Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kenny Sakit


__ADS_3

Malam itu mereka baru tiba di Jakarta. Setelah turun dari bus, Kenny segera mengendarai mobilnya mengantar Felly dan Icha kerumah mereka.


Sementara Dini diantar oleh Pak Chandra, karena Dini dalam keadaan sakit, sebagai seorang kepala sekolah Pak Chandra bertanggung jawab untuk mengantar Dini sampai di rumah.


Setelah Kenny tiba di rumah Icha, Mbak Nur sudah terlebih dahulu membuka gerbang rumah sambil menunggu kedatangan mereka.


Icha yang sudah tertidur langsung di bopong Mbak Nur ke kamarnya.


"Trimakasih ya Ken, kau langsung pulang saja supaya bisa istirahat, wajahmu terlihat pucat Ken!" ujar Felly sambil menatap lekat Kenny yang terlihat agak pucat.


Memang Kenny sangat lelah, liburannya bahkan lebih banyak untuk mengurus Dini yang sakit dan menggendong Icha.


Punggungnya bahkan terasa sangat pegal. Apalagi di puncak jalan menanjak. Badannya terasa remuk redam.


"Maafkan aku ya Fell, mungkin family gathering kali ini aku kurang bisa membahagiakanmu dan Icha!" Ucap Kenny.


"Sudahlah Ken, aku juga tak mempermasalahkan itu, aku tau posisimu, lebih baik kamu cepat pulang, supaya cepat istirahat!" Kata Dini yang segera akan beranjak meninggalkan Kenny.


"Fell, cium aku dulu supaya aku tetap semangat!" Pinta Kenny.


Felly menoleh dan langsung kembali mendekati Kenny.


"Manja!" Bisik Felly yang kemudian langsung mengecup pipi Kenny.


"Wajahmu panas Ken, sepertinya kamu demam!" Ujar Felly khawatir.


"Iya, kepalaku agak pusing dan badanku juga pegal-pegal!" Jawab Kenny.


"Ya sudah makanya kamu cepat pulang, supaya bisa istirahat!" Sergah Felly yang langsung mendorong tubuh Kenny kembali masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintunya.


"Ya, ya ... aku pulang! Trimakasih ya ciumannya ... I Love You!" Ucap Kenny sambil melajukan mobilnya perlahan meninggalkan Kenny.


"I Love You too, Ken!" Gumam Felly sebelum masuk dan menutup pintu gerbang rumahnya.


Sementara Kenny yang sedang mengemudikan mobilnya terus menahan rasa pusing di kepalanya. Tangan kanannya memegang kemudi sedangkan tangan kirinya memegang dahinya.


Tidak lama kemudian Kenny pun sudah sampai di rumahnya.


Setelah memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam, mata Kenny mendadak menjadi gelap, pandangannya kabur dan tubuhnya terasa melayang.


Bruukkk!!


Kenny jatuh tersungkur di ruang tamu rumahnya.


Mbok Sumi, asisten rumah tangga yang baru, terkejut saat mendengar suara orang terjatuh, dia langsung keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Matanya terbelalak saat melihat Kenny sudah tergeletak di lantai ruang tamu itu. Spontan Mbok Sumi langsung membangunkan Pak Banu.


"Pak! Pak! Bangun Pak! Ada orang pingsan di ruang tamu!" Seru Mbok Sumi sambil terus mengetuk pintu kamar Pak Banu.


Tak lama Pak Banu segera keluar dari kamarnya dengan mata yang terlihat merah karena baru bangun tidur.


"Ada apa sih Mbok! Malam-malam mengagetkan orang saja!" Dengus Pak Banu.


"I ... Itu Pak, Ada orang pingsan Pak!" Sahut Mbok Sumi gugup.


Pak Banu mengikuti langkah kaki Mbok Sumi yang tergooh-gopoh itu.


"Kenny!!" Pekik Pak Banu saat melihat Kenny yang tergeletak di lantai itu. Dia langsung mendekati putranya itu.


"Ini anak saya Mbok! Ayo bantu saya mengangkatnya ke sofa, ini badannya panas sekali!" Ujar Pak Banu panik.


Mbok Sumi langsung membantu Pak Banu memindahkan Kenny ke sofa dekat situ, karena kalau di pindahkan ke kamar agak jauh, mereka tidak kuat mengangkat tubuh Kenny yang tinggi besar itu.


"Mbok, tolong ambilkan kompresan dan air minum untuk anakku!" Perintah Pak Banu.


Mbok Sumi langsung ke dapur mengambil apa yang di minta Pak Banu. Tak lama dia sudah kembali.


Dengan cepat Pak Banu mengompres dahi Kenny, kemudian menepuk pipinya perlahan.


Kenny mengerjapkan matanya, namun belum terbuka sempurna, kepalanya masih terasa pusing.


"Ayah?" Gumam Kenny sambil memegangi kepalanya.


"Ken, badanmu demam, Ayah bawa ke dokter ya?" tawar Pak Banu. Kenny menggelengkan kepalanya.


"Tidak Ayah, aku cuma butuh istirahat saja, papah aku ke kamar Ayah!" Pinta Kenny.


Mbok Sumi datang sambil membawa obat demam dan segelas air hangat.


"Ini obatnya Pak!" Kata Mbok Sumi sambil menyodorkan ke arah Pak Banu.


"Minum dulu obatnya Ken, supaya suhu tubuhmu bisa turun!" Pak Banu membantu Kenny untuk bangun dari tidurnya. Kenny duduk sambil bersandar pada sofa.


"Trimakasih Ayah!" Ucap Kenny.


"Ya, ya ... besok kau tak usah masuk ke sekolah, nanti Ayah ijinkan sama Pak Chandra!" Kata Pak Banu.


"Kau jangan terlalu mencemaskanku Ayah, mungkin saja aku ketularan Dini, waktu itu kan Dini juga sakit seperti ini!" Sergah Kenny.


"Hah? Dini juga sakit?" tanya Pak Banu heran.

__ADS_1


"Iya Ayah, sekarang tolong antar aku ke kamar, aku mau tidur!" Pak Banu di bantu Mbok Sumi segera memapah Kenny ke kamarnya.


Tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, Kenny langsung terbaring di tempat tidurnya sambil memejamkan mata. Mbok Sumi menempelkan kain kompresan di dahi Kenny.


"Nanti kalau butuh apa-apa, Mas Kenny panggil Mbok saja ya?!" tawar Mbok Sumi. Kenny menganggukan kepalanya.


"Trimakasih Mbok!" Jawab Kenny. Lalu Pak Banu dan Mbok Sumi bergegas keluar dari kamar Kenny.


*****


Menjelang pagi hari, Kenny nampak belum keluar dari kamarnya.


Pak Banu duduk di teras sambil membaca koran.


Mbok Sumi membawa nampan berisi sarapan dan susu hangat ke kamar Kenny.


Karena pintu tidak di kunci, Mbok Sumi langsung masuk. Kenny masih nampak tertidur.


"Mas, ini sarapannya, silahkan di makan mas, mumpung masih hangat!" tawar Mbok Sumi.


Kenny tetap tidak bergeming, wajahnya masih terlihat pucat.


Perlahan Mbok Sumi mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke pipi Kenny.


"Waduh Mas! Kok panas sekali ya, padahal kan semalam sudah minum obat?" gumam Mbok Sumi.


Terdengar suara gigi Kenny yang beradu seperti orang yang sedang kedinginan.


Kemudian Mbok Sumi langsung keluar dari kamar Kenny dan bergegas menghampiri Pak Banu.


"Pak! Pak! Mas Kenny demam tinggi Pak! Sepertinya sakit nya serius!" Seru Mbok Sumi.


Pak Banu terkejut dan langsung mendatangi kamar Kenny.


"Mbok, tolong siapkan baju-baju Kenny, kita mau berangkat kerumah sakit sekarang!" Ujar Pak Banu.


Mbok Sumi langsung mengambil tas dan memasukan beberapa baju Kenny kedalam tas, sementara Pak Banu berusaha membangunkan Kenny untuk mengantarnya ke rumah sakit.


"Ayah? Kenapa kalian begitu panik?" tanya Kenny saat membuka matanya perlahan.


"Kau demam tinggi dan wajahmu pucat, ayo berangkat ke rumah sakit, Ayah akan memeriksakan kesehatanmu! Kau jarang sakit seperti ini Ken! Kau jangan membuat Ayah khawatir, kau anak Ayah satu-satunya!" Ucap Pak Banu yang langsung memapah Kenny berjalan perlahan keruang depan.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2