
Liu Xie muncul secara mendadak, melalui teleportasi nya, Zhuang An dan Liu Tiansi menoleh ke arah gadis tersebut.
Senyuman mengembang, di bibir Si gadis cantik adik Liu Tiansi itu.
"Cici..! Aku sekarang, punya banyak pengikut" Liu Xie, langsung berbicara dengan masih, diiringi senyuman.
"Och, iya!" Liu Tiansi menjawab cepat dan singkat.
"Ada lima belas gadis, mau ikut gabung ke Sekte Burung Merak Emas. Besok mereka akan datang di sini, untuk sekarang mereka masih pamit pada keluarga nya" Liu Xie melanjutkan laporannya, masih dengan senyuman yang menawan.
"Och! Jumlah yang banyak!" Zhuang An, berseru cukup kaget.
"Iya! Kok begitu banyak, Xie'er?" Liu Tiansi bertanya pada adiknya.
"Sepertinya, itu karena mereka mengagumi kecantikan ku" Liu Xie, menjawab sambil tertawa.
"Haha..! Bisa! Bisa, jadi seperti itu" Liu Tiansi dan Zhuang An, ikut tertawa juga.
Mereka cukup menyukai, dengan selera humor Liu Xie, si gadis cantik yang lincah itu.
Setelah berbicara beberapa hal, akhirnya Zhuang An menyerahkan emas, barang berharga dan koin, hasil menjarah di gedung ketiga milik bandit kota.
Barang-barang itu, diserahkan kepada dua gadis Liu, untuk dibagikan kepada orang miskin yang sangat membutuhkan.
Bagi Liu Tiansi dan Liu Xie, tidak sulit mencari sasaran orang miskin, yang membutuhkan pertolongan.
Untuk itu, tugas membagikan barang tersebut kepada orang miskin, tidak menjadi beban bagi kedua nya.
Karena, dengan kemampuan kedua gadis super cantik itu, mereka berdua, dapat mengetahui dengan cepat, siapa dan di mana, sasaran yang perlu di beri harta atau koin-koin tersebut.
Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, segera mengaktifkan indera ke 6, ke 7 dan 8 mereka.
Lalu setelah sasaran di sekitar kota Harbin dan sekitarnya telah terkunci dalam persepsinya.
Mereka berdua, menghitung antara jumlah sasaran, dengan koin serta harta yang ada untuk disesuaikan.
"Xie''er! Aku sebelah barat, kamu sebelah timur bagian kota harbin ini!" Liu Tiansi berkata pada adiknya.
"Baik! Cici!" Jawab Liu Xie cepat dan tangkas.
Selanjutnya, dengan teleportasi, mereka berpindah-pindah lokasi, membagikan harta rampasan perang dengan bandit kota, kepada orang miskin yang sangat membutuhkannya.
Zhuang An, segera memasuki kamarnya, untuk membersihkan diri setelah itu, menemui gadis-gadis calon murid Sekte Burung Merak Emas.
"Kalian! Ada sebelas orang gadis, yang masih punya keluarga?" Zhuang An bertanya pada gadis-gadis calon anggota Sekte Burung Merak Emas.
__ADS_1
"Benar! Tuan Muda!" Para gsdis calon murid Sekte Burung Merak Emas menjawab kompak.
"Sekarang, bersiaplah! Aku akan mengantarkan kalian, pamit pada keluarga kalian" Kata Zhuang An pada mereka.
"Baik, Tuan Muda!" Jawab beberapa gadis.
Mereka, para gadis calon murid Sekte Burung Merak Emas itu, segera masuk ke kamarnya dan berpakain rapi.
Setelah itu, membuat surat beberapa pesan penting, untuk keluarganya, kemudian menyiapkan barang kenangan, sebelum berpisah dengan keluarga yang dicintai.
Tidak terlalu lama mereka sebelas gadis muda telah berkumpul di depan Zhuang An.
"Sudah, siap semua ?" Zhuang An bertanya.
"Sudah, Tuan Muda!" Para gadis calon murid Sekte Burung Merak Emas, menjawab sigab.
Setelah itu, Zhuang An segera mengangkat tangan kanan nya.
Dalam sekejab, sinar kuning ke emasan menyelimuti mereka semua, lalu mereka langsung menghilang dari tempat itu.
Keterkejutan, muncul di wajah-wajah gadis yang tidak ikut rombongan tersebut.
"Och! Apa yang terjadi?" Ke tiga gadis, yang sudah tak memiliki keluarga, bertanya kebingungan.
Mereka bertiga, tidak ikut pamit pada keluarga, karena sudah tidak ada keluarga lagi.
"Tuan Muda Zhuang itu, benar-benar mengagumkan" Han Yu berucap pelan.
Sementara, Zhuang An telah tiba di rumah salah satu gadis.
"Apa yang terjadi?" Beberapa gadis terkejut bukan main, atas perpindahan secara instan itu, sehingga mereka belum menyadari apa yang terjadi.
"Ini! Kita mengalami perpindahan?" Seorang bertanya pada yang lain.
"Benar! Kalian berpindah secara instan dengan tekhnik teleportasi" Zhuang An menjelaskan agar mereka tidak bingung.
Setelah memahami apa yang terjadi, Zhuang An segera menyuruh Si gadis, yang mereka antar segera menemui keluarga nya.
"Ayo! Cepat masuk! Temui keluarga mu!" Kata Zhuang An.
"Baik! Tuan Muda!" Jawab Si gadis, cepat.
Gadis, itu segera berlari masuk menemui orang tuanya, dia memeluk ayah dan ibunya.
"Ayah! Ibu! Aku pulang" Ucap gadis itu, sebelum memeluk kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Kau! Kau selamat, Nak?" Ayah dan ibu nya, meneteskan air mata.
di rumah itu masih ada kakak laki- laki nya berumur 23 tahun, selain dua orang tua Si gadis yang berusia 50 tahunan.
Gadis tersebut, menceritakan semua, apa yang terjadi dan juga mengatakan niatnya untuk bergabung dengan Sekte Burung Merak Emas, demi belajar ilmu bela diri.
Kedua orang tuanya, dan juga kakaknya, walaupun berat mereka hanya bisa merestui Si gadis tersebut.
"Baiklah! Jika itu ke inginan mu, Ayah dan ibu hanya bisa berdoa untuk kebaikan mu" Orang tua Si gadis berkata dengan di liputi perssaan berat, tetapi tetap mendukung.
Karena semua demi, masa depan putrinya itu.
"Terima kasih! Ayah dan Ibu atas restu kalian" Gadis itu berucap dengan mantap.
Zhuang An, kemudian ikut masuk menemui mereka, Zhuang An melihat kedua orang tua itu tidak sehat.
Jadi, dia mengambilkan satu eliksir untuk keduanya.
"Bapak dan Ibu! Ini adalah eliksir bisa diminum, sedikit-sedikit untuk kesehatan kalian" Ucap Zhuang An, sambil memberikan eleksir tingkat tinggi tersebut.
" Och! Terima kasih! Tuan Muda!" Kedua orang tua itu, sangat menghargai pemberian itu.
Dan sebelum pergi, Pemuda tampan itu, juga meninggalkan beberapa koin, 200 koin perak dan 50 koin emas.
"Dan ini, ada beberpa koin, bisa dimanfaatkan dengan baik!" Kata Zhuang An dengan ramah.
Orang tua Si gadis, sampai tak bisa berkata-kata lagi, karena begitu baiknya tamu mereka kali ini, sehingga saking haru dan tersentuh hatinya, mereka hanya bisa memberi gerakan tubuh menghormat..
Si gadis itu, memberikan surat, berisi hal-hal yang tak sempat dia sampaikan, dengan lisan. Kemudian sebelum pergi memberikan benda sebagai kenangan untuk perpisahan itu.
"Ayah! Bunda! Kakak! Aku pergi dulu" Gadis itu meneteskan air mata, sambil melepas pelukan nya.
Dan Akhirnya, Si gadis meninggalkan rumahnya, bersama dengan Zhuang An dan sepuluh gadis-gadis muda lainnya.
Zhuang An, selalu menggunakan tekhnik teleportasi, untuk setiap kali berpindah tempat, demi efisiensi waktu.
Dan seperti itu lah yang terjadi, hingga kesemua tempat tinggal, dari sebelas gadis muda tersebut.
Zhuang An, selalu memberi produk kesehatannya dan juga koin-koin, untuk mendukung kesetabilan ekonomi, keluarga para gadis yang mereka tinggalkan.
.
.
.
__ADS_1
.