Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Acara Di Sekolah


__ADS_3

Pagi-pagi Icha sudah bersiap-siap karena akan ada acara hari orang tua di sekolah.


Saat itu Felly sedang demam, Kenny bertambah khawatir, di sisi lain, saat ini Icha sangat membutuhkannya.


Kenny menyelimuti tubuh Felly itu, kemudian mengecup keningnya.


"Sayang, aku tak ingin meninggalkanmu, apalagi saat ini kau sedang demam, tapi Icha, hari ini dia butuh aku untuk mendampinginya!" kata Kenny.


"Ken, Icha bukan hanya membutuhkanmu, dia juga membutuhkan aku!" sahut Felly lemah.


"Tidak, kau jangan kemana-mana sayang, nanti setelah selesai acara, kita langsung ke dokter ya ..!" kata Kenny.


"Iya Ken, kau pergi saja sana, Icha sudah menunggumu!" ucap Felly.


Kenny segera melangkah keluar dari kamarnya. Lalu dia langsung ke bawah, Icha nampak sudah bersiap-siap.


"Papi, mami tidak ikut?" tanya Icha.


"Tidak Cha, Mami sedang kurang sehat, biar Papi saja yang mendampingi Icha ya?" Kenny mengusap kepala Icha.


"Yah, padahal kan nanti ada lomba membuat nasi goreng! Memangnya Papi bisa?" tanya Icha tidak yakin.


"Bisa dong, cuma nasi di goreng kan!" kata Kenny.


"Iiih Papi, bukan nasi di goreng saja! Tapi nasi goreng yang biasa Mami buat!" cetus Icha.


"Ya ya... nanti Papi nyontek deh resepnya di YouTube!" sahut Kenny.


"Dih Papi, kan tidak boleh nyontek, masa lomba nyontek??! Aku pasti kalah deh!" ujar Icha cemberut.


"Sudahlah Cha, kalah menang ini kan cuma lomba, yuk berangkat, nanti Icha ketinggalan lombanya!" ujar Kenny yang langsung menggandeng tangan Icha menuju ke garasi mobil.


Sepanjang jalan menuju sekolah, Icha tidak berhenti bersungut-sungut karena Maminya tidak ikut, padahal Icha akan mengandalkan Maminya supaya bisa menang untuk lomba masak nasi gorengnya.


"Pasti aku kalah nih!" ujar Icha dengan wajah masam.


"Belum tentu, kan kita belum coba!" kata Kenny.


"Masakan Papi kan tidak enak, aku sudah pernah coba!" sahut Icha.


"Kalau tidak enak, nanti pulangnya kita beli makanan enak!" kata Kenny.


"Ah, Papi curang! Awas ya nanti kalau masakannya tidak enak!" ancam Icha.


"Iya iya, pasti enak lah!" sergah Kenny.


Tak lama mereka pun sudah sampai di sekolah, suasana begitu ramai, karena banyak orang tua yang berkumpul untuk berpartisipasi dalam lomba.

__ADS_1


Di lapangan besar itu, masing-masing peserta sudah di siapkan satu meja kecil dan kompor, berikut bahan masakan, jadi peserta tinggal mengolahnya.


Sebenarnya Kenny juga bingung, dia kurang piawai memasak nasi goreng. Seringkali saat dia masak selalu gosong atau kurang bumbu, namun demi Icha, dia nekad saja, padahal lombanya juga tidak wajib. Tapi Icha ngotot mau ikut.


Masing-masing peserta lomba sudah di tempatnya masing-masing, termasuk Kenny dan Icha.


"Lho, itu owner sekolah kok ikutan lomba?? Wah, KKN ini!" kata beberapa orang tua murid.


"Iya ya, harusnya tidak boleh itu, apalagi sampai menang, buat apa di adakan lomba!" tambah orang tua yang lain.


"Ibu-ibu, Mr. Ken itu kan berdiri sebagai orang tua murid, karena Icha anaknya, wajar saja kalau ikut lomba!" kata Dini yang kebetulan adalah panitia lomba itu.


"Tapi kan bisa di wakilkan dengan ibunya! Supaya jangan terang-terangan gitu lah!" timpal salah satu dari mereka.


Lombanya pun segera di laksanakan, masing-masing peserta lomba bekerja sama antar anggota keluarga untuk membuat nasi goreng.


Kenny dan Icha nampak sibuk memotong bumbu, bawang merah dan bawang putih, juga sedikit cabai.


Saat memotong bawang merah, mata Kenny pedih, lalu dia mengeluarkan air matanya.


"Papi kenapa menangis?" tanya Icha.


"Siapa yang nangis Cha? Mata Papi perih kena bawang tau!" sahut Kenny.


Dini dan Bu Ira berkeliling sambil mengawasi para peserta lomba, mereka berjalan berkeliling, sambil sesekali berfoto, mengambil dokumentasi.


"Papi kena bawang Miss Dini!" sahut Icha.


Dini langsung mengambil tissue dan mengusapkannya ke mata Kenny.


Kenny dengan cepat mengambil tissue nya dan Dini langsung menarik tangannya.


"Eh, maaf Mr!" ujar Dini yang kemudian langsung berlalu dari tempat itu.


Waktu lomba sudah hampir selesai.


Namun masakan Kenny dan Icha masih belum rampung, karena kasus mata pedih, sehingga membuat lama proses pembuatan.


Setelah waktu benar-benar habis, para peserta lomba mulai kembali ke tempat duduk mereka.


Waktu pengumuman pun tiba, ternyata menurut penilaian juri, nasi goreng buatan Icha dan Kenny tidak menang, namun saat voting ke penonton, nasi goreng Icha dan Kenny juara favorit, walaupun rasanya tidak enak.


Icha cukup senang hati walaupun hanya bisa meraih juara favorit saja pilihan penonton.


Setelah acara usai, ada sedikit pengarahan dari Pak Budi, selaku kepala sekolah.


Kenny yang mendengarkan tiba-tiba di kaget kan dengan suara telepon di saku jasnya. Buru-buru dia mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo!"


"Halo Mister! Ibu Mister, Ibu kesakitan, katanya perutnya sakit Mister!" kata Mbak Nur panik.


"Baik Mbak, aku akan pulang sekarang!" jawab Kenny.


Dengan cepat Kenny berlari menyusuri koridor sekolah, tanpa memperdulikan pandangan orang-orang terhadapnya.


Dia langsung berlari ke parkiran, lalu mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sekitar 40 menit Kenny tiba di rumah, tanpa menunggu dia segera masuk ke dalam rumah, lalu naik ke atas menuju ke kamarnya.


Ceklek!


Felly sedang berbaring sambil memegangi perutnya.


"Sayang, kau kenapa?? Kita kerumah sakit sekarang!" ujar Kenny panik.


"Ken, aku tidak apa-apa, cuma kadang perutku sering nyeri tiba-tiba, kau jangan khawatir!" kata Felly.


Kenny memeluk tubuh istrinya itu.


"Kalau aku boleh memilih, aku saja yang sakit dari pada dirimu Fell! Kalau sakitmu bisa di pindahkan padaku!" ucap Kenny sambil menangis.


"Ken, kenapa kau berlebihan? Aku tidak sakit Ken, aku hanya sedang hamil anakmu, yang sebentar lagi akan lahir, lihatlah, di bergerak sangat lincah sekali!" ujar Felly.


"Ya, kau hanya hamil anakku sayang," bisik Kenny. Dia mengusap air matanya.


"Ken, di mana Icha? Biasanya dia langsung datang padaku kalau pulang sekolah!?" tanya Felly.


"Ya Tuhan! Icha ketinggalan di sekolah Fell, tadi Mbak Nur telepon aku jadi panik, bagaimana ini?!" ujar Kenny panik.


"Kenny sih, makanya jangan terlalu khawatir, masa Icha di tinggal di sekolah?" kata Felly.


"Baiklah, aku akan menjemputnya lagi!" Kenny segera beranjak keluar kamarnya, namun dia menoleh pada Felly.


"Tapi, bukankah sekarang kita harus ke rumah sakit?" tanya Kenny.


"Tidak Ken, Icha lebih penting, dia pasti akan kebingungan mencari Papinya, ayo cepat jemput Icha!" ujar Felly.


Dengan cepat Kenny keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke parkiran mobilnya, dia bersiap akan Kemabli menjemput Icha.


Namun baru saja Kenny akan menyalakan mesin mobilnya. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di rumah Kenny.


Icha turun dari motor bersama dengan, Dini.


****

__ADS_1


__ADS_2