Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pulang Ke Rumah Kenny


__ADS_3

Kenny sudah berhasil menemukan alamat Felly, tanpa membuang waktu mereka langsung meluncur dengan mobil Kenny kembali ke Jakarta. Sementara Mbak Nur masih di rumah yang baru.


"Ken, rumahku sudah kosong sekarang, aku nanti tinggal di mana?" Tanya Felly ketika mereka sudah hampir tiba di Jakarta.


"Tinggallah di rumahku Fell, Ayahku sudah merestui kita, setelah itu kita akan sama-sama cari Icha!" Jawab Kenny.


"Tapi Ken, aku masih takut dengan Ayahmu ... sepertinya waktu itu dia sangat membenciku dan Icha!" Sergah Felly.


"Tidak sayang, sekarang ayahku sudah berubah, dia tidak lagi membenci kalian, karena dia sudah sadar, bahwa kebahagiaanku adalah bersama kalian!" Ucap Kenny sambil mengecup jemari Felly.


"Ken ... Trimakasih, sudah memberikan hatimu untukku!" Lirih Felly sambil menitikkan air matanya.


"Jangan menangis sayang, setelah ini kita akan fokus cari Icha, aku sudah meminta Leo untuk membantu menyebarkan foto Icha di media sosial, bahkan aku juga minta para guru juga menyebarkan foto itu, Icha pasti cepat di temukan!" Ujar Kenny.


"Iya Ken, aku sangat menghawatirkan Icha, aku takut terjadi apa-apa dengan anak itu, Icha kan masih kecil!" Kata Felly sambil mengusap air matanya.


"Tidak akan terjadi apa-apa dengan Icha sayang, aku yakin itu, Icha itu sangat pintar dan cerdas, pasti dia akan bisa menemukan jalan untuk mencariku...aku percaya itu!" Ucap Kenny.


"Trima kasih Ken, kau sudah menguatkan aku, hanya Icha yang aku miliki saat ini Ken, aku benar-benar takut kehilangan dia, baru kali ini dia pergi sendiri dari rumah, itu semua hanya karena dia sangat ingin mencarimu Ken, Icha sangat sayang padamu ...!" Ujar Felly sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kenny.


"Aku juga sangat menyayangi Icha, terlebih dirimu Fell, jadi percayalah padaku, cintaku cukup banyak untuk kalian berdua, aku berharap setelah ini akan ada kebahagiaan untuk kita ... !" Bisik Kenny.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di rumah Kenny. Rumah itu nampak sepi, Mbok Sumi nampak sedang menyapu teras rumah, melihat kedatangan Kenny, wanita setengah baya itu langsung membukakan gerbang rumah Kenny.


"Mas Kenny sudah pulang? Sini barang-bqtangnya biar saya yang bawakan!" Sambut Mbok Sumi. Kenny dan Felly turun dari dalam mobil dan Mbok Sumi membawakan tas Kenny dan Felly.


"Sudah Mbok, Oya, Ayah di mana?" Tanya Kenny balik.


"Pak Banu sedang ke sekolah Mas, ada rapat yayasan katanya ... Paling sebentar lagi juga pulang! Dia berangkat dari pagi-pagi sekali!" Jawab Mbok Sumi yang dengan cepat langsung menyelesaikan pekerjaannya.


"Mbok Sumi tolong bereskan kamar tamu ya, pokoknya harus bersih dan wangi, karena calon istriku akan menginap di kamar itu!" Kata Kenny. Mbok Sumi nampak tertegun, namun dia segera melakukan apa yang di perintahkan Kenny.


"Duduklah Fell, Aku akan buatkan teh hangat untukmu, kau pasti lelah,nanti setelah kamarmu beres, kau bisa langsung istirahat!" Ucap Kenny.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku Ken, aku takut!" Felly menahan tangan Kenny yang akan beranjak darinya.


"Aku hanya membuatkanmu teh sebentar saja sayang, supaya badanmu enak dan segar!" Sergah Kenny.


"Tapi aku tidak enak Ken!" Sergah Felly yang merasa canggung.


"Masa di rumah calon suami sendiri tidak enak, sudahlah sayang ... kau tunggu di sini sebentar, aku buatkan teh hangat dulu, setelah kau segar kita lanjutkan kembali pencarian kita!" Kenny segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Tin...tin...tin...


Suara Klakson mobil Pak Banu terdengar, Mbok Sumi langsung keluar untuk membukakan pintu gerbang.


Pak Banu turun dari mobil setelah dia memarkirkan mobilnya di garasi.


Kenny yang baru selesai membuatkan teh segera meletakan gelas itu di meja, lalu segera berdiri menyambut Pak Banu. Felly kelihatan sangat canggung.


"Halo Ayah, sudah pulang dari sekolah?" Tanya Kenny sambil mencium tangan Ayahnya.


"Lho, kau sudah kembali Ken? Kalian sudah ketemu?" Pak Banu nampak bingung melihat Felly tanpa melihat Icha.


Pak Banu menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamunya itu.


"Icha mencari Kenny ... Gadis kecil itu bahkan tidak tau alamat siapa-siapa, ini semua karena salahku...andai sejak dulu aku mengijinkan Kenny bersama kalian ... tentunya Icha tak akan mengalami hal ini... Aku sangat menyesal!" Gumam Pak Banu.


"Sudahlah Ayah, setelah ini aku dan Felly akan mencari Icha, tapi kami perlu istirahat sebentar untuk stamina tubuh kami!" Ujar Kenny.


"Ya, kalian istirahatlah dulu...Felly, maafkan Ayah ya ... Ayah begitu egois terhadapmu dan Icha!" Ucap Pak Banu.


"Tidak apa-apa Pak Banu, aku sangat mengerti perasaan Pak Banu!" Sahut Felly.


"Jangan panggil aku pak Banu, kau adalah calon istri anakku, panggil aku Ayah!" Ucap Pak Banu dengan tatapan lembut.


"I ... iya Ayah ...!" Jawab Felly tersipu.

__ADS_1


Kenny mengantarkan Felly menuju ke kamarnya, sementara Pak Banu nampak masih duduk di ruang tamu sambil menonton TV.


"Tuh, apa ku bilang, Ayahku sudah merestui kalian ... setelah kita menemukan Icha, aku akan segera menikahimu!" Bisik Kenny.


Felly mendorong lembut tubuh Kenny yang terus mendekat kepadanya.


"Kau mau apa Ken? Katanya mau istirahat dulu, aku capek!" Cetus Felly.


"Sudah lama kau tidak mencium aku sayang!" Ucap Kenny dengan tatapan lembutnya.


"Jangan sekarang Ken, malu!" Sergah Felly.


"Sebentar saja sayang, aku kangen tau!" Kenny semakin mendekat, Felly mundur sampai mentok ke tembok.


"Ken ... nanti Ayahmu atau Mbok Sumi akan melihat kita, kau bersabarlah dulu!" Felly menahan dada Kenny dengan tangannya.


"Mana bisa aku bersabar, sekarang kau ada di hadapanku, ayo, berikan aku ciuman, aku akan sangat bahagia!" Ucap Kenny dengan mata penuh harap.


Akhirnya Felly menyerah, dia menangkup wajah Kenny dengan kedua tangannya, di tatapnya wajah tampan itu dengan sangat dalam.


"Kau sangat tampan Ken, siapapun wanita pasti akan bahagia bisa mencium wajah ini, tapi kau hanya memberikannya padaku ... aku bahagia Ken, trima kasih...!" Ucap Felly.


Kemudian dengan lembut Felly mencium kening Kenny, lalu turun ke matanya, lalu kedua pipi Kenny, yang terakhir Felly mengecup bibir Kenny dengan sangat lembut.


Ada pancaran kebahagiaan di sana, ketika Kenny dan Felly saling menautkan bibir mereka, ada rasa manis dan hangat yang mereka berdua rasakan.


"Aku bahagia Fell, aku ingin segera menjadikanmu istriku, supaya aku bisa mendapatkan lebih dari ini...!" Bisik Kenny.


"Memangnya kau mau melakukan apa?" Tanya Felly sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Kenny.


"Aku mau membuat seorang adik untuk Icha!" Sahut Kenny sambil berbisik di telinga Felly. Bulu kuduk Felly meremang seketika.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2