Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Bubur Manado


__ADS_3

Malam itu Kenny tersentak dalam tidurnya saat Felly mengguncang tubuhnya, Kenny yang masih mengantuk berat mengerjapkan matanya.


"Ken!" panggil Felly lirih.


"Iya sayang!" sahut Kenny sambil tetap memejamkan matanya.


"Aku kok tiba-tiba pengen makan bubur Manado, beliin Ken!" pinta Felly manja.


Kenny melirik sekilas ke arah jam dinding, waktu sudah jam 1 dinihari.


"Beli di mana sayang? Udah jam satu tuh, makan yang lain aja ya, yang gampang carinya!" ujar Kenny sambil membelai-belai perut Felly.


"Aku lagi pengen Ken!" Rajuk Felly.


"Sayang, yang jual bubur Manado malam-malam jarang, aku buatkan saja bubur Manado nya ya, pakai bahan yang ada di kulkas!" bujuk Kenny.


"Tidak mau!" cetus Felly, matanya mulai berkaca-kaca.


Dengan sigap Kenny bangkit dari tidurnya.


"Iya iya sayang, aku beli ya di luar, mudah mudahan ada yang jual bubur Manado jam segini!" kata Kenny sambil mengusap rambut Felly.


Kenny kemudian langsung berdiri dan mengenakan jaketnya.


"Kau tunggu di sini ya, aku akan cepat kembali!" ucap Kenny sambil mengecup pipi Felly. Lalu dia segera keluar dari kamarnya.


Kenny menyambar helm dan kunci motor yang tergantung di tembok dekat ruang tamu.


"Mau kemana Mas Kenny?" tanya Mbok Sumi tiba-tiba mengagetkan Kenny.


"Eh, ini Mbok, istriku lagi pengen makan bubur Manado, aku mau beli di luar!" sahut Kenny.


"Mana ada yang jual jam segini mas!" tukas Mbok Sumi.


"Yah cari aja deh Mbok, siapa tau ada, kasihan Felly, dia tidak bisa tidur gara-gara pengen makan bubur Manado!" ujar Kenny.


"Mas Ken, Mbok Sumi saja deh yang bikin buburnya, kasihan Mas Kenny jam segini keluar cari bubur belum tentu dapet!" usul Mbok Sumi.


"Memang Mbok sumi bisa buat bubur Manado?" tanya Kenny.


"Bisa lah Mas, dulu kan Mbok Sumi pernah kerja sama orang Manado, Mas Ken bantu Mbok Sumi saja!" kata Mbok Sumi.


"Tapi nanti kalau Felly tau bagaimana Mbok?" tanya Kenny cemas.


"Lho, Mbak Felly di kamar to? Dia tidak akan tau kalau tidak ada yang beritahu!" sahut Mbok Sumi.


Akhirnya Kenny mengikuti usul Mbok Sumi, dia kembali menaruh helm dan jaketnya, kemudian langsung beranjak ke dapur.


Mbok Sumi dengan cekatan mulai menyiapkan bahan untuk membuat Bubur Manado, Kenny membantu memotong sayuran dan sesekali dia melihat ke arah lantai atas, takut Felly akan turun.

__ADS_1


"Ini berasnya di presto saja biar cepat lunak Mas, nanti setelah lunak, baru di masukin sayuran dan yang lainnya!" kata Mbok Sumi menerangkan.


"Iya Mbok, mudah-mudahan cepet selesai deh, supaya Felly bisa cepat makan, kasihan dia, mungkin sudah lapar menunggu!" ucap Kenny.


"Duh Mas Kenny ini sayang betul sama Mbak Felly, kok malah saya yang baper!" sahut Mbok Sumi.


"Ah, Mbok Sumi bisa saja, kan dia sekarang lagi hamil anakku Mbok, wajar aku selalu ingin menyenangkan hatinya!" jawab Kenny.


Ceklek!


Terdengar suara pintu di buka dari lantai atas, Kenny dan Mbok Sumi saling berpandangan.


"Gawat Mbok, sepertinya Felly keluar kamar!" seru Kenny cemas.


"Mas Kenny sembunyi dulu gih di kamar Mbok Sumi, ini kan masih lama juga matangnya, nanti Mbok akan bilang, mbok Sumi lapar, mau makan sesuatu!" ujar Mbok Sumi.


Tanpa menunggu lama, Kenny segera bergegas masuk ke kamar Mbok Sumi yang tidak jauh dari dapur.


Benar saja, Felly terlihat turun dari tangga menuju ke dapur.


Mbok Sumi langsung merapikan semua racikannya, hanya panci presto yang di atas kompor yang masih menyala.


"Mbok Sumi belum tidur?" tanya Felly.


"Belum Mbak, tadi mendadak lapar, mau makan sesuatu!" sahut Mbok Sumi.


"Sama Mbok, aku juga lagi menunggu Kenny, rasanya pingin sekali makan bubur Manado!" kata Felly. Sekilas dia melirik panci presto yang sedang menyala itu.


"Rebus ayam Mbak, supaya besok sudah empuk pas di masak!" jawab Mbok Sumi.


"Kok rebus ayam jam segini sih Mbok? Kan masih ada besok pagi?" tanya Felly lagi.


"Tadi Mbok tidak bisa tidur Mbak, dari pada bengong, mending masak saja!" sahut Mbok Sumi.


Felly mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Kemudian dia berjalan ke arah depan, matanya tertuju pada jaket dan helm yang tergantung, Felly menyibak tirai jendela, motor dan mobil Kenny masih terparkir manis di garasi.


Kemudian dia kembali menuju ke dapur.


"Mbok Sumi, jujur deh, Kenny ada di rumah ini kan? Dia tidak pergi keluar untuk membelikan aku bubur Manado kan?" tanya Felly.


Mbok Sumi langsung menunduk, merasa bersalah.


"Maafkan saya Mbak, saya yang salah, jangan salahkan Mas Kenny! Tadi dia mau berangkat, tapi saya mencegahnya Mbak!" ujar Mbok Sumi.


"Oooo, pantesan!" gumam Felly.


"Kasihan Mas Kenny Mbak, jam segini keluar cari bubur Manado tidak akan ketemu, makanya Mbok menawarkan diri untuk memasakkannya!" jelas Mbok Sumi.


"Sudahlah Mbok, aku tidak marah kok, aku memang ingin makan bubur Manado, aku juga tau mencari jam segini sangat tidak mungkin, maka nya aku turun ke bawah!" ucap Felly.

__ADS_1


"Iya Mbak, itu saya lagi rebus ayam sama beras, sekitar 15 menit lagi pasti matang!" kata Mbok Sumi sambil mulai mengecilkan kompornya.


"Sekarang di mana Kenny?" tanya Felly.


"Mas Kenny sedang bersembunyi di kamar saya Mbak!" sahut Mbok Sumi.


"Hmm, Mbok, nanti kalau Kenny keluar, bilang saja aku tidak tau kalau kalian masak bubur untukku, biar dia datang seolah-olah dia beli bubur di luar, aku ingin tau ekspresinya!" ucap Felly sambil tertawa cekikikan dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Oke deh Mbak!" sahut Mbok Sumi.


Akhirnya Felly kembali naik ke atas, kembali ke kamarnya.


Tak berapa lama Kenny mengintip dari pintu kamar Mbok Sumi, setelah di lihatnya Felly sudah tidak ada, Kenny langsung kembali ke dapur.


"Gimana Mbok? Aman?" tanya Kenny.


"Aman Mas, ini Mbok sudah masukin sayurannya, sebentar lagi matang kok!" sahut Mbok Sumi.


Sekitar 10 menitan, bubur Manado sudah siap di hidangkan di sebuah mangkok.


Dengan penuh semangat Kenny membawa semangkok bubur Manado itu ke atas, ke kamarnya.


Felly nampak berbaring di tempat tidur sambil membelakangi Kenny.


"Sayang, ini bubur nya, di makan yuk!" kata Kenny sambil duduk di sisi tempat tidurnya.


"Kok cepat Ken? Beli dimana?" tanya Felly.


"Beli di ... restoran 24 jam!" sahut Kenny asal.


"Restoran mana yang masih buka jam segini?" tanya Felly.


"Ada deh ... restoran komplit pokoknya, semua jenis makanan apa saja ada!" celoteh Kenny.


Cup!


Felly mencium gemas bibir Kenny.


"Lho, kok malah cium-cium? Katanya ngidam pengen makan bubur Manado?" tanya Kenny heran.


"Iya Kenny sayang, aku ingin makan Bubur Manado buatan Mbok Sumi, pasti enak rasanya, suapin dong sayang .... Aaa!" Felly membuka lebar mulutnya.


Wajah Kenny langsung memucat.


"Jadi, kamu sudah tau ini buatan Mbok Sumi?" gumam Kenny pelan.


"Iya suamiku sayang, tapi tenang saja, aku tidak marah kok, aku terharu punya suami yang rela begadang hanya untuk menyenangkan hati istrinya, entah dengan cara apapun!" ucap Felly.


"Hmm, ayolah buka lagi mulutnya, kau harus makan banyak, supaya besok bisa mengerjaiku lagi!!" cetus Kenny sambil menyuapkan bubur itu ke mulut Felly.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2