
Kenny memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, kemudian Kenny dan Felly segera turun dari mobil dan segera masuk ke lobby sekolah, kebetulan bel sekolah belum berbunyi.
"Selamat siang Mr. Ken! Wah ibu ikut juga nih!" sapa seorang security sambil mengangguk hormat.
"Siang," sahut Kenny sambil tersenyum ramah.
Mereka lalu masuk menuju ke ruangan Kenny sambil menunggu Icha keluar dari kelas.
Saat mereka menyusuri koridor sekolah, secara tak sengaja mereka bertemu dengan Dini yang baru keluar dari ruang kepala sekolah.
"Selamat siang Mr. Ken dan Nyonya!" sapa Dini sambil tersenyum.
"Siang!" sahut kenny.
"Nyonya Kenny sudah sehat rupanya, semoga selalu sehat bayinya ya ..." ujar Dini sambil memandang ke arah perut Felly.
"Kau jangan memanggilku seperti itu Miss Dini!" sergah Felly.
"Ehm, aku hanya bercanda, kau terlalu serius sekali Mbak, jangan terlalu tegang!" Ucap Dini sambil berlalu meninggalkan mereka.
Kenny segera menggandeng tangan Felly menuju ke ruangannya, setelah tiba mereka langsung masuk ke ruangan itu.
"Nah, kau bisa istirahat di sini, lebih aman dan nyaman!" kata Kenny yang mulai menyibakkan tirai jendela.
Sinar matahari langsung masuk melalui jendela ruangan itu, kemudian Kenny menyalakan AC ruangan itu, hawa sejuk juga sudah mulai terasa.
"Bagaimana? Nyaman kan di sini? Kau mau nonton apa sayang? Semua Chanel ada di sini lho!" Kenny mulai menyalakan TV.
"Ken, sudahlah, jangan berlebihan!" sergah Felly.
"Siapa yang berlebihan, wajar sebagai suami aku memperlakukanmu seperti itu, kenapa kau jadi gusar sayang?" tanya Kenny yang kembali duduk di samping Felly.
"Entahlah Ken, aku juga bingung, akhir-akhir ini aku sering galau, kuatir, takut, cemas, mungkin bawaan bayi kali ya!" ungkap Felly.
"Lho, memangnya waktu hamil Icha kau tidak seperti itu?" tanya Kenny.
"Tidak, waktu hamil Icha justru aku lebih merasa tenang!" sahut Felly.
"Apakah dulu suamimu begitu memanjakan mu?" bisik Kenny.
"Ya, dia begitu baik dan perhatian padaku, karena itu aku sangat nyaman menjalani hari-hari kehamilanku!" jawab Felly.
"Apa aku kurang perhatian? Hingga kau begitu kuatir dan tidak tenang?" tanya Kenny, wajahnya mulai mendung.
"Oh, maaf Ken, aku tidak bermaksud membandingkan mu, sudahlah, kenapa kau jadi sensitif begini? Kau sangat perhatian Ken, hanya saja ... Aku selalu merasa rendah diri jika berdampingan denganmu!" ucap Felly.
"Kenapa??" tanya Kenny.
__ADS_1
"Mungkin aku kurang percaya diri, merasa kalau aku tidak pantas bersanding denganmu, kau perjaka dan tampan, sedangkan aku seorang janda!" ucap Felly menunduk.
"Ssst, jangan lagi kau ungkit-ungkit soal itu, bukankah kau sudah tau jawabannya?" Kenny mulai memeluk Felly dalam dekapannya.
Ceklek!
"Taraa!!" Icha muncul dari balik pintu.
"Icha, kau mengagetkan saja!" seru Felly.
"Idih ... Ketahuan ya Mami sama Papi pacaran di sini!" ujar Icha.
"Icha! Kau ini bisa jaga mulut tidak??" berang Felly.
"Maaf Mami, aku kan cuma bercanda!" ucap Icha.
"Tapi kalau semua orang mendengar, guru ataupun orang tua murid, apa yang mereka pikirkan!?" sungut Felly.
"Sudahlah Cha, kita pulang yuk, hari ini Mami agak sensitif, jangan menggodanya lagi oke??!" kata Kenny.
"Siap Papi!!" jawab Icha.
Kemudian mereka segera keluar dari ruangan itu, mereka terus berjalan beriringan menuju ke lobby.
"Selamat siang Mr. Ken!" sapa pak Yono, penjaga sekolah yang kebetulan melintas di koridor itu.
"Baik Mr, nanti akan segera saya cek!" sahut Pak Yono.
Di lobby, banyak orang tua murid yang masih menunggu anak-anak mereka, beberapa guru juga nampak mengobrol dengan orang tua murid, ada gitu piket juga yang bertugas menertibkan murid.
Melihat Kenny di lobby, mereka mengalihkan pandangannya ke arah Kenny dan Felly.
"Wah ... tumben nih Mr. Ken bawa istrinya, lagi hamil lagi!" seru salah satu orang tua murid.
"Takut ya suaminya di goda orang!" cetus orang tua murid yang lain.
"Waktu itu Bu Ana dan Mr. Ken cuma salah paham kok Bu, jadi jangan terlalu posesif juga sama Mr. Ken! Dia itu setia lho!" timpal yang lainnya.
"Maaf ibu-ibu, saya kok yang mengajak istri saya ikut ke sekolah, dari pada di rumah saja, saya juga kan butuh pendamping, presiden saja selalu ada ibu negara kemanapun pergi!" ujar Kenny.
Para ibu-ibu itu langsung terdiam seketika.
Tanpa menunggu, Kenny segera menarik tangan Felly keluar dari lobby menuju ke parkiran. Mereka langsung masuk ke dalam mobil.
"Kau tak usah pikirkan perkataan mereka sayang, namanya juga ibu-ibu ya pasti suka gosip di mana-mana!" ujar Kenny.
"Iya Ken, aku paham, aku juga mengerti mengapa mereka berbicara seperti itu padaku, aku memang tidak pantas untukmu!" kata Felly. Matanya mulai menggenang air
__ADS_1
"Fell, kenapa kau jadi sensitif begini sih, kalau kau tidak pantas, kau tidak mungkin hamil anakku, sudahlah!" cetus Kenny yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan sekolah itu.
"Kenny adalah orang terhormat yang selalu jadi sorotan publik, maafkan aku kalau tidak bisa mengimbangimu!!" sahut Felly.
"Lho Fell, apa maksud perkataanmu?!" tanya Kenny tidak mengerti.
"Aku sudah tak tahan Ken!!" seru Felly
Kenny dan Icha terkejut mendengar teriakan Felly, entak mengapa wanita ini jadi begitu sensitif.
"Mami! Kenapa Mami begitu?? Papi kan tidak salah!!" jerit Icha.
"Maafin Mami Cha, Mami tidak bisa mengontrol emosi! Maaf!" ucap Felly melembut.
"Sepertinya Mami perlu piknik Cha, bagaimana kalau hari ini Papi ajak jalan-jalan ke mall??!" ujar Kenny.
"Yeeeayyy!! Hore!! Kita jalan-jalan!!" seru Icha antusias.
"Aku mau pulang!" cetus Felly tiba-tiba.
"Yah Mami payah! Masa langsung pulang sih?" tanya Icha kecewa.
"Mami capek mau istirahat Cha!" sahut Felly.
"Oke Oke, kita pulang dulu ya Cha, nanti kalau mood Mami sudah baik, baru deh kita jalan-jalan!" kata Kenny.
"Hmm, oke lah!" sahut Icha kecewa.
Sesampainya di rumah, Felly langsung naik ke atas menuju ke kamarnya, sementara Icha di temani Mbak Nur mulai mengganti pakaiannya.
Kenny langsung menyusul Felly ke kamarnya.
"Sayang, hari ini kau kenapa? Aneh sekali!" tanya Kenny yang langsung duduk di samping Felly.
"Tidak apa-apa, aku hanya lelah dan butuh istirahat!" sahut Felly.
"Kau bohong! Dulu kau tidak seperti ini, dulu kau selalu terbuka padaku!!" tukas Kenny.
Tiba-tiba Felly berdiri dan langsung memeluk Kenny.
"Keen!! Aku cemburu Ken... aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, aku cemburu saat bertemu dengan Dini, aku sangat cemburu!!" Tangis Felly meledak di dada Kenny.
Kenny memeluk Felly sambil mencium keningnya.
"Sayang, aku sangat mencintaimu, tidak ada alasan untuk aku berpaling darimu, kau hanya milikku seorang!" bisik Kenny.
Felly semakin keras menangis di dada Kenny.
__ADS_1
****