
Kenny gembira bisa mendengar kembali suara Felly, namun di sisi lain, hatinya juga sedih karena Felly tidak mau kembali padanya, bahkan tidak memberitahukan di mana keberadaannya.
Akhirnya Kenny melanjutkan menulis kata-kata romantis untuk Felly, berharap setelah membaca pesan nya itu, Felly akan kembali padanya.
Setelah berpikir sekian lama untuk merancang kata-kata, berkali-keli Kenny menulis, dia berkali-kali juga menghapus pesan yang sudah dia tulis, laki-laki itu benar-benar galau merangkai kata demi kata untuk di jadikannya sebuah ucapan romantis.
Karena kelelahan, Kenny pun ketiduran di dalam mobilnya di lokasi rest area di jalan tol.
****
Sementara itu di rumah Felly, Mbak Nur sudah menyiapkan makan malam.
Felly baru mengecek ruko di depan rumahnya yang baru saja selesai di cat dan sedikit di pugar.
Mulai besok Felly kembali membuka toko rotinya, namun kali ini dia tidak memakai pekerja, dia dan Mbak Nur yang akan mengelolanya sementara.
"Bu ... Makanlah dulu, semuanya sudah siap di meja makan Bu!" Panggil Mbak Nur. Felly langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Lho, Icha mana Mbak? Masa dari tadi dia belum bangun tidur?" tanya Felly.
"Tadi saya sudah ketuk pintunya Bu, sepertinya Icha memang masih tidur, tadi saya lihat Icha masih pakai selimut!" Jawab Mbak Nur.
"Ah, lama sekali dia tidur, sudah sejak siang lho Mbak!" Felly segera berjalan menuju kamar Icha.
"Icha! Bangun dulu Nak, kita makan dulu, sudah sore nih!" Felly membuka pintu kamar Icha.
Di atas tempat tidur ada yang berselimut seperti orang tidur, Felly perlahan membuka selimut itu, ternyata, itu guling yang di selimuti, Icha tidak ada di kamar itu. Wajah Felly berubah manjadi pucat.
"Mbak Nur!!" Teriak Felly.
Mbak Nur tergopoh-gopoh menuju kamar Icha.
"Ada apa Bu?" tanya Mbak Nur heran.
"Icha tidak ada di kamarnya Mbak! Kemana dia? Apa kau tidak melihat Icha keluar?" tanya Felly panik.
"Tidak Bu, tadi saya masak di dapur, pintu kamar Icha selalu tertutup, aku pikir Icha masih tidur!" Jawab Mbak Nur.
"Ya Tuhan Mbak! Kemana Icha, kenapa dia bisa pergi begini, mana ini daerah asing buat Icha...!" Felly mulai menangis. Mbak Nur nampak mencari-cari sesuatu.
"Bu, ini ada surat dari Icha di atas meja!" Seru Mbak Nur. Felly langsung berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Mana sini suratnya Mbak!" Perlahan Felly membaca isi surat dari Icha.
'Mami, aku pergi cari Mister ya, Mami jangan kuatir, aku kan sudah besar, nanti aku akan kembali bersama Mister untuk jemput Mami, aku bawa uang kok dari celengan aku, jadi Mami jangan takut, aku bisa beli makanan dan bayar ongkos'
Felly menangis saat membaca surat singkat Icha. Kemudian dia memfoto surat Icha dengan ponselnya.
Sekilas dia melirik ke lantai, ada celengan yang sudah terbuka di sana. Icha benar-Benar sudah pergi dengan membawa uang dari celengannya.
"Mbak Nur, tolong cari Icha di sekitar komplek ini, siapa tau dia belum jauh! Aku mau menelepon Kenny, supaya dia juga bisa mencarinya, Icha pergi kan juga gara-gara dia!" Kata Felly.
"Baik Bu, saya akan cari Icha di sekitar komplek ini! Mudah-mudahan dia belum jauh!" Sahut Mbak Nur yang langsung bergegas keluar dari rumah itu untuk mencari Icha.
Sementara Felly kembali menghubungi Kenny.
"Halo sayang, akhirnya kau menelepon ku kembali, kau memang tidak bisa jauh dariku sayang...baru saja aku memikirkan dirimu!" Ucap Kenny saat mengangkat telepon Felly.
"Ken, Icha pergi dari rumah, kau bacalah suratnya yang aku sudah kirimkan ke ponselmu!" Ujar Felly panik.
"Iya Fell, Aku baru baca surat Icha, kau tolong share alamat rumahmu sekarang, aku akan segera kesana!" Kata Kenny.
"Iya Ken, tapi Icha mau mencarimu, kemungkinan dia akan menyusulmu ke Jakarta, percuma saja kau datang kemari!" Sergah Felly.
"Tapi Ken, tetap saja aku takut, Icha itu masih kecil!" Sahut Felly.
"Tolong berikan alamatmu padaku Felly, aku akan menjemputmu, kita akan sama-sama mencari Icha! Oke?!" kata Kenny.
"Baiklah Ken, segera aku akan share alamatku ... trimakasih dan maafkan aku telah merepotkanmu ...!" Ucap Felly akhirnya.
"Nah, begitu dong, kebetulan aku sudah di tengah-tengah tol, tidak lama lagi aku akan sampai di tempatmu, kau tunggulah aku dengan tenang ya...setelah ini foto Icha akan viral di media sosial, aku akan menghubungi semua teman-temanku!" Kata Kenny. Felly bisa sedikit bernafas lega.
*****
Sementara itu, Icha sedang naik taksi ke sebuah terminal bus, dengan menggendong tas dan bonekanya.
Setelah sampai di terminal Icha langsung bertanya pada orang yang ada di dekatnya.
"Selamat sore Tante, bus yang ke Jakarta itu yang mana ya?" Tanya Icha pada seorang wanita muda yang duduk di lobby terminal itu.
"Oh, adik mau ke Jakarta? Sendiri atau sama orang tua?" tanya Wanita itu.
"Sendiri Tante, tapi aku minta tolong tunjukkan bus yang menuju ke Jakarta!" Kata Icha. Wanita itu Menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah anak manis, tuh bis besar yang berwarna biru, itu jurusan ke Jakarta, kamu bisa naik bus itu ...!" Jawab Wanita itu.
"Trimakasih Tante ...!" Icha segera berlari kecil menuju bus yang di maksud wanita tadi.
Kebetulan Bus itu baru akan melaju ke Jakarta. Melihat Icha naik, kondektur bus itu segera menghampirinya.
"Hai Dek! Kamu mau kemana?" Tanya kondektur itu.
"Aku mau ke Jakarta Om!" Jawab Icha.
"Jakarta? Kau sendirian?" tanya kondektur itu lagi. Icha Menganggukan kepalanya.
"Iyes Om! Aku sendirian, aku mau cari Mister!" Sahut Icha.
"Mister? Siapa dia?" tanya Kondektur itu bingung.
"Mister itu calon Papi aku Om, orangnya tinggi, ganteng, putih ... pokoknya keren deh Om!" Jelas Icha. Sang kondektur menggaruk-garuk kepalanya bingung.
"Sebenarnya kau mau kemana sih? Ada alamatnya tidak?" Tanya Kondektur lagi, beberapa penumpang bus itu mulai mendekati Icha.
"Aku tidak tau alamatnya Om!" Ujar Icha lesu.
"Yaah... kalau tidak tau alamatnya mana bisa ketemu, kalau cari orang itu harus jelas alamatnya!" Ujar Kondektur itu.
Tiba-tiba seorang laki-laki muda menyeruak masuk ke dalam kerumunan beberapa penumpang itu.
"Ikut Om saja yuk dek, nanti om antar ketempat Mister mu itu!" Kata pemuda itu tiba-tiba.
Semua mata penumpang memandang curiga terhadap pemuda itu.
"Memangnya Om tau alamat Mister aku?" tanya Icha.
"Nanti kita cari sama-sama, kan sekarang jaman canggih, apa saja bisa di cari kok, termasuk alamat Mister Kamu!" Sahut pemuda itu.
"Tapi Om tidak berniat menculik aku kan? Kata Mami jangan pernah ikut sama orang yang tidak kenal!" Kata Icha.
Pemuda itu terdiam beberapa saat lamanya, di iringi dengan pandangan curiga dari beberapa penumpang yang sejak tadi ada di tempat itu.
Bersambung ...
****
__ADS_1