
Tak terasa, hari pernikahan Kenny dan Felly tinggal menghitung hari, mereka sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, undangan sudah di bagikan, baju pengantin sudah di pilih, gedung pesta dan catering juga sudah di bayar.
"Ciyee yang sudah mau menikah, besok kau sudah mulai cuti dong Ken?" tanya Mam Indah. Kenny menganggukan kepalanya.
"Iya Mam, aku ambil cuti seminggu, lumayan kan bisa bulan madu dulu!" sahut Kenny.
"Halah gayamu Ken! Pakai bulan madu segala, kamu nikah lusa kan? Gimana nih perasaannya menghadapi malam pertama? Jadi penasaran aku!" ujar Mam Indah.
"Rahasia dong Mam! Masa aku umbar di sini, yang pasti aku bahagia banget, akhirnya aku bisa mengakhiri masa lajang ku dan berubah status menjadi suami," ucap Kenny.
Tiba-tiba Rio masuk dan langsung menghampiri Kenny dan menepuk bahunya.
"Mister Kenny! Kau di panggil Pak Chandra ke ruangannya!" kata Rio.
"Oke deh, aku ke ruangan Pak Chandra dulu ya ...!" Kenny segera bangkit dari duduknya.
"Ken! Tak lama lagi aku akan menyusulmu menikah!" seru Rio saat Kenny sudah melangkah pergi.
Kenny mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Rio. Kemudian dia segera pergi keluar meninggalkan ruang guru.
Langkah Kenny terhenti di depan ruang kepala sekolah, perlahan dia membuka pintu yang nampak tidak rapat itu.
"Selamat siang Pak Chandra, kata Mister Rio bapak memanggil saya?" tanya Kenny. Pak Chandra Menganggukan kepalanya.
"Duduklah Ken!" Pak Chandra mengulurkan tangannya mempersilahkan Kenny duduk di hadapannya.
"Trima kasih Pak!" ucap Kenny.
"Akhirnya kau menikah juga Ken, Ayahmu akhirnya mengijinkanmu untuk menikah dengan pilihanmu!" kata Pak Chandra.
"Iya Pak, Ayah sudah merestuiku, lusa aku sudah resmi menyandang status sebagai suami, semoga melalui aku menikah, tidak akan ada lagi wanita yang mengejarku!" ujar Kenny. Pak Chandra tertawa mendengarnya.
"Hati-hati Ken! Justru kalau kau sudah menikah nanti, akan menjadi masalah jika masih ada wanita yang mengejar mu! Kau harus menjaga dirimu, rubah penampilanmu, jangan lagi bergaya seperti anak muda!" ucap Pak Chandra.
"Ah, Bapak bisa saja! Dari dulu aku biasa saja dalam hal penampilan, tapi kalau dari lahir sudah keren kan bukan salahku dong!" Tukas Kenny sambil tersenyum.
"Sudah! Ini ada bonus dari sekolah, anggap saja sebagai hadiah pernikahanmu!" Pak Chandra menyodorkan amplop coklat ke arah Kenny.
__ADS_1
"Pak, trimakasih, saya sangat terharu, sekolah sampai memberikan hadiah seperti ini ..." ucap Kenny.
"Santai saja Ken, anggap saja itu sebagai bentuk apresiasi atas pengabdianmu selama mengajar di sekolah ini, terima saja, lumayan kan buat tambahan bulan madu mu!" kata Pak Chandra yang membuat Kenny tersipu malu.
"Ah, Pak Chandra tau saja kalau aku akan bulan madu!" sahut Kenny.
"Ya tau lah Ken! Setiap pasangan pengantin kan pasti sangat memimpikan itu.
"Sekali lagi saya ucapkan banyak trima kasih Pak, saya terima pemberian dari sekolah ini dengan senang hati!" Kenny segera meraih amplop itu dan langsung memasukannya ke dalam saku bajunya.
"Ya Ken, selamat berbahagia! Kami akan datang di pesta pernikahanmu nanti!" ucap Pak Chandra.
"Kalau begitu saya mohon diri pak, trimakasih dan saya tunggu kehadiran bapak sekeluarga!" pamit Kenny sambil berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ruangan Pak Chandra.
Kenny terus berjalan menyusuri koridor sekolah yang nampak sepi, dia berjalan ke arah parkiran untuk segera pulang kerumah.
Namun, langkahnya terhenti saat melihat ada kerumunan di lapangan sekolah, murid-murid masih berkerumun entah apa yang mereka lakukan.
Kenny langsung berjalan menghampiri kerumunan siswa itu.
"Mister Kenny! Walaupun kami semua banyak yang patah hati karena Mister menikah, tapi kami juga ingin Mister Kenny bahagia, karena itu, kami para murid di sini sepakat, untuk memberikan hadiah ini buat Mister Kenny!" ucap Tia sambil menyodorkan sebuah kotak yang berukuran cukup besar ke arah Kenny.
"Lho, apa ini??" tanya Kenny heran. Dia tidak langsung menerima pemberian para muridnya itu.
"Ini hadiah dari kami Mister, mohon di terima ya!" ujar Tia mewakili teman-temannya.
Semua murid menyoraki Kenny dengan tepuk tangan yang riuh gempita.
"Ayo Mister, terimalah pemberian kami!!" teriak salah seorang murid.
"Ayo! Ayo! Ayo!!" sorak mereka semua.
Akhirnya dengan perlahan Kenny mengulurkan tangannya dan mengambil kotak hadiah pemberian dari para muridnya itu.
"Trima kasih!" ucap Kenny.
Semua orang yang ada di situ bertepuk tangan, termasuk para guru yang melihat momen itu.
__ADS_1
"Mister, kotak itu di buka saat Mr selesai menikah ya, jangan di buka dulu! bahaya!" ucap Tia.
"Memangnya isinya apa?" tanya Kenny.
"Ada deh ... kalau di kasih tau bukan kejutan dong!" sahut Tia.
"Baiklah, saya hargai pemberian kalian, trimakasih! saya mau pulang dulu, jangan lupa pada Dateng ya di acara pesta pernikahan Mister!" ujar Kenny mengingatkan.
"Siap Mister! Kami pasti datang satu sekolah, jangan lupa stok makanannya di banyakin ya, karena orang tua kami juga ikut datang bersama kami! Pokoknya pesta pernikahan Mister akan lebih fenomenal dan viral dari pada artis!" kata Tia, di dukung oleh sorakan teman-teman di belakangnya.
Kenny hanya tersenyum kemudian segera melangkah pergi meninggalkan lapangan menuju ke tempat parkir, hari ini dia banyak mendapat kejutan dari sekolah.
Kenny terus melajukan mobilnya menuju kerumahnya. Dia akan menghadapi hari-hari yang melelahkan menjelang pernikahannya.
Semua saudara Kenny sudah datang dan menginap di rumah Kenny, mereka membantu persiapan pernikahan Kenny.
Kini rumah Kenny begitu ramai, di depan rumah saja sudah terpasang tenda, padahal Kenny dan Felly akan menikah di sebuah ballroom hotel.
"Eh, si ganteng sudah pulang! Ayo sini Nak, masih kenal tante Bella?" Seorang wanita setengah baya tiba-tiba memeluk Kenny yang baru turun dari mobil.
"Tante Bella adik bungsu Ayah kan? Yang tinggal di Kuala Lumpur?" tebak Kenny.
"Ah, ingatanmu ternyata masih kuat Ken! Padahal terakhir kita ketemu kan kamu masih SMP, tak di sangka sekarang sudah setampan ini, bahkan sudah mau menikah!" ucap Tante Bella. Kenny tersipu mendengarnya.
"Tante kapan sampai Jakarta?" tanya Kenny sambil beranjak masuk kedalam rumahnya.
"Baru tadi pagi Ken, pas kamu ke sekolah! Tante ya harus kesini Ken, Tante kan akan menjadi wali dari ibumu, ibumu pasti senang anak kesayangannya kini akan menikah!" sahut Tante Bella.
Tiba-tiba Kenny terdiam, dia teringat akan ibunya yang kini telah tiada, perasaan rindu menyelimutinya, matanya mulai berkaca-kaca.
"Lho Ken, kamu kenapa?" tanya Tante Bella yang tiba-tiba melihat Kenny menghentikan langkahnya.
"Aku kangen ibu Tante, besok aku mau ke makam ibu," Lirih Kenny.
Bersambung ...
*****
__ADS_1