
Kenny menghempaskan tubuhnya yang terasa sangat penat dan lelah di pembaringan tidurnya.
Seharian ini dia melakukan banyak sekali aktifitas, dari pagi memberikan kata sambutan di SD Ayahnya, lalu datang kesekolah, memberikan pengarahan kepada para murid mengenai pembagian rapot dan liburan semester.
Setelah itu mulai mengoreksi hasil ujian akhir dan memasukannya ke dalam rapot. Kenny merasa seluruh tubuhnya pegal-pegal. Otaknya juga lelah memeriksa sekian banyak hasil ujian murid.
Tok....tok....tok....
Suara ketukan pintu kamar Kenny, dengan malas Kenny beranjak dari tidurnya dan melangkah menuju pintu kamarnya, kemudian membukanya.
"Selamat sore Mas Kenny, Pak Banu menyuruh saya membawakan teh hangat ini untuk Mas Kenny." Ucap seorang wanita muda yang mengenakan seragam suster.
Wanita itu adalah Lela, seorang perawat yang di tugaskan dari rumah sakit untuk merawat Pak Banu.
Kenny sengaja membayar perawat untuk perawatan dan pengobatan ayahnya, sebab mereka hanya tinggal berdua dan tidak ada asisten rumah tangga.
"Trima kasih...!" Ucap Kenny singkat sambil mengambil teh hangat itu dari tangan Lela.
"Iya Mas, maaf, makan malam sudah ada di meja makan, tadi saya sudah memasaknya ... silahkan jika ingin makan..." Kata Lela sambil berlalu meninggalkan Kenny yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
Setelah Lela pergi, Kenny kembali menutup pintu kamar, lalu menyeruput sedikit tehnya, kemudian kembali menghempaskan tubuhnya di kasurnya.
Kenny merasa tubuhnya begitu lengket, karena sejak pulang dari sekolah dia belum mandi.
Kenny kembali bangkit dari tidurnya dan mulai membuka lemari pakaiannya.
Matanya terbelalak saat melihat baju dan pakaian dalamnya sudah tersusun sangat rapi di lemarinya, biasanya Kenny dan Ayahnya memakai jasa laundry untuk masalah baju kotor, kecuali pakaian dalam Kenny, dia akan mencucinya sendiri..
Kenny menoleh pada keranjang baju kotor yang ada di depan toilet, tidak ada baju kotor satupun yang tersisa di sana.
Kenny langsung beranjak keluar dari kamarnya, baru saja dia membuka pintu, Lela muncul dan mereka hampir bertabrakan.
"Ups! Maaf Mas, ini ada baju yang baru di setrika..." Lela menyerahkan keranjang baju yang sudah bersih.
Kenny menatap tajam ke arah Lela.
"Suruh siapa suster mencuci bajuku dan baju dalam ku? Tugas suster disini adalah untuk merawat Ayahku, bukan yang lain!" Sentak Kenny.
"Maaf Mas...tadi saya melihat ada baju kotor, makanya saya cuci dan setrika ... " Kata Lela sambil menunduk.
"Suruh siapa masuk-masuk ke kamarku??!"
"Maaf..." Suster Lela nampak semakin takut dan menunduk.
"Sekali lagi ku katakan, jangan sentuh barang-barangku, biar laundry saja yang menjemput dan mengurus pakaian kotorku! Tugasmu hanyalah merawat ayahku, bukan mengurusiku!" Seru Kenny sambil mengambil keranjang dari tangan Lela, kemudian dia langsung masuk kedalam kamarnya dan menutup keras pintunya.
Suster Lela menangis sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Kenny.
Kenny yang sedang kesal langsung menyambar handuknya lalu masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Hampir satu jam Kenny tidak keluar dari kamarnya. Pak Banu sudah menunggunya di meja makan di temani oleh Lela.
"Kemana anak itu, lama sekali ... biasanya jam segini sudah mulai makan bersama!" Sungut Pak Banu.
"Mungkin sebentar lagi Pak ... " Ujar Lela.
"Suster, tolong kau panggil Kenny di kamarnya!" Pinta Pak Banu.
Lela belum menjawab, tiba-tiba Kenny sudah muncul dari dalam kamarnya. Dia langsung duduk bergabung dengan Ayahnya.
"Kau lama sekali Ken! Ayah hampir jamuran menunggumu!" Dengus Pak Banu kesal.
"Maaf Ayah, tadi aku ketiduran sebentar ... seharian ini rasanya lelah sekali ... " Jawab Kenny.
Lela langsung menyendokan makanan di piring Pak Banu dan di piring Kenny. Kemudian mereka makan bersama dan tidak banyak bicara.
Setelah selesai makan, Kenny langsung berdiri dan beranjak pergi.
"Aku ijin keluar sebentar Ayah!" Seru Kenny saat mengambil kunci motornya yang tergantung di dinding.
"Kau mau kemana Ken!?" Panggil Pak Banu.
"Aku mau keluar sebentar Ayah..."
"Katanya kau lelah."
Kenny segera menyambar jaket dan helmnya, kemudian segera keluar dari rumah itu.
Kenny melajukan motornya ke arah rumah Icha, dia masih kepikiran soal tadi pagi saat Icha mengira Kenny membohonginya, untuk menonton Icha lomba.
Setelah sampai di rumah Icha, Kenny segera masuk ke dalam gerbang yang tidak di kunci. Icha yang sudah melihatnya langsung berlari menghampirinya.
"Mister Kenny! Tadi aku menang lomba lho, juara satu!" Teriak Icha antusias.
"Oya? Hebat sekali Icha ... !" Puji Kenny.
"Iya dong, nih pialanya!" Icha menunjukan pialanya yang sejak tadi di peluknya.
"Mister tau Icha pasti juara, Icha kan pintar ngomong dan calon youtuber!" Kenny mengelus rambut Icha.
"Iya Mister, aku juga punya kok Vidio waktu aku lomba, nanti Mister lihat ya ... " Kata Icha. Kenny Menganggukan kepalanya.
"Iya Cha, nanti pasti Mister lihat, oya, Mami Icha mana?" Tanya Kenny.
"Iiiih ... Mister nih cariin Mami terus, baru juga aku ngobrol sebentar sama Mister!" Wajah Icha nampak masam.
"Masa Mister tidak boleh tanyain Mami sih Cha, Mister kan kangen juga!" Kenny merengkuh Icha dengan gemas.
"Mister wangi banget! Mister baru mandi ya?" Tanya Icha sambil mengendus-endus tubuh Kenny, Kenny tertawa melihat tingkah Icha.
__ADS_1
"Hahaha Cha, kalau mau cium Mister boleh kok! Jangan pakai di endus juga kali, Mister kan bukan kambing ... !"
"Kata Mami tidak sopan cium Mister, dulu saja aku pernah di marahi!" Sahut Icha.
"Itu kan dulu Cha, waktu Mister belum akrab sama Mami dan Icha!" Jawab Kenny terkekeh.
Tiba-tiba Felly muncul dari arah pintu samping toko rotinya.
"Kalian seru amat ngobrolnya, ayo lagi ngomongin apa?!" Felly langsung duduk di samping Icha.
"Eh Mami, dari tadi di cariin Mister tuh, Mami kemana aja sih!" Cetus Icha.
"Di sebelah kan lagi rame Cha, Mami bantu di sebelah dulu lah, sekarang baru selesai!" Ujar Felly sambil mengelus rambut Icha.
Kemudian Icha segera berdiri dan beranjak akan pergi.
"Mau kemana Cha?!" Panggil Felly.
"Mau main di kamar sama si Kitty, biar Mami bisa ngobrol sama Mister, kalau ada aku kan Mami malu ... !" Sahut Icha sambil berjalan cepat menuju ke kamarnya.
"Ah Icha, pintar sekali anak itu, tau saja kalau Maminya lagi kangen sama calon Papinya ... !" Ucap Kenny. Wajah Felly memerah seketika.
"Ah Kenny ... siapa juga yang kangen!" Sahut Felly sambil memalingkan wajahnya.
"Kalau tidak kangen mana mungkin wajahmu akan Semerah itu." Goda Kenny. Felly semakin salah tingkah.
"Ken, kau meninggalkan Ayahmu lagi?" Tanya Felly berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Sekarang di rumah sudah ada suster Lela!" Sahut Kenny.
"Suster Lela? Siapa dia?"
"Perawat khusus Ayahku, dia yang merawat dan menjaga Ayahku, jadi aku sedikit tenang kalau meninggalkan Ayah ... " Jelas Kenny.
Tiba-tiba Mbak Nur masuk dari arah depan dengan tergopoh-gopoh.
"Bu...Bu Felly! Itu, di depan ada Pak Roy, dia datang lagi!" Seru Mbak Nur dengan wajah cemas.
"Hah? Untuk apa dia datang lagi kesini? Mau membuat onar lagi??!" Sengit Felly dengan wajah kesal.
Baru saja Felly berdiri dari duduknya, seorang laki-laki muda sudah datang menghampirinya, wajah Felly memucat seketika.
"Halo kakak ipar, aku kangen sama keponakanku, di mana dia??!" Tanya laki-laki itu sambil tersenyum menyeringai.
Kenny langsung bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah laki-laki di hadapannya itu.
Bersambung...
*****
__ADS_1