Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kekecewaan


__ADS_3

Malam itu di sebuah klub malam, Kenny duduk di meja diantara teman-temannya yang pada saat itu sedang nongkrong, minum, dan main kartu.


Beberapa wanita cantik dan seksi mengelilingi mereka.


Kenny sudah menghabiskan tiga botol minuman beralkohol.


"Ken...lu jangan sampai mabok berat Ken! Nanti susah sendiri pulangnya, dan bokap lu pasti damprat kita semua!" Seru Leo mengingatkan.


"Siapa yang mau pulang?? Malam ini aku mau tidur di sini...aku tidak mau pulang!!" Cetus Kenny sambil terus menenggak minumannya. Matanya sudah terlihat kemerahan.


"Gila si Kenny! Tumben amat dia begitu...biasanya dia takut sama bokapnya!" Timpal Edo, salah satu teman nongkrong Kenny.


"Lu lagi berantem sama bokap, Ken??" tanya Leo.


"Gue kecewa Broo....bokap udah bikin orang yang gue sayang benci sama gue...!!" Kenny menelungkup kan wajahnya di meja dengan kedua tangannya.


Punggungnya bergetar, sepertinya Kenny sedang menangis.


"Leo! Sejak kapan si Kenny jadi cengeng begini??" tanya Edo. Leo hanya mengedikkan bahunya.


"Mana gue tau...mungkin sejak dia mengenal cinta beneran...!"


"Lu urus dia deh Le...nanti kalau bokap nya tau, kita yang kena ceramah sama mantan guru itu...!" Ujar Edo.


Akhirnya Leo mulai menelepon Dini.


"Halo..."


"Halo Din...ini si Kenny lagi mabok nih...kamu bisa tidak antar dia pulang??" tanya Leo.


"Hah? Kenny mabuk lagi? Sekarang kalian ada di mana? Di klub biasa?" tanya Dini panik.


"Iya Din...kamu kesini naik taksi ya...hati-hati sudah malam...!"


Kenny kembali memesan minuman, kemudian dalam waktu singkat dia menenggaknya dan kini Kenny terlihat sangat mabuk.


"Ken...nanti si Dini yang bawa lu pulang ya...!" Kata Leo.


"No! Aku nggak mau pulang....aku mau di sini..."


"Tapi bukannya besok lu ngajar Ken?"


"Aku tidak perduli...aku tidak mau ngajar lagi....untuk apa...??"


"Ken...lu sebenarnya kenapa sih sama bokap lu??" tanya Leo penasaran.


"Gara-gara dia...suruh Felly buat melupakanku dan pergi dariku...Felyyy...dimana kamu...aku kangen....Ichaa...Mister kangen Chaa...." Gumam Kenny, aroma minuman keras keluar dari mulut Kenny.


Tak lama kemudian Dini muncul dari arah depan. Melewati setiap orang yang malam itu sedang menari-nari.


"Kenapa Kenny, Leo??" tanya Dini cemas. Gadis itu langsung duduk di samping Kenny yang mulai tidak stabil duduknya.

__ADS_1


"Dia mabuk berat!" Sahut Leo.


"Tumben...ayo kita antar dia pulang Leo...besok dia harus ngajar di sekolah...biasanya kan Kenny kalau nongkrong weekend...biasanya dia sangat profesional..." Ujar Dini yang melihat perubahan sifat Kenny.


"Dia tidak mau pulang kerumahnya Din...!" Sergah Edo.


"Kenapa??"


"Dia lagi ada masalah dengan bokap nya!" timpal Leo.


"Lalu? Kenny akan tidur dimana? Tidak mungkin di rumahku..." Kata Dini.


"Biar malam ini dia tidur di tempat kosku...paling tidak sampai mabuknya hilang..." ujar Leo.


"Ya sudah, ayo cepat bawa dia sekarang! Nanti kalau ada muridku atau orang tua murid...bisa hancur reputasi ku sebagai guru!!" Cetus Dini.


Akhirnya mereka memapah Kenny yang sudah terlihat mabuk berat menuju ke parkiran mobil.


Dini merogoh kunci motor yang ada di saku celana Kenny.


"Leo...tolong kau bawa motornya Kenny ke tempat kos mu...aku bawa mobilmu ya..." Kata Dini.


"Oke Din...kita bawa masuk dulu si Kenny ke dalam mobil..." Sahut Leo.


Mereka kemudian membaringkan Kenny di jok tengah mobil Leo. Setelah itu mereka berjalan menuju ke rumah kos Leo.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam saat mereka sampai di rumah kos besar Leo, nampak seperti apartemen minimalis.


Dini dengan telaten membuka sepatu Kenny, kemudian mengusap wajah Kenny dengan kain basah. Setelah itu mulai menyelimutinya.


"Gila Lu Din...perhatian banget lu sama si Kenny..." Ujar Leo yang kagum melihat perlakuan Dini ke Kenny.


"Biar gimana juga kan dari dulu kita sudah berteman..." Sahut Dini.


"Ya udah deh kamu urus si Kenny...aku mau tidur di sofa depan, kalau ada apa-apa bilang ya..."


"Iya Le...Aku juga sudah pamit sama orang rumah kalau malam ini menginap di rumah teman..." Kata Dini.


Akhirnya mereka bermalam di apartemen Leo.


Dini terus memandangi wajah Kenny yang kini terlihat tertidur pulas. Di belainya wajah itu dengan penuh perasaan.


"Aku sayang kamu Ken...tapi sayang, hatimu bukan untukku..." Gumam Dini. Gadis itu mulai menitikkan air matanya.


Tangannya terus membelai wajah Kenny, juga rambut lurus Kenny yang terjuntai di dahinya.


Wajah tampan nan rupawan yang selama ini menguasai hati Dini.


Tiba-tiba Kenny bangun dari tidurnya dia langsung duduk di hadapan Dini, menatap tajam wajahnya.


Dini kaget, Kenny pasti sangat marah atas perlakuan Dini terhadap Kenny, membelai rambut dan wajahnya sembarangan tanpa seijin Kenny, selama ini Kenny memang anti sentuhan wanita. Wajah Dini memucat.

__ADS_1


"Ken...Kenny..."


"Felly...aku sangat merindukanmu...Felly...."


Tiba-tiba Kenny memeluk tubuh Dini, mulutnya meracau menyebut nama Felly.


Dini menggigit bibirnya, menahan perasaan sakit dalam hatinya.


Kenny mengira bahwa Dini adalah Felly, pengaruh alkohol masih menguasainya, dari mulut Kenny masih sangat tajam aroma alkohol itu.


Dini membiarkan Kenny memeluknya dengan erat, paling tidak Dini bisa merasakan pelukan Kenny, walaupun Kenny menganggap Dini adalah Felly.


"Felly...aku sayang padamu...aku merindukanmu...jangan pergi lagi dariku...aku sungguh sangat mencintaimu...sangat....Felly...I Love You...!" Gumam Kenny.


Dini mulai mengalirkan air matanya, rasa sakit hati kini bermuara di hatinya.


Selama ini Kenny tidak pernah mengungkapkan apapun terhadap Dini, hubungan mereka tidak lebih dari sebuah status.


Kini di depan Dini, Kenny mengungkapkan seluruh isi hatinya, mencurahkan nya dengan jelas, kalau Kenny benar-benar mencintai Felly.


Tiba-tiba Dini mendorong tubuh Kenny ke belakang, hingga Kenny terjatuh di atas tempat tidur, setelah itu Dini keluar meninggalkan Kenny sambil menangis.


Leo terperanjat melihat Dini yang keluar dari kamar sambil menangis, saat Dini akan keluar membuka pintu, Leo mencekal tangan Dini.


"Dini, apa yang terjadi denganmu??" tanya Leo.


"Leo...aku mau pulang saja...Kenny tidak membutuhkanku... seharusnya bukan aku yang ada di sini!" Tangis Dini.


Leo merengkuh tubuh Dini, berusaha untuk menenangkannya.


"Tenanglah Dini...apa yang terjadi dengan Kenny?"


"Kau tau Leo? Kenny meracau menyebut-nyebut nama Felly...bahkan dia memelukku dan mengira aku adalah Felly...hatiku sakit Leo...!!"


"Oh..."


"Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah, Kenny dengan jelas dan gamblang mengungkapkan perasaan cintanya pada Felly... berkali-kali...sampai hatiku perih seperti teriris pisau tajam...!" Tangis Dini.


"Maafkan aku Din...seharusnya tadi aku tidak menghubungimu...kalau membuat hatimu sakit..." Ucap Leo menyesal.


"Sekarang aku mau pulang Le...tidak ada gunanya aku di sini...!" Cetus Dini sambil mengusap wajahnya yang berlinang air mata.


"Aku antar kau pulang Din...ini sudah malam...!" Sergah Leo.


"Tapi...bagaimana Kenny??"


"Halah...saat kau sakit hati kau tetap saja memikirkan Kenny...sudahlah...biarkan saja dia...!"


Kemudian Leo segera menyambar kunci mobilnya dan menarik tangan Dini keluar dari apartemennya.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2