Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Mencari Dirimu


__ADS_3

Kenny terus mengurung diri di kamarnya, Pak Banu jadi merasa menyesal telah membuat sedih putranya itu, sementara Leo masih duduk di ruang tamu.


"Leo, coba kau bujuk Kenny, supaya dia mau keluar, dia belum makan Leo!" Pinta Pak Banu.


"Kenny itu kalau sudah ngambek susah di bujukin Om, Om juga sih terlalu keras sama Kenny, kan kasihan Om, orang Kenny lagi cinta-cintanya sama Mbak Felly!" Ujar Leo yang merasa ada kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya pada Pak Banu.


"Aku tidak mempersalahkan Kenny dengan siapapun Leo, asal jangan sama Janda itu!" Jawab Pak Banu.


"Tapi kan Kenny cintanya sama dia Om, sama Janda anak satu itu! Lagian kenapa sih kalau Kenny sama Mbak Felly, kan bagus dong Om ada pengalaman!" Timpal Leo.


"Diam kau Leo! Kenny benar-benar sudah di butakan oleh cinta! Bodoh sekali anak itu!" Dengus Pak Banu.


Kemudian Pak banu melangkah pergi meninggalkan Leo lalu menuju ke kamarnya.


Sementara Leo masih duduk bengong di tempatnya, bingung mau pulang atau tetap menunggu kenny, Mbok sumi masih terlihat sibuk di dapur.


Akhirnya Leo beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar Kenny yang masih di kunci dari dalam itu.


"Ken! Buka pintunya Ken! kalau kau mau, kau bisa curhat padaku! Kalau kau tidak mau aku akan pulang! Kau curhatlah pada Ayahmu!!" Teriak Leo dari luar kamar.


Kemudian tak berapa lama, pintu kamar kenny sudah di buka dari dalam, Leo pun beranjak masuk dan langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur Kenny.


"Hei! Mengapa datang-datang langsung tidur di tempatku?! Dasar kau tidak tau aturan!" Sungut Kenny.


"Sorry bro, badanku pegal-pegal sejak dari kemarin menunggumu di rumah sakit! aku numpang tidur dulu ya, dari tadi mataku mengantuk Ken!" Ujar Leo sambil memeluk guling Kenny dan bersiap akan tidur.


"Sial! Tau begitu aku tak mau membukakanmu pintu!!" Gerutu Kenny yang ikut berbaring di samping Leo.


"Sorry Bro, ngantuk gue!" Balas Leo sambil mulai memejamkan matanya.


"Leo, bantu aku cari Felly dan Icha ... Kau kan aktif di media sosial Le, bantu aku please ... !" Mohon Kenny.


"Hmm ... !"


"Kehilangan mereka, seperti kehilangan separuh jiwaku, aku benar-benar mencintai Felly dengan segenap hatiku Le, tidak perduli dia janda atau perawan, bagiku sama saja ... !" Ucap Kenny.


"Hmm ... !"

__ADS_1


"Aku juga sayang sama Icha Le, walaupun dia bukan anakku, tapi aku sudah menganggap Icha seperti anakku sendiri, tapi kenapa Ayah tidak menyukai mereka Le ... Kenapa??" Kenny mengguncang-guncang tubuh Leo yang sudah mulai tertidur, sehingga Leo menjadi kaget dan kesal.


"Aduuuh! Kapan gue bisa tidur nyenyak nih kalau begini terus? pusing gue denger curhatan lu, iya ... iya .... gue bantu cari mereka, tapi please ijinin gue tidur dulu sekarang ya ... !" Seru Leo.


"Ya, kau tidurlah sekarang! aku juga mau tidur!!" Balas kenny yang langsung tidur membelakangi Leo.


****


Sementara Felly dan Icha telah tiba di tempat baru mereka, di kota Bandung.


Mereka menyewa sebuah rumah di komplek perumahan premium sekalian membuka toko roti di sana.


Kebetulan di rumah yang baru ada Ruko kecil di depan rumah itu, yang memang dari awal sudah di renovsi, jadi Felly tidak perlu repot mengubah posisi, hanya tinggal menempatinya saja.


Setelah beberapa barang di turunkan dan di masukan ke dalam rumah, Felly menggandeng Icha yang wajahnya masih murung, mereka duduk di sofa rumah itu sambil menunggu Mbak Nur menyiapkan makanan.


"Cha, di sekitar komplek ini ada sekolah yang bagus, nanti Icha Mami daftarin di sekolah itu ya ... Icha pasti senang karena punya banyak teman-teman baru!" Ucap Felly.


"Tapi aku lebih senang kalau di ajar sama Mister Kenny, aku mau sama Mister Kenny saja Mami!" Ujar Icha.


"Cha, apa yang harus Mami lakukan agar kau bisa melupakan Mister Kenny? Dia bukan milik kita sayang ... !" Felly mulai membelai wajah Icha. Wajah yang terlihat sedih dan menyimpan kekecewaan.


"Ini makanannya sudah di alas piring, makan dulu Bu, kasihan Icha juga belum makan dari tadi ..." Mbak Nur meletakan makanan itu di atas meja. Namun mereka tak berselera untuk menyentuhnya.


"Aku tidak mau makan! Aku tidak lapar!" Cetus Icha.


Icha terus memeluk bonekanya, kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya, yang sebelumnya memang sudah di persiapkan dan di bersihkan oleh Mbak Nur.


"Kau makanlah duluan Mbak Nur, aku juga tidak lapar!" Ujar Felly yang ikut berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Mbak Nur termangu melihat kepergian mereka, sementara di meja sudah banyak sekali makanan yang terhidang.


Sementara di dalam kamarnya Icha kembali menangis sambil memeluk Kitty, boneka kesayangannya pemberian Kenny.


"Kitty, aku sedih ... Mister Kenny pasti mencari kita, Mami pergi diam-diam tinggalin Mister, kita harus bagaimana Kitty?" tanya Icha pada bonekanya sambil menangis.


"Aku mau telepon Mister, Kitty, tapi aku tidak tau nomornya, Mami sudah ganti nomor telepon ... !" Isak Icha. Anak itu terus menangis sesenggukan.

__ADS_1


Tiba-tiba, Icha berhenti dari tangisnya, dia menyeka kasar wajahnya yang basah oleh air mata.


Perlahan Icha membuka pintu kamarnya, di lihatnya Felly sudah tidak ada di ruang tamu, Mbak Nur nampak sedang membereskan meja.


Makanan yang belum di makan kembali di letakan di atas meja makan.


Kemudian Icha mendekati Mbak Nur yang sedang mengelap meja.


"Mbak Nur!" Panggil Icha.


Mbak Nur terperanjat dan langsung menoleh ke belakang.


"Eh, Icha ... Icha mau makan?" Tanya Mbak Nur. Icha Menganggukan kepalanya.


"Aku mau makan Mbak, ambilin dong!" Kata Icha.


"Aduh, syukur deh kalau Icha sudah mau makan, sebentar ya Mbak Nur ambilkan!" Mbak Nur segera berjalan menuju meja makan.


Sementara Mata Icha jelalatan mencari di mana Mbak Nur menaruh ponselnya.


Waktu itu Icha ingat, Mbak Nur pernah menelepon Kenny, berarti dia tau nomor ponsel Kenny, dan Mbak Nur tidak ganti nomor ponsel sampai sekarang.


Tak lama Mbak Nur sudah datang lagi dengan membawa sepiring makanan.


"Ini Cha makanannya, di habiskan ya ...!" Ujar Mbak Nur.


"Mbak Nur, tiba-tiba aku ingin makan nasi goreng, bisa tolong buatkan?" Tanya Icha.


"Lho, jadi yang ini tidak di makan?" Mbak Nur balik bertanya.


"Iya Mbak, aku eneg!" Kata Icha beralasan.


"Ya sudahlah, Mbak Nur buatkan dulu nasi gorengnya!" Kata Mbak Nur sambil kembali beranjak pergi ke dapur.


Kesempatan ini di pergunakan oleh Icha untuk masuk ke kamar Mbak Nur untuk mencari ponselnya.


Bersambung...

__ADS_1


*****


Kira-kira Icha bisa dapat nomor ponsel Kenny tidak ya...berhasilkah misi Icha kali ini?


__ADS_2