Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Perubahan Sekolah Rajawali


__ADS_3

Kenny duduk di depan laptopnya, malam itu dia akan membuat perencanaan dan progress untuk sekolahnya, sekolah SD Rajawali.


Dia mulai mengetik apa-apa saja yang perlu di berikan inovasi, semua tertulis dengan sangat detail.


Felly menghampiri suaminya itu dengan membawa satu gelas kopi susu panas.


"Duh, suamiku ini profesional sekali bekerja, pantas saja waktu dulu kau mengajar kau mendapat predikat guru paling populer di sekolah!" puji Felly.


Kenny tersenyum sambil mengambil kopi susunya dari tangan Felly.


"Sebuah ide brilian itu memang harus di rencanakan dengan matang dan totalitas!" ujar Kenny sambil menyeruput kopi susunya.


"Kau bukan cuma tampan di wajah Ken, otakmu juga cemerlang, hmm ... Aku jadi makin cinta deh!" goda Felly.


"Kau tidur duluan saja sayang, jaga kondisi kehamilanmu ini, apalagi usia kandungan mu kan masih sangat muda!" ucap Kenny sambil mengelus perut Felly, lalu kemudian menciumnya.


"Tapi aku mau menemanimu Ken, dedeknya juga pengen dekat Papinya terus nih!" Felly mulai manja duduk di pangkuan Kenny.


"Kalau ada kamu, konsentrasi ku jadi buyar, nanti malah aku konsentrasi di hal yang lain hehehe!" ujar Kenny terkekeh.


"Iih, Kenny, sudah sana lanjutkan pekerjaanmu, aku duduk saja di sebelahmu deh!" ujar Felly yang langsung turun dari pangkuan kenny lalu duduk di bangku sebelah Kenny.


Kenny mulai kembali mengetik, melanjutkan setiap perencanaan yang dia tulis.


"Felly, besok anak-anak pulang sekolah lebih cepat, karena ada rapat dewan guru bersama denganku, Icha akan kelamaan kalau menungguku rapat!" ucap Kenny.


"Kalau begitu, biar aku yang menjemput Icha, jadi kau rapat saja!" sahut Felly.


"Tapi bagaimana kondisimu? Apa kau tidak mual lagi?" tanya Kenny sambil menoleh kearah Felly.


"Tidak lah, aku naik motor saja biar cepat sampai!" timpal Felly.


"Jangan! Kondisi lagi hamil masa mau naik motor, lebih baik kau naik taksi online, atau aku antar dulu lah, nanti aku balik ke sekolah lagi!" usul Kenny.


"Jangan Ken, bersikaplah profesional, jangan seperti itu, aku tidak apa-apa!" sangkal Felly.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang sudah malam, kau tidurlah sayang, kali ini aku sedikit memaksamu, tunduklah pada perintahku, tidur sekarang!" titah Kenny.


Akhirnya Felly beranjak naik ke tempat tidurnya, sementara Kenny melanjutkan pekerjaannya.


****


Setelah Kenny dan Icha berangkat ke sekolah, Kenny mulai berkeliling meninjau sekolahan, kini dia berada di kantin sekolahnya, kantin yang tidak terlalu besar namun menyajikan banyak sekali makanan dan jajanan.


Kenny menuju ke sebuah kantin yang paling ramai, setiap orang yang melihat Kenny menunduk hormat.


"Eh, selamat pagi Mister Kenny!" sapa ibu kantin.


"Pagi Bu, jual apa saja Bu?" tanya Kenny sambil mengamati meja kantin tersebut.


"Ya makanan Mister, yang di sukai anak SD, minuman juga ada!" jawab ibu kantin.


Mata Kenny tertuju pada jenis makanan yang warnanya mencolok, kemudian dia mulai mengamati jenis makanan itu.


"Bu, ini sepertinya banyak mengandung zat pewarna makanan, tidak baik untuk kesehatan anak-anak Bu!" ujar Kenny. Ibu kantin nampak terkejut.


"Lho, saya sudah lama jualan itu Mister, justru makanan itu yang paling di gemari anak-anak, buktinya sampai sekarang tidak ada keluhan!" tukas Bu kantin.


"Jadi saya harus gimana Mister? masa saya buang makanannya?!" tanya Bu Kantin.


"Di ganti saja jenisnya Bu, saya juga tidak akan mengijinkan di kantin jual mie instan atau makanan instan lainnya, jual makanan yang sehat-sehat supaya timbul kepercayaan dari orang tua murid kalau jajan di sini tuh sehat!" tutur Kenny.


"Baiklah Mister!" sahut ibu kantin dengan wajah mendung.


"Ibu jangan takut rugi, kesehatan itu lebih penting, nanti saya akan menambah modal buat ibu jualan di sini!" ucap Kenny.


"Wah, trima kasih Mister!" seru Bu kantin sambil menyalami Kenny.


Seorang OB datang menghampiri Kenny.


"Selamat pagi Mister, Pak Budi mencari anda, katanya rapat akan segera di mulai!" kata OB itu.

__ADS_1


"Baik, saya akan kesana!" jawab Kenny.


Kenny langsung berjalan menuju ke ruang rapat guru.


Semua dewan guru sudah menunggu di tuang rapat, mengelilingi meja besar.


Saat Kenny masuk dengan mengenakan setelan jas rapi, semua yang menatapnya menunduk hormat.


Kenny duduk di tengah di apit oleh Pak Budi kepala sekolah, dan Bu Nuri, wakil kepala sekolah.


"Selamat pagi semuanya, rapat kita hari ini bersama dengan Mr. Kenny, selaku Owner di sekolah ini sekaligus pimpinan tertinggi adalah membahas tentang perubahan sistem dan inovasi terbaru untuk peningkatan mutu dan perkembangan sekolah SD Rajawali. Waktu dan tempat kami persilahkan Mister Kenny!" kata Pak Budi memberikan kata sambutan.


Kenny mulai berdiri memberikan penjelasan, di belakangnya sudah ada whiteboard untuk secara detil dia menjelaskan perencanaan yang sudah di ketiknya semalam.


"Jadi begini bapak dan ibu guru yang saya hormati, sekolah kita dalam waktu dekat akan mengadakan perubahan yang signifikan, supaya sekolah ini bisa terangkat bahkan bisa menjadi sekolah yang terbaik di kota ini!" ujar Kenny.


Suara tepuk tangan terdengar riuh di ruangan itu.


"Pertama-tama, kita harus memperhatikan kondisi lingkungan intern dulu, misalnya kualitas dalam proses belajar mengajar, kemarin ada 3 orang anak yang dihukum hanya karena tidak mengerjakan tugas, padahal mereka punya alasan mengapa tidak mengerjakan tugas, para guru hendaknya memperhatikan ini!" lanjut Kenny.


Semua guru mendengarkan dengan seksama apa yang di jelaskan oleh Kenny.


"Lalu yang berikut tentang kualitas kantin kita, saya baru menemukan bahwa ada kantin yang menjajakan makanan yang tidak layak makan oleh anak-anak di masa pertumbuhan, itu akan menurunkan kualitas sekolah kita, karena orang tua mau anaknya sehat. Mulai sekarang harus di perbaiki sistem Kantin!" ujar Kenny.


"Maaf Mister, Menurut saya semua makanan yang masuk kantin sudah melewati uji makanan, dan kita sudah menjalankan itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah ada masalah!" sanggah Bu Iren, seorang guru senior wali kelas 6.


"Baik, memang tidak ada masalah, tapi apa salahnya kita meningkatkan kualitas makanan di kantin, itu akan meningkatkan performa sekolah kita, lebih baik mencegah dari pada mengobati!" jawab Kenny.


"Wah, Mister Kenny itu hebat, walau masih muda, tapi dia sangat bijaksana!" puji Bu Nuri, wakil kepala sekolah.


"Saya sependapat dengan Bu Nuri, kantin kita memang perlu diadakan inovasi agar bisa menarik murid baru, harus bagus dan sehat, maka orang tua juga tidak khawatir mengenai kesehatan anak mereka!" tambah Pak Budi.


"Satu lagi, saya akan mencari konselor sekolah yang handal untuk membantu para murid memecahkan masalah mereka, terutama yang berkaitan dengan sosial dan pendidikan, ini penting untuk sumberdaya manusia yang lebih berkualitas nantinya!" jelas Kenny.


Mereka terus membahas masalah sekolah sampai tak sadar waktu sudah menjelang jam 1 siang.

__ADS_1


Kenny memesan makan siang untuk para guru dan dewan sekolah yang ikut rapat hari itu dengan aplikasi lewat ponselnya.


****


__ADS_2