
Kenny sudah bersiap-siap untuk balapan motor pada malam itu, akhirnya ada juga kesempatan lagi, Kenny nongkrong dengan teman-temannya satu geng.
Jalanan itu nampak sepi, biasanya jalan itu adalah ajang untuk balapan motor.
Kenny sudah satu putaran, sekarang dia akan bersiap pada putaran berikut.
"Walaupun kini kau jarang nongkrong, tapi kau tetap bisa mengalahkan kami bro, salut lah!!!" seru Leo saat Kenny membuka helmnya.
"Hahaha, malam ini aku ready untuk kalian!" Balas Kenny.
Mereka semua menyoraki Kenny, ada beberapa wanita juga yang mengelilingi Kenny, mereka biasanya hanya berani untuk mengelilingi, tanpa berani menyentuh Kenny. Kenny di kenal anti dengan sentuhan wanita.
Leo dan kawan-kawannya mulai minum dan merokok, tiba-tiba dari ujung jalan, Dini muncul dengan motornya.
"Ken! Dini tuh!" Seru Leo sambil mencondongkan dagunya ke arah Dini.
Kenny turun dari motornya, kemudian menghampiri dini yang menepikan motornya di pinggir jalan itu.
"Hei Din, ngapain kamu ikut di sini?" tanya Kenny.
"Leo memberitahuku kalau malam ini kamu akan balapan lagi ..." jawab Dini.
"Bukankah beberapa hari ini kamu marah padaku??"
"Ya, tapi tidak lagi, lupakan ..." Dini mulai memeluk Kenny.
"Wooy, pacaran saja! Jadi mulai tidak??!" teriak salah seorang teman Kenny.
Leo terlihat asyik mengobrol dengan seorang wanita seksi.
"Sebentar lagi!!" Sahut Kenny.
"Okay!!"
"Ken, kau akan pulang pagi lagi?" tanya Dini.
"Yah, mungkin, kau pulang saja duluan, tidak baik wanita ada di luar rumah malam-malam!" cetus Kenny.
"Kenny?? Kau mengusirku?"
"Tidak, hidup itu pilihan Din, kamu sendiri yang menentukan hidupmu, bukankah kamu tau dari dulu aku memang sering seperti ini? nongkrong, begadang dan bersenang-senang dengan teman-temanku!" ujar Kenny. Dini terdiam.
Dini sadar, Sejak dulu Kenny tidak pernah suka jika Dini selalu ikut dalam kegiatan malamnya, apalagi Dini adalah seorang guru, panutan bagi murid-murid.
"Baiklah Kenny, sebentar lagi aku akan pulang ..." ujar Dini melembut.
"Kenn!!! Cepatlah! Kita sudah siap Nih!" Panggil Leo, beberapa teman sudah dalam posisi di atas motor, bersiap balapan lagi.
"Okay! Wait yaa!!" Kenny segera beranjak meninggalkan Dini.
Baru saja dia naik keatas motornya, tiba-tiba ponselnya bergetar, buru-buru Kenny merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponselnya.
"Halo!"
__ADS_1
"Halo Mister, ini Mbak Nur ..."
"Mbak Nur??"
"Iya Mister, Icha demam sejak sore, dia tidak mau makan dan selalu menyebut nama Mister, sekarang dia tidak bisa tidur ..." jelas Mbak Nur.
"Icha demam?"
"Iya Mister, dia selalu panggil-panggil nama Mister, ibu sampai bingung Mister, makanya saya telepon Mister ..."
"Iya Mbak, aku segera datang!" Kenny mematikan ponselnya.
Sementara teman-temanya sudah gelisah menunggunya.
"Sorry Brooo, malam ini gak bisa gabung lagi, ada urusan!" Ujar Kenny.
Wajah teman-temannya nampak kecewa, karena mereka sangat ingin adu balap dengan Kenny yang mereka pikir sulit untuk di kalahkan.
"Gila lu Ken! Murid pitik you itu penting banget sampe harus keluar arena?" tanya Leo.
"Sorry Leo, titip Dini ya, antar dia pulang ..." Kenny menepuk bahu Leo.
Kemudian Kenny segera berputar arah dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi melintasi jalanan malam itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam saat Kenny sampai di rumah Icha, rumah itu nampak sepi.
Setelah memarkir motor ninjanya, Kenny membuka pintu gerbang rumah itu.
Mbak Nur langsung tergopoh-gopoh membuka pintu depan.
Kenny segera masuk kedalam rumah itu dan menuju kamar Icha, Felly nampak sedang mengompres dahi Icha.
Icha memejamkan matanya sambil mulutnya terus bergumam.
Perlahan Kenny mulai mendekati Icha, Felly berdiri dan langsung mundur beberapa langkah dari tempat tidur Icha, membiarkan Kenny yang duduk di samping Icha.
"Cha, Mister datang Cha, Icha cepat sembuh ya, jangan sakit Cha ..." Bisik Kenny sambil mengusap wajah Icha.
Icha nampak membuka sedikit matanya, melihat wajah Kenny ada di dekatnya, sebuah senyuman tersungging dari bibirnya.
"Mister? Ini beneran Mister kan?" tanya Icha.
"Iya sayang, ini Mister, Icha cepat sembuh ya ..." Ucap Kenny. Icha menganggukkan kepalanya.
"Mister jangan pergi ya ..."
"Iya, Mr di sini jagain Icha...tapi Icha harus makan ya, terus minum obat, supaya besok cepat sembuh ..." Kata Kenny. Lagi-lagi Icha menganggukan kepalanya.
Felly langsung memberikan piring makanan Icha ke tangan Kenny.
Satu dua suap Icha bisa makan, bahkan nyaris habis.
Setelah itu, Kenny memberikan obat demam pada Icha, setelah minum obat, Icha kembali membaringkan tubuhnya.
__ADS_1
"Mister jangan kemana-mana, menginap saja di rumahku ..." ujar Icha.
"Hah? Menginap? Jangan lah Cha ..." tukas Kenny.
"Aku mau Mister menginap malam ini di rumahku, awas kalau besok aku bangun tidak ada Mister!" ancam Icha sambil membalikkan tubuhnya memeluk bonekanya.
Tak lama kemudian Icha sudah tertidur.
Kenny menyelimuti tubuh Icha, kemudian dia segera keluar kamar dan duduk di sofa ruang tamu.
"Kalau kau mau pulang, pulang saja, jangan mendengarkan Icha ..." Kata Felly tiba-tiba yang sudah duduk di depan Kenny.
"Tidak, kalau kau ijinkan, aku akan menginap disini, aku tidak suka membohongi anak kecil!" Sahut Kenny.
"Tapi ..."
"Aku akan tidur di sofa ini, kamu jangan khawatir ..." Ujar Kenny.
"Kenny, maaf selalu merepotkanmu ..." ucap Felly sambil menangis.
"Aku tidak merasa di repotkan, tenang saja ..."
Felly mengusap pipinya yang basah, perlahan Kenny mendekati Felly dan mulai duduk di sampingnya.
"Kalau kamu punya beban di hatimu, curahkan saja padaku, aku siap mendengarkanmu ..." Kenny menatap dalam wajah Felly.
"Kenny, kadang aku tidak kuat, di sini, di rumah ini tidak ada laki-laki, aku harus bisa menopang semuanya dengan kekuatanku sendiri, aku tidak kuat ..." tangis Felly yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Perlahan Kenny merengkuh tubuh Felly dan membenamkan kepala Felly dalam dadanya.
Ada suatu kenyamanan yang luar biasa di dalam hati Felly, merasakan pelukan hangat seorang laki-laki, menyandarkan kepalanya di dada bidang itu dengan aroma maskulinnya, yang membuat Felly ingin berlama-lama ada dalam dekapan itu.
"Menangislah dalam pelukanku...aku akan melindungimu ..." Bisik Kenny. Membuat semua bulu kuduk Felly meremang seketika.
"Ken ..."
"Jangan ucapkan apapun ..." Kenny memeluk tubuh Felly dengan erat.
Kenny juga merasa ada bagian tubuhnya yang bergetar dan menegang, dadanya berdegup sangat kuat, belum pernah dia rasakan saat Dini memeluknya.
Perasaan malam ini begitu kuat, membuat Kenny tidak melepaskan pelukannya.
Tanpa sadar Kenny menangkup wajah Felly, di tatapnya dalam wajah itu, dengan mata yang menyorot lembut.
Perlahan Kenny mencondongkan wajahnya, mengecup lembut bibir Felly, sesaat mereka hanyut dalam perasaan masing-masing, yang tidak terungkap dengan kata-kata.
Felly tanpa sadar membalas ciuman Kenny, terasa hangat dan manis. Ciuman yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.
Sedangkan Kenny, ciuman ini adalah ciuman pertama baginya, belum pernah dia mencium bibir wanita sedalam dan semanis ini.
Biasanya dia selalu mendapat ciuman, tapi hanya di bagian tubuh yang lain, bukan di bibir.
Tapi entah mengapa terhadap Felly, Kenny bisa mencurahkan perasaannya malam ini.
__ADS_1
Bersambung ...
****