Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kabar Gembira


__ADS_3

Pagi itu, setelah selesai mandi, Kenny bersiap akan berangkat mengajar di sekolah.


Dia mengenakan kemeja dan jas mengajarnya, sementara Felly membantunya untuk memasangkan dasi.


"Kau ini Ken, masa tidak bisa memasang dasi, selama ini siapa yang memasangkannya?" tanya Felly.


"Ehm, biasanya aku memasang sendiri, cuma lama, Ayahku yang selalu merapikannya!" sahut Kenny.


Felly terkekeh sambil menutup mulutnya.


"Kenny, kau ini, menggemaskan sekali!" Felly mencubit gemas pipi Kenny.


"Jangan di cubit dong sayang, di cium saja!" ujar Kenny cemberut.


"Hmm, sebentar lagi kau akan punya bayi! Jangan manja!" cetus Felly yang langsung mencolek dagu Kenny kemudian berjalan keluar kamar dan turun ke bawah.


"Hei, awas ya, nanti malam aku tak akan memgampuni mu!" seru Kenny sambil bergegas menyusul istrinya nya itu.


Di lantai bawah di ruang makan, Pak Banu nampak sudah rapi, Icha juga sudah nampak mengenakan seragamnya dan membawa tasnya.


"Papi, ayo kita berangkat sekolah, Papi kan juga mau ngajar kan?" tanya Icha yang langsung menggelendot manja di pangkuan Kenny yang duduk di kursi di depan meja makan.


Sementara Felly membantu mengatur makanan di meja makan, aroma masakan tercium nikmat.


"Ayah mau minum kopi atau teh hangat?" tawar Felly.


"Buatkan aku susu hangat saja Nak, kalau aku minum kopi atau teh manis takut gulaku akan naik lagi!" jawab Pak Banu.


"Baik Ayah, susunya tawar saja ya, tidak usah di kasih gula!" Felly beranjak ke dapur untuk membuatkan mertuanya itu susu hangat.


"Papi, nanti kalau aku pulang sekolah, siapa yang jemput aku?" tanya Icha.


"Icha pulang sama kakek saja!" timpal Pak Banu.


"Betul Cha, Papi kan pulangnya jam 3 sore, nanti Icha kelamaan kalau nungguin Papi!" sahut Kenny.


"Oke deh, nanti kita pulang bareng ya Kek!" ujar Icha. Pak Banu tersenyum mengangguk sambil membelai rambut Icha.


"Ya sudah, kalian cepat makan, nanti terlambat lagi!" ujar Felly.


"Oya Ayah, Icha, ada kabar gembira, kemarin aku lupa menyampaikannya, gara-gara kita membahas masalah ngompol!" kata Kenny tiba-tiba.


Felly yang malu langsung beranjak pergi ke dapur.


"Kabar gembira apa Papi? Papi gajian ya?" tebak Icha. Kenny menggelengkan kepalanya.


"Papi mau kasih aku hadiah?" tebak Icha lagi. Kenny kembali menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jadi apa dong Papi?!" sungut Icha yang terlihat mulai kesal.


"Adik Bayi Icha sudah jadi, sekarang ada di dalam perut Mami!" kata Kenny, sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Pak Banu.


"Apa? Ada adik bayi di dalam perut Mami?" tanya Icha antusias. Kenny menganggukan kepalanya.


"Wah, hebat kau Ken! Sekali bertempur langsung cetak gol!" ujar Pak Banu.


Kenny tersenyum malu. Sementara Icha terlihat sangat gembira.


"Asyyiiik! Aku akan punya adik Bayi!" seru Icha sambil melonjak-lonjak.


"Ayah juga senang Ken, akhirnya Ayah sungguhan punya cucu lagi darimu, dari benihmu! Kau luar biasa!" Pak Banu menepuk-nepuk bahu Kenny.


Sementara di dapur, Felly berdiri mematung, malu kalau dia bergabung di meja makan, entah mengapa.


"Bu, kok berdiri di sini?" tanya Mbak Nur.


"Eh, anu Mbak, tidak apa-apa!" sahut Felly kikuk.


"Tadi aku dengar, katanya Icha akan punya adik bayi? Beneran Bu? Ibu hamil?" tanya Mbak Nur.


Felly mengangguk malu, wajahnya memerah.


"Ya ampun Bu, ini kan kabar gembira, kenapa juga harus malu segala, ibu mah aneh!" ujar Mbak Nur.


"Ya bagus dong Bu, berarti mister subur, dia tokcer juga, aduh, saya jadi baper nih Bu, sudah deh, ayo gabung sana .... ngapain ngumpet di sini!" kata Mbak Nur sambil menarik tangan Felly bergabung dengan yang lain di meja makan.


"Mamiii!" Icha berlari mendapati Felly yang berjalan kearahnya, bocah itu langsung menciumi perut Felly.


"Adik bayinya mana Mami? Kata Papi ada di perut Mami?" tanya Icha sambil terus menciumi perut Felly.


"Ya masih kecil Cha, dia akan membesar semakin lama, sampai sembilan bulan baru dia lahir!" jelas Felly sambil membelai rambut Icha.


"Ayo Cha, kita berangkat!" ajak Kenny.


Mereka berjalan beriringan menuju ke garasi mobil, mobil sudah siap.


Pak Banu duduk di depan di samping kemudi, setelah itu Icha naik di jok belakang. Sementara Kenny yang akan mengendarainya.


"Aku berangkat dulu mengantar mereka ya sayang, setelah itu aku akan langsung mengajar!" pamit Kenny pada Felly sambil mengecup keningnya.


"Iya Ken, kau hati-hati ya, jangan telat makan siang!" sahut Felly.


"Kau juga, jaga dirimu dan bayi kita, aku pasti akan tidak sabar untuk cepat-cepat pulang!" bisik Kenny sambil mengedipkan matanya.


"Iih Kenny, kumat lagi genitnya, sudah sana, Ayah dan Icha menunggumu!" Felly mendorong lembut dada Kenny.

__ADS_1


Akhirnya Kenny masuk kedalam mobilnya dan mulai melajukannya keluar dari rumahnya.


****


Suasana sekolah tempat Kenny mengajar tidak terlalu ramai, murid-murid yang biasanya antusias kini mulai sepi, karena mereka tau status Kenny kini sudah menikah dan menjadi seorang suami.


Mereka tidak ada lagi yang berani mendekati atau menggoda Kenny.


Kenny langsung berjalan cepat ke ruang guru, beberapa guru memandang ke arah Kenny dengan pandangan heran.


"Wah, guru kita yang baru pulang dari bulan madu kelihatan cerah pagi ini!" ujar Rio sambil menyeruput teh hangatnya di meja guru.


"Kau ini Mister Rio, kalau kau iri menyusul saja!" celetuk guru yang lain.


Kenny langsung menaruh tasnya di atas meja kerjanya, lalu duduk menghempaskan tubuhnya yang lumayan berkeringat.


"Sejak menikah wajahmu makin tampan saja Mister Kenny!" sapa Mam Indah, membuat Kenny jadi tersipu.


"Ah, biasa saja Mam, kau ini berlebihan juga!" sahut Kenny.


Beberapa guru sudah masuk ke ruang kelas mereka masing-masing. Kenny juga akan bersiap masuk ke kelasnya.


Namun tiba-tiba ponsel Kenny bergetar, Kenny langsung merogoh ponselnya dan mengusap layar di ponselnya itu.


"Halo ..."


"Halo Ken, ini Leo, gue pakai nomor baru!" kata Leo di sebrang.


"Hei Leo, ngapain kau telepon pagi-pagi? Sebentar lagi aku mau ngajar tau!" cetus Kenny.


"Ken, si Dini, gue udah ngejar dia sampai ke Malaysia, tapi dia tetap dingin dan cuek sama gue, gue jadi putus asa Ken!" keluh Leo.


"Yah Le, begini saja kau pake curhat segala, berjuang dong sampai berbulan-bulan, pasti dia akan luluh deh, percaya lah kau sama aku!" ujar Kenny.


"Gue sudah berusaha Ken, lu tau apa jawabannya, cinta dia cuma buat lu seorang, sakit hati gue Ken, sakit!" seru Leo.


Kenny terperangah, dia kasihan melihat penderitaan sahabatnya itu, padahal Leo telah berubah, dia sudah jarang nongkrong di klub malam Sambil bermain wanita.


"Kau tenang Leo, aku akan berusaha membantumu!" sahut Kenny.


"Bagaimana caranya?"


"Nanti malem aku telepon lagi, sekarang aku harus masuk kelas dulu!" ujar Kenny sambil menutup layar ponselnya dan mulai melangkahkan kakinya memasuki ruang kelasnya.


Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2