
Siang itu, Felly datang ke sekolah menjemput Icha, sekalian membawakan bekal makan siang untuk Kenny.
Felly berjalan menyusuri koridor sekolah, kini perutnya sudah nampak membukit, Icha yang sudah menunggunya berlari mendapati Felly.
"Mami!!" panggil Icha.
"Icha sudah pulang?" tanya Felly sambil membelai rambut Icha.
"Sudah Mami, tadi aku menjawab paling cepat, makanya disuruh pulang cepat sama Bu Ira!" sahut Icha.
"Nih, Mami bawakan bekal buat Icha, satu lagi buat Papi, mana Papi?" tanya Felly.
"Tidak tau, biasanya Papi suka jalan keliling, sekarang ada di ruangannya kali, yuk kita ke ruangan Papi!" ajak Icha yang langsung menarik tangan Felly menuju keruangan Icha.
Semua guru dan staff yang bertemu dengan Felly menganggukan kepalanya hormat, mereka terus berjalan sampai ke ruangan Kenny. Felly langsung membuka pintunya, Kenny nampak masih bekerja di depan layar komputernya.
Melihat kedatangan Felly dan Icha, Kenny menghentikan aktifitasnya, dia tersenyum lalu langsung mematikan komputernya.
"Hmm, melihat kalian datang hatiku jadi adem!" kata Kenny yang langsung duduk di sofa ruangannya itu.
"Nih aku bawakan bekal makan siang mu Ken, makanlah bareng sama Icha!" ujar Felly sambil mengeluarkan bungkusan bekal makan siang buat Kenny dan Icha.
"Trima kasih sayang, kau memang istriku yang paling pintar mengikat hati suami!" ucap Kenny sambil mulai membuka kotak makannya.
Icha juga terlihat membuka kotak makanannya, merekapun makan sama-sama.
"Mami tidak makan?" tanya Icha.
"Tidak Cha, kan tadi Mami sudah makan di rumah sebelum berangkat!" jawab Felly.
"Mami nggak asyik ya Cha, masa kita berdua yang makan!" ujar Kenny.
Kenny mengambil makanannya, lalu menyuapkan ke mulut Felly.
"Aaa ...Mami biar Papi saja yang suapi!" ujar Kenny.
"Ah, kalian ini, aku kan sudah bilang kalau aku kenyang!" sergah Felly.
"Ini buat adik bayi, dia juga ingin makan bareng Papi sama kakaknya!" kata Kenny.
Akhirnya mau tidak mau Felly membuka mulutnya.
"Kalian adalah semangat hidupku!" ucap Kenny.
"Mami, di sini Papi jadi idola lho, teman-temanku banyak yang suka sama Papi, mereka banyak yang iri padaku, karena aku sudah jadi anak Papi!" tutur Icha.
"Oya?" tanya Felly.
"Iya Mami, Papi itu bukan cuma ganteng, tapi baik, gaul dan ramah sama orang-orang!" tambah Icha.
"Ah, Icha bisa saja promosinya, Icha bakat nih jadi marketing!" goda Kenny.
__ADS_1
"Beneran lho Papi!!" cetus Icha.
"Kalian pulang bareng Papi saja ya, tadi kau naik apa sayang?" tanya Kenny sambil menoleh kearah Felly.
"Naik taksi!" jawab Felly.
"Kebetulan, nanti setelah pulang dari sekolah, kita jalan-jalan sebentar ya!" kata Kenny.
"Asyyyikkk!" seru Icha senang.
Setelah mereka selesai makan, Kenny beringsut duduk mendekati Felly, kemudian mengelus perut Felly yang kini sudah terlihat menonjol. Kenny mengusapnya lembut dan penuh kasih sayang, kemudian mengecupnya.
"Anak Papi baik-baik ya di perut Mami, yang sehat, makan yang banyak, nanti temani Papi dan Kak Icha bermain!" ucap Kenny.
Mendengar tutur Kenny, Felly tiba-tiba menitikan air matanya.
"Ken, trimakasih sudah mencintai kami, kamu Papi yang hebat!" gumam Felly sambil mengelus rambut Kenny yang ada di atas perutnya.
"Mencintaimu adalah kebahagiaanku sayang, harusnya kau bahagia bukan bersedih!" ujar Kenny.
"Aku menangis karena bahagia, bukan sedih!" kata Felly.
"Huh, Papi kalau sudah sama mami pasti aku di cuekin!" sungut Icha yang langsung berdiri dari bergegas keluar dari ruangan Kenny.
"Icha mau kemana!?" teriak Felly.
"Main di luar!" sahut Icha yang langsung menghilang dari balik pintu.
"Hmm, anak itu tau saja kalau aku sedang berduaan dan sayang-sayangan sama Maminya," gumam Kenny.
"Lho, memangnya kenapa kalau di kantor? Kan kau itu istriku, mau ngapa-ngapain tidak ada masalah dong!" sergah Kenny.
"Iiih Kenny mulai nyebelin Ah!" Felly beringsut duduk menjauhi Kenny.
Namun Kenny terus mendekati Kenny, lalu dia mulai menangkup wajah Felly dengan tangannya.
"Mau apa kau? Jangan berbuat aneh-aneh disini!" tukas Felly.
Cup!
Tanpa basa-basi Kenny langsung mengecup bibir Felly.
"Hmm, manis dan lembut, lebih nikmat daripada es krim!" ucap Kenny.
"Kenny iiih, malu ciuman di sekolah, katanya kau seorang pendidik!" sergah Felly.
Cup!
Lagi-lagi Kenny mengecup bibir Felly, kini dia mengecup bibir itu dengan sangat dalam, hingga Felly pun terbuai dalam ciuman Kenny.
Ceklek!
__ADS_1
"Selamat siang Mister, ini ada laporan dari wali kelas .... "
Bu Iren masuk dan langsung menghentikan perkataannya saat melihat Kenny sedang berciuman dengan Felly.
Felly langsung mendorong dada Kenny menjauhinya.
"Oh, maaf!" ucap Bu Iren sambil memalingkan wajahnya.
"Bu Iren, lain kali kalau masuk harap ketuk pintu dulu!" seru Kenny.
"Maaf Mister, tadi saya terburu-buru!" sahut Bu Iren.
"Ada apa?" tanya Kenny.
"Ini ada laporan dari wali kelas 4, mengenai anak yang mengalami kdrt, dan konselor sekolah ingin mengadakan kunjungan!" kata Bu Iren.
"Oh, baguslah, silahkan lakukan apa yang menurut kalian baik, jangan lupa lapor terlebih dahulu pada Pak Budi!" ujar Kenny.
"Sudah Mister, sebelum kesini saya sudah laporkan ke pak Budi, dan beliau menyetujuinya!" sahut Bu Iren.
"Baik, nanti saya akan tinjau langsung kasus ini, sekarang kau boleh keluar Bu!" kata Kenny.
"Baik Mister, permisi, selamat siang!" Bu Iren langsung membalikan badannya alu berjalan keluar dari ruangan Kenny.
"Tuh! Apa ku bilang!" cetus Felly.
"Mau lanjut atau terusin di rumah?" goda Kenny sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iih Kenny Genit! Sudah ah, mending pulang!" sungut Felly sambil berdiri dan mengambil tasnya.
Kenny juga berdiri menyusulnya.
"Tunggu aku sayang! Kita pulang sama-sama!" panggil Kenny.
Saat mereka di luar, Icha nampak sedang bermain bersama dengan beberapa teman sekolahnya yang belum di jemput.
"Ayo Cha! Kita pulang!" Ajak Felly.
"Kita jadi ya jalan-jalan sama Papi!" ujar Icha semangat.
"Tau deh, tanya aja tuh sama Papi!" sahut Felly sambil menggandeng tangan Icha berjalan menyusuri koridor sekolah, sementara Kenny menyusul di belakangnya.
"Sayang! Tunggu dong, cepat sekali kalian jalan!" panggil Kenny sambil berjalan cepat menyusul Felly dan Icha,
Bu Iren dan Bu Ira, yang saat itu sedang berada di ruang perpustakaan dan melihat dari jendela Kenny yang berjalan cepat mengejar istri dan anaknya saling berpandangan.
"Ya ampun itu Mister Kenny! Beda banget sama kalau lagi pidato!" seru Bu Ira sambil menggelengkan kepalanya.
"Tadi waktu aku mau kasih laporan ke ruangannya, Mister malah terciduk lagi ciuman sama istrinya! Iih, bikin iri deh!" tambah Bu Iren.
"Aduuh, beruntung banget ya yang jadi istrinya Mister, padahal dulu kan dia itu janda satu anak, ah, jiwa jomblo ku meronta!" kata Bu Ira.
__ADS_1
Bersambung ....
****