
Lela terus mengelus dan mengusap dada Kenny, sesekali dia menciumnya dengan lembut, kemudian tangannya mulai membelai wajah Kenny yang saat itu nampak tertidur dan tidak sadar.
Kemudian tangannya mulai mencoba membuka resleting celana Kenny, dengan amat lembut dan perlahan, Lela menurunkan resleting itu, matanya terbelalak saat melihat penampakan luar biasa di depan matanya, tangannya terus bergerilya dengan nafas penuh gairah.
Tok...tok....tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Ken! Apa kau sudah tidur?!" Pak Banu memanggil Kenny dari balik pintu.
Lela yang terkejut langsung membetulkan resleting Kenny dan kembali masukan benda yang di keluarkan tadi ke dalam.
Dengan cepat ia kembali memakaikan Kenny baju, kemudian menyelimuti Kenny.
Kenny seolah nampak sedang tertidur pulas, kemudian Lela segera bersembunyi di balik sebuah lemari besar.
Ceklek!
Pintu sudah di buka dari luar, Pak Banu masuk dan berjalan pelan mendekati Kenny di pembaringannya.
"Ah, rupanya kau sudah tidur Ken! Baru saja Ayah ingin memintamu untuk menemani Ayah ngobrol ... " Gumam Pak Banu. Pria itu duduk di sisi ranjang Kenny.
Sementara Lela masih menahan nafasnya di balik lemari, dia menunggu Pak Banu lengah untuk dia bisa segera keluar dari kamar Kenny.
Tiba-tiba Kenny mengerjapkan matanya dan tangannya memegang kepalanya.
"Pusing!" Ucap Kenny.
Pak Banu melihat Kenny dengan tatapan dalam.
Kesempatan ini di pergunakan Lela untuk mengendap-endap keluar dari kamar Kenny.
"Ken, kau kenapa?" tanya Pak Banu.
Kenny perlahan membuka matanya, tangannya masih memegangi kepalanya yang pusing.
"Ayah? Kau di sini?" tanya Kenny saat melihat Pak Banu sudah duduk di hadapannya.
"Iya Ken, kau aneh sekali malam ini, tumben sekali kau pulang langsung tidur ... " Kata Pak Banu.
"Entahlah Ayah, aku tidak sadar, tadi tiba-tiba kepalaku begitu pusing, dan aku tidak mengingat apapun!" Ujar Kenny.
"Mungkin kau kelelahan Ken, sebaiknya kau kembali istirahat, Ayah juga mau istirahat, tadi Ayah pikir kau belum tidur ..."
__ADS_1
Pak Banu membetulkan selimut Kenny, kemudian dia segera beranjak dari kamar itu dan kembali ke kamarnya.
Kenny mengusap tubuhnya sendiri yang di rasa aneh, hampir sekujur tubuhnya basah dan lengket, dan ada beberapa tanda merah. Kenny kembali membuka bajunya dan bangun dari tempat tidurnya lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi dengan air hangat.
****
Pagi itu, Kenny akan bersiap untuk pergi ke sekolah, hari ini ada pembagian rapot di sekolah Kenny.
Pak Banu sudah menunggu Kenny di meja makan, Lela nampak sibuk menyiapkan sarapan.
Setelah Kenny berpakaian rapi, dia segera bergabung dengan ayahnya untuk sarapan.
"Wah, anak Ayah ini makin lama makin tampan sekali, kau tidak takut akan jadi korban pengejaran dari muridmu lagi Ken?" Tanya Pak Banu dengan senyum menggoda.
"Ah, itu sudah biasa Ayah, lagi pula hari ini aku akan pulang cepat, ini adalah hari terakhir sebelum liburan semester ... " Jawab Kenny.
"Silahkan Mas ..." Lela tiba-tiba sudah memberikan piring berisi aneka makanan ke arah Kenny, membuat Kenny agak risih.
"Cukup suster, aku tidak makan sebanyak ini," kata Kenny.
"Makanan yang cukup membuat stamina tubuh menjadi kuat Mas ... " Bantah Lela.
"Dengar itu Ken, Suster Lela bukan hanya merawat Ayah, dia juga memperhatikan kesehatanmu, seharusnya kau berterimakasih padanya!" Ujar Pak Banu.
Kenny melirik sekilas ke arah Pak Banu, lalu dia mulai menyantap makanannya.
"Aku berangkat Ayah!" Pamit Kenny.
"Ya Ken! Kau hati-hatilah mengendarai mobilmu, jangan ngebut!" Balas Pak Banu.
Lela membukakan pintu depan dan pintu gerbang rumah Kenny. Kemudian perlahan Lela menghampiri Kenny yang akan masuk ke dalam mobilnya.
"Mas Kenny, kerah bajunya belum rapi!" Kata Lela yang langsung membetulkan kerah baju Kenny.
Kenny agak terkejut dan menatap Lela dengan tatapan tidak suka.
"Suster urusi saja kesehatan Ayah, jangan mengurusiku!" Sentak Kenny. Lela mundur beberapa langkah.
"Maaf Mas ... " Sahutnya.
"Kalau kau terus mengurusiku, aku akan minta pihak rumah sakit untuk mengganti suster saja!" Cetus Kenny.
"Jangan Mas, maaf ... " Ucap Lela sambil menunduk.
__ADS_1
Kenny segera masuk ke dalam mobilnya, lalu menyalakan mesinnya dan segera melaju meninggalkan rumahnya. Lela menatap kepergian Kenny dengan senyum tipis yang tersungging dari bibirnya.
*****
Orang tua murid sudah mengantri di dalam kelas, Kenny masuk dengan tergopoh-gopoh. Padahal Kenny sudah datang tepat waktu, tapi entah mengapa para orang tua murid datang begitu cepat ke sekolah, mereka antusias sekali ingin mengambil rapot.
Di ruang guru, para guru dan kepala sekolah mengadakan rapat dan makan siang bersama untuk mengakhiri semester ini, karena setelah ini mereka semua akan liburan.
Semua guru, kepala dan staf sudah menunggu di bangkunya masing-masing, mereka duduk melingkar dalam sebuah meja bundar yang besar.
Kenny baru masuk keruang guru dengan terburu-buru. Dia langsung duduk di kursinya, Sementara yang lain sudah gelisah menunggu.
"Kau lama sekali Mister Kenny! Kau ini bagi rapot atau bagi sembako sih?" tanya Pak Chandra gemas.
"Maaf semuanya, tadi ... Ada beberapa orang tua murid yang minta berfoto, aku tidak bisa menolaknya, di tambah lagi mereka konsultasi lama sekali, padahal semuanya tidak ada masalah!" Jelas Kenny sambil menarik nafas panjang.
"Hah, kau ini selalu saja bermasalah tentang itu! Semester depan kau jangan menjadi wali kelas lagi, kau hanya fokus mengajar bahasa Inggris saja Mister Kenny!" Ujar Pak Chandra.
"Iya Pak, saya memang berharap seperti itu ... " Jawab Kenny.
Dia tersenyum senang, dia memang tidak ingin menjadi wali kelas sejak lama, karena banyak orang tua murid yang menggodanya.
"Makanya Ken, penampilanmu jangan membuat orang susah move on dong!" Cetus Mam Indah.
"Apa yang salah dengan penampilanku Mam, aku rasa biasa-biasa saja!" Sergah Kenny membela diri.
Pak Chandra segera berdiri dari duduknya, dia ingin memberikan pengarahan kepada semua dewan guru yang ada di sini.
"Sudah ... Sudah, semua para guru, kita sudah memasuki liburan semester ganjil, sekolah berencana akan mengadakan acara family gathering, semua guru dan staf wajib ikut ... !" Ujar Pak Chandra memberikan pengumuman.
Mereka semua bersorak sambil bertepuk tangan.
"Kita akan mengadakan acara di mana Pak?" Tanya Mister Rio.
"Acara akan di adakan hari Sabtu ini, di puncak, kita akan menyewa sebuah villa di sana, Hari Minggu sudah kembali pulang, jadi acara hanya berlangsung dua hari satu malam saja!" Jelas Pak Chandra.
"Kita boleh membawa keluarga Pak?" Tanya Mam Indah.
"Tentu saja boleh, namanya juga family gathering, boleh bawa suami, istri, anak, orang tua ... Pacar juga boleh ... !" Jawab Pak Chandra.
Para guru menyambut antusias acara tersebut, karena guru juga butuh refreshing.
Kenny berpikir akan mengajak Icha dan Felly dalam acara Family gathering tersebut.
__ADS_1
bersambung ...
*****