Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Roy Berubah


__ADS_3

Felly dan Icha terkejut saat melihat siapa pengendara motor yang kini ada di hadapannya, wajah Felly mendadak pucat.


"Roy??!" pekik Felly tertahan sambil menggenggam tangan Icha.


"Om Roy ngapain datang kesini??" tanya Icha.


Roy tersenyum ke arah mereka, kini wajahnya tidak lagi menegangkan seperti dulu, ada yang berubah pada diri laki-laki yang biasanya arogan itu.


"Felly, kau jangan berburuk sangka dulu, kedatanganku ke sekolah Icha ini adalah untuk ..."


"Sudahlah Roy, jangan ganggu kami lagi, biarkan aku dan Icha pulang dan hidup dengan damai tanpa gangguan mu lagi, aku Sudah capek!" potong Felly cepat.


"Dengar dulu Felly, Ibu ... Ibu menanyakan Icha, walau bagaimana, Icha adalah cucu satu-satunya ibu, dia sangat ingin bertemu dengan Icha!" ujar Roy.


"Maaf Roy, sejak Diego meninggal, keluarga kalian selalu saja menyalahkan aku dan Icha, sekarang aku sudah punya keluarga baru, aku harap kau tidak menggangguku lagi dan Icha!" cetus Felly sambil menarik tangan Icha berusaha menjauh dari Roy.


"Oke, oke, aku dan ibu memang sempat membenci dan menyalahkanmu, atas kematian Diego, tapi kini kami sadar, itu hanyalah masa lalu, dan karena masalah itu, bahkan ibu tidak bisa hanya sekedar memeluk dan melihat Icha, ingat Fell, ibu adalah Omanya Icha!" tukas Roy.


"Aku tau Roy, Icha masih punya Oma, hubungan ini memang nyata, tapi maaf, hatiku masih sakit atas perlakuan kalian waktu itu, juga perlakuanmu yang terus saja meneror aku!" seru Felly.


Tak lama kemudian, taksi yang di pesan Felly sudah sampai, dengan cepat Felly menarik tangan Icha untuk masuk ke dalam taksi itu.


"Fell, Ibu sangat ingin bertemu Icha! Saat ini ibu sedang sakit, dia sakit tumor otak Felly!!" teriak Roy saat taksi yang di tumpangi Felly mulai melaju meninggalkan tempat itu.


Ada butiran bening yang menetes di pipi Felly.


"Mami menangis?" tanya Icha.


"Tidak!"


"Bohong, tuh air mata Mami keluar!" protes Icha.


Felly mendesah panjang tidak menjawab pertanyaan Icha, sampai mereka sudah tiba di rumah.


Mbok Sumi tergopoh-gopoh membukakan gerbang.


"Makan siang sudah siap di meja Mbak!" kata Mbok Sumi.


"Iya Mbok!" sahut Felly singkat.


"Kakek mana?" tanya Icha.


"Pak Banu sedang keluar, tadi di jemput sama temannya!" jawab Mbok Sumi.


Icha segera melepaskan sepatunya sambil tertawa cekikikan.


"Lho, kok ketawa Cha? Memangnya ada yang lucu?" tanya Mbok Sumi.


"Kakek ternyata punya teman juga, kirain kakek-kakek tidak bisa main ke luar, ternyata kakek gaul juga ya!" kata Icha.


"Hush! Icha kok begitu ngomongnya?" sergah Felly.

__ADS_1


Setelah mereka berganti pakaian, Felly membawa Icha untuk makan siang di meja makan.


Mbak Nur mulai menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Nanti habis selesai makan siang, Icha bobo siang dulu ya, nanti sore pas Papi pulang, Icha belajar sama Papi!" ucap Felly sambil mengambilkan Icha makanan.


"Iya Mami, Papi pulang jam berapa sih?!" tanya Icha.


"Nanti jam 4 juga Papi sudah pulang, sudah, sekarang cepat makan!" sahut Felly.


"Yah, padahal aku kan mau makan bareng Papi Kenny!" sungut Icha.


"Icha makan dulu, Papi juga sudah makan di kantin sekolah mungkin, nanti malam kita baru makan bareng!" kata Felly.


Akhirnya Icha pun mengangguk dan mulai memakan makanannya.


****


Tin ... Tin ... Tin ...


Suara klakson mobil Kenny sudah terdengar di balik gerbang rumah.


Mbok Sumi dengan cepat membukakan gerbang, sementara Icha dengan antusias mengikuti Mbok Sumi.


"Papi pulang! Yeaay!!" sorak Icha senang.


Saat Kenny turun dari mobilnya, Icha langsung melompat dalam gendongan Kenny, sementara Mbok Sumi membawakan tas kerja Kenny dan rujak pesanan Felly.


"Iya dong Papi! Mami juga sudah mandi, sekarang lagi buat bubur kacang hijau buat Papi!" sahut Icha.


"Oya? Bubur kacang hijau?"


"Iya Papi, Papi mandi dulu biar wangi, aku kan mau belajar sama Papi, besok aku ada ulangan!" cetus Icha.


"Siap boss, tunggu dulu ya, Papi mau ke dapur, mau lihat Mami!" kata Kenny yang langsung menurunkan Icha dari gendongannya.


Felly nampak sedang sibuk memasak bubur kacang hijau, dia berdiri di depan kompor sambil mengaduk panci yang terlihat mengepulkan asap itu.


Kenny memeluk Felly dari belakang, Felly sedikit terkejut, namun dia langsung tersenyum saat mencium aroma maskulin Kenny yang selalu menjadi candunya.


"Sudah pulang Ken?" tanya Felly.


"Iya sayang, rajin sekali istriku ini!" Kenny mengecup tengkuk Felly sehingga bulu kuduk Felly meremang seketika.


"Ah Kenny, mandi dulu sana!" Felly berusaha menepiskan pelukan Kenny.


"Baru juga peluk, belum cium! Aku kangen tau!" bisik Kenny.


"Malu Ken, nanti di lihat Mbak Nur dan Mbok Sumi!" sergah Felly.


"Duh, Mister nih romantis banget, kayak di film-filim, saya jadi baper!" celetuk Mbak Nur dari arah belakang.

__ADS_1


Kenny langsung melepaskan pelukannya.


"Rujaknya sudah di taruh di piring Mbak?" tanya Kenny.


"Sudah Mister, ada di meja makan, tuh Icha lagi makan!" jawab Mbak Nur.


Mendengar kata rujak, Felly langsung antusias.


"Mbak, nitip buburnya ya, sebentar lagi matang, kalau sudah matang di matikan saja kompornya!" kata Felly.


"Iya Bu!" sahut Mbak Nur yang langsung mengambil alih kerjaan Felly.


Felly langsung duduk di meja makan, Icha nampak asyik makan rujak yang Felly pesan.


"Enak Cha? Itu asem lho Cha! Icha jangan banyak-banyak makannya!" sergah Felly.


"Tenang aja Mami, aku kan cuma cobain aja, ternyata enak juga!" jawab Icha.


Kenny langsung menyuapkan rujak itu ke Felly.


"Nih makan, tapi jangan banyak-banyak ya sayang, nanti perutnya sakit, kasihan adik bayinya!" ucap Kenny.


"Papi, tadi di sekolah masa ada Om Roy!" celetuk Icha yang sontak membuat Kenny melotot.


"Apa? Masih berani dia datang mengganggu kalian?" tanya Kenny.


"Iya Ken, tapi dia berubah, tidak segarang seperti bisanya!" sahut Felly.


"Tidak! Pokoknya kalian tidak boleh bertemu dia lagi, mulai sekarang aku akan cari supir pribadi untuk mengantar jemput kalian!" seru Kenny.


"Ken, jangan berlebihan!" tukas Felly.


"Aku tidak mau dia datang lagi mengganggu istri dan anakku!" cetus Kenny.


"Tapi, tadi Roy hanya ..."


"Pokoknya tidak boleh titik! Aku Tak akan mengijinkan kalian bertemu dengan laki-laki itu!" ketua Kenny.


Cup!


Tiba-tiba Felly mengecup bibir Kenny. sehingga Kenny berhenti berbicara.


"Suami tampanku ini lebih baik mandi saja sana, tidak usah membuang energimu untuk memikirkan Roy! Atau akan ku gigit bibirmu!" bisik Felly.


"Gigit lah sekarang juga sayang, aku sangat menginginkannya!" ucap Kenny sambil membalas kecupan Felly di bibirnya.


Icha pun langsung berlari masuk ke dalam kamarnya, tidak mau mengganggu keromantisan Mami dan Papinya.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2