Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Sebuah Bantuan


__ADS_3

Dengan berbagai cara, akhirnya Kenny bisa juga keluar dari rumah Icha.


Anak kecil dengan rambut lurus sebahu itu selalu membuat ulah yang membuat Kenny sulit untuk pulang ke rumahnya sendiri.


Kenny langsung melajukan motornya cepat keluar dari garasi rumah Icha, takut kalau bocah itu mengejarnya lagi untuk mengajaknya main kuda-kudaan seperti tadi.


Setelah di rasa sudah cukup jauh dari rumah Icha, Kenny mulai menurunkan kecepatan motornya, dia menarik nafas lega.


Akhirnya bisa terbebas juga dari setan kecil itu.


Brakk!!!


Tiba-tiba ada orang yang menyebrang sambil berlari kemudian menabrak motor Kenny.


Kenny panik dan langsung berhenti mendadak.


Seorang wanita jatuh terjerembab di pinggir jalan.


Buru-buru Kenny melepas helmnya, kemudian turun dari motornya dan menghampiri wanita itu. Wanita itu menoleh.


"Bu Felly??!" Pekik Kenny saat melihat wajah wanita itu. Wanita yang adalah Mami dari Icha, muridnya.


"Oh, Mr. Kenny, maaf, aku tidak hati-hati ..." ucap Felly sambil mengusap siku tangannya yang berdarah.


"Ayo Bu, aku bantu, sepertinya ibu terluka ..." ujar Kenny yang langsung memapah Felly dan membawanya ke sebuah kedai kopi yang kebetulan ada di pinggir jalan itu.


Kenny memesan satu botol air mineral, kemudian di berikan nya pada Felly, Felly pun meneguk minuman itu.


"Terima kasih!" Ucap Felly.


"Ya, aku akan mengantar ibu pulang, tapi itu tangannya berdarah, apa tidak sebaiknya kita ke klinik dulu ya?" tanya Kenny.


"Tidak usah Mister, ini hanya luka kecil, aku pulang saja, biar di bersihkan dirumah ..." sahut Felly.


"Baiklah, tapi aku akan membungkus lukanya dengan sapu tangan dulu, supaya darahnya tidak banyak keluar, nanti setelah sampai di rumah, bisa di ganti dengan perban ..." Ucap Kenny sambil merogoh sapu tangan yang ada di saku celananya.


Kemudian Kenny langsung mengikat tangan yang berdarah itu dengan sapu tangannya.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Mister, sudah merepotkan, aku yang salah, sudah menabrak Mister ..."


"Tenang saja Bu, Icha kan muridku, jadi wajar saja kalau aku membantu ibu ..." ujar Kenny.


"Terima kasih, bisa kau antar aku pulang sekarang?" tanya Felly.


"Oh, ya ya, apa masih ada yang sakit lagi?" Felly menggelengkan kepalanya.


Setelah Kenny membayar minuman Felly, kemudian dia kembali memapah Felly menuju ke motornya.


"Mr. Kenny, kamu baru pulang mengajar Icha?"


"Ya, baru selesai ..."


"Ini sudah hampir magrib, kamu lama sekali mengajarnya, apakah dia kembali berulah?"

__ADS_1


"Biasa lah Bu, namanya juga anak-anak ..." Kenny tersenyum kecut.


Padahal dia baru saja di jadikan mainan kuda oleh Icha.


Perlahan Felly mulai naik ke atas motor Kenny yang agak tinggi itu.


Sementara Kenny sudah duduk diatas motornya dengan mesin yang menyala.


"Hati-hati Bu, pegangan aku saja, dari pada nanti jatuh ..."


Felly memegang pinggang Kenny, ada perasaan aneh yang mulai menjalar dalam hati Felly, pria yang ada di depannya ternyata sangat macho, aroma tubuhnya yang bercampur dengan parfum maskulin membuat Felly tiba-tiba merasa nyaman.


Kenny mengendarai motornya perlahan, sampai akhirnya mereka sampai di rumah.


Mbak Nur yang sedang menyapu teras kaget saat melihat Felly di bonceng oleh Kenny.


"Lho, perasaan Mister tadi baru dari sini, kok malah pulang dengan ibu?" Tanya Mbak Nur.


"Iya Mbak, tadi kami ketemu dijalan ..." Sahut Felly yang segera turun dari motor Kenny.


"Tangan ibu kenapa?" tanya Mbak Nur.


"Tadi jatuh di jalan Mbak, untung ada Mr. Kenny ..." Jawab Felly.


"Ya sudah saya ke dalam ya Bu, ambil obat dan perban ..." Mbak Nur langsung bergegas masuk kedalam.


Tiba-tiba Icha muncul dari dalam rumah sambil memeluk boneka Hello Kitty nya.


"Misteeeeer!!!! Masih mau main sama aku lagi ya ..." teriak Icha kencang.


"Yaah, payah ah, Mister Nggak asyyik!" cetus Icha kecewa.


"Icha, kan tadi Icha sudah belajar dengan Mister, nanti lagi dong mainnya, sekarang Mister mau pulang!" ucap Felly sambil membelai kepala Icha.


"Kalau begitu, aku pamit pulang ya Bu, jangan lupa lukanya di kasih obat, supaya tidak infeksi ..." ucap Kenny sambil kembali menyalakan mesin motornya.


"Terimakasih Mister!" jawab Felly.


"Tunggu!!!!" Tiba-tiba Icha berlari ke arah Kenny.


"Ichaaa!!" Teriak Felly.


Icha berdiri di samping Kenny yang akan bersiap meninggalkan rumah itu.


"Mister, sini aku bisikin ...!" Kata Icha dengan mimik serius.


"Apa?"


"Sini dulu, ayoo, come on ..."


Kenny menundukkan wajahnya sejajar dengan kepala Icha.


Cup!

__ADS_1


Tiba-tiba Icha mencium pipi Kenny, Kemudian gadis kecil itu kembali berlari ke arah Felly.


Wajah Kenny memerah seketika.


"Icha! Tidak boleh seperti itu! Ayo minta maaf sama Mister!" Hardik Felly. Icha malah tertawa cekikikan.


"Itu kan tanda trimakasih karena Mister sudah antar Mami pulang!" Kata Icha.


"Tidak apa-apa Bu, aku pamit ya!" Kenny langsung melajukan motornya meninggalkan rumah itu.


Felly menarik tangan Icha masuk kedalam rumah dan mendudukkan Icha di sofa ruang tamu.


"Icha! Mami ingatkan ya, Icha jangan bersikap seperti itu lagi, itu tidak sopan tau!!" sengit Felly.


"Apanya yang tidak sopan Mami? Katanya ciuman itu tanda kasih sayang? Sama seperti waktu Mami cium aku!" bantah Icha.


"Tapi bukan sama Mr. Kenny juga, aduuuh Icha! Kapan kamu buat Mami tidak pusing??" Felly menghempaskan tubuhnya di sofa di samping Icha.


Mbak Nur datang dengan membawa perban dan obat luka, juga sebotol alkohol dan kapas.


"Biar saya bersihkan lukanya Bu!" kata Mbak Nur. Felly Menganggukan kepalanya.


Mbak Nur segera beringsut mendekati Felly dan mulai membersihkan luka di tangan dan bagian tubuh yang besut-besut kena aspal.


"Trimakasih Mbak ..." Ucap Felly.


"Iya Bu, ini sapu tangan siapa ya Bu?" tanya Mbak Nur.


"Oh, itu punya Mr. Kenny Mbak, taruh saja disitu, biar aku yang mencucinya ..."


"Saya saja yang cuci Bu ..."


"Tidak, aku saja, itu ada noda darahku ..." sahut Felly.


"Halah, bilang aja Mami mau ..."


"Mau apa Icha? Kamu jangan bicara sembarangan!" Ketus Felly.


"Mau pandang-pandangin sapu tangan Mister, terus di cium deh ..."


"Icha! Tidak boleh bicara begitu sama orang tua! Kamu mulai keterlaluan ya, siapa yang ajarin Icha bicara seperti itu?"


Icha menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maafin Mami Icha, kalau Mami sering membentak Icha dan memarahi Icha, Mami tidak tau lagi bagaimana cara mendidik Icha dengan baik ..." Ucap Felly melembut sambil mengusap rambut Icha.


"Mami, tau tidak, tadi pas aku cium Mister, ternyata nih, Mister wangi banget lho, aku jadi suka lama-lama dekat Mister, serasa punya Papi, hihihi ..." Icha tertawa sambil berjalan pergi meninggalkan Felly yang masih duduk di situ.


Tiba-tiba ada butiran bening yang jatuh dari kedua mata Felly. Buru-buru dia menyekanya dengan tangannya.


"Yang sabar ya Bu ..." Ucap Mbak Nur yang seolah tau keadaan hati majikannya itu.


"Iya Mbak, sebenarnya di balik kenakalan Icha, dia sangat merindukan sosok Papinya, aku sedih tidak bisa sempurna memberikannya kebahagiaan ..." Felly mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangannya.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2