
Sejak Kenny mengambil alih sekolah warisan Ayahnya, sekolah SD Rajawali, Kenny terlihat semakin sibuk di sekolah, kini Kenny mempunya sebuah ruangan khusus untuknya bekerja.
Berbeda saat Pak Banu masih memimpin, Kenny nampak lebih cekatan dan lincah bergerak di banding Ayahnya.
Semua orang menyukai Kenny, dari anak-anak SD, orang tua murid bahkan guru.
Kenny tipe periang dan ramah, jiwanya yang muda membuat semangat orang-orang di sekitarnya.
"Hari ini hari Jumat, semua murid-murid dan guru wajib olah raga di lapangan besar!" titah Kenny kepada semua guru.
"Tapi bagaimana jika ada pelajaran yang bertabrakan Mister?" tanya seorang guru.
"Tinggal di geser jamnya, gampang kan!" sahut Kenny.
"Oke deh!" ujar sang guru itu.
Semua guru dan para murid sudah bersiap di lapangan.
Kenny baris di barisan paling depan, dia memimpin senam pagi ini.
Semua guru dan murid berbaris dengan rapi.
"Icha, Papi kamu hebat banget, keren!" puji Putri, teman Icha.
"Iya, Papi memang hebat, aku aja beruntung jadi anak Papi Kenny!" ujar Icha bangga.
Kenny memulai senamnya, musik sudah berbunyi, semua guru dan murid bergerak mengikuti irama dan gerakan yang di contohkan oleh Kenny.
Namun, bukan gerakan yang mereka perhatikan, malah mereka memperhatikan persona Kenny.
"Aduh Mister Kenny harusnya jangan jadi instruktur senam, semua orang jadi tidak fokus!" celetuk Bu Ira.
"Iya Bu, di ganti saja sama Pak Yudi guru olah raga, masa pimpinan tertinggi jadi tontonan publik sih!" sahut Bu Iren.
"Coba Bu Iren, tolong bilang pak Budi, biar pak Yudi yang menggantikan Mister Kenny!" kata Bu Ira.
Bu Iren langsung berjalan mendekati Pak Budi yang terpaksa mengikuti senam karena perintah Kenny.
"Pak Budi!" panggil Bu Iren, Pak Budi menoleh.
"Ada apa Bu?" tanya Pak Budi.
"Tolong minta pak Yudi menggantikan Mister Kenny jadi instruktur senam!" sahut Bu Iren.
"Lho, kenapa Bu?" tanya Pak Budi heran.
"Itu lihat pak, bukannya senam mereka semua malah memandang Mister Kenny, tuh lihat orang tua murid bahkan berdiri di sekeliling pagar sekolah cuma mau melihat Mister Kenny!" sahut Bu Iren sambil menunjuk ke arah gerbang.
Pak Budi memperhatikan lalu manggut-manggut.
__ADS_1
"Baiklah Bu, saya akan segera minta Pak Yudi untuk menghandle senam pagi ini!" ujar Pak Budi, yang segera berjalan menemui pak Yudi.
Pak Budi nampak bicara dengan Pak Yudi, pak Yudi terlihat Menganggukan kepalanya, lalu Pak Yudi berjalan menghampiri Kenny yang masih memimpin senam.
Suara gemuruh sorak Sorai mulai terdengar.
"Permisi Mister, biar saya saja yang memimpin senam Mister!" kata Pak Yudi.
"Lho, memangnya kenapa Pak?" tanya Kenny heran.
"Ehm, itu Mister!" Pak Yudi menunjuk para orang tua murid yang menonton dengan antusias sambil bersorak sorai.
"Oh, kenapa sekolah jadi ramai begini?" gumam Kenny.
"Karena Mister Kenny jadi tontonan mereka, mereka begitu antusias karena melihat tubuh Mister yang atletis itu, kan Mister Kenny di gilai para ibu-ibu dan guru wanita!" jelas Pak Yudi.
"Baik, sekarang Pak Yudi yang gantikan aku memimpin senam ya, aku mau ke ruangan ku saja!" ujar Kenny yang langsung berjalan menuju ke ruangannya.
Melihat Kenny pergi, gerombolan ibu-ibu itu pun bubar teratur.
Guru dan para murid senam selama hampir satu jam, mereka semua terlihat sudah berkeringat.
Setelah senam selesai, mereka kembali ke kelas masing-masing, berganti seragam lalu kembali melanjutkan pelajaran.
Kenny juga sudah nampak berganti pakaian, dia mulai membuka laptopnya, menyusun program kerja yang akan di bicarakan pada rapat selanjutnya.
Ceklek!
"Permisi Mister Kenny, ini ada minuman dan sedikit cemilan, bila berkenan silahkan di nikmati!" kata Bu Ira.
"Trima kasih Bu!" jawab Kenny singkat sambil tersenyum.
"Iya Mister, kalau begitu saya permisi dulu Mister," Bu Ira segera keluar dari ruangan Kenny.
Kenny mulai menyeruput teh manis hangat buatan Bu Ira dan makan pisang goreng yang ada di piring.
Tiba-tiba pintu ruangan kembali terbuka, ada dua orang tua murid datang menghadap Kenny dengan membawa bungkusan.
"Selamat pagi Mister Kenny! Ini kami calon orang tua murid baru, boleh bicara sebentar?" tanya mereka.
"Oh, silahkan duduk Bu!" sahut Kenny.
Mereka langsung duduk di hadapan Kenny.
"Sebagai orang tua calon murid di sini, kami ingin memberikan ini buat Mister Kenny!" kata salah seorang dari mereka.
"Apaan ini Bu?" tanya Kenny sambil menatap bungkusan yang ada di atas meja.
"Itu kue Mister, enak lho, kami yang membuatnya, khusus buat Mister!" kata mereka.
__ADS_1
"Ya ampun Bu, trimakasih Bu! Lain kali jangan repot-repot!" ujar Kenny.
"Tidak repot kok Mister, kami memang senang kalau Mr mau menerimanya, nanti kalau anak-anak kami sudah sekolah di sini, kami akan beri lebih dari ini lho!" kata seorang dari mereka.
"Jangan Bu, di sekolah ini tidak di perkenankan memberi apapun untuk guru, karena guru sudah dapat jatah dan gajinya sendiri!" ucap Kenny.
"Lho, Mister kan bukan guru, Mister kan owner disini, jadi tidak masalah dong!" sahut mereka.
Kenny tertegun mendengar perkataan mereka, dia mulai berpikir kini dirinya kembali dalam masalah, dulu dia di kejar para murid SMA, kini dia menjadi incaran para orang tua murid.
"Lho kok Mister malah bengong!" cetus salah satu dari mereka.
"Eh, maaf Bu, sepertinya saya sibuk, masih banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan!" ujar Kenny beralasan.
"Aduh, Mister Kenny itu so sweet banget deh, sudah tampan, jiwa pemimpin, tanggung jawab lagi!" cetus seorang ibu.
"Iya nih, tipe suami idaman banget!" timpal yang lain.
Setelah beberapa lama Kenny cuekin mereka, akhirnya mereka keluar juga dari ruangan Kenny, Kenny menarik napas panjang.
Kemudian dia mulai mengambil ponselnya dan menelepon Pak Budi di tuang yang lain.
"Halo Mister!"
"Halo Pak Budi, mulai besok, siapa saja yang mau ke ruangan saya harus di selektif dulu ya, jangan ada orang yang sembarangan masuk!" ujar Kenny.
"Baik Mister!" jawab Pak Budi singkat.
"Dan tulis besar-besar di depan ruanganku, di larang membawa apapun termasuk makanan dan sejenisnya, datang harus dengan alasan yang jelas, aku tidak mau ruanganku jadi tempat berkumpul ibu-ibu!" jelas Kenny.
"Baik Mister, nanti akan saya suruh staf yang lain untuk melakukan tugas ini!" jawab Pak Budi.
"Trima kasih Pak Budi!" ucap Kenny yang langsung mematikan ponselnya.
Ceklek!
Tiba-tiba Icha masuk keruangan Kenny.
"Papi! Aku boleh kan main di sini?" tanya Icha.
"Boleh Cha, tapi jangan ajak teman yang lain ya, Papi tidak mau ruangan Papi jadi tempat kumpul-kumpul!" kata Kenny tegas.
****
Halo guys ....
Promosi novel terbaru author ya, dengan cerita berbeda, dengan konflik rumah tangga.
Jangan lupa favoritkan ya guys ...🥰🥰
__ADS_1