebuah amplop coklat ke arah Kenny.


"Jangan Fell, simpan kembali uangmu itu ..." Kenny mendorong halus amplop itu.


"Lho, kenapa Ken? Icha kan memang les private denganmu, kita profesional saja ..."


"Tidak, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi membayar les Icha padaku ..."


"Lalu? Apakah Icha harus berhenti belajar denganmu?"


"Bayarlah les Icha dengan hatimu, itu sudah membuatku sangat senang ..." ucap Kenny.


"Mak - maksudmu?" tanya Felly tak mengerti.


"Berikan hatimu padaku, sebagai ganti uang bayaran Icha ..." Kenny menatap dalam wajah Felly.


"Ken, kamu ini, aku sampai tidak tau harus berkata apa ..." Felly mulai salah tingkah.


"Aku hanya ingin kau jadi pemilik hati ini, juga tubuh ini ..." Kenny menggenggam tangan Felly dan mengarahkannya di dadanya. Ada getaran-getaran tak beraturan disana.


"Aku akan sabar menunggu jawabanmu Felly, aku sungguh-sungguh dalam hal perasaan ..." Ucap Kenny sambil membelai lembut wajah Felly.


"Taraaa!!!! Ketahuan Deh!"


Tiba-tiba Icha sudah melompat di hadapan mereka.


"Icha! Bikin orang kaget saja!" Cetus Felly.


"Asyikkkk Mami dapat pacar kayak Mister Kenny yang ganteng, tapi bukannya Mister sudah punya pacar lain?" tanya Icha.


"Mister sudah putus Cha, Icha jangan kuatir, sekarang hatinya Mister cuma untuk Mami Icha seorang!" ungkap Kenny.


"Uhuuuuy, aku senang banget, akhirnya aku bisa ngerasain juga punya papi ganteng kayak Mister!" seru Icha.


"Jadi Icha udah boleh nih kalau mau manja-manjaan Sama Mister ..." tambah Kenny.


"Sudah, sudah, kalian terlalu banyak bicara, lebih baik kalian berangkat sekarang, dari pada kemaleman!" Sergah Felly.


Sore itu, Kenny membonceng Icha naik motor kesebuah mall yang terdekat, mereka jalan bergandengan menyusuri mall yang sore itu kelihatan ramai pengunjung.


Kenny membawa Icha ke arena bermain anak-anak, Icha terlihat sangat gembira dan antusias, dan mereka menghabiskan waktu dengan makan bersama di sebuah restoran.


"Mister, nanti pulangnya gendong aku ya, aku capek nih kekenyangan ..." ujar Icha sambil memegangi perutnya.


"Iya Cha, tenang saja ..."

__ADS_1


Tiba-tiba, ada yang menepuk bahu Kenny dari belakang sehingga membuat laki-laki itu terperanjat.


"Hei bro! Kau kencan dengan anak kecil!" Kenny menoleh kebelakang.


"Leo! Kenapa kau ada di sini juga? Kau bikin orang kaget tau!!" Sungut Kenny.


"Jadi ini, bocah yang sudah membuat orang patah hati??" tanya Leo.


"Apa maksudmu bro?!"


"Tuh lihat si Dini, barusan dia curhat sama gue, you emang kebangetan kalo mutusin orang!"


Kenny menoleh kearah meja pojok di restoran itu, benar saja, Dini nampak sedang duduk di sana.


"Jadi kalian janjian di sini?" tanya Kenny.


"Ya iya lah, kita lagi bahas sikap lu yang udah berubah sama Dini, kasihan bro, dia nangis terus!"


"Cha, terusin makannya ya, sama Om Leo dulu, ini teman Mister, Mister ada urusan sebentar ..." ucap Kenny sambil mengelus kepala Icha. Icha menganggukkan kepalanya.


Perlahan Kenny menghampiri Dini yang masih duduk melamun, Dini terkejut melihat kedatangan Kenny.


"Ken?!"


"Din, sekali lagi aku minta maaf ya, tapi jangan membuatmu terus menerus tinggal dalam kesedihan, atau aku akan merasa sangat bersalah padamu ..." Ujar Kenny.


"Kamu memang sudah membuat aku sedih Ken, kamu tau aku begitu mencintaimu, sejak dulu Ken, apa kau sadar itu, aku baru merasa bahagia bisa menjadi pacarmu, tapi kebahagiaanku seolah kau campakkan!" Dini mulai berurai air mata.


"Tapi aku harus jujur dengan perasaanku sendiri Din ..."


"Ya, ya, kamu tidak salah Ken, aku yang salah, suruh siapa aku telah jatuh cinta padamu ..."


"Din ..."


Tiba-tiba Dini maju dan memeluk Kenny dengan erat, Kenny terkejut namun tidak bisa mengelak, atau Dini akan tersinggung.


"Ken, aku belum ikhlas kamu memutuskan aku, berikan aku kesempatan lagi ..." Isak Dini dalam pelukannya.


"Maaf Din, aku tidak bisa ..."


"Sekali saja Ken ..."


"Tapi hatiku sudah ada yang memiliki Din, nanti kamu akan tambah terluka ..." Ucap Kenny.


Icha langsung datang menghampiri Kenny dan menarik tangan Kenny.


"Hei! Jangan peluk-peluk Mister Kenny! Dia itu milikku!" Cetus Icha sambil melotot ke arah Dini.


"Cha, jangan begitu sayang ..." Bisik Kenny.


"Oh, jadi ini yang namanya Icha, yang sudah merubah hidup Kenny?" tanya Dini.


"Iyes, Tante betul, aku Icha, dan Mister Ken adalah calon Papi aku, jadi jangan pernah peluk dia lagi, karena aku akan marah!" Seru Icha dengan suara lantang.


Bersambung ....

__ADS_1


****


__ADS_2