Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pentas Seni


__ADS_3

Pagi ini Kenny bersiap akan berangkat mengajar di sekolah, Pak Banu masih terbaring beristirahat di kamarnya.


Beliau masih harus bedrest untuk memulihkan kondisinya.


"Nanti sarapan kau beli di luar saja Ken! Tapi jangan sampai di lewatkan, sarapan itu penting!" Seru Pak Banu dari dalam kamarnya.


"Iya Ayah, urusan makan kau tenang saja, tanpa di suruh aku pasti juga akan makan!" Sahut Kenny sambil memakai sepatunya.


Kemudian Kenny masuk ke kamar Ayahnya untuk berpamitan.


"Kau sudah mau berangkat Ken?" Tanya Pak Banu.


"Iya Ayah ... "


"Hari ini di SD Rajawali, ada acara pentas seni, Ayah tidak bisa hadir untuk memberikan kata sambutan, kau hadir lah Ken untuk mewakili Ayahmu ... " Pinta Pak Banu.


"Tapi Ayah, aku kan harus mengajar di sekolah, karena beberapa hari lagi sudah liburan semester ... " Sahut Kenny.


"Kau tenang saja Ken, aku sudah ijin sama Pak Chandra, lagi pula kata sambutan tidak lama kok, setelah selesai kau boleh langsung kembali mengajar di tempat Pak Chandra ... !"


"Baiklah .... !"


"Ayah juga meminta Dini untuk mendampingi mu Ken!" Tambah Pak Banu.


"Hah? Dini? Aku tidak perlu pendamping Yah! Ayah ini apaan sih!" Sungut Kenny.


"Ken! Kau tidak mau kan para orang tua murid juga guru mewawancarai mu? Karena kau begitu tampan, itu akan menyita waktumu, kalau ada Dini kan paling tidak mereka sungkan untuk mendekatimu ... !" Jelas Pak Banu.


Kenny terdiam beberapa saat lamanya, dia takut jika menyanggah perkataan Ayahnya, darah tingginya kumat lagi.


"Baiklah Ayah, oya, untuk keperluan Ayah, aku sudah menghubungi Suster Lela, nanti dia datang untuk merawat Ayah ... !"


"Suster Lela? Siapa dia? Ayah bukan bayi Ken yang harus di rawat!" Sergah pak Banu.


"Tapi Ayah sendirian di rumah, Ayah tenang saja, pokoknya Ayah harus sehat dan jangan banyak pikiran,nanti agak siang Suster Lela akan datang, bersiaplah ... !" Ujar Kenny.


"Ya ... Ya, tapi ingat, sehabis ini jemput Dini di rumahnya, dia sudah menunggu!"


"Iya Ayah ... !"


"Nah, begitu dong, baru namanya anak Ayah!" Ujar Pak Banu sambil tersenyum.


"Aku berangkat Ayah!"


Kenny pamit dengan agak terburu-buru, karena waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi.


****

__ADS_1


Kenny melajukan mobilnya menuju rumah Dini. Tak berapa lama dia sudah sampai di depan rumah Dini, Dini nampak sudah berdiri di depan teras menunggunya.


Melihat kedatangan Kenny, Dini segera beranjak mendekati Kenny dan langsung naik ke dalam mobilnya.


"Tapi pagi-pagi sekali, Ayahmu sudah meneleponku Ken, dia memintaku untuk menemanimu memberikan kata sambutan untuk acara pentas seni ... !" Jelas Dini.


"Iya Din, aku sudah tau ... " Singkat Kenny sambil melajukan mobilnya menuju ke SD Rajawali.


"Maafkan aku ya Ken, kau jangan salah paham terhadapku, aku hanya tidak ingin mengecewakan Ayahmu ... !" Ungkap Dini.


"Iya Din, kau tenang saja!"


Kemudian mereka sudah sampai di depan SD Rajawali, setelah memarkir mobilnya, Kenny langsung berjalan menuju ke ruang kepala sekolah. Dini mengikutinya dari belakang.


"Selamat Pagi Pak Budi!" Sapa Kenny.


"Wah, Mister Kenny, selamat datang! Akhirnya kau datang juga, bagaimana kondisi Pak Banu?" tanya Pak Budi, kepala sekolah.


"Kondisi Ayah sudah baik, dia hanya perlu memulihkan stamina tubuhnya saja!" Sahut Kenny.


"Syukurlah kalau begitu, acaranya akan di mulai jam 9, masih ada waktu yang cukup panjang, Mister Ken dan Miss Dini bisa menunggu di sini, atau kalau mau jalan-jalan keliling sekolah juga boleh...!" Jelas Pak Budi.


"Trima kasih Pak, sepertinya aku mau sarapan dulu saja di kantin, aku belum sempat sarapan." Ujar Kenny.


"Oya, silahkan Mister! Jangan sungkan, sekolah ini kan milikmu juga, kau salah satu foundation di sini selain Pak Banu!" Kata Pak Budi.


"Aku mau sarapan Din, kau terserah mau ikut sarapan atau menunggu di sini!" Kata Kenny.


"Aku ikut saja Ken, aku juga belum sempat sarapan!"


Akhirnya mereka berdua berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ke kantin yang letaknya di sudut sekolah, suasana sekolah nampak sangat ramai, ada panggung dan umbul-umbul, banyak orang yang sudah mulai berdatangan.


Kenny duduk di kantin itu dan mulai memesan makanan, banyak mata yang memperhatikan mereka, namun Kenny tetap cuek, dia menikmati sarapannya dengan penuh kenikmatan.


Tiba-tiba, ada tangan mungil yang memeluk Kenny dari belakang.


"Mister Kenny kok ada di sini? Mau lihat aku lomba ya...!" Kata suara yang tidak asing lagi baginya.


"Icha?" Gadis kecil itu langsung menyembulkan wajahnya.


"Aku senang Mister datang untuk nonton aku!" Seru Icha.


"Icha cantik sekali, memangnya Icha mau ikut lomba apa?" Tanya Kenny.


"Lomba pidato!"


"Lomba pidato? Memangnya Icha berani?"

__ADS_1


"Berani dong! Kan calon youtuber!" Ujar Icha bangga.


Icha menoleh kearah Dini dengan tatapan tajam.


"Halo Icha...!" Sapa Dini.


"Kenapa Tante itu ada di sini? Kenapa Tante ada di dekat Mister Kenny??" Tanya Icha dengan wajah cemberut.


Kenny langsung merengkuh Icha dalam pangkuannya.


"Icha, Tante Dini kan guru juga, dia juga diundang untuk nonton Icha, Icha senang kan di tonton banyak orang?"


Icha Menganggukan kepalanya.


"Tapi jangan dekat-dekat sama Mister aku!" Cetus Icha.


"Cha, inget kata Mister waktu itu? Di dalam hati Mister hanya ada Icha dan Mami ... " Bisik Kenny. Icha Menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Tiba-tiba dari arah luar, Felly muncul dengan wajah cemas, melihat Icha di pangku Kenny, Felly langsung menarik tangan Icha.


"Icha! Mami cari kemana-mana, ternyata kau disini! Mami kira kau di culik Cha! Ayo sini, Bu Ira sudah memanggil Icha!" Seru Felly.


"Mister kan mau nonton aku lomba Mami!" Tukas Icha.


Sekilas Felly menoleh ke arah Dini yang duduk tepat di hadapan Kenny.


"Fell, Aku di suruh Ayahku untuk..."


"Sudahlah Mister, maaf kalau Icha mengganggumu ... permisi!" Felly langsung berjalan menarik tangan Icha menuju ke luar kantin.


"Oooh...jadi ini yang membuat Kamu memutuskan hubungan denganku?" Tanya Dini.


Kenny tidak menjawab, tapi Dini sangat paham apa maksud diam nya Kenny.


"Kau menyukai dia Ken? wanita yang usianya di atas mu? Bahkan telah memiliki seorang anak?"


"Din, status bukan alasan untuk menghalangi perasaan yang tumbuh dalam hati, tidak perduli dia janda atau bukan, di dalam hatiku hanya tersimpan nama mereka, jangan sekali-kali kau merendahkan seseorang hanya karena statusnya!" Ucap Kenny.


"Maaf kan aku Ken ... Aku tidak bermaksud ..."


"Sudahlah Din, kita bersiap-siap, sebentar lagi acaranya akan di mulai ..."


Kenny bangkit dari duduknya dan langsung keluar dari kantin, Dini menyusulnya dari belakang.


Bersambung...


*****

__ADS_1


__ADS_2