
Kenny mengusap layar ponselnya dan beringsut berdiri dari duduknya, sementara Icha masih menikmati makanannya.
"Halo Ayah ..."
"Ken! Kau dimana? Semalam kau tidak pulang! Ayah mencarimu Ken ... pulanglah ... !" Suara Pak Banu dari seberang telepon.
"Baik Ayah, aku akan segera pulang." Sahut Kenny.
"Ya, Ayah tunggu!"
Kemudian Kenny segera mematikan layar ponselnya. Kemudian dia kembali duduk di samping Icha.
"Icha sudah belum makannya? Yuk kita pulang!" Kata Kenny.
"Sudah Mister, tapi kan aku belum makan es krim ... !" Sahut Icha.
"Cha, makan es krimnya di jalan saja ya, Mister sudah di tunggu Ayah Mister!" Icha menganggukkan kepalanya.
"Hei Mister, jangan bilang kalau sekarang Mister Kenny pacaran sama janda! Kami tidak rela!" Seru seorang remaja berseragam yang ternyata masih berdiri di situ.
"Lho ... kalian masih di sini?" tanya Kenny.
"Iya Mister, lebih baik Mister sama Miss Dini deh, dari pada sama janda, apalagi janda beranak satu!" cetus murid yang satu lagi.
"Diam kalian! Urusi saja ujian kalian untuk besok! Untuk apa mengurusi orang lain? Apalagi yang bukan jadi urusan kalian ... !" Hardik Kenny.
Beberapa murid Kenny itupun melangkah dengan cemberut meninggalkan Kenny dan Icha.
Setelah Icha membeli es krim, dengan cepat Icha langsung memakannya, Kenny juga memesan makanan untuk di bungkus, lalu Kenny membawa Icha ke parkiran motor untuk segera mengantar Icha pulang.
"Mister ... Janda itu apa sih?" tanya Icha tiba-tiba.
"Hmm ... apa ya, janda itu artinya tidak punya suami, single parent, contohnya seperti Mami Icha ... !" Jawab Kenny.
"Oooh ... jadi Mami itu janda ya ... " Gumam Icha.
"Iya Cha ... " Sahut Kenny. Icha nampak murung.
"Tapi Icha tenang saja, kalau nanti Mister jadi Papi Icha, Mami Icha tidak jadi janda lagi ... " Ujar Kenny.
"Benarkah? Jadi janda itu bisa hilang ya Mister?"
"Iya Cha, karena janda itu kan hanya sebuah status ... dan Icha tidak perlu memikirkan itu, oke?" Icha menganggukkan kepalanya.
"Oke Mister, tapi kenapa kakak-kakak yang tadi begitu ... ?"
"Begitu gimana Cha?"
"Mereka kan bilang Mister jangan sama janda ... memangnya janda itu jelek Mister? Tapi kan Mami cantik ..."
__ADS_1
"Tidak ada yang salah dengan status janda Cha, tapi banyak orang yang memang memandang sebelah mata dengan janda ... kecuali Mister!" Ucap Kenny.
"Tapi Mister sayang Mami kan? Walaupun Mami janda?" tanya Icha.
"Iya Cha ... Mister sayang Mami, juga sayang Icha ... " Jawab Kenny.
Icha mengeratkan pelukannya di pinggang Kenny yang sedang melaju melintasi keramaian jalan raya siang itu.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah Icha. Felly sudah duduk di teras menunggu kedatangan mereka.
"Kalian sudah pulang?" tanya Felly sambil membukakan pintu gerbang.
"Iya Mami, tadi aku sudah makan banyak dan makan es krim! Sekarang aku kekenyangan ... !" Seru Icha sambil memegangi perutnya.
"Memangnya Icha makan apa?" tanya Felly.
"Aku makan nasi sama ayam bakar Mami, Mister juga bungkusin kok buat Mami!" Sahut Icha.
"Oh Ya ... sekarang Icha masuk dan ganti baju ya, setelah itu bobo siang!" Ujar Felly. Icha langsung melesat masuk kedalam kamarnya.
"Ini makanan untukmu Fell ... " Kenny menyodorkan sebuah bungkusan makanan.
"Trima kasih Ken ... Harusnya kau tak perlu repot-repot." Sahut Felly.
"Aku tidak merasa repot sama sekali, aku senang melakukannya ... " Jawab Kenny.
"Terima kasih Ken ... "
"Ya, kamu pulanglah Ken ... Kasihan Ayahmu, sejak kemarin kamu tidak pulang!"
"Ya, aku akan bicara baik-baik dengan Ayah ... tentang hubungan kita." Ucap Kenny.
"Ken, kalau Ayahmu tidak suka denganku, kau jangan membicarakannya ... Sabarlah dan jangan buru-buru ... "
"Iya sayang, aku mengerti, aku harap kau juga sabar menungguku ... " Kenny membelai lembut wajah Felly.
"Sudah sana kau pulang! Katanya mau cepat ... !" Felly mendorong lembut tubuh Kenny.
"Tapi aku belum bisa pergi karena kamu belum menciumku ... !" Kenny mengedipkan sebelah matanya.
"Ah, sejak kapan Mister Kenny jadi genit begini ... !"
"Sejak pertama kali mengenalmu!" Sahut Kenny.
"Sudah! Kamu pulang saja ... "
"Tidak! Cium aku dulu, banyak orang yang ingin menciumku, masa kamu tidak ingin ... ayolah ..." Rajuk Kenny.
Akhirnya Felly maju mendekati Kenny dan mencium pipi Kenny dengan lembut. Wajah Kenny cerah seketika.
__ADS_1
"Nah, begitu dong, trima kasih ya sayang!"
Kenny mulai naik ke atas motornya dan mulai menyalakan mesinnya.
"Ken! Hati-hati!" Seru Felly.
Kenny Menganggukan kepalanya lalu perlahan bergerak meninggalkan rumah itu.
*****
Pak Banu sudah menunggu Kenny di ruang tamu, saat Kenny sudah sampai di rumahnya.
Kenny segera masuk dan duduk di hadapan Ayahnya itu.
"Ken, semalam kau menginap di mana?" tanya Pak Banu.
"Aku tidur di tempat Leo Ayah ... !" Sahut Kenny.
"Hari ini kau ke Sekolah?" Kenny menganggukkan kepalanya.
"Kenny, Ayah tau saat ini kau sudah dewasa, kau sudah bisa menentukan hidupmu sendiri ... maafkan Ayah kalau Ayah terlalu keras bicara padamu." Ucap Pak Banu melembut.
"Aku juga minta maaf Ayah ... " Kata Kenny.
"Ken, Ayah sudah tua, bahkan kini Ayah sudah akan pensiun ... sekolah Ayah, SD Rajawali itu, Ayah akan wariskan untukmu, kau bisa mengelola sekolah itu, walaupun kini kau mengajar di sekolah internasional ... "
"Ayah belum tua, bahkan Ayah belum mempunyai cucu!" Sahut Kenny.
"Kenny ... Kenny ... asal kau tau, Ayah sangat ingin memiliki cucu darimu, kau tau sejak lama kita hanya tinggal berdua, Ayah merindukan ada keramaian di rumah ini, ada kehidupan yang baru di tempat ini ..." Pak Banu nampak menerawang.
"Aku bisa memberikan Ayah banyak cucu kalau Ayah mau ... " Ujar Kenny.
"Oya?!" Pak Banu terkekeh.
"Aku juga ingin segera menikah Ayah, supaya tidak ada lagi yang mengejarku ... aku capek!"
"Hahaha kau mewarisi wajah ibumu Ken, manis dan rupawan .... tidak heran banyak gadis yang mengejar mu!"
"Huh! Ayah bisa saja!"
"Ayah tak lagi memaksamu untuk menikahi Dini Ken, tapi Ayah hanya minta satu darimu, menikahlah dengan gadis perawan, kau layak mendapatkan itu!" Ujar Pak Banu.
Untuk beberapa saat lamanya Kenny terdiam, tidak mampu untuk menyanggah perkataan Ayahnya.
"Tapi..."
"Sudahlah Ken, sebaiknya kau masuk kamar dan beristirahatlah...kau pasti kurang tidur sejak kemarin!"
Pak Banu segera bangkit dari duduknya, dan melangkah masuk ke dalam, meninggalkan Kenny yang masih duduk termangu di tempatnya.
__ADS_1
Bersambung ...
*****