
Kenny baru saja menyelesaikan tugas mengoreksi hasil ujian murid-muridnya. Setelah itu dia membereskan meja dan bersiap akan pulang.
Hari ini cuaca sangat mendung, karena sudah memasuki musim hujan.
Kenny berjalan cepat menuju ke parkiran, gerimis halus sudah mulai jatuh dari langit. Kenny menutupi kepalanya dengan tas nya.
Kenny menghempaskan tubuhnya di jok mobilnya yang nyaman. Dia merogoh ponselnya yang sedari tadi sudah bergetar. Ada banyak pesan masuk di sana.
[Ken, lu di cariin anak-anak, katanya kapan lagi nongkrong di klub?]. Pesan dari Leo.
[Mr. Kenny, gajimu bulan ini sudah di transfer, ada bonus tambahan, mohon di cek]. Pak Chandra.
[Kenny, Ayah sedang ada di sekolah SD, ada rapat yayasan] Ayah.
[Mister, nanti datang ya kerumah, aku kangen sama Mister] Icha.
Kenny senyum-senyum sendiri sebelum ia menyalakan mobilnya dan melajukannya perlahan keluar dari area sekolah itu.
Di pinggir jalan, Kenny melihat Dini berdiri sambil menudungi kepalanya dengan map-nya, karena gerimis sudah turun sejak tadi.
Kenny menghentikan mobilnya tepat di depan Dini berdiri karena kasihan melihat gadis itu kehujanan.
"Din! Ayo naik! Aku antar kamu pulang ... !" Seru Kenny dari dalam mobilnya.
"Tidak usah Ken! Aku pulang naik taksi saja ... !" Tolak Dini.
"Jangan sungkan, walau bagaimana kan kita sudah lama berteman dan kenal ... Nanti hujannya semakin deras!"
Dengan ragu-ragu, Dini beranjak membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.
"Trima kasih Ken!" Ucap Dini.
"Ya, langsung ku antar pulang kerumahmu ya ... ?!"
"Umm ... sebenarnya, aku mau ke toko ponsel, mau servis, karena ponselku rusak!" ujar Dini.
"Ya sudah, aku antar kamu ke toko ponsel."
"Apa tidak merepotkan mu? Kamu mau langsung pulang kerumah Ken?" tanya Dini.
"Tidak juga, aku mau ke rumah Icha!" Sahut Kenny.
"Icha ... apakah kau masih mengajari Icha?"
"Tidak, sekarang aku tidak lagi mengajarinya, paling hanya membantu pelajaran yang susah saja ... !"
"Ooh...!"
Untuk beberapa saat lamanya Dini terdiam, sampai mereka tiba di sebuah toko ponsel.
Kenny menghentikan mobilnya tepat di depan toko ponsel itu.
"Kamu mau aku tunggu Din?" tawar Kenny.
__ADS_1
"Tidak usah Ken, mungkin Icha sudah menunggumu ...!" tolak Dini.
"Baiklah, aku duluan ya Din!"
Dini menganggukkan kepalanya dan kemudian Kenny segera melajukan mobilnya meninggalkan Dini yang masih berdiri.
Kenny terus melajukan mobilnya sampai ke rumah Icha, sekarang Kenny punya kebiasaan baru, tidak lagi nongkrong di klub, tapi nongkrong di rumah Icha.
Setelah mobil terparkir, Kenny segera masuk kedalam rumah yang sudah terbuka lebar itu. Seolah-olah sudah di persiapkan untuk Kenny masuk.
Icha datang sambil memeluk bonekanya.
"Mister! Minggu depan aku sudah liburan lho!" Seru Icha antusias sambil duduk di pangkuan Kenny.
"Oya? Asyik dong, Mister bisa ajak Icha jalan-jalan ... " Sahut Kenny sambil membelai rambut Icha.
"Mister janji ya, ajak aku dan Mami jalan-jalan kalau liburan nanti...!"
"Janji! Memangnya Icha mau jalan-jalan kemana sih?" tanya Kenny.
"Aku mau jalan-jalan ke pantai Mister, lihat laut dan naik perahu."
"Naik perahu?"
"Iya, aku kan sudah lama tidak naik perahu, aku mau naik perahu sama Mami dan Mister ya!"
"Oke Cha, sekarang Mami mana?" tanya Kenny.
"Ssst ... Mami lagi dandan di kamar, katanya biar cantik di lihat Mister!" Ujar Icha setengah berbisik.
Tak lama kemudian Felly muncul dari arah kamarnya, melihat Kenny yang sudah duduk sambil memangku Icha, senyum manis merekah di wajahnya.
"Kamu sudah datang Ken?" Sapa Felly yang langsung duduk di depan Kenny.
"Iya, sudah menunggu yang lagi dandan untuk kekasihnya ... " Goda Kenny.
"Ah, pasti Icha nih yang ngadu macam-macam!" Sahut Felly malu.
"Idih ... Mami nggak ngaku, padahal kan Mami beneran dandan di kamar tadi!" Cetus Icha.
"Icha! Jangan banyak bicara!" Hardik Felly.
"Sudahlah Fell, akui saja kalau kamu memang menungguku, aku malah senang kok!" Sergah Kenny.
"Ya sudah deh...aku tidak mau mengganggu Mister sama Mami, aku main boneka saja!" Icha segera melompat dari pangkuan Kenny, lalu berlari kecil masuk ke kamarnya.
"Icha anak yang baik, memberikan kesempatan aku untuk memandang Maminya!"
"Ken ... Jangan mulai lagi deh!" Felly memalingkan wajahnya.
"Liburan semester Minggu depan, aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke pantai, Icha pasti senang ... "
"Trima kasih Ken, kamu sudah membuat Icha senang dan bahagia!" Ucap Felly.
__ADS_1
"Kebahagiaannya adalah kebahagiaanku Fell, Aku sudah menganggap Icha seperti anakku sendiri ... "
"Anak? Bahkan kamu sendiri belum pernah punya anak!" Cetus Felly.
"Kamu sabar dulu menungguku Fell, kelak aku juga akan bisa punya anak, seorang adik untuk Icha ... " Ucap Kenny sambil menatap dalam wajah Felly. Dada Felly bergemuruh seketika.
"Ah Kenny, kamu terlalu cepat mengatakan itu, sudahlah ... oya, kamu pasti belum makan, hari ini aku masak sup jagung, nanti makan ya...!"
"Iya sayang, apapun yang kamu masak aku pasti akan memakannya!"
"Mau diambilkan sekarang? Mau ya, mumpung masih hangat!" tawar Felly. Kenny menganggukkan kepalanya.
Felly langsung bergegas ke arah dapur untuk mengambilkan Kenny makanan.
Drrrt....drrrt....drrrrt
Ponsel Kenny bergetar, Kenny langsung mengusap layar ponselnya yang ternyata Pak Chandra yang meneleponnya.
"Halo Pak Chandra...!"
"Halo Mister Kenny, kau kemana saja? Ayahmu sedang di rumah sakit, tadi di sekolah SD beliau mendadak pingsan!" Jelas Pak Chandra.
"Hah??! Ayah Pingsan??!" tanya Kenny cemas.
"Iya, cepatlah kau kerumah sakit, ini aku juga baru di kabari oleh kepala sekolah SD...!"
"Baik Pak! Saya langsung kerumah sakit, rumah sakit dekat sekolah kan??!"
"Benar, cepatlah kau datang, beliau ada di UGD ...!"
Pak Chandra segera menutup teleponnya, Felly baru muncul dari belakang sambil membawa semangkuk sup jagung.
"Ada apa Ken? Wajahmu kelihatan tegang ...." tanya Felly.
"Ayahku Fell, dia mendadak pingsan dan sekarang ada di rumah sakit." Jawab Kenny.
"Tenanglah Kenny, setelah ini kau segeralah kerumah sakit, lihat keadaan Ayahmu...!"
"Iya Fell ...!"
"Ini, makan dulu sebentar sup nya, mau disuapi ?" tanya Felly. Kenny Menganggukan kepalanya.
Kemudian Felly menyuapkan sup jagung itu ke mulut Kenny sampai suapan terakhir, setelah itu Felly membersihkan bibir Kenny dari sisa makanan.
"Trimakasih Fell ... !"
"Iya Ken, kamu baik-baik ya, jangan cemas ... !"
Felly mendekati wajah Kenny dan mencium pipi Kenny sekilas.
"Trimakasih Fell ... Aku sayang kamu!" Ucap Kenny.
"Iya Ken, aku juga sayang kamu, aku akan menunggumu, sekarang kamu pergilah, Ayahmu membutuhkanmu!" Balas Felly sambil membelai wajah tampan Kenny.
__ADS_1
Bersambung....
****