
Kenny melajukan mobilnya menuju ke sebuah mall, siang itu dia ingin mengajak Felly dan Icha jalan-jalan untuk refreshing.
"Papi, nanti kita ke toko buku ya, aku ingin beli buku cerita yang banyak!" kata Icha antusias.
"Siap boss!" sahut Kenny.
"Mami sekalian mau lihat-lihat ke baby shop tidak?" sambung Kenny sambil melirik ke arah Felly.
"Nanti saja lah, ini juga baru empat bulan hamilnya, masa buru-buru siapkan perlengkapan, kalau kata orang tua pamali!" sahut Felly.
"Baik deh Nyonya," ujar Kenny.
"Hmm, nyonya!" kata Felly.
"Iya, kan memang nyonya Kenny ... Nyonya Kenny Wijaya!" ucap Kenny sambil mencubit pipi Felly.
Tak lama mereka sampai di sebuah mall.
Mereka langsung berjalan melihat-lihat banyak gerai dan kemudian mulai memasuki toko buku besar, Icha terlihat sangat antusias.
Gadis kecil itu berjalan dengan riang menyusuri sepanjang toko buku melihat-lihat apa saja yang dia suka.
Sedangkan Felly berdiri di rak buku-buku tentang kehamilan dan kesehatan. Kenny berdiri di sebelahnya sambil menemaninya.
"Kalau kau mau beli, pilih mana saja yang kau suka sayang, kau kan juga butuh bacaan itu, buat istriku yang menggemaskan ini!" ucap Kenny sambil mengecup pipi Felly sekilas.
"Ken! Ini tempat umum tau! Malu di lihat orang!" cetus Felly cemberut.
"Malu? Mereka malah iri kalau melihat kita, harusnya kau bangga aku cium sayang!" ucap Kenny.
Icha nampak berlari-lari menghampiri mereka, di tangannya penuh dengan buku-buku pilihannya.
"Papi! Aku mau beli ini boleh ya Pi!" kata Icha sambil menyodorkan tumpukan buku yang di pilihnya.
"Boleh, tapi janji ya, bukunya harus di baca semua, jangan hanya jadi pajangan rak!" sahut Kenny.
"Iya iya, lagian Papi tau aja aku suka numpukin buku di Rak!" ujar Icha.
"Ya tau lah, kerjaan siapa lagi yang bukunya selalu di tumpukin sampe lupa di baca kalau bukan Icha!" sahut Kenny.
"Aduh!" Tiba-tiba Felly memegang perutnya.
"Ada apa sayang?" tanya Kenny panik.
"Mami kenapa?" sambung Icha.
"Perutku sakit Ken!" kata Felly dengan mimik muka yang meringis menahan sakit.
__ADS_1
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Kenny. Dia memapah Felly jalan keluar dari toko buku.
"Buku ku bagaimana?" tanya Icha yang masih memegang buku-buku pilihannya.
"Icha taruh lagi buku ya di rak ya, lain waktu kita beli buku lagi di sini, kita kerumah sakit dulu sekarang!" tegas Kenny.
Akhirnya Icha segera mengembalikan buku-bukunya ke rak nya masing-masing dan menyusul Kenny dan Felly berjalan.
"Antar aku ke toilet Ken!" kata Felly.
Kenny menganggukan kepalanya dan langsung mengantar Felly ke toilet.
Perlahan Felly masuk ke toilet wanita. Kenny menunggu di luar.
Tak lama Felly kembali dan wajahnya kelihatan pucat.
"Ken, aku ada pendarahan sedikit, tolong antar aku ke rumah sakit!" ucap Felly, matanya merah mulai berkaca-kaca.
"Ya Tuhan, ayo sayang!" Dengan sigap Kenny langsung mengangkat Felly dalam gendongannya, dia berjalan cepat menyusuri mall yang panjang itu. Icha mengikutinya dari belakang.
Wajah Kenny terlihat panik, dia terus berjalan tanpa memperdulikan pandangan dan bisikan orang terhadapnya.
"Apa lihat-lihat! Ini istriku!!" sengit Kenny saat ada beberapa anak muda yang terus memperhatikan dan saling bisik-bisik.
Kenny terus berjalan hingga mereka sampai di parkiran, Kenny langsung membawa masuk Felly ke dalam mobilnya, Icha juga langsung naik ke atas mobil dan duduk di jok tengah.
Tanpa menunggu, Kenny segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah sakit.
Sementara Felly terlihat lemas dan pucat.
"Argh! Sial!! Kenapa harus macet segala sih!!" sungut Kenny.
"Ken, sabar, jangan marah-marah!" ucap Felly.
"Mana bisa aku melihatmu dalam keadaan begini sayang, aku sangat mengkhawatirkanmu!" ucap Kenny sambil mencium jemari Felly.
"Mami jangan sakit, Mami tahan ya! Mami pasti bisa!" seru Icha menyemangati.
Setelah bergelut dengan macet, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
Tanpa menunggu lagi Kenny segera menggendong Felly berjalan menyusuri koridor rumah sakit langsung menuju poli kandungan. Icha berjalan di belakang mereka.
Saat di rasa tidak ada pasien, suster langsung menyuruh Kenny masuk keruangan dokter untuk mendapat tindakan dokter.
"Apa yang terjadi dengan kandungan istri saya Dokter?" tanya Kenny cemas.
"Sabar Pak Kenny, saya akan memeriksanya!" jawab Dokter sambil mulai memasang alat USG.
__ADS_1
"Perut saya tiba-tiba sakit dok, dan ada bercak darah di celana saya!" kata Felly.
"Sabar ya Bu, ini saya sedang memperhatikan kondisi kandungan ibu, sepertinya ada sejenis kista di dalam rahim ibu, ini jelas nampak, awalnya tidak kelihatan, namun semakin besar kandungan, ukuran kistanya juga semakin besar!" jelas Dokter.
Kenny dan Felly terkesiap mendengar penjelasan dokter.
"Apa dokter?? Kista?? Tapi saya tidak punya riwayat kista!" kata Felly.
Wajah Kenny nampak bingung dan sedih, dia berkali-kali mengelus perut Felly.
"Jadi apa yang harus kami lakukan dokter?" tanya Kenny.
"Mau tidak mau, Kistanya harus di ambil, tapi nanti di bulan kelima usia kehamilan!" kata Dokter.
"Kenapa harus di bulan ke lima?" tanya Kenny lagi.
"Karena pada bulan kelima kehamilan, janin sudah semakin kuat, ini adalah untuk melindungi bayi anda!" jawab Dokter.
"Tapi kenapa saya bisa sedikit pendarahan?" tanya Felly.
"Maaf, apakah semalam kalian melakukan hubungan suami istri? Mungkin karena gesekan yang terlalu kuat, sehingga menimbulkan iritasi!" jawab Dokter.
Kenny dan Felly menunduk malu.
"Tapi apakah aman dalam kondisi seperti sekarang ini kami melakukan hubungan??" tanya Kenny. Felly masih tertunduk malu.
"Boleh saja asal di lakukan dengan pelan-pelan, bapak yang seharusnya bisa menjaga!" sahut dokter. Kenny menganggukan kepalanya.
"Baik dokter!" sahut Kenny.
"Saya akan beri obat pereda nyeri, ini aman buat ibu hamil, bulan depan kita akan melakukan operasi pengangkatan kista, semoga berjalan dengan lancar!" ujar Dokter sambil menulis resep di sebuah kertas.
"Dokter, selamatkan bayi saya!" ucap Felly.
"Ibu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja!" ucap Dokter menguatkan.
"Apakah istri saya ini harus bedrest dokter?" tanya Kenny.
"Istri anda boleh tetap melakukan aktifitasnya, namun jangan sampai kelelahan, dan ingat pak, jangan terlalu sering juga melakukan hubungan suami istri!" jelas Dokter.
"Baik Dokter, apapun akan akan saya lakukan untuk kesembuhan istri dan anak saya!" ucap Kenny.
"Dokter! Adik bayinya masih ada kan??" tanya Icha tiba-tiba.
"Tenang kakak cantik, adik bayinya masih ada, dia akan segera lahir, Kakak tinggal tunggu beberapa bulan lagi!" jawab Dokter sambil mengelus rambut Icha.
Setelah selesai pemeriksaan di dokter kandungan, Felly di perbolehkan pulang, mereka menunggu di lobby untuk menebus obat dan vitamin.
__ADS_1
"Sayang, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja, sakitmu juga adalah sakitku!" ucap Kenny sambil menciumi jemari Felly.
****