
Pagi itu Kenny turun dari dalam mobilnya, dia memandang ke atas, gedung sekolah internasional berlantai tujuh yang sebentar lagi akan dia tinggalkan.
Kenny berjalan mantab dengan membawa sebuah map berisi surat pengunduran diri, dia terus berjalan menuju ke ruan kepala sekolah.
Perlahan Kenny membuka pintu ruangan itu, Pak Chandra nampak sedang duduk dengan sebuah laptop di hadapannya, melihat kedatangan Kenny Pak Chandra tersenyum.
"Masuk Mister Kenny, duduklah!" ujar Pak Chandra.
Kemudian Kenny segera duduk di hadapan Pak Chandra, perlahan dia menyodorkan surat pengunduran dirinya.
"Kau serius mau mengundurkan diri Mister Kenny?" tanya Pak Chandra.
"Iya Pak, keputusan saya sudah bulat, dengan berat hati saya akan mengundurkan diri dari sekolah ini, saya akan mulai mengelola sekolah warisan Ayah!" jawab Kenny.
Pak Chandra menarik nafas panjang, terlihat wajahnya begitu berat untuk melepas Kenny pergi.
"Siapa lagi guru yang berkompeten yang bisa menggantikanmu Mister Kenny?" gumam Pak Chandra.
"Pasti ada Pak, guru yang berkompeten dan handal yang lebih dari saya!" kata Kenny.
"Baiklah Mister Kenny, saya akan proses permohonan pengunduran diri Mister, sekarang kau boleh keluar dan pamitlah pada semua guru dan murid, sebentar lagi upacara bendera akan di mulai, aku harap kau bisa berpidato untuk yang terakhir kalinya di sekolah ini," ucap Pak Chandra. Kenny menganggukan kepalanya.
"Baik Pak Chandra, saya mengucapkan banyak terimakasih, selama ini sudah banyak mendapat bimbingan dari Bapak dan semua rekan-rekan guru di sini, tanpa ada dukungan kalian, saya bukanlah apa-apa!" ujar Kenny.
Pak Chandra berdiri dari tempat duduknya, dia keluar dari mejanya, kemudian dia langsung memeluk Kenny dan menepuk-nepuk bahu Kenny.
Upacara bendera hari Senin akan segera di mulai, semua murid sudah nampak keluar dari ruangan kelas mereka masing-masing dan mulai berbaris memenuhi lapangan sekolah itu.
Para guru dan semua staff juga mulai berbaris di sisi kanan lapangan itu, para pasukan pengibar bendera juga sudah nampak mempersiapkan diri.
Kenny berdiri di samping Pak Chandra, juga beberapa guru.
Upacara sudah di mulai, para pengibar bendera sudah sukses mengibarkan sang saka merah putih.
__ADS_1
Pak Banu selaku kepala sekolah, maju untuk memberikan sedikit pidato.
"Anak-anak murid semuanya, juga para guru dan staff yang saya cintai, hari ini mungkin akan menjadi hari yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, karena guru kita terkasih Mister Kenny Wijaya akan memberikan kata-kata terakhirnya hari ini, karena beliau akan segera menundurkan diri dari sekolah ini, waktu dan tempat saya persilahkan!" ucap Pak Chandra.
Suasana yang tadinya riuh mendadak hening seketika, terdengar suara Isak tangis dari beberapa sub barisan.
Kenny berjalan maju ke arah podium, saat dia sudah berdiri di sana, suara gemuruh tepuk tangan membahana di lapangan sekolah itu, Kenny tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.
"Pertama-tama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Chandra, juga pada semua guru dan terlebih lagi pada semua murid-murid semua yang saya cintai ..."
Suara tepuk tangan dan sorak sorai kembali terdengar riuh, beberapa Murid berteriak histeris, bahkan banyak yang menangis.
"Mister Keeeennyyyy!!! I Love You ...!!!" Teriak beberapa murid, sebagian guru berusaha menenangkan murid yang histeris itu.
"Untuk semua murid-murid saya, jadilah pribadi yang bermartabat dan bermanfaat untuk orang-orang di sekeliling kalian, dari keluarga, sekolah bahkan lingkungan di mana kalian berada, karena hanya pribadi yang demikian yang akan mengantarkan kalian di jenjang kesuksesan!" Kenny melanjutkan pidatonya.
"Bersama ini saya juga mohon pamit kepada semua guru, staff dan murud-murid yang saya kasihi, bahagia bisa bersama kalian selama ini, semoga kebersamaan kita yang lalu bisa menjadi kenangan yang akan membawa kita pada masa depan yang baik, tetaplah berkarya dan pergunakan setiap kesempatan yang ada, sehingga kalian semua bisa menggapai masa depan yang lebih cemerlang!" ucap Kenny.
"Mister Kenny ...!! We Loves you!!" kembali terdengar suara riuh gempita dari lapangan yang kini menjadi sangat ribut itu.
Semua barisan yang tadinya rapi kini mulai acak-acakan, bahkan beberapa murid keluar dari barisan dan mengejar Kenny. Padahal upacara bendera belum usai.
Beberapa guru dan staff berusaha menenangkan para murid yang kini mulai berantakan dan tak beraturan.
Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah untuk menyusul Kenny.
Akhirnya semua guru dan staff pun ikut barusan mengikuti Kenny berjalan sampai ke parkiran.
Pak Chandra menjabat tangan Kenny, kemudian mereka saling berpelukan.
"Selamat berkarya di tempat yang baru Mr. Ken!" ucap Pak Chandra.
"Trima kasih Pak!" sahut Kenny.
__ADS_1
Guru-guru yang lain pun ikut menjabat tangan Kenny sambil terdengar suara isakan tangis dari mereka.
"Aku akan sangat kehilangan teman ngobrol Ken!" ujar Mam Indah, matanya mulai berkaca-kaca.
"Jangan sedih Mam, aku juga kehilanganmu, tapi kita masih bisa kontakan bukan?" Kenny tersenyum.
"Ah, selalu saja, kalau melihat senyum Kenny, hatiku langsung meleleh, wajahmu itu lho, manis banget!" ujar Mam Indah sambil menepuk bahu Kenny.
Mister Rio berjalan mendekati Kenny.
"Akan berkurang sainganku nih kalau kau pergi bro!" ujar Rio.
"Silahkan kau tebarkan pesona mu Rio, anak-anak butuh sesuatu yang baru" sahut Kenny sambil tersenyum.
Tiba-tiba beberapa murid datang dan langsung berhamburan ke pukulan Kenny.
"Mister Kenny! Jangan pergi!!" jerit seorang murid.
"Kami akan tidak semangat belajar Mister, selama ini hanya Mister Kenny yang membuat kami selalu bersemangat!" timpal murid yang lain.
"Kalau kalian sungguh sayang sama Mister, kalian harus tunjukan dengan prestasi kalian, nanti biar pak Chandra yang melaporkan padaku!" seru Kenny.
"Mister Kenny, jangan pernah melupakan kami, kami memang seringkali mengganggu Mister dengan ulah kami yang keterlaluan, tapi Mister adalah sosok guru yang baik dan menyenangkan!" kata Tia, murid yang paling antusias dengan Kenny.
Kenny menepuk punggung Tia sambil tersenyum.
"Kejarlah prestasimu, kau pasti bisa, siapa tau saat Mister tidak ada bersama kalian, semangat kalian jadi semakin gigih!" ucap Kenny.
"Mister, andai Mister Kenny belum menikah, aku akan terus mengejar Mister sampai dapat!" cetus salah seorang murid yang sedari tadi tidak berhenti menangis.
Kenny tersenyum, kemudian dia langsung masuk kedalam mobilnya diiringi dengan tangisan para guru dan murid, Kenny melambaikan tangannya saat mobilnya sudah melaju meninggalkan sekolah itu dengan sejuta kenangan yang dia simpan dalam hatinya.
"Mister Kenny!! I Love You ...!!" teriak beberapa murid dan guru.
__ADS_1
Bersambung ...
****