
Kenny membereskan buku-buku tugas para muridnya, yang ada di atas meja depan kelasnya.
Setelah memberikan nilai, Kenny kemudian menyuruh ketua kelas untuk membagikan buku tugas mereka.
"Mister Kenny kelihatan beda sekarang, sudah menikah malah makin kinclong!" kata Tia, ketua kelas yang mengambil tumpukan buku di meja Kenny.
"Ah kamu bisa saja!" sahut Kenny.
"Beneran Mister, walaupun kita tidak seheboh dulu kalau ketemu Mister, tapi kita sering lho gosipin Mister diem-diem, malah teman-teman banyak yang menyimpan foto Mister lho di ponsel mereka masing-masing!" ungkap Tia.
"Alamak! Kalian ini, sudah sana kau bagikan bukunya, setelah itu kalian boleh keluar istirahat!" titah Kenny.
"Mister! Kita selalu menunggu setiap ada mata pelajaran Mister!" cetus salah seorang murid dari arah belakang.
Kenny hanya tersenyum menanggapinya, kemudian dia segera bangkit berdiri dan beranjak keluar dari kelasnya, bersamaan dengan suara bell istirahat berbunyi.
Kenny bergegas menuju ruang guru untuk beristirahat, setelah menghempaskan tubuhnya di kursinya, Kenny meminum teh hangat yang sudah di sediakan di atas meja kerjanya.
"Makan di kantin yuk Ken!" ajak Mam Indah.
"Ayolah Ken, sudah berapa lama kau makan siang di ruang guru terus? Sekali-kali makanlah di kantin!" cetus Mam Indah.
"Malas Mam!" sahut Kenny.
"Ayolah ..." Mam Indah menarik tangan Kenny, sehingga mau tidak mau Kenny mengikuti Mam Indah untuk makan siang di kantin.
Kenny dan Mam Indah duduk di satu meja yang agak di pojok, Mister Rio yang kebetulan ada di situ ikut bergabung dengan mereka.
"Wah! Tumben nih Mister Kenny makan di kantin lagi!" ledek Rio.
"Kalau bukan Mam Indah yang mengajakku, aku juga malas!" cetus Kenny.
Mereka kemudian mulai memesan makanan mereka.
"Bagaimana kabar istrimu Ken? Ngidam apa saja dia?" tanya Mam Indah.
"Yah gitulah Mam, semalam dia pingin makan bubur Manado, jam satu subuh aku harus keluar untuk membelinya, untung pembantuku punya ide bagus untuk membuat bubur Manado sendiri, tapi akhirnya ketahuan juga sih!" cerita Kenny.
Mam Indah dan Mr. Rio tertawa.
"Hahaha, kau harus belajar jadi suami siaga Ken!" goda Rio.
"Minta sesuatu yang aneh itu kode Ken, pengen di manja!" tambah Mam Indah.
Tak lama kemudian beberapa murid menghampiri mereka.
"Mister Kenny, jelasin tentang yang tadi dong, di halaman 90!" kata seorang murid.
"Bukannya tadi sudah di jelasin, siapa yang mau bertanya tapi tidak ada yang bertanya, malah bertanya sekarang!" jawab Kenny.
__ADS_1
"Dih Mister, jelasinnya nanti aja Mister, pas pulang sekolah kek!" sahut sang murid. Kenny hanya tersenyum kecut.
"Mister Kenny, nanti waktu buat ekskul musik di tambahin ya jam nya, biar cepat mahir Mister!" celetuk siswa yang lainnya.
"Iya Mister, waktu itu kan Mister pernah absen, rugi dong kita!" tambah siswa yang lain.
"Sudah! Sudah! Ini di kantin, kalian mengganggu kenyamanan makan orang saja!" sergah Mam Indah yang merasa terganggu dengan beberapa murid yang mendatangi Kenny.
Kemudian para murid itu menyingkir karena sudah di usir oleh Mam Indah.
"Walau kau sudah menikah Ken, tetap saja kau jadi idola di sekolah ini!" ujar Mam Indah.
"Mam Indah bisa saja, mereka itu cuma cari perhatian Mam!" sahut Kenny.
"Awas terjebak cinta murid Ken!" goda Rio.
"Tidak akan!" ucap Kenny sambil melanjutkan makannya.
****
Sementara itu, Felly yang menjemput Icha dengan menggunakan angkutan umum, terlihat agak pucat, karena menahan rasa mual yang sedari tadi melandanya.
Felly yang duduk menunggu di lobby, mulai mengeluarkan ponselnya, sambil menunggu dia mengirim pesan singkat untuk Kenny, suaminya.
[Ken, nanti pulang jam berapa? Aku nitip beliin rujak ya! Aku naik angkot, susah cari rujak!]
Felly mulai mengirimkan pesan itu. Tak lama terlihat di layar ponsel Felly, Kenny sedang mengetik pesan.
Felly tersenyum membaca pesan singkat dari Kenny. Kemudian dia mulai mengetik pesan lagi.
[Mister Kenny, I Love You!]
Dengan sebuah emoticon bergambar hati.
Tak lama Kenny terlihat sedang mengetik pesan singkatnya.
[I Love You more and more ...]
Felly tersenyum melihat pesan singkat dengan banyak emoticon itu, tanpa sadar dia mendekap ponselnya.
"Mami!!" panggil Icha mengagetkan Felly.
"Eh, Icha sudah pulang ya?" tanya Felly.
"Iya Mami, memangnya Mami tidak dengar suara bell ya? Ketauan nih lagi ngelamun!" Icha langsung menyambar ponsel di tangan Felly.
"Icha! Kembalikan ponsel Mami!" seru Felly.
Icha tertawa sambil membuka ponsel Felly, Felly mencoba menangkapnya, tapi Icha lebih gesit.
__ADS_1
"Suit suit! Mami romantisan nih yee sama Papi!" cetus Icha.
Icha!" Felly berusaha mengejar Icha.
Sampai tiba-tiba Icha menabrak seseorang di belakangnya.
"Icha! Kok main kejar-kejaran sama maminya?" tanya Bu Ira yang di tabrak Icha.
"Eh, maaf Bu! Aku lagi baca chat Mami sama Papi, isinya romantis deh Bu! Aku kan jadi senang!" sahut Icha.
"Tapi itu tidak sopan Icha, kan Icha bisa ambil baik-baik, tanpa harus merebutnya bukan?" Bu Ira mengelus rambut Icha.
"Maaf deh Bu!" ucap Icha.
"Minta maaf sama Mami, dan kembalikan ponselnya!" titah Bu Ira.
Kemudian Icha menyodorkan ponselnya itu ke arah Felly yang nampak ngos ngidam mengejar Icha.
"Maaf Mami!" ucap Icha.
" Ya, lain kali Icha juga harus hati-hati kalau berlari, jangan sampai menabrak lagi!" Kata Felly.
"Bu Felly sepertinya agak pucat, apa Bu Felly sedang kurang sehat?" tanya Bu Ira.
"Iya Bu, dari pagi perut saya mual, semua makanan bahkan di muntahkan, kepala juga jadi pusing!" keluh Felly.
"Orang hamil trimester pertama memang begitu Bu, kan ibu pernah hamil Icha sebelumnya, seharusnya sudah pernah mengalami dong!" jawab Bu Ira.
"Iya Bu, tapi waktu saya hamil Icha tidak semual sekarang, dan tidak banyak keluhan juga!" sahut Felly.
"Itu karena Mami maunya manja-manjaan sama Papi, sampai minta di beliin rujak segala, kan tukang rujak ada di depan sekolah!" timpal Icha.
"Ichaa!" seru Felly yang berubah menjadi keki.
"Tidak apa-apa dong Icha, masa Maminya tidak boleh manja sama Papi, apalagi kan sebentar lagi akan ada adik bayi!" ujar Bu Ira sambil melirik ke arah Felly yang wajahnya berubah merah.
"Kalau begitu kami pamit ya Bu, maaf sudah merepotkan!" pamit Felly sambil menggandeng tangan Icha.
"Baik Bu, hati-hati di jalan ya, Icha jaga Mami ya!" sahut Bu Ira.
"Asiap Bu!" sahut Icha.
Merekapun beranjak dari lobby dan keluar dari sekolah yang mulai terlihat sepi.
"Sebentar Cha, Mami mau pesan taksi online dulu!" kata Felly, lalu dia mulai mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online.
Tin ... Tin ... Tin ...
Tiba-tiba ada sebuah motor besar yang berhenti tepat di hadapan mereka.
__ADS_1
****