
Sepanjang Perjalanan, Kenny dan Felly saling diam, larut dalam kecanggungan perasaan masing-masing.
Sementara Icha terus berceloteh dengan gaya khas anak-anaknya, Icha terlihat begitu gembira.
"Mister, nanti aku mau beli es krim ya di Mall ..." Kata Icha.
"Iya Cha, terus Icha mau kemana lagi?" Tanya Kenny. Icha nampak berpikir.
"Main time zone, jalan-jalan, lihat air mancur, mandi bola ... Terus ..."
"Icha! Banyak sekali maumu!" Sergah Felly.
"Iiiih Mami, kayak tidak pernah jadi anak kecil saja!! kuno!" Cetus Icha.
Tak lama mereka sudah sampai di sebuah Mall, yang seperti Icha inginkan. Saat turun dari mobil, gadis kecil itu terlihat sangat antusias.
"Yeeeaaayyy!! Jalan-jalan!" Seru Icha riang. Dia berjalan di depan, sementara Kenny dan Felly mengikutinya dari belakang.
"Mister Kenny, maaf ya atas kelakuan Icha!" Ucap Felly.
"Tidak, dia sangat polos dan manis, aku tidak merasa di repotkan ..." Jawab Kenny.
Tiba-tiba Icha berhenti, kemudian langsung menggandeng tangan Kenny dan Felly kemudian menggelayutinya seperti ayunan.
"Icha! jangan seperti ini, berjalanlah dengan baik!" hardik Felly.
"Icha, Icha mau main di arena permainan?" tanya Kenny.
"Iya Mister, aku mau main itu ...!"
"Katanya mau makan es krim ..."
"Aku mau makan es krim juga!"
"Ya, ya, kita makan eskrim sekarang ya, setelah itu Icha boleh main ..." Kata Kenny. Icha melonjak senang.
"Mister Kenny, jangan terlalu menuruti Icha, nanti dia jadi manja dan besar kepala ..." Ujar Felly.
"Tidak tiap hari, kamu juga mau makan es krim kan Bu?"
"Mmm ... "
"Kita makan es krim sama-sama ..." Ucap Kenny.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di kedai es krim.
"Aku mau rasa coklat dan stroberi Mister!" Kata Icha.
"Mami Felly mau rasa apa?" tanya Kenny.
"Hmm, aku, aku rasa vanila saja ..." Sahut Felly.
"Oke ... "
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sudah menikmati es krim bersama sambil duduk di sebuah bangku di kedai itu.
"Mamiii!!! Aku sudah kenyang ...!" Icha menyodorkan es krim nya yang tinggal setengah.
"Tuh kan, kebiasaan tidak di habiskan, Mami kan juga sudah kenyang!" Ujar Felly.
"Sini, biar Mister yang habiskan ... " Kenny mengambil es krim Icha dan langsung memakannya habis.
"Waaah, Mister keren banget ...!!" Seru Icha.
Felly spontan merogoh tissue yang ada di dalam tasnya, kemudian mengelap mulut Kenny yang terkena noda es krim.
"Maaf Mister, aku bersihkan dulu sebentar ..." Felly mengusap mulut Kenny dengan tissue sampai bersih. Ada perasaan aneh yang menjalar di dalam hati keduanya.
"Cieee, cieeee ... Mami udah berani nih sama Mister!" Goda Icha.
Felly langsung menarik tangannya dan wajahnya bersemu merah.
"Ah Icha, Kan mami hanya membantu Mister, sama seperti waktu Mister Kenny membantu Mami waktu terjatuh ..." Kilah Felly.
Setrelah mereka selesai makan es krim, mereka langsung menuju wahana permainan anak-anak.
Icha terlihat sangat senang dan antusias, wajahnya begitu ceria. Icha banyak sekali mencoba berbagai permainan yang ada di wahana itu.
"Mister Kenny, harap maklum kalau Icha seperti itu, sejak lahir dia sudah di tinggal Papinya!" Ucap Felly yang mulai membuka suara.
"Iya Bu, aku sangat maklum,aku memahami bagaimana perasaannya ..." Jawab Kenny.
"Terima kasih Mister, diantara semua guru Icha, cuma Mister yang bisa bertahan lama, dan itu membuat aku terharu ..." Ungkap Felly.
"Ehm, aku sulit untuk menerima kehadiran seseorang, sejak Icha lahir aku hanya fokus dengan Icha dan usahaku untuk melupakan masa lalu ..."
"Tarrraaa!!!!"
Tiba-tiba Icha sudah menyembulkan wajahnya diantara mereka, sehingga membuat Kenny dan Felly yang sedang ngobrol terkejut.
"Icha! Kau mengagetkan saja ... sudah selesai mainnya? Ayo pulang ... ini sudah malam Icha ..." Kata Felly.
"Yaahh, aku kan masih mau main ..." Sungut Icha.
"Tapi kan besok kau harus sekolah Icha!" Sergah Felly.
"Pokoknya aku tidak mau pulang!!" Jerit Icha.
"Icha!!" Felly mulai melotot.
"Cha, mau naik kuda tidak sampai parkiran? Mister gendong Icha ya, kan capek kalau jalan dari sini ke parkiran ..." Ucap Kenny melembut. Icha menganggukkan kepalanya.
Kenny segera berjongkok, kemudian Icha langsung melompat naik ke punggung Kenny. Mereka berjalan berputar menuju ke parkiran.
"Mister Kenny, kalau capek turunkan saja Icha, nanti dia jadi kebiasaan ..." Kata Felly.
"Tidak, Icha tidak membuatku capek sama sekali, dan aku senang melakukannya ..." Ujar Kenny.
__ADS_1
Baru saja mereka turun ke bawah, Icha sudah nampak tertidur. Kenny mengganti posisi gendongannya, kini Icha berada di dalam gendongan Kenny di depan dadanya.
Felly melihat kedekatan Kenny dan Icha, hatinya begitu menghangat, ada senyum yang merekah yang tersungging dari bibir Felly.
Laki-laki yang kini ada di sampingnya telah menggetarkan hatinya.
"Mister Kenny, trima kasih, kau telah berbuat banyak untuk Icha ..." Ucap Felly.
"Asal dia bisa bahagia, apapun akan ku lakukan untuknya ..." Jawab Kenny. Kata-kata yang membuat jantung Felly berdegup sangat cepat.
Kenny membaringkan Icha di jok tengah mobilnya. Kemudian dia segera masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mesinnya.
Felly hendak memasang sabuk pengaman, namun dia merasa kesulitan, Kenny yang melihatnya langsung membantunya.
Pada saat itu wajah keduanya begitu dekat, ada yang aneh yang mengalir dalam diri Kenny, sesaat mereka saling bertatapan tanpa bicara, Felly menahan nafasnya saat di rasakan nafas Kenny begitu hangat. Wanita itu menggigit bibirnya.
"Oh, maaf ..." Kenny langsung menarik wajahnya menjauhi Felly, kemudian dia pun mulai melajukan mobilnya membelah suasana malam itu.
Waktu sudah menunjukan jam 9 malam saat mereka sampai di rumah Icha, Icha masih nampak pulas tertidur.
Felly berusaha mengangkat tubuh Icha, namun tangan Kenny menahannya.
"Biar aku saja yang menggendongnya masuk ke kamarnya ..." Kata Kenny. Felly menganggukkan kepalanya.
Dengan sigap Kenny kembali mengangkat Icha dalam gendongannya, kemudian berjalan mengikuti Felly masuk kedalam. Mbak Nur yang melihatnya langsung buru-buru mengampiri mereka.
"Biar saya saja yang menggendongnya Mister ..." Tawar Mbak Nur.
"Tidak usah Mbak, nanti Icha malah terbangun ..." Sahut Kenny.
Setelah sampai di kamar Icha, Kenny perlahan membaringkan Icha di ranjangnya dan menyelimutinya, lalu mencium keningnya sekilas. Setelah itu dia bergegas keluar di ikuti oleh Felly.
"Aku langsung pulang ya, sampai ketemu hari Senin ..." Ucap Kenny.
"Iya Mister, trima kasih untuk hari ini ..." Balas Felly.
Kenny segera masuk kedalam mobilnya dan melajukannya hingga hilang di balik gerbang.
Felly nampak terpaku berdiri sambil menatap ruang kosong di depannya.
"Misternya sudah pulang Bu ..." Kata Mbak Nur mengagetkan.
"Eh Mbak Nur belum tidur!"
"Bagaimana bisa tidur, dari tadi ibu senyum-senyum sendirian, sepertinya malam ini sedang bahagia ..." Ujar Mbak Nur. Felly tersenyum malu.
"Laki-laki itu, bukan saja mengubah hati Icha, tapi juga mampu menggetarkan hatiku ..." Ungkap Felly.
"Syukurlah, akhirnya ibu bisa jatuh cinta lagi ..."
"Eh Mbak, siapa yang jatuh cinta? Sudah, sudah, lebih baik kita tidur, besok Icha harus sekolah ..." Ucap Felly mengalihkan perhatian, kemudian dia segera berlalu meninggalkan tempat itu.
"Bukankah kalau hati bergetar itu jatuh cinta namanya?" Gumam Mbak Nur sebelum masuk sambil menutup pintu depan.
__ADS_1
Bersambung ...
****