Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Berita Mengejutkan


__ADS_3

Felly nampak istirahat di kamarnya setelah Kenny berhasil menenangkannya.


Kemudian Kenny keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga menuju ke lantai bawah.


Icha asyik menonton film kartun, sementara Mbak Nur sibuk membereskan meja makan.


Kenny perlahan menghampiri Mbak Nur di meja makan.


"Mbak, nanti tolong siapkan makan siang untuk istriku, sekarang dia sedang istirahat!" titah Kenny.


"Baik Mister!" sahut Mbak Nur.


"Kalau istriku mencari aku, aku ada di ruang kerja, ada yang harus aku selesaikan!" tambah Kenny.


"Iya Mister!"


Kenny lalu segera meninggalkan ruang makan, baru saja kakinya akan menaiki tangga, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Kenny langsung merogoh nya dan mengusap layar di ponselnya itu.


"Halo selamat siang Pak Kenny, ini saya Dokter Lia, Dokter kandungan istri Anda Bu Felly!" Kata si penelepon yang ternyata Dokter Lia.


"Oh iya, ada apa dokter?" tanya Kenny.


"Maaf Pak, bisakah bapak ke rumah sakit sekarang, ada yang mau saya sampaikan, tapi usahakan jangan membawa istri anda!" ujar Dokter Lia.


"Ada apa Dokter? Apakah itu hal yang penting?" tanya Kenny lagi.


"Iya Pak, ini hal yang penting, baiklah, saya tunggu di rumah sakit sekarang ya Pak, trimakasih!" ucap Dokter Lia sebelum menutup teleponnya.


Kenny tertegun saat menerima telepon dari Dokter Lia, tiba-tiba hatinya bergemuruh.


Kenny langsung berbalik menuju ke garasi mobilnya.


"Lho Mister? Mau kemana?" tanya Mbak Nur yang melihat Kenny jalan terburu-buru ke depan.


"Mbak, ku ada urusan penting di luar, kalau istriku tanya, aku akan cepat kembali!" ujar Kenny.


"Baik Mister!" sahut Mbak Nur.

__ADS_1


Kenny langsung masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat melajukannya keluar dari rumahnya.


Sekitar 30 menit, Kenny sudah sampai di rumah sakit, tidak menunggu lama, dia langsung berjalan menuju ke poli kandungan.


Kebetulan siang itu pasien agak sepi, jadi Kenny langsung bisa masuk untuk menemui Dokter Lia.


Dokter Lia nampak duduk menunggunya di meja kerjanya. Perlahan Kenny duduk di hadapan Dokter Lia.


"Selamat siang Dokter, ada hal apakah hingga Dokter memanggil saya?" tanya Kenny sambil menjabat tangan Dokter Lia.


"Wah, Pak Kenny suami siaga rupanya, langsung cepat datangnya!" puji Dokter Lia.


"Kalau berkaitan dengan istri saya, saya memang harus siaga Dokter!" jawab Kenny.


"Begini Pak Kenny, sebagai seorang laki-laki, Pak Kenny pastilah memiliki hati yang lebih kuat dari pada perempuan, itulah sebabnya saya memanggil Pak Kenny!" kata Dokter Lia.


"Apa maksud Dokter?" tanya Kenny bingung.


"Begini Pak, setelah kami melakukan operasi pengangkatan kista, ternyata di rahim istri anda terdapat tumor yang cukup ganas, kami tidak bisa mengambilnya sekalian, karena akan beresiko pada perkembangan bayi anda!" jelas Dokter Lia.


Bagaikan petir di siang bolong, Kenny begitu terkejut mendengar pernyataan Dokter Lia, tiba-tiba sekujur tubuhnya lemas, dadanya bergemuruh dan matanya mulai panas.


"A ... Apa Dokter?" tanya Kenny gugup.


"Tapi, itu bisa di sembuhkan kan Dokter, itu tidak akan berbahaya kan Dok??" tanya Kenny dengan mata yang memerah menahan gejolak.


"Kesembuhan hanya ada di tangan Tuhan Pak, kami dokter hanya manusia biasa yang akan terus berusaha untuk kesembuhan pasien!" jawab Dokter Lia.


"Jadi, apa yang harus saya lakukan Dokter??" Wajah Kenny nampak cemas dan putus asa.


"Bapak harus kuat, dampingi istri bapak selama kehamilan ini, saya akan memberikan tambahan vitamin dan obat, nanti bapak berikan pada istri bapak!" kata Dokter sambil berdiri dari tempatnya dan mengambil sebuah kertas.


Kemudian Dokter Lia mulai menulis resep obat, lalu menyodorkanya pada Kenny.


"Ini pak yang harus di tebus, minum yang teratur, hingga tiba hari persalinan, saya yakin bapak bisa melewati itu semua!" ucap Dokter Lia.


"Dokter, saya mohon jangan beritahu kondisi istri saya ini pada siapapun, saya sangat tidak ingin dia sedih dan down, saya ingin membahagiakannya semampu yang saya bisa!" ujar Kenny.


"Baiklah Pak Kenny, anda suami yang baik, anda pasti tau apa yang terbaik buat istri anda, sementara kita biarkan dulu tumornya, kita fokus pada bayinya!" ujar Dokter.

__ADS_1


"Kalau saya bisa memilih, saya lebih memilih istri saya Dokter, kalau terus menjaga bayi itu akan membuat istri saya ..."


"Tidak seperti itu pak Kenny, ini bukan pilihan, kalau di obati atau di ambil sekarangpun, akan beresiko terhadap keduanya!" jelas Dokter Lia.


"Baiklah Dok, kalau begitu saya pamit, trimakasih atas informasinya!" kata Kenny sambil beranjak berdiri dari tempatnya.


"Pak Kenny harus semangat, tunjukan pada istri anda kalau anda kuat, maka dia juga akan kuat!" kata Dokter Lia sebelum Kenny keluar dari ruangannya.


Kenny melangkah gontai menyusuri koridor rumah sakit itu, jiwanya seperti melayang ke udara, membuat seluruh tubuhnya seolah tanpa tenaga.


Kemudian Kenny segera melajukan mobilnya keluar dari rumah sakit itu dengan perasaan yang hancur.


Di mobil ini lah, Kenny mulai menangis, menumpahkan seluruh perasaannya, kesedihannya, dan kecemasannya.


"Tuhan!! Baru saja ku kecap manisnya pernikahan, dan harapan memiliki seorang buah cinta, kenapa dengan mudahnya kau berikan ujian seberat ini pada keluarga kecilku??" tangis Kenny.


Dia mengusap kasar wajahnya yang basah oleh tetesan air matanya.


Sebentar lagi dia akan sampai di rumahnya, dia tidak ingin Felly tau kesedihannya, dia tidak ingin membuat wanita yang di cintai nya bertambah penderitaannya karena tau keadaan yang sebenarnya.


Setelah Kenny memarkir mobilnya, dia segera masuk ke dalam rumahnya.


Icha sudah berlarian menghapirinya, Saat melihat Kenny pulang.


"Papi kemana tadi? Kok tidak ajak aku??" tanya Icha.


"Papi ada urusan Cha, Mami mana?" tanya Kenny.


"Mami tadi turun tanyain Papi, habis itu sekarang Mami lagi di dapur, katanya mau masakin buat Papi!" jawab Icha.


Kenny langsung menuju ke dapur, Felly nampak sibuk memasak sesuatu.


Perlahan Kenny memeluk istrinya itu, berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri.


"Eh, Kenny, kau sudah pulang? Baru saja aku mau buat kejutan untukmu, kali ini kau pasti memuji masakan ku!" ujar Felly yang kini terlihat riang.


"Kau masak apa untukku sayang?" tanya Kenny sambil menciumi rambut Felly.


"Aku buat sop tulang iga kesukaanmu, kata Ayah, sejak kecil kau sangat suka sop tulang Iga, nanti makan yang banyak ya Ken?!" kata Felly sambil terus mengaduk masakannya.

__ADS_1


"Iya sayang, kau juga makan yang banyak ya, tetap jaga kesehatanmu demi aku dan bayi kita!" bisik Kenny sambil sedikit menitikkan air matanya dan terus menciumi rambut istrinya.


****


__ADS_2