Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kepergok Dini


__ADS_3

Karena kelelahan berpetualang, Icha tertidur di sofa ruang tamu rumah Kenny. Wajahnya sedikit pucat karena Icha juga kurang tidur dan beristirahat dalam perjalanannya.


Dengan sigap Kenny mengangkat Icha dan memindahkannya ke kamar tamu, Felly mengikutinya dari belakang.


Kemudian Kenny membaringkan Icha di tempat tidur, lalu menyelimuti tubuh anak itu.


"Trima kasih Ken," ucap Felly.


"Kau juga istirahatlah sayang, pasti juga lelah kan seharian ini mencari Icha?" kata Kenny.


Felly beringsut merebahkan tubuhnya yang memang lelah di samping Icha.


Perlahan Kenny mendekati Felly dan duduk di sisi ranjangnya.


"Kau juga istirahatlah sana Ken, jangan memandangiku terus," ujar Felly sambil memalingkan wajahnya ke arah Icha.


Tangan Kenny mengelus lembut wajah Felly.


"Kau kenapa? Sebentar lagi juga aku yang akan tidur di sisimu!" sahut Kenny.


"Iya, sebentar lagi, makanya kau bersabarlah dulu Ken!" Sergah Felly saat Kenny akan mencium bibirnya.


"Mana bisa aku sabar sementara kau ada di dekatku begini!" Kenny tetap beringsut mendekati Felly.


"Tapi nanti Icha akan melihatmu Ken, pergilah! Aku mau tidur!" Felly menutup wajahnya dengan selimut.


"Sedikit saja Fell, berikan bibirmu padaku, aku sangat ingin ... " Rajuk Kenny, wajahnya tampak memelas.


Akhirnya Felly menyingkapkan selimut yang menutupi wajahnya.


Kenny tersenyum senang, dan dengan lembut Kenny mengecup bibir itu, menikmatinya dengan perlahan, sampai tanpa sengaja tangan Felly menyentuh bagian tubuh Kenny yang sudah sangat mengeras.


"Ken, kamu lagi on ya?" Bisik Felly.


"Iya sayang, ini semua gara-gara kamu, bahkan aku hampir tidak bisa menguasai tubuhku, entah mengapa hasrat ini begitu besar, sampai aku merasa sudah tak tahan lagi!" Kenny mempererat pelukannya dan kian dalam mencium bibir Felly yang mulai kebas.


"Sabar Ken, kita belum resmi, aku tau jiwa muda mu menginginkan itu, aku janji akan memberikannya padamu setelah kita menikah nanti ..." Ucap Felly sambil mendorong perlahan tubuh Kenny menjauhinya.


"Sebentar lagi sayang, aku butuh itu ... " Rajuk Kenny.


Felly juga tak kuasa menolak ciuman Kenny yang membabi buta, sesungguhnya juga ia sangat menginginkan itu, akhirnya Felly pun membalas setiap ciuman Kenny, mengecup lembut bibir Kenny yang kemerahan alami.


Ceklek ... !

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ruang tamu itu terbuka dari luar.


Dini sudah berdiri di depan pintu dengan mulut yang menganga dan mata yang membola.


Kenny yang terkejut langsung melepaskan pagutan nya, Felly juga langsung duduk dari posisi tidurnya.


"Kalian sudah bertemu rupanya! Ken! Aku tidak menyangka kau yang adalah seorang pendidik akan bertindak memalukan seperti ini!" Seru Dini.


"Din! Kenapa kau masuk tiba-tiba dan tidak mengetuk pintu dulu??" tanya Kenny kesal.


"Mengetuk pintu katamu? Supaya kalian bisa bebas melakukan apapun??" sengit Dini. Matanya sudah terlihat merah.


Kenny bangkit dan langsung menghampiri Dini yang masih berdiri di ambang pintu.


"Kita bicara di luar Din, Icha sedang tidur, nanti dia terbangun!" Kenny langsung menarik tangan Dini meninggalkan kamar tamu itu.


Ternyata di ruang tamu sudah ada Leo dan Pak Banu yang sedang asyik mengobrol.


Mereka heran saat melihat kedatangan Dini dan Kenny yang berwajah tegang.


"Hei, ada apa dengan kalian? Seperti sedang perang dingin saja!" Cetus Leo.


"Ayo sini duduklah Ken, kau temani Leo, kalian mengobrol lah, Ayah mau ke kamar istirahat!" Ujar Pak Banu yang langsung berdiri dan meninggalkan ruang tamu itu menuju ke kamarnya.


"Kau tanyakan saja sendiri sama temanmu ini Le!" Cetus Dini. Dia langsung duduk di samping Leo.


"Ada apa sih Ken?" tanya Leo sambil menoleh ke arah Kenny yang kini duduk di depan mereka.


Mbok Sumi muncul dari arah dapur dengan membawa beberapa gelas minuman dingin.


"Di kamar tamu ada Felly dan Icha, Icha pergi dari rumahnya di Bandung sendirian ke Jakarta, makanya Felly menghubungiku karena mengkhawatirkan Icha, lalu kami ke Jakarta untuk mencari Icha, dan akhirnya Icha kembali!" Jelas Kenny.


"Oo, begitu, tapi kenapa Dini kelihatan begitu marah?" Tanya Leo.


"Itu karena saat Dini datang ke kamar, aku sedang ... "


"Cukup Ken!" potong Dini cepat.


"Lho, kamu kenapa sih Din!?" Tanya Leo penasaran.


"Aku mau pulang saja Le, antar aku pulang sekarang!" Cetus Dini.


"Pulang? Bukannya tadi kau yang minta aku mengantar mu kerumah Kenny? Untuk menjenguk Om Banu?" tanya Leo heran.

__ADS_1


"Kan tadi sudah ketemu, sekarang aku mau pulang!" Tukas Dini.


"Oke, oke, aku akan mengantarmu pulang! Ken, aku balik dulu ya, nanti malam aku mampir lagi, ada yang aku mau tanyakan padamu!" kata Leo yang langsung berdiri bersiap akan pergi.


"Ken, sampaikan pamit ku pada Om Banu!" ujar Dini sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.


Leo segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukannya meninggalkan rumah Kenny.


Tiba-tiba Dini menangis, dia menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Leo langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Apa yang terjadi padamu Din?" tanya Leo sambil menyentuh bahu Dini.


"Tadi, aku melihat, Kenny sedang berciuman dengan Felly, hatiku sakit Le!" Isak Dini sambil menyeka air matanya.


"Berciuman?"


"Iya Le, padahal aku sekalipun belum pernah berciuman dengan Kenny selama jadi pacarnya dulu, aku sangat sedih dan marah saat melihat mereka begitu mesra, aku cemburu Le!" ucap Dini.


"Din, Kenny itu kan memang cinta sama Felly, dan sepertinya Om Banu juga sudah merestui mereka, kau jangan sedih Din, masih banyak pria di luar sana yang akan mencintaimu dengan tulus!" Hibur Leo.


"Tapi aku hanya mencintai Kenny Le, hanya Kenny, bukan yang lain!" Bantah Dini.


"Memangnya kau juga ingin merasa di cium sama seperti Kenny?" tanya Leo. Dini tak menjawab pertanyaan Leo, dia masih nampak terisak.


"Kau boleh melakukannya padaku Din!" Ucap Leo, Dini langsung menatap tajam ke arah Leo.


"Tidak! Kau ini dasar play boy! Memangnya aku tidak tau, sudah berapa wanita yang kau tiduri di club malam? Kau pikir aku sama seperti mereka??" Berang Dini.


"Ups, kalau begitu aku minta maaf Din, aku lupa kalau kau adalah gadis baik-baik!" Ujar Leo.


"Aku, aku hanya mau melakukannya dengan Kenny, aku tidak mau dengan yang lain!" Kata Dini.


"Tapi kau harus sadar Din, Kenny sudah bukan milikmu lagi, jangan siksa perasaanmu sendiri Din!" cetus Leo.


Kemudian Leo kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Dini pulang.


"Leo, maafkan aku ... " Ucap Dini lirih.


Leo menganggukan kepalanya, entah mengapa ada yang pedih di sudut hati Leo yang terdalam.


Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2