Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Usaha Icha


__ADS_3

Pada saat Mbak Nur sibuk membuat nasi goreng untuk Icha, dengan mengendap-endap Icha berjalan menuju kamar Mbak Nur.


Gadis kecil itu celingak celinguk mencari sesuatu, dia membuka lemari baju, naik ke atas meja untuk melihat atas lemari, bahkan melongok kolong tempat tidur. Namun dia belum juga menemukan yang di carinya.


Hingga matanya tertuju pada laci meja yang ada di sudut kamar itu.


Perlahan Icha membuka laci itu, senyum cerah menghiasi wajahnya saat dia melihat ada ponsel Mbak Nur yang tergeletak di dalam laci meja itu.


Dengan cepat Icha mengambil ponsel Mbak Nur, dia mencari-cari nomor Kenny. Hingga dia menemukan ada nama 'Mister' di dalam buku telepon ponsel itu.


Buru-buru Icha mencari kertas dan pulpen, untuk mencatat nomor Kenny, namun di kamar Mbak Nur, Icha tidak menemukan kertas dan pulpen, sementara deretan nomor itu cukup panjang dan Icha belum bisa mengingatnya.


Icha lalu menyembunyikan ponsel Mbak Nur di balik bajunya, lalu dia berjalan menuju ke kamarnya.


Setelah mengunci kamarnya, Icha langsung mengambil sebuah buku kecil dan dia mulai mencatat nomor Kenny.


Setelah selesai, Icha keluar dari kamarnya berniat mengembalikan ponsel Mbak Nur, namun saat dia berjalan, Mbak Nur sudah berdiri di depannya dengan membawa sepiring nasi goreng. Buru-buru Icha menyembunyikan ponsel Mbak Nur di balik bajunya.


"Nasi gorengnya sudah Cha, mau makan di meja makan atau di kamar Icha?" Tanya Mbak Nur.


"Aku mau makan di meja makan!" Sahut Icha. Tangannya ada di belakang bajunya.


"Icha kenapa sih? Tangannya sakit? Sini Mbak Nur lihat, dari tadi kok di umpetin di dalem baju?" Tanya Mbak Nur.


Icha langsung menggeleng dan mundur beberapa langkah.


"Mbak Nur taro saja makananku di meja, nanti aku makan!" Kata Icha.


"Ya...Mbak Nur taro deh di meja, tapi janji ya di habiskan, ya sudah, Mbak Nur mau telpon ke rumah Mbak Nur di kampung dulu, mau kasih tau kalau kita sudah pindah!" Kata Mbak Nur yang langsung bergegas jalan menuju ke kamarnya. Wajah Icha berubah tegang.


"Mbak!" Panggil Icha. Mbak Nur menoleh.

__ADS_1


"Ada apa lagi Cha? Sudah makan dulu, apa mau Mbak Nur suapin?" Tanya Mbak Nur.


"Mbak Nur coba deh ke kamar Mami, hibur Mami Mbak, lagi sedih tuh Mami!" Cetus Icha.


"Iya deh, Mbak Coba ke kamar Mami!" Mbak Nur langsung berjalan menuju ke kamar Felly, saat Mbak Nur mengetuk pintu, Icha buru-buru lari ke kamar Mbak Nur, namun baru juga sampai di pintu, kaki Icha menyandung kaki meja, sehingga Icha jatuh terjerembab, dan ponsel Mbak Nur juga jatuh dan pecah, hingga batre nya terlepas.


Icha langsung mendorong ponsel Mbak Nur ke kolong tempat tidur Mbak Nur.


"Ada apa Cha? Ngapain di kamar Mbak Nur?" Tiba-tiba Felly dan Mbak Nur sudah berdiri di belakang Icha.


"Mami? Kok Mami ada di sini?" Tanya Icha heran.


"Tadi pas Mami buka pintu, ada suara orang jatuh di kamar Mbak Nur, kamu jatuh Cha?" Tanya Felly.


"Iya Mami...tadi kesandung!" Jawab Icha.


"Icha katanya mau makan? Kok malah main-main di kamar Mbak Nur?" Tanya Mbak Nur.


"Eh ... itu mbak, tadi ... aku lihat kecoa jalan ke kamar Mbak Nur, jadi aku kejar saja!" Sahut Icha sambil menggaruk kepalanya.


"Tadi juga Mbak Nur sudah pel semua rumah dan kamar, tidak ada kecoa, datang dari mana ya tuh Kecoa?" Mbak Nur nampak berpikir.


"Sudah deh Mami, aku mau obatin kakiku yang sakit ini, aku mau ke kamar saja!" Icha lalu berjalan menuju ke kamarnya.


"Sini Cha, biar Mami yang obatin!" Felly langsung mengejar Icha ke kamarnya. Sementara Mbak Nur juga langsung masuk ke kamarnya.


****


Sementara itu di tempat kediaman Kenny, Kenny berkali-kali mencoba menghubungi Felly, namun tidak berhasil, kemudian Kenny juga berusaha mencari nomor Mbak Nur, sudah ketemu nomornya, namun lagi-lagi tidak berhasil. Kenny nyaris putus asa.


"Leo!! Bangun Le! Antar aku ke rumah Felly sekarang, siapa tau dia kembali lagi kerumahnya!" Kata Kenny sambil mengguncang tubuh Leo yang masih berbaring.

__ADS_1


"Ken, mana mungkin dia kembali lagi? Pikir aja pake logika, udah deh, mending lu pasang fotonya di media sosial!" Ujar Leo.


"Jangan Le ... Felly Akan lebih marah kalau aku menyebarkan fotonya ..." Sahut Kenny.


"Tuh, lu bisa mikir juga ... sekarang mending lu istirahat deh, kan lu baru sembuh dari sakit ... biar ada tenaga buat cari si Icha!" Kata Leo.


"Bahkan teleponnya sudah tidak aktif lagi, dia benar-benar ingin meninggalkan aku ... Felly, mengapa kau meragukan cintaku padamu? Padahal aku sudah menyerahkan seluruh hatiku padamu, bahkan tubuhku juga!" Ucap Kenny sedih. Leo melotot mendengar ucapan Kenny.


"Hah? Memangnya tubuh mu kau serahkan juga? Apa sih maksud lu bro?! Asli bikin gue bingung!" Cetus Leo.


"Maksudnya, kau jangan pikir kotor dulu, waktu aku di rumah sakit, Felly yang membantuku ke toilet, juga membersihkan tubuhku!" Jelas Kenny.


"Jadi Felly udah liat punya lu dong, terus kalian sudah ngapain aja?" Tanya Leo penasaran.


"Hush! Dasar otak mesum! Memangnya kau pikir kami ngapain? Sampai sekarang juga aku masih perjaka!" Sungut Kenny.


"Memangnya saat Felly menyentuhmu, kau tidak tegang apa?" Tanya Leo lagi makin ingin tau.


"Ya tegang sih, aku malu Le, ini pertama kalinya ada cewek yang lihat milikku, bukan cuma lihat, tapi juga di sentuh, di pegang dan di bersihkan, bahkan aku tak berani melihat ekspresi wajahnya saat itu, aku benar-benar malu!" Ungkap Kenny.


"Hmm ... pantas saja kau susah move on dari dia! Kau ini polos juga Ken, sedangkan gue, tak terhitung berapa banyak wanita yang pernah menyentuh dan merasakan milik gue ... " Ujar Leo.


"Le, Makanya kau carilah cinta sejati! Carilah wanita yang benar-benar kau cintai dan yang mencintaimu, supaya kau tidak berpetualang dalam cinta yang kotor lagi!" Ucap Kenny bijak.


"Gue juga maunya begitu bro ... tapi gue belum ketemu siapa wanita yang gue cintai dan yang mencintai gue ... !" Sahut Leo.


"Nanti dia juga akan datang sendiri Le, seperti Felly yang tiba-tiba muncul di hadapanku, bahkan merubah seluruh hidupku ... tapi sayang sekarang dia malah pergi dariku ... !" Ucap Kenny lirih.


"Gue baru tau ada perjaka yang tergila-gila sama janda, dan gue juga bingung emangnya lu tidak mau merasakan rasanya perawan? Kasihan burung lu Ken!" Ledek Leo.


"Sial Kau! Sekali lagi ngomong, pulang sana ke tempat lu!!" Sungut Kenny.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2