Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kepergian Felly


__ADS_3

Kenny masih di rawat di rumah sakit di temani oleh Leo.


Sementara Felly yang merasa sangat sakit hati dan sedih, berniat akan pergi jauh dari Kenny.


Dia mencoba untuk melupakan Kenny.


Hari ini Felly akan pergi meninggalkan rumahnya dan semua kenangan yang ada di kota ini.


"Cha, kita akan pindah rumah ke luar kota!" Kata Felly sambil mengemasi pakaian dan beberapa barangnya.


"Tapi kenapa Mami? Nanti kalau Mister mencari kita bagaimana? Apalagi Mister janji mau mengajak kita jalan-jalan ke pantai liburan ini!" tanya Icha tidak mengerti.


"Icha, mulai sekarang kita harus belajar hidup tanpa Mister ya, Icha harus belajar melupakan Mister, kita akan mulai dari awal di tempat yang baru!" tegas Felly. Wajah Icha mendung seketika.


"Mami, kenapa kita harus pindah? Apa salah Mister sama Mami, kenapa Mami harus tinggalin Mister? Kenapa Mami?" tanya Icha lagi, matanya mulai merah menahan tangis.


"Icha dengar! Kesalahan Mister itu cuma satu, dia sayang Icha dan Mami, tapi Ayahnya tidak menyukai kita, jadi kita yang harus mengalah ... demi kebahagiaan Mister Kenny, Icha ingin kan Mister bahagia?" Felly menatap Icha dalam.


Ada butiran bening yang jatuh di pipi Icha. Perlahan Icha pun Menganggukan kepalanya. Felly memeluk Icha dengan erat sambil menangis.


"Maafin Mami Cha, Mami belum bisa seutuhnya membahagiakan Icha!" Bisik Felly.


"Bu, semua barang sudah masuk ke dalam mobil box, gaji untuk pegawai toko juga sudah di berikan!" Kata Mbak Nur yang tiba-tiba datang mendekati mereka.


"Apa baju dan barang-barang Icha juga sudah siap?" tanya Felly.


"Sudah Bu, semua sudah di angkut ke atas mobil..." sahut Mbak Nur.


"Baik Mbak, kita akan segera berangkat, tolong kunci semua pintu rumah dan toko, dan setelah itu titip kuncinya di Pak RT, nanti kalau sudah ada pembeli yang serius, beliau bisa membukanya lagi!" Ujar Felly sambil bangkit berdiri dan menggandneng Icha keluar dari rumah itu.


"Mami, bagaimana dengan sekolahku?" tanya Icha.


"Nanti Mami yang akan mengurus kepindahan sekolahmu sayang, Mami akan sekolahin Icha di tempat yang bagus dengan teman-teman yang baru ..." Jawab Felly.


Icha menangis sambil memeluk boneka pemberian Kenny. Anak itu terus menangis dan sesekali mencium boneka itu.


Melihat Icha yang seperti itu, hati Felly sangat perih dan sedih, dia juga menangis dan cepat-cepat menyeka air matanya yang sempat mengalir.

__ADS_1


"Icha jangan menangis sayang ... kalau kita berjodoh dengan Mister Kenny, suatu hari kita pasti akan bertemu lagi!" Bisik Felly sambil membelai rambut Icha.


Kemudian setelah Mbak Nur membereskan semua dan mengunci semua rumah dan toko, merekapun naik ke atas mobil box dan pergi meninggalkan tempat itu.


*****


Sementara di rumah sakit, Kenny juga bersiap akan pulang setelah Dokter sudah memperbolehkannya pulang, Leo membantu Kenny membereskan barangnya.


"Huh! Gara-gara nungguin pangeran sakit, kencan gue jadi batal!" Sungut Leo.


"Cepetan Le! Ngomel2 aja, nanti dari sini antar aku ke rumah Icha!" Ujar Kenny.


"Nah kan ... nekat nih orang, kalau Om Banu tau, gue yang di salahin tau!" Tukas Leo. Wajahnya terlihat masam.


"Aku yang tanggung jawab! Aku akan tetap menikahi Felly, setuju atau tidak setuju Ayahku, aku sudah capek selalu menjaga perasaan orang lain tanpa memperdulikan perasaanku sendiri!" Cetus Kenny.


Setelah selesai berkemas, mereka keluar dari rumah sakit kemudian naik ke dalam mobil milik Leo yang sudah terparkir di parkiran.


Lalu mobil itupun melaju menuju ke rumah Icha.


Mereka heran melihat rumah yang sangat sepi, toko roti yang biasanya ramai juga tutup.


Kenny memanggil-manggil nama Icha sambil menggedor-gedor pintu besi dengan batu.


"Ichaa!! Ichaa ... ini Mister Cha ... Felly! Felly, buka pintunya Fell!!" teriak Kenny.


Seseorang datang mendekati mereka.


"Mau cari siapa Mas? Saya ketua RT di lingkungan sini, kalau bisa jangan menggedor pintu besinya, mengganggu istirahat siang warga!" Tegur Pak RT.


"Saya mencari Icha Pak! Felly! Kenapa rumahnya terkunci? Tokonya juga tutup!" jawab Kenny.


Leo dari tadi hanya memantau dari dalam mobilnya.


"Mas nya ini berniat mau membeli rumah ini? Saya ada kunci nya Mas, kalau mau lihat-lihat boleh, siapa tau berminat, kata pemiliknya di jual di bawah harga pasaran saja!" Kata Pak RT.


"Hah?! Di jual? Kenapa rumah ini di jual?! Kemana Felly dan Icha?? Saya mau ketemu mereka bukan mau membeli rumah ini!!" Sentak Kenny. Wajah Pak RT terlihat sangat terkejut.

__ADS_1


"Oh, Bu Felly baru pindah Mas, rumah ini malah mau di jual sekalian tokonya!" Sahut Pak RT.


"Di jual Pak?? Lalu mereka pindah kemana Pak??" Tanya Kenny sambil mengguncang bahu Pak RT.


Leo yang melihatnya langsung keluar dari mobilnya.


"Sudah Ken! Tenangkan dirimu! Jangan mencari keributan!" Sergah Leo Sambil memegangi Kenny yang mulai emosi.


"Mereka pergi pagi-pagi sekali, mereka tidak memberi tau kemana mereka pindah, saya hanya dititipi kunci rumah ini untuk kalau sewaktu-waktu ada yang mau membeli rumah ini!" Jelas Pak RT.


Seketika Kenny langsung berlutut dan menangis. Felly dan Icha sudah pergi darinya. Hatinya begitu hancur dan sakit.


Leo merengkuh tubuh sahabatnya itu.


"Sabar Bro, tenangkan pikiranmu, nanti kita cari mereka pelan-pelan!" Ujar Leo.


"Mereka pergi Le! Mereka pergi meninggalkan aku! Ini semua gara-gara Ayah! Felly pasti sedih dan sakit hati mendengar perkataan Ayah! Ayah tega menghancurkan hatiku dan Felly!" Kenny menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Pak RT hanya menatapnya dengan heran. Kemudian dia segera berlalu meninggalkan Kenny dan Leo yang masih berada di depan rumah Icha.


"Leo, bantu aku cari Felly dan Icha! Aku tidak sanggup kalau harus kehilangan mereka, Icha pasti menungguku karena aku janji akan mengajaknya liburan ke pantai!" Ucap Kenny.


Leo Menganggukan kepalanya. Dia lalu membantu Kenny bangkit dan memapahnya naik ke atas mobil.


Merekapun kembali melanjutkan perjalanan menuju kerumah Kenny.


Pak Banu menyambut gembira kepulangan Kenny, namun Kenny tak menggubris sambutan ayahnya, dia terus berlalu melewati Ayahnya lalu langsung masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.


"Ada apa dengan Kenny Leo? Mengapa dia seperti itu?" Tanya Pak Banu terhadap Leo.


"Kenny kecewa Om, Felly dan Icha sudah pergi jauh, mereka pindah rumah entah kemana, hati Kenny jadi hancur, mungkin karena perkataan Om yang terlalu keras kemarin!" Jawab leo.


Pak Banu terdiam, laki-laki paruh baya itu bingung mau senang atau sedih setelah Felly pergi dari kehidupan Kenny.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2