Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Jangan Putus Harapan


__ADS_3

Kenny memukul kemudi di depannya dengan kepalan tangannya. Hatinya benar-benar sakit saat Felly memutus teleponnya sepihak.


"Aaarggh!! Lagi-lagi dia tidak mau bicara padaku!!" Sungut Kenny.


Dia menelungkupkan wajahnya di depan kemudinya, hatinya benar-benar sedih.


Dini perlahan dan agak ragu memegang kepala Kenny, mengelusnya pelan.


"Sabar Ken ... mungkin Felly juga tidak tau kalau Ayahmu sudah merestuimu!" Ucap Dini. Kenny mengangkat kepalanya perlahan.


"Aku kan baru akan memberitahu nya, tapi dia malah menutup teleponnya ... Aku harus bagaimana lagi sekarang?!" Ucap Kenny frustasi.


"Jangan putus asa Ken, kita akan tetap cari keberadaan Felly dan Icha, mungkin dengan membuat status yang di viral kan, bisa membuat mereka kembali padamu...!" Kata Dini.


"Baiklah Din, kalau memang dengan cara itu bisa membuat Felly dan Icha kembali, aku akan melakukannya ... sekarang ijinkan aku mengantarmu pulang kerumah mu, kau sudah cukup lama menemaniku!" Ujar Kenny. Dini Menganggukan kepalanya.


Tak lama mereka sudah sampai di depan rumah Dini, Dini sudah melepas sabuk pengamannya, namun dia tidak kunjung turun.


"Ken..." Ucap Dini lirih.


"Ya Din?"


"Bolehkan aku ... mencium pipimu?" Kenny terperangah mendengar permintaan Dini, dulu dini akan langsung melakukannya tanpa meminta ijin, sekarang Dini minta ijin hanya untuk bisa mencium pipi Kenny.


Kenny Menganggukan kepalanya, kalau dia menolak tentu saja Dini akan sangat sakit hati, apalagi Dini kini menyadari bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.


Pesona Kenny memang membuat setiap wanita yang ada di dekatnya sangat nyaman dan selalu tidak pernah bisa menjauh, bukan saja wajah tampan nan rupawan yang Kenny miliki, namun juga tutur katanya yang lembut dan sopan.


Perlahan Dini maju mendekati wajah Kenny, lalu dengan lembut mencium pipinya.


"Maafkan aku Ken ... Aku sangat mencintaimu ...!" Bisik Dini. Kemudian dia segera membuka pintu mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Kenny memandang kepergian dini dengan tatapan kasihan, seandainya Kenny tidak pernah jatuh cinta pada Felly, mungkin dia juga tidak akan pernah memutuskan hubungan dengan Dini.


'Maafkan aku Din, aku tidak bisa membalas cintamu yang besar itu padaku ...' Gumam Kenny.


Kenny melanjutkan perjalanannya, saat ini dia tidak tau kemana tujuannya, dia terus melajukan mobilnya sampai keluar dari kota Jakarta.


Setelah sekian lama Kenny mengendarai mobilnya, dia berhenti di sebuah rest area, dia mulai membuka ponselnya, menyusun kata-kata romantis yang akan dia viral kan untuk Felly.


****


Sementara Felly masih duduk terpekur sambil melamun di bangku terasnya.


Dia masih sedikit shock saat Kenny meneleponnya dengan nomor lain, spontan Felly menutup teleponnya, dia sangat merindukan suara itu, namun pikiran negatif menguasainya, dia masih ingat betul saat Pak Banu marah dan berkata keras terhadapnya.


Felly mulai membuka ponselnya, di galery itu selain foto Icha, banyak doto-foto Kenny, Felly memandang foto Kenny sambil tersenyum. Sampai tidak sadar Mbak Nur sudah berdiri di belakangnya.


"Ehm, kangen ya Bu ... !" Ujar Mbak Nur mengejutkan Felly.


"Eh, Mbak Nur ... Iya nih Mbak, tiba-tiba ingat dia!" Jawab Felly tersipu.


"Ah, Mbak Nur bisa saja, tadi dia sempat menelepon Mbak, tapi aku putusin teleponnya, dia sedang mencariku saat ini, sebenarnya aku kangen sekali ... tapi entahlah ... biarlah Kenny dapat yang lebih baik dari aku, sesuai dengan kriteria Ayahnya ...!" Ungkap Felly.


"Yah Bu, kok di putusin sih teleponnya, kasihan kan Mister, dia pasti sedih dan kecewa, dia pasti bingung mencari kalian, aduuuh, tidak terbayang deh mister seperti apa saat dia tau kalian sudah jauh darinya!" Kata Mbak Nur.


Felly termenung, benar apa yang di katakan Mbak Nur, walau Ayah Kenny tidak menyukai Felly dan Icha, namun Kenny sangat menyayangi Icha, juga Felly, Kenny pasti sedih sekali saat ini.


Tiba-tiba ada perasaan bersalah pada Felly, dia merasa bersalah pada Kenny dan Icha, karena ke egoisannya, dia telah melukai hati Icha dan Kenny. Walau bagaimana hubungan mereka sudah seperti Ayah dan anak.


"Mbak Nur, aku mau telepon Kenny, aku merasa sangat bersalah sekali padanya, Icha mana?" Tanya Felly.


"Icha tidur Bu, tadi dia habis menangis sambil memeluk bonekanya, eh malah ketiduran!" Sahut Mbak Nur.

__ADS_1


"Ya sudah, biarkan saja Icha istirahat, aku mau mencoba menelepon Kenny dulu, aku juga sudah sangat merindukannya ... sangat!" Ucap Felly yang langsung memencet nomor ponsel Kenny yang selalu tersimpan di dalam buku telepon ponselnya. Mbak Nur langsung kembali masuk ke rumah.


Nada suara telepon tersambung.


Kenny yang sedang mengetik Pesan singkat di ponselnya terkejut melihat ada nomor yang meneleponnya.


Dengan ragu-ragu Kenny mengusap layar ponselnya itu.


"Halo ..."


Hening, tidak ada jawaban, hanya terdengar suara nafas yang tertahan.


"Halo, ini siapa?" Tanya Kenny lagi.


"Ken ... " Ucap Felly lirih. Kenny tertegun mendengar suara yang sangat di rindukannya.


"Felly? Kau di mana sayang? Aku mencarimu kemana-mana, aku merindukanmu dan Icha, please ... kembalilah padaku Fell, jangan membuat Aku seperti ini, aku mohon ... " Ucap Kenny dengan suara bergetar.


Felly menitikkan air matanya, dia tidak sanggup mendengar suara Kenny yang begitu mengharapkannya.


"Maafkan aku Ken, tapi aku dan Icha sudah pergi, bahkan Icha sudah aku pindahkan sekolah, biarkan kita berpisah sementara waktu, sampai kita benar-benar yakin akan berjodoh!" Kata Felly.


"Jangan Fell ... kau jangan siksa aku seperti ini, kembalilah padaku Fell, Ayahku sudah merestui kita, dia juga menunggumu datang, Fell... aku mohon, aku sangat mencintaimu Fell, sangat!" Ucap Kenny.


"Kau bohong Ken! Kau bilang begitu supaya aku dan Icha kembali padamu, Ken, kau harus memikirkan perasaan Ayahmu juga Ken, aku janji akan sering meneleponmu, tapi ku mohon kau jangan membuang waktumu untuk mencariku!" Ujar Felly.


"Felly, dengar aku sayang, aku tidak berbohong padamu, aku akan buktikan kalau perkataan ku itu serius, percayalah padaku Fell, Ayahku sudah merestui kita!" Kata Kenny.


"Kenny ... aku sangat merindukanmu, Icha juga sangat merindukanmu, kau jaga dirimu baik-baik, aku akan sangat senang kalau kau baik-baik saja, asal kau tau Ken, hanya kau saat ini yang menguasai hati dan pikiranku, ijinkan kita berpisah sejenak, itu tak akan mengurangi perasaan sayangku padamu!" Ucap Felly. Sejurus kemudian Felly mematikan ponselnya.


Kenny tertegun saat Felly mematikan ponselnya sepihak. Hati pemuda itu begitu sedih, Felly ingin berpisah sementara waktu. Mampukan dia hidup berjauhan dengan Felly dan Icha?

__ADS_1


Bersambung ....


*****


__ADS_2