
Putusnya hubungan Kenny dan Dini menjadi perbincangan hangat di sekolah.
Pasalnya bukan siapa yang menyebarkan berita itu, namun sikap keduanya yang tak lagi sering bersama.
Biasanya di sekolah, Kenny dan Dini sering jalan atau makan sama-sama di kantin.
Namun sejak mereka putus, mereka nampak berjauhan satu dengan yang lain.
Kini Dini sering bergabung dengan para guru yang lain, sedangkan Kenny kembali menjadi kejaran dari para murid dan guru yang kini bebas mendekatinya.
Siang itu pada jam istirahat, Kenny lebih memilih bermain piano di ruang musik sekolah, dia enggan pergi makan ke kantin yang jadi tempat berkumpulnya orang-orang pada jam istirahat.
Musik adalah dunia Kenny yang lain, dia bisa menghabiskan banyak waktu hanya dengan bermain musik.
Tanpa sadar, banyak mata yang memperhatikan dan menikmati permainan musik Kenny.
Hingga seseorang datang menghampiri Kenny dan menepuk bahunya.
"Eh...Pak Chandra?" tanya Kenny terkejut saat melihat sang kepala sekolah sudah berdiri di belakangnya.
"Apa yang kau lakukan di sini Mister Kenny? Kau tidak ada kelas hari ini?" Sahut Pak Chandra.
"Maaf Pak...saya baru ada kelas di jam terakhir..."
"Kau lihat Mister...Bell masuk sudah berbunyi, tapi banyak murid yang malah menonton mu di tempat ini...kenapa kau tidak di ruang guru saja?" tanya Pak Chandra.
"Oh...maaf Pak...saya beneran tidak sadar, kalau begitu saya akan kembali ke ruang guru...!" Kenny segera berdiri dari tempatnya, di sambut dengan suara riuh gempita dari orang-orang.
"Mister Kenny Keren....!" Seru salah seorang murid.
"I Love You Mister...!" Teriak murid dari barisan belakang.
Kenny terus berjalan meninggalkan ruang musik tanpa berani menoleh lagi.
Ini adalah salah satu konsekuensi putusnya Kenny dengan Dini, dia kembali mengalami masalah seperti dulu.
Kenny menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya di ruang guru.
"Makanya Ken...seharusnya kau dan Dini jangan putus...lihat sendiri kan akibatnya..." Kata Mam Indah, salah satu guru senior di situ.
Mam Indah adalah guru matematika yang sudah 20 tahun mengabdi di sekolah itu, usianya kini sudah 45 tahun.
"Mau gimana lagi Mam...hati kan tidak bisa di paksakan walaupun hanya pura-pura..." Sahut Kenny.
"Wajar saja kalau banyak yang mengejar mu Ken...kau bukan hanya tampan di wajah, kau juga multi talenta...mungkin kalau aku masih muda, aku akan ikut barisan mereka..." Kata Mam Indah, Kenny tertawa mendengarnya.
"Hahaha apa kau punya solusi Mam?" tanya Kenny.
"Ada..."
"Apa? Cepat katakan padaku...!" tanya Kenny tak sabar.
"Kau cepatlah menikah..."
__ADS_1
"What?? Menikah? Oh my God...!" Seru Kenny.
"Kenapa? Dengar-dengar kau sudah punya wanita yang sudah berhasil mencuri hatimu..."
"Tapi...ayah ku kurang setuju dengannya Mam..." Sahut Kenny.
"Kenapa?"
"Karena dia seorang janda beranak satu...sedangkan aku masih perjaka tulen..." Jawab Kenny. Mam Indah membulatkan matanya.
"Aku tidak salah dengar kan? Janda beranak satu? Hebat juga selera mu..."
"Ah...kau jangan meledekku Mam...memangnya salah kalau aku jatuh cinta dengan janda? Walau janda dia itu sangat cantik dan manis, usianya juga masih muda..." Jelas Kenny.
"Tapi tetap dia lebih tua darimu kan..."
"Hanya sedikit...paling tiga tahun di atas ku..."
"Aku doakan masalahmu bisa teratasi Ken...!" Mam Indah berdiri dan menepuk lembut bahu Kenny.
****
Sore ini Kenny melajukan motornya menuju rumah Icha, selain jadwal mengajar, momen ini adalah momen yang selalu di tunggu oleh Kenny.
Tin...tin...tin...
Hanya dengan suara klakson, pintu gerbang rumah itu sudah terbuka, dan seperti biasa, seorang gadis kecil menyambut kedatangan Kenny.
"Mister Kenny...!" Seru Icha yang berlari-lari mendapati Kenny.
"Iiih...Mister...kok malah tanyain Mami? Yang mau belajar kan aku!" Cetus Icha.
"Oh..iya ya...Mister kok lupa kalau mau ngelesin Icha..." Kenny menggaruk kepalanya.
"Ih, Mister nyebelin! Ayo sini masuk buruan...! Aku punya sesuatu buat Mister!" Icha menarik tangan Kenny masuk ke dalam rumahnya.
Sesampainya di ruang tamu, Icha menyodorkan sebatang coklat pada Kenny. Laki-laki itu tersenyum senang.
"Ini buat Mister?" tanya Kenny.
"Ya iya lah...masa buat satpam!" Sahut Icha.
"Trimakasih ya Cha...tau aja Mister suka makan coklat...yuk kita makan sama-sama...." Kenny mematahkan coklat itu menjadi dua bagian. Lalu memberikan yang setengahnya untuk Icha.
"Hihihi....kita jadi makan coklat berdua Mister...padahal kan coklatnya buat Mister semua..."
"Tidak apa Cha, nanti kalau kebanyakan bisa sakit gigi lho..." Kenny mengelus rambut Icha.
"Mister...hari ini aku bisa lho kerjain soal matematika di sekolah...aku langsung di puji sama Bu Ira..."
"Oya...hebat dong...Mister jadi seneng dengarnya..."
"Iya dong...aku kan belajar sungguh-sungguh..." Sahut Icha bangga.
__ADS_1
"Cha...tadi belum jawab pertanyaan Mister...Mami di mana?" tanya Kenny.
"Ciee...kangen nih Yee....Mami ada di kamar Mister, kakinya sakit habis jatuh dari atas...gara-gara betulin jemuran yang putus..." Jawab Icha.
Mbak Nur datang sambil membawa minuman dan makanan ringan.
"Mbak Nur...Kata Icha Felly jatuh? Kenapa?" tanya Kenny cemas.
"Itu Mister....kakinya keseleo, baru habis di urut sama Mbak Nur...ibu jatuh dari tangga waktu betulin jemuran yang putus...karena musim hujan...jadi licin kali..." Jelas Mbak Nur.
"Kenapa tidak minta bantuan ku saja Mbak? Kan aku sering datang kemari..."
"Ibu tidak mau merepotkan Mister katanya..." Sahut Mbak Nur.
"Aku boleh lihat keadaannya?" tanya Kenny cemas.
"Boleh kok...ayo masuk saja Mister..." Jawab Mbak Nur.
"Mister aku ikut!" Icha langsung melompat ke punggung Kenny, dan merekapun berjalan menuju kamar Felly.
Felly masih terbaring dengan kaki yang terlihat bengkak dan memar.
Kenny langsung menurunkan Icha dan mendekati Felly dan duduk di sisi ranjang Felly.
"Kamu tidak apa-apa Fell? Mengapa tidak minta bantuan ku? Kakimu jadi bengkak begini...kita ke dokter ya...?" Ajak Kenny. Felly menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah Ken...kau terlalu berlebihan...ini kan hanya terkilir biasa..."
"Tapi aku sangat menghawatirkan mu Fell...ini pasti sakit sekali..." Kenny mengusap lembut kaki Felly yang bengkak.
"Kau perhatian padaku saja aku sudah senang Ken..."
"Lain kali...kalau perlu bantuan ku...katakan saja...naik ke atas adalah pekerjaan laki-laki...seharusnya kau tidak melakukannya..." Kenny mulai mengusap rambut Felly.
"Ah Kenny....kau terlalu berlebihan..."
"Berlebihan katamu? Menurutku itu hal yang wajar....karena aku sayang padamu..." Ucap Kenny.
"Kalau Mister sayang Mami...Mister tinggal di sini saja sama Mami dan aku...pasti Mami tidak akan jatuh lagi, karena ada Mister..." Cetus Icha tiba-tiba.
Kenny mengalihkan pandangannya ke Icha, lalu membelai lembut rambut Icha yang kini ada di sampingnya.
"Iya Cha...tapi Mister harus menikah dulu dengan Mami Icha, baru Mister bisa tinggal di sini sama-sama Icha dan Mami...." Jelas Kenny.
"Hah...menikah? Berarti aku beneran bakal punya Papi dong...asyiiik....Mami! Ayo menikah dengan Mister Kenny...!" Icha terlihat sangat antusias.
"Ken...kau terlalu buru-buru...bahkan aku saat ini kan bukan siapa-siapamu..." Ujar Felly menunduk.
"Siapa bilang kau bukan siapa-siapa aku Fell....sekarang kau adalah pacarku, kekasihku...apa itu kurang jelas??"
Kenny menarik dagu Felly dan di tatapnya dengan dalam wajah Felly yang saat itu sedang kemerahan.
Bersambung ...
__ADS_1
****