Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Bersabar Dulu


__ADS_3

Kenny masih duduk terpekur menunggui Pak Banu di rumah sakit. Sementara Dini masih setia menemaninya.


"Kalau kau mau istirahat, istirahat saja Ken, biar aku yang menunggui Ayahmu." Ujar Dini.


"Tidak usah Din, trima kasih!" Tolak Kenny.


"Kalau begitu kamu makan dulu ya ... sejak tadi kamu belum makan apapun, aku ambilkan ya ... " Tawar Dini. Lagi-lagi Kenny menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa mengambilnya sendiri Din, Kau tak usah risau memikirkan ku!"


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka, Leo nampak datang dan berjalan mendekati mereka.


"Hei bro! Sorry baru sempat datang, bagaimana Ayahmu?" Tanya Leo sambil menepuk bahu Kenny.


"Yah ... Seperti yang kau lihat sekarang, Ayahku sedang istirahat." Sahut Kenny.


"Apakah kau akan menginap di sini malam ini?" Tanya Leo lagi.


"Ya, siapa lagi yang akan menunggui Ayahku kalau bukan aku ... !" Cetus Kenny.


Kemudian Leo melirik sekilas pada Dini yang masih duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Posisi mereka agak berjauhan.


"Apakah Dini juga akan menginap di sini?"


"Eh, tidak! Sebentar lagi aku juga pulang, aku sedang menunggu kabar dari orang tuaku, katanya mereka mau datang menjenguk Pak Banu ... !" Sahut Dini.


Pak Banu tiba-tiba membuka matanya, rupanya beliau sudah bangun, Kenny langsung mendekat pada Ayahnya itu.


"Ayah? Kau sudah bangun? Apakah mau makan sesuatu?" Tanya Kenny. Pak Banu menggelengkan kepalanya.


"Ayah mana boleh makan sembarangan? Semuanya sudah di takar dari rumah sakit ... " Sahut Pak Banu lirih.


"Halo Om! Semoga cepat sembuh ya Om!" Cetus Leo.


"Kau Leo, jangan ajak Kenny ke klub lagi, nanti dia akan meniru kebiasaanmu!" Sengit Pak Banu.


"Tenang Om, walaupun Kenny ada di klub, dia di jamin masih perjaka Om!" Sahut Leo.


"Ah, kalau bisa akan ku


jitak kau!" Seru Pak Banu dengan wajah masam.


Tiba-tiba Dini mendekat kearah mereka.


"Hmm, Maaf, sepertinya orang tuaku tidak jadi datang, saat ini sedang ada tamu di rumah ... " Kata Dini.


"Oh Dini, anak manis, tidak apa-apa sayang ... kalian jangan sungkan!" Jawab Pak Banu.


"Kalau begitu aku pamit pulang ya, hari sudah malam ... " Pamit Dini.

__ADS_1


"Kenny! Kau antarkan Dini pulang kerumahnya!" Perintah Pak Banu.


"Biar Saya saja yang mengantar Dini Om!" Tawar Leo.


"Aah, kau disini saja menemaniku! Biar Kenny yang mengantar Dini!" Tegas Pak Banu.


"Siap deh Om!" Sahut Leo.


"Aku bisa pulang naik taksi Om!" Tolak Dini.


"Sudah-sudah, cepatlah kalian keluar, tidak baik anak gadis pulang malam-malam!" Sergah Pak Banu.


Akhirnya Kenny mau tidak mau mengantar Dini pulang ke rumahnya, mereka keluar ruangan dan menyusuri koridor rumah sakit, hening, tanpa saling bicara.


"Kau bisa mengantarku sampai sini saja Ken, nanti aku akan pesan taksi!" Kata Dini tiba-tiba.


"Tidak Din, Ayahku sudah memintaku untuk mengantarkan mu!" Tegas Kenny sambil membuka pintu mobilnya.


Akhirnya Dini pun masuk kedalam mobil Kenny.


Sepanjang perjalanan, mereka saling diam dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah Dini.


"Mau mampir Ken?" Tawar Dini sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Tidak trimakasih! Aku langsung balik saja, titip salam buat orang tuamu!" Tukas Kenny. Dini hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia segera masuk kedalam rumahnya.


Kenny kembali melajukan mobilnya, sebelum sampai rumah sakit, Kenny mampir ke rumah Icha, Toko Roti Felly masih terlihat ramai pengunjung. Kenny duduk di depan toko roti Felly.


"Eh, Icha ... Kirain siapa?" Ujar Kenny kaget.


"Hihihi ... kirain Mami ya Mister, tadi aku sudah lihat Mister dari rumah, kok Mister malah duduk di sini?" Tanya Icha sambil mulai duduk di pangkuan Kenny.


"Iya Cha, karena Mister tidak lama, Mr harus menemani Ayah Mister di rumah sakit ... " Sahut Kenny.


"Ooo...tuh Mami!" Tunjuk Icha ke arah Felly yang baru keluar dari toko Rotinya.


Felly berjalan mendekati mereka sambil membawa sebuah bungkusan.


"Tadi aku sudah melihatmu Ken, karena toko ramai aku baru kemari!" Ujar Felly.


"Tidak masalah Fell, Aku tidak lama juga, hanya kangen sama kalian ... " Ucap Kenny.


"Ini ada sedikit roti untuk Ayahmu ... !" Felly menyodorkan bungkusan itu.


"Wah, aku harus bayar berapa nih?" Tanya Kenny.


"Sudah kau bawa saja, kau tidak perlu membayarnya!"


"Karena kan Mister Kenny akan jadi Papi aku, iya kan Mami!" Celetuk Icha.


"Icha! Kok begitu bicaranya?!" Sergah Felly.

__ADS_1


"Kan Mr Kenny sendiri yang bilang!!" Protes Icha cemberut.


"Ya...ya...Mister memang mau kok jadi Papi Icha nanti, Icha sabar dulu ya sayang ... !" Kenny membelai lembut rambut Icha.


"Maafkan Icha Ken!" Ucap Felly.


"Ah, kau ini ... Icha tidak salah kok!" Sahut Kenny.


"Nah Icha, sekarang Icha masuk dulu kedalam, main sama Mbak Nur ya, Mami mau bicara dulu sama Mister!" Perintah Felly.


"Huh! Bilang saja Mami mau berdua sama Mister, tapi tidak apa-apa deh, biar Mister cepat jadi Papi aku!" Kata Icha sambil turun dari pangkuan Kenny, lalu berlari kecil masuk kedalam rumahnya.


"Bagaimana kondisi ayahmu Ken?" Tanya Felly.


"Lumayan baik, dia sudah bisa diajak berkomunikasi!" Jawab Kenny.


"Maaf kalau aku belum sempat menjenguk, aku takut Ayahmu tidak menyukaiku Ken...!"


"Sabar sebentar lagi ya ... pelan-pelan aku akan meyakinkan Ayah, saat ini kondisinya masih belum stabil!"


"Iya, aku mengerti...Aku juga takut bertemu Ayahmu, kelihatannya dia tidak menyukaiku..." Ucap Felly.


Tiba-tiba Kenny memeluk Felly dengan erat, Felly terkejut, namun membiarkan Kenny memeluknya, aroma maskulin tubuh Kenny membuat Felly merasa nyaman ada dalam pelukan laki-laki itu.


"Aku mencintaimu Felly, aku hanya ingin kau percaya padaku ... " Ucap Kenny.


"Ya, aku percaya padamu Kenny!" Sahut Felly.


"Bersabarlah sebentar lagi...sebentar lagi...aku akan melamarmu..." Bisik Kenny. Tubuh Felly meremang seketika.


"Ayahmu tidak menyukaiku Ken, aku tidak pantas untukmu ... "


"Hanya hatiku yang berhak menilai, kau pantas untukku atau tidak."


"Tapi Ayahmu, dia tidak menyukai aku ... "


"Saat ini mungkin iya, tapi suatu hari, Ayahku pasti akan berubah, aku belum bisa bicara sekarang dengan Ayahku Felly, dia masih sakit ... "


Felly mengurai pelukannya, lalu menatap dalam wajah Kenny.


"Kau begitu kusut, pasti kau belum pulang kerumah karena menunggui ayahmu ... " Ujar Felly sambil mengusap wajah Kenny.


"Tapi masih ganteng kan ... !" Kenny tersenyum menggoda.


"Ah Kenny, kau percaya diri sekali!"


"Asal kau tau Fell, wajah ini hanya kau yang berhak mengusapnya dan menciumnya ... " Bisik Kenny.


"Sudahlah Ken, lebih baik kau cepat pulang, Ayahmu menunggumu...!" Felly mendorong lembut tubuh Kenny menjauh darinya.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2