Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Dilema


__ADS_3

Kenny terperanjat saat suara rintik hujan dan dinginnya angin menerpa wajahnya.


Ia membuka matanya perlahan dan baru tersadar saat ini dia masih berada di rumah Icha.


Felly nampak berjalan dari arah dapur mendekatinya sambil membawa segelas susu hangat.


"Kamu sudah bangun Ken?" sapa Felly sambil meletakan segelas susu hangat itu di atas meja dan duduk di hadapan Kenny.


"Hmm, Aku bangun kesiangan, tidurku nyenyak sekali, mungkin karena suasana hujan ..." Kenny menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian segera duduk.


"Sejak subuh tadi hujan sudah turun, minumlah susunya, supaya tubuhmu hangat ..." Felly mengambil susu itu dan menyodorkannya ke arah Kenny.


"Terima kasih ..." ucap Kenny sambil meneguk minumannya sampai habis.


"Rupanya kamu suka susu juga ..." Felly tersenyum.


"Bagaimana Icha?" tanya Kenny sambil meletakan gelas kosong ke atas meja.


"Icha demamnya sudah turun, sekarang dia masih tidur ..."


"Oh, syukurlah ..."


"Ken...sepertinya kau kesulitan untuk pulang, hujannya semakin deras ..." kata Felly sambil membuka jendela ruangan itu.


"Tidak apa-apa, hari ini kan tanggal merah ..."


"Oya, aku bahkan lupa kalau hari ini libur, karena aku buka toko setiap hari ..." Felly tertawa.


"Felly, yang semalam itu, aku minta maaf, aku ..." Kenny menghentikan perkataannya.


"Oh, lupakan Ken, anggap saja tidak pernah terjadi, aku yang salah, seharusnya aku menolak ciuman itu, kalau pacarmu tau, dia pasti marah padamu ..." Ucap Felly, wajahnya menyiratkan kesedihan.


"Tidak Fel, yang kamu bilang pacar itu, sebenarnya hanya sebuah status, dan aku tidak sungguh-sungguh menaruh hatiku padanya, waktu itu aku begitu pusing, banyak wanita yang mengejar ku, aku nyaris tidak bisa tidur karena selalu di ganggu dari telepon ataupun pesan singkat ..."


"Tapi bukan berarti kamu mempermainkan hati wanita, Ken ..."


"Aku tidak ingin mempermainkan hati wanita, aku merasa terjebak dalam situasiku saat ini ..."


"Apa maksudmu?" tanya Felly.


"Aku, aku, mulai jatuh cinta padamu ..." ucap Kenny lirih.


Wajah Felly memerah seketika, ada perasaan hangat dalam batinnya.


"Kenny, jangan membuatku jatuh semakin dalam, kamu hanya kasihan pada Icha ..." Felly menundukkan wajahnya.


"Tidak, aku menyayangi Icha, juga dirimu ..." Kenny menatap wanita di hadapannya dengan sorot mata yang dalam.


Mbak Nur datang dari arah kamar Icha.


"Bu, Icha sudah bangun, dia mencari Mister ..." Kata Mbak Nur.


"Oh, baiklah Mbak, aku ke kamar Icha ..." Felly segera bangkit dari duduknya, Kenny mengikutinya.


"Mister! Mister!!" Teriak Icha.


"Ssst, Icha jangan teriak, tuh Mister sudah ada di sini ..." Ucap Felly.


Icha langsung duduk, senyum cerah menghiasi wajahnya.


"Good Morning Icha, sudah sehat kan hari ini ..." sapa Kenny sambil duduk di tepi ranjang Icha.

__ADS_1


"Mister bobo di mana?" tanya Icha.


"Mister Bobo di sofa depan Icha, Icha makan yang banyak ya, biar kuat dan bisa becanda lagi sama Mister ..." Kenny mengelus kepala Icha.


"Siap Mister! Tapi Mister jangan pulang ya ..."


"Icha! Masa Mister tidak boleh pulang? Icha jangan begitu ya, Kan kerjaan Mister banyak, bukan hanya menemani Icha!" sergah Felly.


"Huh Mami nih!" sungut Icha.


"Iya Cha, Mister harus pulang ya, Mister kan belum mandi, tidak bawa baju, tidak bawa handuk ..." tambah Kenny.


"Kan bisa pinjam punya Mami ..."


"Icha, Mister kan cowok, disini semua cewek, masa Mister pakai baju cewek ..." ujar Felly.


Icha terdiam tanpa mampu untuk menyanggah lagi, memang benar di rumah ini semuanya perempuan.


"Makanya Mister tinggal saja di sini, supaya ada cowoknya!" Kata Icha.


Kenny mendekati Icha dan mengelus rambutnya lembut.


"Iya Cha, suatu saat, kalau Mami Icha ijinkan, Mister akan tinggal sama-sama dengan Icha ..." bisik Kenny.


"Tapi jangan ajak pacar Mister ya!"


"Icha!" seru Felly.


"Oke, sekarang Icha sudah sehat, Mister pamit pulang ya sayang, kasihan ayah Mister nanti cariin Mister ..." Ucap Kenny sambil mencium kening Icha. Icha menganggukkan kepalanya.


Felly mengantar Kenny sampai di depan rumahnya, saat itu hujan baru saja reda.


"Ken, trima kasih ya ..." ucap Felly.


"Ken, aku tidak ingin kamu menyakiti hati wanita, aku juga wanita Ken!"


"Tapi cinta itu masalah hati, walaupun harus ada yang tersakiti ..." Kenny menyalakan mesin motornya.


"Ken!"


"Aku pamit Felly, nanti aku akan telepon Icha ..."


"Ken, kamu tidak main-main dengan ucapan mu?"


"Aku ini laki-laki Fell, laki-laki itu di percaya dari perkataannya, kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja ..."


Kenny mulai melajukan motornya meninggalkan Felly yang masih berdiri menatapnya.


'Ken, aku juga mulai jatuh cinta padamu ...' gumam Felly sebelum dia kembali masuk kedalam rumahnya.


****


Kenny memarkirkan motornya di dalam garasi rumahnya, Pak Banu ayahnya sudah duduk menunggunya di teras.


"Pagi Ayah!" Sapa Kenny sambil duduk di samping Pak Banu.


"Kau dari mana saja Ken? Tadi beberapa kali Dini meneleponmu, katanya ponselmu tidak aktif ..." tanya Pak Banu.


"Aku, aku baru dari rumah Icha Ayah ..."


"Icha?"

__ADS_1


"Iya ayah, Icha demam semalam ..." Sahut Kenny. Pak Banu mengerutkan keningnya.


"Sejak kapan kau mulai perduli dengan anak itu Ken?"


"Entahlah Ayah ..."


"Ken, jangan bertindak gegabah...ingat, Dini itu kekasihmu ..." kata Pak Banu.


"Ayah, tapi aku tidak pernah mencintai Dini ..."


"Kalau kau tidak pernah mencintainya, mengapa dulu kau pernah memintanya untuk menjadi kekasihmu?"


"Aku hanya butuh status Ayah, Ayah tau sendiri aku selalu di ganggu oleh para wanita ..." jawab Kenny.


"Tapi bukan berarti kau mempermainkan perasaan wanita yang tulus mencintaimu!"


"Maaf Ayah, dulu aku belum tau bagaimana rasanya jatuh cinta sungguhan dengan wanita, aku memang salah, tapi perasaan ini tidak bisa di paksa Ayah ..." Ucap Kenny.


"Hmm, kau urus saja permasalahan mu sendiri, Ayah tidak mau ikut campur!" Pak Banu segera meninggalkan Kenny dan masuk kedalam.


"Ayah, sekarang aku mulai jatuh cinta dengan seseorang, tidakkah ayah mau mendengarkanku?? Aku jatuh cinta pada Felly ayah, Maminya Icha!!!"


Namun Pak Banu tidak mendengarkan Kenny. Dia langsung masuk menuju ke kamarnya.


Sementara Kenny menjambak rambutnya dengan frustasi.


Kriiiing ...kriiiing ...kriiing ...


suara telepon rumah berdering, Kenny bangkit dari duduknya dan bergegas masuk kedalam rumahnya untuk mengangkat telepon.


"Halo ..."


"Halo Ken, kamu kemana saja semalam? Jangan katakan kamu menginap di rumah Icha ..." Suara Dini terdengar dari seberang telepon.


"Halo Din, Maaf, aku memang menginap di rumah Icha, Icha yang memintanya padaku, saat itu dia sedang demam ..." jawab Kenny.


"Ken! Tapi kau kan bukan Ayahnya Icha yang harus terus menemaninya!"


"Dini, tapi Icha membutuhkanku!"


"Tidak Ken, kamu berubah, dulu kamu tidak seperti ini!"


"Din, aku mau bicara denganmu, sore ini kita ketemu di cafe biasa ya, aku menunggumu di sana ..."


"Apa yang mau kamu bicarakan padaku Ken?"


"Ada hal penting yang mau aku bicarakan padamu ..."


"Apa itu?"


"Nanti saja, aku tidak mau bicara di telepon ..."


"Baik, aku tunggu kau di cafe nanti sore ..."


Kemudian Dini menutup teleponnya.


Kenny menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu rumahnya, pikirannya benar-banar kacau. Dilema mulai melandanya.


Hari ini dia harus mengambil suatu keputusan yang besar, walaupun mungkin akan ada hati yang tersakiti.


Kenny segera berdiri dan mengambil handuknya, kemudian dia segera bergegas pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2