Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Mulai Pusing


__ADS_3

Kenny duduk di ruang kerjanya sambil menatap layar laptopnya. Di atas meja sudah ada kopi susu hangat yang sudah di sediakan Felly.


Tiba-tiba ponsel Kenny bergetar, ada telepon dari Pak Budi kepala sekolah.


"Halo Pak Budi!" sapa Kenny.


"Halo Mister Kenny, ini ada tamu dari diknas Mister, katanya mau ketemu Mister untuk berbincang mengenai akreditasi sekolah!" kata Pak Budi.


"Maaf Pak, bisakah Pak Budi yang handle dulu? Saya belum bisa ke sekolah sekarang Pak!" ujar Kenny.


"Oo, begitu ya Mister, baiklah, nanti coba saya handle dulu dengan Pak Yudi juga," ujar Pak Budi.


"Trimakasih Pak Budi!" ucap Kenny sebelum menutup teleponnya.


"Kenapa kau tidak datang ke sekolah Ken? Kalau ada masalah penting!" tanya Felly yang sudah berdiri di belakang Kenny.


"Eh, Felly, sudah ada Pak Budi yang menghandle Fell, kalau aku terus menerus turun tangan, kapan mereka akan bekerja?" sahut Kenny.


"Hmm, tumben kau bilang begitu? Biasanya kau selalu kau terjun langsung, apalagi yang berkaitan dengan sekolah!" ujar Felly.


Kenny langsung membalikan tubuhnya dan mengelus perut Felly yang berada tepat di depan wajahnya. Kemudian Kenny mulai mencium perut Felly itu.


"Bagaimana kabarnya dia?" tanya Kenny.


"Dia baik-baik saja Ken, cuma, kadang-kadang perutku suka nyeri tiba-tiba, kadang suka pusing juga, padahal kan sudah melewati trimester pertama ya!" jawab Felly.


"Makanya, vitamin yang aku berikan jangan lupa untuk rutin meminumnya!" ujar Kenny.


"Iya Ken, ini aku juga baru minum vitaminnya!" sahut Felly.


"Ya sudah, sekarang istirahatlah, aku antar ya ke kamar?!" ucap Kenny sambil berdiri dan menggandeng tangan Felly.


Saat berjalan, tiba-tiba Felly menghentikan langkahnya.


"Aduh!!" serunya sambil memegangi kepalanya.


"Ada apa sayang?" tanya Kenny panik.


"Kepalaku pusing lagi Ken, akhir-akhir ini aku sering sekali sakit kepala!" sahut Felly.


Tanpa banyak bicara Kenny langsung dengan sigap mengangkat tubuh Felly dan membawanya masuk ke kamarnya.


Kemudian Kenny mulai membaringkan Felly di tempat tidurnya.


"Pokoknya kau harus istirahat, jangan membantah!" cetus Kenny.


"Ken, dulu waktu aku hamil Icha, aku sehat dan selalu gesit kemanapun, tapi kenapa kali ini aku begitu terlihat lemah?" tanya Felly.


"Sayang, kehamilan itu kan beda-beda prosesnya, aku mau kau banyak istirahat dan jangan terlalu capek, aku akan bekerja di kamar saja, aku akan membawa laptopnya ke kamar saja!"


Kenny langsung berdiri dan keluar mengambil laptop yang ada di ruang kerjanya, lalu kembali masuk ke kamarnya.


Kenny mulai fokus menatap layar laptopnya, sementara Felly terus memandang ke arah suaminya itu.

__ADS_1


"Ken, kau mau punya anak berapa dari aku?" tanya Felly tiba-tiba.


"Satu saja!" sahut Kenny.


"Satu? Aku bahkan ingin memberi Kenny banyak anak, supaya suamiku yang tampan ini banyak keturunannya!" kata Felly.


"Jangan!!" seru Kenny tiba-tiba.


"Lho, kenapa!?!" tanya Felly bingung.


"Nanti kau akan kerepotan mengurusnya, aku tidak ingin kau capek!" ujar Kenny mulai melembut.


"Hmm, Kenny mah, ya sudah lah, aku ngantuk mau tidur!" cetus Felly yang kesal dan langsung membalikan tubuhnya membelakangi Kenny.


Kenny menatap tubuh istrinya itu dengan tatapan sendu.


*****


Malam datang menjelang, Kenny dan Felly juga Icha menghabiskan waktu malam itu dengan menonton acara televisi.


"Papi, Minggu depan ada acara di sekolah lho, Papi dan Mami ikut ya, wajib kata Bu Ira, acara hari orang tua!" kata Icha.


"Oke Cha, Icha tinggal bilang saja kapan hati dan jamnya, Mami siap!" kata Felly.


"Asyiik!! Papi bisa kan?" tanya Icha sambilwnolwh ke arah Kenny.


"Tidak tau, kita lihat nanti saja ya Cha!" ujar Kenny.


"Huh, Papi payah, Mami saja bisa, masa Papi lihat nanti!!" sungut Icha.


"Ya sudah, kalau Papi mu sibuk, sama kakek saya ya Cha!" tawar Pak Banu.


"Tidak mau ah Kek, Kakek kan sudah tua!" cetus Icha.


"Biar tua tapi kan jiwanya muda!" sahut Pak Banu.


Kenny sedari tadi memegang ponselnya, dia berpikir harus banyak yang dilakukan, supaya bisa sejenak melupakan penyakit Felly.


Kenny mulai mengetik pesan singkat untuk Leo.


[Le, antar aku ke Klub malam ini]


[Hah? Gak salah Ken? Ngapain you ke klub lagi? Aku saja sudah tobat]


[Malam ini saja Le, aku benar-benar butuh kau mendengar ceritaku]


[Oke, aku tunggu di klub biasa jam 8 malam ya]


[Oke]


Kemudian Kenny mulai mematikan ponselnya.


"Malam ini aku ijin keluar sama Leo ya Ayah, Fell ...!" ujar Kenny.

__ADS_1


"Kau mau kemana Ken?" tanya Pak Banu.


"Aku ada janji sama Leo ayah, sebentar lagi kan dia akan menikah, mumpung dia masih jomblo, aku mau ajak dia jalan!" kata Kenny.


"Bagaimana nih Fell? Suamimu mau keluar malam!" tanya Pak Banu sambil menoleh ke arah Felly.


"Keluarlah Ken, aku mengijinkanmu, bukankah kau akan jalan dengan Leo, siapa tau kalian akan jarang bersama kalau Leo sudah menikah nanti!" kata Felly.


"Trimakasih sayang!" ucap Kenny.


Kenny langsung menyambar jaket dan helmnya, dia menuju ke depan, Felly mengikutinya dari belakang.


"Ken!" panggil Felly.


"Ada apa sayang?" tanya Kenny sambil menoleh ke arah Felly yang berdiri di belakangnya.


"Hati-hati ya, kau aneh akhir-akhir ini!" ucap Felly sambil mengusap wajah Kenny.


"Iya sayang, kau jangan khawatir!" sahut Kenny.


"Ken!"


Felly mendekatkan wajahnya, dan dia mulai mencium bibir Kenny.


"Bibirmu dingin Ken, tidak hangat seperti biasanya!" kata Felly.


"Karena udara malam juga dingin!" jawab Kenny.


"Tapi cinta Kenny jangan dingin ya, tetaplah hangat untukku!" ucap Felly.


Mereka pun sesaat saling berciuman. Kenny mulai membalas ciuman Felly, hingga ada getaran aneh yang kembali mereka rasakan.


Kemudian Kenny menarik ciumannya.


"Aku jalan dulu Fell, Leo sudah menungguku!" kata Kenny.


"Baiklah Ken! Jaga dirimu!"


Setelah lengkap mengenakan jaket dan helm, Kenny mulai melajukan motornya keluar dari rumahnya, ketika sudah agak menjauh, Kenny melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Kenny terus melajukan motornya dengan cepat menuju kesebuah club' tempat biasa dirinya dan teman-temannya dulu suka nongkrong.


"Aaaarrrgggghhhh!!!!" Kenny berteriak di tengah jalan melepaskan semua beban yang ada di dalam hatinya.


Hingga dia sampai di club' yang dia maksud, setelah memarkirkan motornya, Kenny langsung masuk dan menemui Leo yang sudah datang terlebih dahulu.


"Ken! Kau nampak kusut!" kata Leo yang melihat kedatangan Kenny yang langsung duduk di hadapannya.


"Le, pesankan minuman!" ujar Kenny. Leo terkesiap.


"Hah? Kau minum Ken? Tidak salah??" tanya Leo ak percaya.


"Kau tidak dengar tadi aku ngomong apa? Pesankan minuman!!" sentak Kenny yang membuat Leo terperanjat kaget.

__ADS_1


****


__ADS_2