Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Tanpa menunggu lagi, Kenny langsung bergegas mandi dan siap-siap akan mengantar Felly ke dokter.


Laki-laki itu tidak bisa melihat kondisi istrinya yang kini terlihat lemah itu.


Setelah siap, mereka kemudian turun kelantai bawah. Di bawah Pak Banu dan Icha nampak asyik menonton acara komedi di tv, sedangkan Mbak Nur dan Mbok Sumi sibuk di dapur.


"Ayah, istriku terlihat kurang sehat, aku akan membawanya ke dokter sekarang!" kata Kenny.


"Mami sakit apa??" tanya Icha kuatir.


"Mami hanya pusing Cha, tapi Papi mu terlalu berlebihan, pakai segala ke dokter!" sahut Felly.


"Berlebihan apa? Pagi ini bahkan kau sudah dua kali muntah, badanmu juga demam!" ujar Kenny sambil terus menggenggam tangan Felly.


"Ya, kalian berangkatlah ke dokter, biar Icha di sini, bermain denganku!" sahut Pak Banu.


Mbak Nur muncul sambil membawa sepiring cemilan tahu goreng.


"Ibu mau kemana?" tanya Mbak Nur.


"Mau ke Dokter Mbak, tolong jaga Icha ya, jangan biarkan dia main ke luar!" kata Felly. Dia masih trauma dengan kejadian waktu di Bali.


"Baik Bu!" sahut Mbak Nur.


"Kau jangan khawatir, setelah kalian pergi, aku akan gembok gerbang rumahnya!" ujar Pak Banu.


"Mami sama Papi jangan lama-lama ya perginya!" seru Icha saat Kenny mulai mengeluarkan mobilnya dari garasinya.


"Tenang sayang, Papi akan jaga Mami, nanti pulangnya Papi bawakan oleh-oleh untuk Icha!" ujar Kenny.


"Asyyiik! Ya sudah cepat pergi sana, supaya bisa cepat pulang bawa sesuatu!" seru Icha dengan wajah senang.


Akhirnya Kenny dan Felly sudah berangkat keluar dari rumah menuju ke dokter yang ada di rumah sakit.


"Ken, aku ingin sekali minum jus buah, sepertinya perutku agak mual!" ujar Felly.


"Ya, kita cari yang jual jus buah ya, sayangku ini mau minum jus apa?" tanya Kenny.


"Jus mangga!" sahut Felly.


"Tapi kan perutmu kosong sayang, tadi semua makanan kau sudah memuntahkannya, jus alpukat saja ya!" tukas Kenny.


"Pokoknya aku mau jus mangga, aku tidak mau yang lain!" cetus Felly.


"Hmm, baiklah sayang, kalau kau ingin makan sesuatu, bilang saja padaku, nanti aku akan membelikannya untukmu!" ucap Kenny sambil mencari di mana yang jual jus buah.


Setelah mencari, mereka menemukan penjual jus buah di depan sebuah minimarket, Kenny pun langsung memarkirkan mobilnya di sana.

__ADS_1


Mereka duduk di depan minimarket sambil menunggu pesanan mereka selesai.


"Ken, aku masih kepikiran dengan teror di Bali kemarin itu!" kata Felly tiba-tiba.


"Sudahlah sayang, kalau kau terus memikirkan itu, lama-lama pikiranmu jadi stress, jangan-jangan kau sakit karena terlalu stress!" ujar Kenny.


"Kira-kira siapa ya yang melakukannya!" gumam Felly.


"Tuh kan, di bilang jangan di pikirin, masih juga di pikirin, kau tak percaya padaku kalau aku bisa menjagamu??" tanya Kenny kesal.


Tak lama kemudian, jus pesanan Felly sudah selesai, dengan antusias Felly meminum jus mangga pesanannya, dalam waktu singkat jus mangga itu sudah habis. Kenny geleng-geleng kepala.


"Hmm, nyonya Kenny ini haus atau apa ya!" ujar Kenny sambil mencubit gemas pipi Felly dan membersihkan bibir Felly dengan tissue.


"Ah, segarnya!" seru Felly.


"Yuk, kita jalan lagi ke dokter!" kata Kenny sambil membayar jus Felly. Kemudian segera menuntun tangan istrinya itu untuk masuk ke dalam mobilnya.


Kenny kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Ken, setelah minum jus mangga, mendadak pusing ku hilang!" kata Felly.


"Syukurlah, tapi kita tetap harus periksa ke dokter sayang, aku tak mau terjadi apa-apa dengan mu!" ucap Kenny.


Tak lama mereka pun sampai di sebuah rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya, Kenny langsung membawa istrinya itu ke ruang praktek dokter.


Siang itu tidak terlalu banyak pasien, Kenny langsung membimbing istrinya itu masuk keruang praktek dokter.


"Selamat siang, ada keluhan apa nih?" tanya Dokter ramah.


"Istri saya tadi pagi demam Dok, dia juga muntah-muntah, semua makanan habis dia muntah kan, kecuali jus mangga yang baru kita beli tadi!" jelas Kenny polos.


Dokter itu hanya tersenyum menanggapi penjelasan Kenny.


"Sudah berapa lama kalian menikah?" tanya Dokter itu.


"Mungkin sekitar 2 Minggu lebih, ada apa Dok, memangnya sakit istri saya ada hubungannya dengan pernikahan kami?" Kenny semakin tak mengerti.


Sementara Felly sedari tadi hanya menyenggol tangan Kenny supaya tidak terlalu banyak bicara.


"Coba saya periksa sebentar!" ucap dokter.


Felly kemudian berbaring di ranjang pasien, Dokter itu memeriksa dengan seksama.


"Bagaimana Dok?" tanya Kenny tak sabar.


"Hmm, istri anda tidak kelihatan sakit, menurut saran saya, kalian kembali pulang, beli alat tes kehamilan, lihat hasilnya, saya akan memberikan resep vitamin saja!" ujar Dokter.

__ADS_1


Kenny terkesiap beberapa saat lamanya.


"Apa Dok? Hamil?" tanya Kenny tak mengerti.


"Kenny, sudahlah, kita ikuti saran dokter saja!" sergah Felly saat melihat ekspresi Kenny yang begitu polos.


"Nah, sepertinya istri anda lebih paham!" sahut dokter sambil menyodorkan secarik kertas ke arah Kenny.


"Trima kasih Dok!" ucap Felly.


"Nanti kalian boleh memeriksakan ke dokter kandungan, supaya bisa di pantau kehamilannya ya Bu!" ujar Dokter itu.


Setelah selesai berkonsultasi ke dokter umum, dan menebus vitamin kemudian membayar biaya administrasi. Mereka pun keluar dari rumah sakit beranjak akan pulang kerumah.


"Sayang, kamu beneran hamil? kita nikah kan belum satu bulan?" tanya Kenny heran.


"Kenny sayang, suamiku yang paling tampan, itu namanya kamu subur sayang, kamu tokcer, kamu sudah bisa menghasilkan anak di sini, benih mu benar-benar luar biasa!" puji Felly sambil mengusap pipi Kenny.


"Benarkah? Ayo kita ke apotik untuk membuktikannya!" sahut Kenny bersemangat.


"Sudah, tidak usah membuktikannya, ini sudah jelas sayang, aku hamil, hamil anak Kenny, sebentar lagi pria tampanku ini akan menjadi Ayah!" ucap Felly.


"Oh my God! Bahagianya hatiku!" seru Kenny sambil memeluk Felly.


"Kenny, kau sedang menyetir hati-hati!" seru Felly memperingatkan.


"Kapan kita berkonsultasi ke dokter kandungan sayang?" tanya Kenny tak sabar.


"Kapan-kapan Ken, besok juga tidak apa-apa, ini kan bukan sesuatu yang urgent!" jawab Felly.


"Tidak, aku tidak sabar ingin melihat keadaan bayiku, sekarang juga kita langsung ke dokter kandungan!" tegas Kenny.


"Ya ampun Ken, ini belum jadi bayi sayang, masih gumpalan, sabar Ken!" sahut Felly.


"Tidak, pokoknya sekarang kita cari dokter kandungan, aku juga tidak sabar ingin memberitahukan kabar bahagia ini pada Ayah dan Icha, dia pasti akan senang karena adik bayinya sudah jadi!" kata Kenny semangat.


Kenny langsung berbalik arah menuju ke rumah sakit, lalu dengan wajah cerah mendaftar konsultasi ke dokter kandungan.


"Ken, perutku!" Felly meringis sambil memegangi perutnya.


"Ada apa sayang? Perutmu kenapa?" tanya Kenny cemas.


"Aku lapar, dari pagi kan belum ada makanan yang masuk!" sahut Felly.


"Oh iya ya, dari pagi kan kau muntah-muntah terus!" kata Kenny yang langsung memboyong istrinya ke kantin rumah sakit.


Semua suster yang ada di situ menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2