Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kejadian Di Sekolah


__ADS_3

Pagi itu, setelah proses belajar mengajar di mulai, semua guru sudah masuk ke ruangan kelas masing-masing, seperti biasa, Kenny ada di ruangannya, memeriksa setiap berkas dan laporan.


Setelah memeriksa sekian lama, ada yang ganjil mengenai laporan keuangan.


Kenny bergegas masuk ke ruang tata usaha, berniat akan menanyakan masalah laporan yang menurutnya tidak masuk akal itu.


Ruangan TU pagi itu begitu sepi, hanya ada Bu Ana yang terlihat sedang menginput data di depan layar komputer.


Kenny yang sudah ada di dalam ruangan nampak mendekati Bu Ana, karena hanya ada dia di ruangan itu.


"Selamat pagi Bu Ana, ini kenapa staff yang lain belum datang?" tanya Kenny.


"Pagi Mister Kenny, saya juga heran, biasanya mereka sudah datang jam segini, tadi cuma saya sendiri yang masuk ruangan ini!" jawab Bu Ana.


"Hmm, sistem TU juga harus di perbaiki, bisa jelek reputasi sekolah kalau TU saja kerja semaunya!" gumam Kenny.


"Ada yang bisa saya bantu Mister?" tanya Bu Ana.


Kenny lalu menyodorkan, kertas laporan yang baru dia print tadi di ruangannya.


Bu Ana terkesiap saat membaca laporan itu.


"Ini kenapa laporan bisa berubah begini Mister? Padahal saya sudah revisi dan hasilnya akurat!" ujar Bu Ana.


"Baiklah, mohon kau urus masalah ini, saya tidak ingin karena kesalahan sedikit bisa jadi merusak reputasi sekolah ini, untuk masalah keuangan kita harus clear!" ujar Kenny.


"Baik Mister!" sahut Bu Ana sambil menganggukan kepalanya.


Kenny segera melangkah ke arah pintu yang tertutup itu, namun pada saat Kenny akan membuka pintu, pintu ruangan itu terkunci dari luar.


"Heii!! Ada orang di luar??! Buka pintu ruangan ini!" teriak Kenny.


"Ada apa Pak?" tanya Bu Ana yang bergegas melangkah ke arah pintu.


"Ini kenapa pintunya bisa terkunci begini?? Kenapa di TU banyak masalah begini ya??" tanya Kenny.


"Maaf Pak! Saya juga tidak tau!" sahut Bu Ida.


Sekali lagi, Kenny menarik pintu ruangan itu, namun usahanya kembali sia-sia.


"Maaf Mister, mungkin tenaga Mister tidak cukup, bagaimana saya bantu menarik pintu itu? Siapa tau bisa terbuka kalau kita berdua yang membukanya!" usul Bu Ana.


"Siap-siap staff TU, habis ini kalian semua harus bertanggung jawab atas kejadian ini!!" dengus Kenny kesal.

__ADS_1


Kenny di bantu Bu Ana mulai menarik pintu sambil menggetok nya pakai palu, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan Kenny terjatuh di lantai, bersamaan dengan Bu Ana yang juga jatuh dan menimpa tubuh Kenny.


Di depan pintu sudah berdiri kepala sekolah, wakilnya, guru-guru dan bahkan beberapa murid.


Mereka ternganga melihat kejadian memalukan di hadapan mereka.


Kenny terlihat saling ber tindihan di depan pintu ruang TU.


Dengan cepat Kenny bangun dan membereskan pakaiannya yang sedikit berantakan, Bu Ana juga bangun dan langsung berjalan malu ke meja kerjanya.


"Apa yang terjadi Mister Ken? Kenapa kalian berada dalam satu ruangan yang tertutup?" tanya Pak Budi.


"Maaf Pak, ini salah paham, aku dan Bu Ana terkunci di ruangan ini, lagi pula staff yang lain belum muncul, jadi terpaksa ..." Kenny mnghentikan ucapannya saat Bu Nuri masuk menyeruak kedalam.


"Mister Ken lupa, staff administrasi kan sedang ada pelatihan di kantor diknas!" kata Bu Nuri.


"Tapi bukan aku yang mengurus hal itu, Pak Budi, bukankah kau yang mengatur jadwal mereka?" Kenny berpaling pada Pak Budi yang masih berdiri di depan pintu.


"Benar Mister, sebaiknya kita kembali ke tempat masing-masing, masalah ini jangan di perpanjang lagi!" Pak Budi segera membubarkan kerumunan itu.


Para guru dan yang lainnya pun bubar teratur. Mereka pergi ketempat mereka masing-masing.


Kenny juga langsung beranjak dari tempat itu dan kembali ke ruangannya.


Kenny tak habis pikir, atas kejadian yang baru saja terjadi.


Akhirnya dia kembali melanjutkan aktifitasnya, membuka laptop dan memeriksa laporan kerja dari para guru.


*****


Hari sudah menjelang sore saat Kenny mulai membereskan meja kerjanya.


Dia mengambil tasnya dan langsung bergegas keluar dari ruangannya.


Suasana sekolah sudah mulai sepi, Kebetulan Icha juga sudah pulang sekolah di jemput Mbak Nur.


Kenny berjalan ke parkiran menuju ke mobilnya. Kemudian dia segera melakukannya keluar dari sekolahan.


Di tengah jalan, lagi-lagi Kenny berpapasan dengan Bu Ana yang sedang berjalan kaki menuju ke rumahnya.


Dengan sedikit ragu Kenny menghentikan mobilnya di samping Bu Ana, Bu Ana nampak terkejut.


"Eh! Mister Kenny!" ujar Bu Ana kaget.

__ADS_1


"Saya minta maaf atas kejadian kurang menyenangkan tadi!" ucap Kenny.


"Saya yang minta maaf Mister, saya yang menimpa Mister, maafkan saya!" balas bu Ana.


"Sudahlah, lupakan kejadian tadi, rumahmu lumayan jauh, naiklah ke mobilku, aku akan mengantarmu sampai di gang kemarin!" ujar Kenny.


"Tapi ...."


"Naiklah, saya tidak tega melihat wanita jalan kaki sendirian sementara saya naik mobil, apalagi kita saling kenal, kau bekerja di sekolahku!" tambah Kenny.


"Baik Mister!" Bu Ana langsung naik ke dalam mobil Kenny.


Merekapun saling diam, hingga mobil itu sampai di depan sebuah gang. Tanpa banyak bicara, Bu Ana pamit turun.


"Bu Ana, aku akan menaikan gajimu, supaya kau bisa kredit sepeda motor!" ucap Kenny.


"Trima kasih Mister!" sahut Bu Ana sambil membalikan tubuhnya dan berjalan memasuki sebuah gang sempit.


Kenny pun melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.


Seperti biasa, Icha akan berlari menyambut kedatangan Kenny pulang, kali ini Icha di temani dengan Mbak Nur.


Setelah turun dari mobil Icha bergelayut manja dengan Kenny, Icha akan berceloteh apa saja pengalamannya sepanjang hari ini.


"Papi! Aku di pilih lagi lomba pidato lho, sekarang di tingkat kecamatan!" cetus Icha.


"Oya? Hebat sekali anak Papi! Makin hari Icha makin pintar!" puji Kenny sambil mengelus rambut Icha.


"Anak Papi Kenny harus pintar, supaya Papi bangga sama aku, aku juga bangga sama Papi!" sahut Icha sambil bersandar pada bahu Kenny yang kini duduk di sofa ruang tamunya.


Felly muncul dari dalam dapur sambil membawakan segelas jus jambu, kemudian langsung menyodorkannya ke Kenny.


"Papi Kenny pasti haus kan, ini di minum dulu jusnya!" kata Felly.


"Duh segarnya, lagi panas-panasnya di sodorin jus, trimakasih sayang!" ucap Kenny sambil mulai meneguknya.


"Icha mau?" tanya Felly sambil melirik ke arah Icha.


"Tidak Mami, aku kan tadi sudah minum, buat Papi saja!" tolak Icha.


"Kalau kau mau mandi, di kamar aku sudah siapkan air hangat Ken!" ucap Felly.


"Iya sayang, habis ini aku akan naik ke atas, temani ya!" bisik Kenny. Felly Menganggukan kepalanya.

__ADS_1


****


__ADS_2