Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kenny Berhenti Mengajar


__ADS_3

Pak Banu masih di rawat di rumah sakit, sementara Mbok Sumi yang menungguinya.


Kenny pulang ke rumah untuk mempersiapkan rencana pengunduran dirinya di sekolah internasional tempat dia mengajar.


Hatinya sebenarnya begitu berat meninggalkan sekolah yang sudah mensupport karirnya selama ini.


Namun mandat dari Ayahnya juga tidak bisa dia abaikan, walau bagaimana, Sekolah SD Rajawali adalah sekolah yang sudah di kelola Pak Banu selama bertahun-tahun.


"Belum selesai pekerjaanmu Ken?" tanya Felly.


"Belum Fell, kok rasanya aku berat hati ya untuk meninggalkan sekolah tempatku mengajar!" gumam Kenny.


"Hidup itu pilihan Ken, semua keputusan ada di tanganmu, kau harus yakin dengan keputusanmu sendiri!" ujar Felly.


"Aku sudah putuskan, hari Senin besok adalah hari terakhir aku mengajar di sana, biarlah setiap apa yang aku dapati di sekolah dulu, bisa aku terapkan di sekolah milik Ayah!" ucap Kenny.


"Apa maksudmu Ken?" tanya Felly.


"Aku akan mengubah sekolah SD Rajawali menjadi sekolah yang bertaraf internasional, aku akan membuka jenjang SMP dan SMA, aku akan pakai uang tabunganku untuk membangun sekolah itu, menjadi sekolah yang terbaik di kota ini!" jawab Kenny.


"Wah, kau hebat Ken, kau sangat hebat, idemu sangat keren!" puji Felly.


"Setiap hari aku bisa mengantar Icha ke sekolah, jadi Icha adalah putri pemilik sekolah, tidak akan ada yang berani membuly dia lagi!" ujar Kenny.


Felly merebahkan dadanya di dada Kenny.


"Aku sangat bahagia memiliki suami sepertimu Ken, kau masih muda tapi pikiranmu begitu maju!" ucap Felly.


"Siapa dulu istrinya!" bisik Kenny dengan kerlingan matanya.


"Iih, Kenny mulai nakal!" ujar Felly.


Tok ... Tok ... Tok ...


Suara pintu di ketuk, Felly langsung beranjak menuju ke arah pintu kamarnya.


Mbak Nur sudah berdiri di depan Felly.


"Ada apa Mbak?" tanya Felly.


"Itu Mbak, Pak Roy ada di luar!" ujar Mbak Nur.


"Roy??" tanya Felly. Dia langsung menoleh ke arah Kenny.


"Ayo kita temui dia sayang!" Kenny segera berdiri dan menuntun Felly berjalan menuruni tangga, di susul oleh Mbak Nur.


Roy nampak masih berdiri di depan gerbang rumah, Kenny dan Felly langsung mendekatinya.


"Roy? Ada apa kau kemari?" tanya Felly.


"Ibu Fell, ibu kumat lagi, aku mau membawanya ke dokter tapi uangku tidak cukup, boleh aku pinjam uang kalian?" tanya Roy.


Felly dan Kenny saling berpandangan.


"Tunggu sebentar!" kata Kenny yang langsung kembali masuk ke dalam.


Tak lama Kenny sudah keluar dengan membawa sebuah amplop berwarna coklat.

__ADS_1


"Ini pakailah untuk pengobatan ibumu, jumlahnya tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bisa membantu!" ucap Kenny sambil menyodorkan amplop itu pada Roy.


Dengan tangan sedikit gemetar, Roy menerimanya.


"Trima kasih, kalian begitu baik, padahal aku sudah berulang kali menyakiti kalian!" ujar Roy.


"Sudahlah, tidak usah basa basi, lebih baik sekarang cepat kau urus ibumu, karena aku tidak bisa membantu banyak, Ayahku juga sedang sakit!" cetus Kenny.


"Baik! Trima kasih!"


Roy langsung naik ke atas motornya dan mulai menyalakan mesinnya, tak lama dia sudah melajukan motornya meninggalkan rumah Kenny.


Kenny langsung merangkul Felly dan membawanya naik ke atas.


Icha nampak masih menonton tv bersama dengan Mbak Nur.


"Cha, ayo cepat tidur, tidak baik anak kecil tidur kemaleman!" kata Felly.


"Sebentar lagi Mami, tanggung nih!" Kilah Icha.


"Tanggung apa sih? Memangnya Icha nonton apa?" tanya Felly penasaran.


"Nonton sinetron kesukaannya Mbak Nur!" sahut Icha. Felly dan Kenny langsung melotot.


"Icha! Papi bilang cepat masuk ke kamarmu!!" hardik Kenny.


"Dih Papi nih, ikut-ikutan Mami saja! Kuno!" sahut Icha.


"Papi bilang masuk ya masuk!!" seru Kenny.


Dengan wajah cemberut Icha langsung berdiri dan masuk ke kamarnya.


Kemudian Kenny dan Felly mematikan lampu ruangan, mereka akan beranjak tidur.


Sebelum tidur, Kenny masuk ke dalam kamar Icha, Felly naik ke kamarnya duluan.


Hati Kenny tidak tenang karena tadi sempat membentak Icha.


"Cha! Icha sudah tidur belum?" tanya Kenny dari balik pintu.


Tidak ada jawaban. Kenny lalu perlahan membuka pintu kamar Icha, pintu itu tidak terkunci, Icha nampak tidur tertelungkup sambil menangis.


Kenny maju mendekati Icha dan membelai rambut anak itu.


"Cha, Icha kenapa? Icha marah sama Papi?" tanya Kenny lembut.


Terdengar suara isakan dari balik bantal.


"Maafin Papi ya Cha, Papi tidak bermaksud memarahi Icha, Papi hanya tidak suka Icha menonton tayangan yang bukan untuk anak seusia Icha!" jelas Kenny.


"Memangnya kenapa?" tanya Icha yang masih menyembunyikan wajahnya di bawah bantal.


"Kalau Icha suka sinetron, itu kan banyak adegan kekerasan, adegan dewasa yang Icha belum boleh untuk menontonnya, lebih baik Icha nonton film kartun atau film anak-anak lainnya!" jelas Kenny.


Perlahan Icha mulai mengangkat wajahnya, Kenny menghapus air mata Icha yang membasahi pipinya.


"Kalau Icha mau nonton, bilang Papi, nanti Papi yang akan menemani Icha!" ucap Kenny.

__ADS_1


"Iya Papi!" sahut Icha.


"Sekarang Icha tidur ya, sudah malam, besok kan Icha harus ke sekolah!" kata Kenny.


"Iya!" singkat Icha.


"Kalau begitu Papi pamit ya, Mami sudah menunggu di kamar!" pamit Kenny. Icha Menganggukan kepalanya.


"Papi, peluk aku!" kata Icha.


Kenny langsung memeluk Icha, kemudian mencium keningnya.


"Selamat malam Icha, selamat tidur ya!" ucap Kenny.


"Iya Papi!" sahut Icha.


Setelah Kenny menyelimuti Icha, dia segera keluar dari kamar Icha.


Kenny naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.


Kemudian dia membuka pintu kamarnya, Felly nampak sudah lelap tertidur.


Dengan lembut Kenny mengecup kening Felly, lalu menyusul tidur di sampingnya.


"Good night sayang!" bisik Kenny.


Dengan lembut Kenny mengusap perut Felly, sehingga Felly mengerjapkan matanya.


"Kenny? Kau sedang apa?" tanya Felly.


"Sedang bertegur sapa sama adik bayi!" jawab Kenny.


"Ah Kenny, sudah malam Ken, tidurlah!" kata Felly.


"Aku belum bisa tidur sayang, aku saat ini sedang ingin!" ujar Kenny.


"Sedang ingin apa? Jangan mulai deh, ini sudah malam!" Sergah Felly.


"Sebentar saja, boleh ya?" tanya Kenny dengan wajah yang penuh harap.


"Hmm, boleh tidak ya ..." gumam Felly.


"Fell, please ..." bisik Kenny.


Perlahan Felly pun menganggukan kepalanya.


"Besok hari terakhir aku mengajar, sedih sih, makanya layani aku malam ini!" pinta Kenny.


"Iya Ken, kau bersihkan tubuhmu dulu sana di kamar mandi!" ujar Felly.


"Jadi, di kasih kan malam ini?" tanya Kenny.


"Iya Iya, sudah sana, aku sudah mengantuk tau!" cetus Felly.


Dengan cepat Kenny menyambar handuknya dan langsung masuk ke dalam kamar mandinya.


Terdengar suara pancuran air dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


****


__ADS_2